113

Main Cast : Choi Seunghyun

Other Cast : Park Hyo Min

Cameo : Kwon Jiyong – Sandara Park

halu….halu…FF request egen dari Sinpa onnie,jd kalo ceritanya sangat-sangat mengarah ke ‘….’ harap maklum,tapi yang gak kuat baca harap berpegangan :p
#plakkk

Let’s Cekidot ^^

Sesosok wanita tengah terduduk dengan perasaan gelisah hati tak tentram menunggu seseorang yang telah membuat janji untuk bertemu dengannya di Cafe tempat ia bersemedi sekarang.

Ia duduk menyilangkan ke-2 kakinya,sekali-sekali matanya mengawasi pergerakan jarum jam pada arloji yang bertengger di tangan kirinya sementara jari-jari tangan kanannya sedang mengetuk-ngetuk meja beraturan.

Ditatapnya pula berkali-berkali layar ponsel yang tergeletak di atas meja,berharap ada pesan atau telepon dari orang yang sangat ia tunggu ke datangannya.

Matanya hampir juling akibat menatap arloji dan layar ponsel bergantian.

Tetapi,orang yang ia tunggu tak kunjung mengirimkan pesan ataupun semacamnya.

Ponselnya tidak bergeming tak ada getaran-getaran dan nyanyian cinta sama sekali.

Wanita ini mulai terlihat bosan kepalanya sudah terkulai lemas di atas meja dan matanya terfokus pada pemandangan di luar jendela ukuran besar.

Ddddrrrttt…Ddddrrrttt…Ddddrrrttt…

Dengan berbinar-binar ia menggapai ponselnya tak sabaran.

“haaaaah…akhirnya…”
desahnya lega tetapi,kembali murung setelah membaca isi pesan tersebut.

“ck…kenapa disaat-saat seperti ini pesan dari tukang kredit barang pecah belah yang menggerayangi layar ponselku?
Seunghyun pabo,sampai kapan aku menunggumu?apa harus sampai aku mati kering?”
ia kembali merundukkan kepalanya dan menyimpannya di atas meja.

“tentunya sampai aku datang Park Hyo Min!!”
Seorang pria dengan kacamata hitam yang membingkai mata 5 wattnya telah duduk di depan wanita itu.

Wanita yang dipanggil Park Hyo Min mendongakkan kepalanya dengan dahi berkerut menatap objek di hadapannya.

“Hyunie-ya kau seperti tukang pijat keliling!!”
hardiknya sembari menarik paksa kacamata lawan bicaranya.

“Mwo tukang pijat?? apa kau mau dipijat oleh tukang pijat yang tampan sepertiku chagi?
Katakan saja bagian mana yang mau dipijat atas?bawah?depan?belakang?maka dengan senang hati riang gembira aku melakukannya!”
Seunghyun mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bertemu sembari tersenyum mesum melihat reaksi wanita di depannya.

“aish.,kau pria mesum!apa yang kau lakukan di tempat umum seperti ini??”

“aku sedang menikmati wajahmu dari dekat chagiya…”
Ujar Seunghyun masih mempertahankan posisinya akan tetapi,Hyo Min malah menarik jauh-jauh wajahnya walaupun sebenarnya di hati enggan melakukan hal tersebut dan menginginkan lebih.

“ck…berhentilah mengujiku Choi Seunghyun!
Jangan terus berperilaku seperti remaja belasan tahun kau ini sudah menua dan sebentar lagi akan menjadi bapak-bapak orang,arra!”
wanita berambut panjang layaknya makhluk sendal bolong ini mulai mendecak kesal.

“ne,sebentar lagi aku memang akan menjadi bapak dari anak-anakmu,bukankah bulan depan kita menikah.
Apa kau lupa?”
Balas pria berperawakan tinggi dan tegap dengan senyuman yang masih tersungging di wajah tegasnya.

“yaak…justru karena kita akan menikah sebulan lagi,kau harus meninggalkan kebiasaan kekanak-kanakanmu!
Kau tahu Hyunie,kita bahkan belum mempersiapkan apapun,undangan,katering,gedung,de es be…”
suara Hyo Min mulai melemah.

“Itukan karena maumu sendiri!
kalau aku sih maunya asal jebrat….jebret…. jabrat….jebret…. selesai,masuk kamar,berproses dah,gampangkan??”

Pupil mata wanita di hadapannya membesar seketika mendengar usul aneh yang ia kemukakan barusan.

“Hyunie-ya jangan katakan kau menonton blue film bersama teman-teman abnormalmu sebelum ke sini??”
Selidik Hyo Min menginterogasi kekasihnya.

“aniya…mana mungkin aku menonton film yah walaupun aku mulai menontonnya sejak kelas 5 SD.
Tapi,hari ini tidak karena dengan melihatmu saja aku sudah seperti menemukan bertumpuk-tumpuk kaset yadong…”
Jawab Seunghyun cengengesan sambil mengacak-acak rambut Hyo Min dengan sentuhan cinta.

XxxxX

Sehari sebelum hari H.

Baik Seunghyun maupun Hyo Min merasa tak tenang.

Makan tak enak walaupun telah menghabiskan sebakul nasi.

Tidur tak nyenyak seperti berbaring di atas tumpukan kulit durian.

Jantung berdetak tak beraturan serasa sedang balapan karung saat 17-an.

Darah mereka seakan mengalir terbalik.

XxxxX

Apartemen Seunghyun.

Pria ini terlihat kusut tak kuasa menutupi rasa kegugupannya menghadapi hari esok.

Ia ditemani oleh pasangan suami istri yang dijuluki DARAGON,mereka duduk lesehan sembari bertukar pikiran di salah satu ruang peristirahatan di apartemen tersebut.

“Seunghyun-ah kau gugup?”
Seorang wanita membuka suaranya.

“ne noona,,hatiku cenat-cenut kedebrak-kedebruk!”

“Apa karena kau tak hapal ijab kabul hyung?”

“ani,bukan itu!
Tapi,aku gugup menghadapi setelah ijab kabulnya.
Apakah setelah ijab kabul langsung ku tarik Hyo Min ke kamar Jiyong-ah?”
Tanya Seunghyun pabo yang ditanggapi dengan tatapan nanar dan mulut terbuka lebar dari sepasang suami-istri di hadapannya.

“Hyung…kau kira menikah itu hanya untuk masuk kamar?
Ish…sebelum ke tahap itu kau juga harus menghadiri resepsi pernikahan kalian,arra!
Dan malam harinya baru kalian bisa berkembang biak (?).”

Jiyong mendekatkan dirinya ke Seunghyun untuk membisikkan sesuatu ke telinga hyungnya.

Psssstttt,,,psssstttt,,,psssstttt!!!

“Ingat hyung yang ku bisikkan tadi adalah jurus ampuh!!”

“Arraseo…arraseo…”

XxxxX

Kontrakan Hyo Min

Wanita penghuni KS3 (Kontrakan Sangat Sangat Sederhana) ini juga tampak gelisah menantikan hari esok.

Tetapi,bukan seperti kekasihnya yang gugup menantikan tahap setelah ijab kabul.

Ia lebih mengkhawatirkan tingkah laku yang akan dilakukan oleh teman-teman abnormal calon suaminya.

Hyo Min takut pikiran suaminya diracuni oleh berbagai saran yang menjurus atau lebih parah lagi dari teman-temannya.

“Bagaimana nasibku besok?”
Tanyanya pada diri sendiri seraya menerawang kejadian yang mungkin akan terjadi esok.

XxxxX

Akhirnya hari H pun berhasil dilewati dengan mulus oleh sepasang kekasih yang baru beberapa jam lalu resmi menjalin hubungan yang sah secara hukum dan agama.

Walaupun ada sedikit gangguan yang tak berarti dari teman-teman sang kepala rumah tangga.

Dan mulai hari ini pula Hyo Min juga resmi diboyong suaminya ke apartemen milik Seunghyun.

Tak seperti dipikiran Seunghyun sebelumnya yang terlampau jauh berimajinasi.

Keadaan di apartemen mereka sangat kaku dan penuh kecanggungan.

Ke-2 orang ini saling membungkam suaranya.

Tak ada kata-kata rayuan gombal sedikitpun yang meluncur dari mulut sang suami ataupun gerakan yang menggoda iman dan takwa dari sang istri.

Mereka seolah-olah baru dipertemukan dan dipaksa hidup dan menghirup oksigen yang sama dalam 1 ruangan.

XxxxX

“Aku baru selesai mandi,ehm Minie-ya…
Apakah aku harus memanggilmu dengan panggilan lainnya seperti sayangku?istriku?manisku?cintaku?”
Ujar Seunghyun saat keluar dari kamar mandi mereka dan berpapasan dengan istrinya.

Penampilan sang suami yang Astaghfirullah dengan boxer dan handuk yang ia gantung dilehernya sambil sekali-sekali menggunakannya untuk mengeringkan rambut basahnya.

Hyo Min terkesiap melihat penampilan suaminya yang lumayan mengundang setan dalam dirinya untuk menerkam Seunghyun.

Ia terus mempelototi tubuh suaminya dari atas sampai bawah berulang-ulang hingga ia tak sadar jika makhluk di depannya telah memanggil dan mengguncang tubuhnya berulang kali.

“Chagi kau kenapa?
Choi Hyo Min?
Istriku?cintaku?
Chagiya sadarlah…jangang mangap-mangap seperti ikan mas!!”

“hah?hmm?heh…oh??”
hanya kata-kata tak jelas yang keluar darinya.

Perlahan-lahan Hyo Min mengumpulkan kembali akal sehatnya yang sempat tersesat.

Keberanian sang suami tiba-tiba muncul ketika mengetahui gelagat aneh istrinya.

“Minie-ya,kau ingin kita mencetak?”

“heh mencetak??”

“hm hm…mencetak Seunghyun dan Hyo Min junior…”
Jawab Seunghyun enteng sambi menggendong istrinya ala bridal style.

“tapi,hanya 1 saja!!”

“2….”

“1…”

“2….”

“1…”

“2 chagi…”

“1 saja yeobo!!”

“Baiklah aku mengalah kita hanya akan mencetak 1 saja!”

Senyuman penuh kemenangan terkembang di wajah sang istri.

“tapi, satu kesebelasan!!”
Sambung Seunghyun seraya menjatuhkan tubuh istrinya ke tempat pencetakan (?).

Sebelum melakukan aktifitasnya terlebih dahulu sang suami menulis pengumuman di secarik kertas yang akan ditempelkannya di pintu kamar mereka.

Sebagai persiapan jika ada teman-temannya mengganggu acara mereka mencetak anak.

‘ Jangan diganggu Sedang Berproses!! ‘

Tonight
Such a Beautiful night
Good Night.
.
.
.
.
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –

Yeyeyey…ni ff akhirnya selesai juga.
Fiuuh….

Mudah-mudahan suka ya onn ^^