Warning!!!

Bagi yang imannya belum kuat dilarang keras membaca ff ini!!
Karena saya tidak bertanggung jawab apabila otak kalian terkontaminasi :p
Dan 1 lagi bagi istri-istri yang merasa suami mereka saya nistakan.Dimohon untuk tidak menyantet saya pake boneka vodo =.=

credit by : mbah google

Lanjutan :

Tak lama setelah GD T.O.P masuk,telinga DAERI kembali diperdengarkan dengan suara-suara aneh.

“hyuuuung….musim gugurnya kita mulai sekarang yuuk..!!”

“haaaaah….baiklah akan kugugurkan satu persatu helaian-helaian yang mengganggu penglihatankuuu!!”

“uuuuuhhh….
aaaaaahhhh…
iiiihhh…hyung geniitt…
Aaawww….bukanya penuh perasaan donk hyung…hmmh…”

“hmmh….
aaaaahh…sedikit lagi terbuka…..”

“aaaaawww….sudah terlepas semuanya, sekaraaang,giliranku menggugurkan balutan-balutan yang juga mengganggu penglihatanku…rrraaawww!!”
desah GD dengan nada mendayu-dayu dan sangat erotis.

“aaaaawww….huuuuuuh……”

“haaaaaaaaaa……”

Sementara itu dibalik pintu,
pasangan DAERI mulai terkena efek samping dari mendengar suara-suara yang dibuat hyungnya.
Wajah memerah,senyum-senyum najong,dan mulai mempererat genggaman tangan mereka.

“hyung,ayo kita nyusul!!”pinta Seungri yang pikirannya mulai terkontaminasi.

“sssstttt…sebentar lagi.
Nanggung…kalau belajar jangan nanggung-nanggung,arrachi!”
tolak Daesung yang masih ingin mendengar adegan selanjutnya.

“aaaaaarrhh…inii saangaat meng…gai…rah.,hmmm…kan…”

“hmhmm…aaa.,paa.,kkk…kaah se…meng…gai…raaah…kan…ituuu…hyuuung…?”
desah GD lagi.

“aaawww….sakiit….
Aduuuh….tajaaam.,,”

“oooohhwww….nooooo…..”

desahan demi desahan terus terdengar dari balik kamar tempat GD T.O.P memadu kasih.

XxxxX

Di sisi lain Taeyang yang sudah melacur (melakukan curhat) dengan Boss, berjalan menghampiri ke-2 dongsaengnya yang tengah asik menguping.

“gawat!!pasti kali ini terjadi hal ‘yes or no’sungguhan!
Aku harus cepat-cepat menghentikannya!”
gumam Taeyang dalam hati,ia teringat perkataan ustad dalam kutbah jumat kemarin bahwa ia harus menumpas perbuatan mesum disekitarnya.

Dengan langkah sigap ia menendang pintu kamar yang mengakibatkan DAERI terjerambab ke depan saat pintu yang didobrak hyungnya lepas dari engsel.

“apalagi yang kalian perbuat hah….aapp….?”tanya Taeyang sarkatis dan langsung terputus ketika GD kembali mendesah.

“hmmmmh….mak nyoss…hyuung….aaah…”

hmmmmm….ini memaang meng…gai…rah…kan!!”

saat mendengar kata menggairahkan DAERI yang pada awalnya jatuh tersungkur dan tak melihat apapun langsung mendongakkan kepalanya melihat perbuatan GD T.O.P

Tetapi,betapa terkejutnya mereka ketika melihat hal yang dilakukan oleh hyungnya.

“hyuuung….ud….dah…han yuuuuk….ak.,ku.,
haaaa….sud….dah ggg…gaak…ku.,hmnmm.,..attt”

“seb…ben…tarrr…lag…giii…ber…tah…han…lah….aaaaah…..”

tanpa babibu lagi,TAEDAERI menghujam berbagai pertanyaan kepada pasangan ababil ini.

“jadi ini yang disebut sebagai tata cara menjadi pasangan terasi??”
tanya Seungri tak percaya.

“ho…oh…gampang dan enak dilakukan…”jawab GD santai.

“aaaehmmmm…”

“terus ini juga yang kalian maksud dengan menggugurkan satu persatu helaian-helaian dan balutan-balutan yang mengganggu mata kalian?”tanya Daesung tak kalah sengit.

“ho.,oh ini!kalian mau ikutan menggugurkan helaian-helaian ini dengan membelahnya?”tawar T.O.P sembari menunjuk beberapa buah duren di hadapan mereka.

“hal beginian dibilang menggairahkan!
ck,sia-sia saja pikiran ‘yes or no’ku tadi!”

“makanya kalo jadi manusia jangan piktor!
aaaahhmmm…enyaakk…”

“sial…lagi-lagi aksi mendobrak pintuku hanya berbuah hal yang percuma!”

“uuuuuuhhh….aaaaahh…ennyyaaakkk….”

“nyaaammm…nyaaammm…nyaaammm…”

“huh…lagi-lagi aku tertipu,padahal otakku tadi sudah menjelajahi pikiran ‘yes or no’ tingkat lanjut!!”
umpat Daesung kesal sembari beranjak pergi mengajak TAERI meninggalkan pasangan duo sarap yang masih asik dengan kegiatan menggugurkan satu-persatu kulit Duren.

“gak asik kalian hyung”

“setress!emang pada abnormal mereka!”

“sial sial sial!”

Saat keluar dari kamarpun ke-3 member lainnya masih mengumpati ulah pasangan terHOT di asrama mereka.
.
.
.
Maka dengan ini saya nyatakan bahwa ff ini resmi ditutup dengan lafaz
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –