Pada malam jumat yang bertabur bintang.

Terlihat sekelompok anak-anak muda sedang bercengkrama di ruang tengah asrama mereka sambil berbincang-bincang ringan.

“Dongsaeng-ah…apa kau tahu ini malam apa?”
tanya sang tetua pada ke-4 dongsaengnya dan diikuti dengan senyum misterius yang terkembang diwajahnya.

“malam jumat hyuuung…”sahut GD mengeluarkan aegyo termanisnya.

“terus kalau malam jumat kenapa hyung??”
Seungri menimbali pertanyaan GD yang membuat sang leader mendelik kesal ke arahnya dan mengeluarkan kata-kata mutiaranya.

“dasar dongsaeng pabo!!kau harus tahu makna malam jumat itu kalau kata orang-orang adalah malam sunah rasul untuk…..
yah you know lah what I mean….
Iyakan hyung…”

“Jiyong-ah…kau benar!!tapi,bukan itu yang akan kita bahas sekarang.
Masih banyak anak di bawah umur di sini,nanti saja di kamar kita berdua membahas dan mempraktekkannya!!”
ujar T.O.P lagi untuk menanggapi penjelasan uke-nya seraya mengerlingkan sebelah matanya.

“DAERI…tutup telinga dan mata kalian,jangan sampai otak kalian tercemar wabah yadong yang ditularkan oleh hyung-hyung ababil di depan kalian,arra!!”
perintah Taeyang sok bijak saat melihat pasangan GTOP berpegangan tangan dengan mesra dan saling melempar senyuman ‘bentar-lagi-kita-mencetak’.

“Tae,kau cemburu?
Apa kau mau jadi uke ku nomor 2?”

“sorry ciin…akika masih normal!”

“hyung buruan cerita jangan buang-buang waktu kayak gini,aku kan juga mau ‘itu-tu’ sama Seungri”
celetuk Daesung tak sabaran.

“baiklah…dengar baik-baik,jangan berisik,dan jangan minta berhenti di tengah jalan,arrachi!”
T.O.P memasang wajah seserius mungkin dan menggerakkan jarinya sebagai tanda komando bagi para dongsaengnya untuk duduk melingkar.

Suasana di ruang tengah tersebut sedikit lengang karena semua member BigBang kecuali T.O.P menutup suara mereka.

“kalian tahukan,di dunia ini kita hidup bersama makhluk gaib lainnya?”

“ne…hyung kami tahu,mereka makhluk mengerikan yang pernah jadi manusia!!”

“kau benar,tapi bukan itu juga yang akan kita bahas!
Sekarang kita hanya akan membahas filosofi yang bisa dipetik dari kebiasaan-kebiasaan mereka!”
sambung T.O.P mulai merendahkan intonasi suaranya yang membuat ke-4 member lainnya semakin merapat agar tak terlewatkan satu patah katapun.

“Pertama,filosofi yang dianut oleh Daesung sepertinya ia kutip dari mbak-mbak kunti…”
sang dedengkot melirik sekilas Daesung yang mendadak bersembunyi di balik ketek Seungri.

“kok bisa hyung?”
Taeyang terlihat antusias memperhatikan hyungnya.

“karena dalam keadaan sesulit apapun,mbak-mbak kunti tetap cekikikan dan tertawa riang setiap malam,..
Bukankah sama dengan Daesung yang selalu mencoba melempar senyuman dan tertawa dalam keadaan apapun?”

“hyung…kau lupa minum obat ya?
Heh…lagipula sangat tidak mungkin aku rela menjadi murid mbak-mbak kunti!!”
elak Daesung saat keluar dari persembunyiannya dan sok berani mendengar cerita yang akan disampaikan T.O.P selanjutnya.

“Taeyang,mulai sekarang kau harus menganut filosofi om-om pocong!karena dulu hingga sekaran pakaiannya itu-itu saja,cuma kain kafan 3 lembar.
Ini menandakan sebuah kesederhanaan dari seorang pria…”
dari ucapannya tersirat maksud sindiran terhadap dongsaengnya.

“hyung,sepertinya otakmu keseleo…apa perlu aku pijit pakai cangkul hyung?
Kau tahu tidak hyung,jika aku memakai pakaian yang sama bisa-bisa aku akan menjadi perjaka seumur hidup.”
ratap Taeyang sambil memasang wajah perlu dikasihani-nya.

“benar hyung,tidak mungkin Taeyang hyung memakai pakaian yang sama setiap hari bisa-bisa dia tidak di gerubungi perempuan-perempuan seksoy seperti kalian..
Coba kalian ingat-ingat dah,dia ganti baju saja tidak memiliki pacar apa lagi…”
Seungri menggantungkan ucapannya dan diikuti oleh GD yang menyalurkan rasa simpatinya melalui perlakuannya menepuk pelan punggung pria berjambul disebelahnya.

“masih mau lanjut tidak?”
pria yang paling berumur di grup inipun mulai kesal akibat tanggapan dari dongsaengnya yang tidak mempercayai teori filosofinya.

“huum hyung,,,”koor GITAEDAERI kompak takut dimutilasi.

“Seungri-ah kau juga harus mulai memahami filosofi pig ngepet…
Kau tahu apa yang ia gunakan saat menjalankan aktifitasnya di malam gelap gulita?
Dia hanya memakai lilin sebagai penerangannya.
Hal ini mengajarkan kita untuk mulai menghemat listrik!”

T.O.P menatap lekat sang magnae yang juga menatapnya dengan tatapan ‘apa-lu-kate?’nya.
Tetapi,sang dedengkot malah mengabaikan tatapan magnaenya dan kembali menyambung ucapannya.

“aku rasa yang paling membanggakan adalah ajaran tuyul panutan uri leader yang sangat berbakat mengais rezeki dimanapun..
Hal ini membuatku tambah klepek-klepek di hatinya.”
T.O.P merangkul pundak GD dan melempar senyuman nakal ‘wo ai ni..saranghae’pada pasangannya.

“ah…hyung bisa aja deh,aku kan jadi malu kalau dipuji terus!”
GD membalas senyuman hyungnya malu-malu.

“jadi,intinya apa hyung?”
ujar Daesung yang mengganggu kemesraan pasangan GTOP.

“intinya,adalah kita juga harus belajar dari filosofi suster ngesot!!!
Karena walaupun tidak bisa berjalan..
Dia tetap semangat saat berusaha berpindah dari tempatnya meski harus terseok-seok sekalipun!!!
Semangatnya dalam berusaha dan terus mencoba patut dicontoh agar kita tetap semangat menghadapi rintangan di panggung hiburan ini…”
ujar T.O.P bijak pada dongsaeng-dongsaengnya yang berhasil membuat GITAEDAERI menatapnya penuh keterpesonaan akan ucapan yang berasal dari sisi kewarasannya.

Namun,keterpesonaan tersebut tidak berlangsung lama bagi TAEDAERI mereka kembali bergidik ngeri.

Ketika T.O.P menyeret paksa GD masuk ke kamar mereka.

“bukankah tadi aku katakan harus semangat kan,Jiyong-ah…??”

“ne hyung,,,”
GD melirik genit ke arah hyungnya ia tahu arah dari pertanyaan semenya barusan.

Percakapan yang sempat terdengar oleh telinga Taeyang,Daesung,dan Seungri sebelum pasangan GTOP hilang dari pandangan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.

.
.
– Udahan Dulu Yaw –