lagi-lagi authornya seenak jidat ngedi fotonya kyakyakaya……..

Main Cast : Kim Jaejoong-Cho Seunghyun

Other Cast : Yoon Seo Jin

Hollaaaaaa….diriku kambek egen untuk membayar utang FF req.
Cerita 90% gaje,5% humor,100% penistaan :p

Let’s Cekidot ^^

“aaaarrrggghh….bisakah sekali saja dia mengirim pesan dengan sebuah kalimat?bukan dengan sebuah tanda tanya seperti ini!!”
Erang seorang perempuan di kamarnya sembari menghempaskan ponselnya kasar ke atas ranjang,takut rusak.

Ia tampak gusar setelah menerima pesan dari namjachingunya yang hanya berisi tanda baca untuk kesekian kalinya sejak setahun lalu.

FLASHBACK

From : JJ Bo ^^

?

Ketika pertama kali ia menerima pesan seperti itu tentu saja membuatnya bingung dan ikut membalas pesan tersebut dengan sebuah tanda baca.

To : JJ Bo ^^

!

Karena ia mengira pacarnya sedang mengajaknya untuk bermain-main dengan tanda baca.

Alhasil tak ada satupun pesan yang menghiasi layar ponselnya.

Dan keesokan harinya ia langsung bertanya pada seorang pria cantik yang notabene adalah pacarnya sendiri.

“Jungie-ya,maksud pesanmu semalam itu apa?”
tanya nya tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

“Kau sama sekali tak mengerti maksud tanda (?) yang ku kirim dan kau malah membalasnya dengan tanda (!) heuh…Dasar pabo!”
Pria cantik yang bernama Jejung menggelengkan kepalanya seraya mengajak pacarnya yang bernama Seo Jin duduk di kursi kantin kampus mereka.

“Ayolah…aku sangat penasaran,jangan membuatku mati dan menjadi arwah penasaran!!”

“Tanda (?) yang ku kirimkan semalam itu mewakili semua pertanyaan yang ada dikepalamu seperti lagi apa?dimana?bersama siapa?sudah makan apa belum?”
Jawab Jejung santai sambil menyeruput jus yang ia pesan yang membuat Seo Jin hanya mampu ber oh ria dan menelan ludahnya sendiri.

FLASHBACK END

Ia membaringkan tubuhnya ke ranjang,sedangkan tangan kanannya mencari-cari ponsel yang ia banting barusan.

Setelah berhasil menggapai ponselnya ia langsung mengetikkan sesuatu di sana.

To : JJ Bo ^^

Aku lagi mati bosan dikamarku sendirian karena orang tuaku sedang ke luar kota =,=
aku juga sudah makan 2 mangkuk ramyeon.
Kau sendiri sedang apa Jungie-ya?apakah kau sudah makan?terus makan apa?enak tidak?minumnya apa Yeobo? :3

Lalu ditekannya tombol send saat membalas pesan (?) dengan jawaban yang panjang.

Ddddrrtt…Ddddrrtt…Ddddrrtt…
Ponsel yang berada digenggamannya bergetar.

From : JJ Bo ^^

Makan.Bulgogi.Enak.Air putih.

Lagi-lagi ponselnya jadi korban kekerasan,dibanting lalu dipungutnya berkali-kali sampai ponselnya jatuh menggelinding ke lantai.

“Aish…akan kubunuh kau besok Kim Jaejoong!!
Tak bisakah kau mesra sedikit?”
Seo Jin mengacak-acak rambutnya frustasi.

Ia keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil segelas air dingin pada awalnya.

Tetapi,akhirnya bergelas-gelas air dingin yang ia tenggak habis secara brutal sebagai pengganti soju.

Gadis ini ingin mabuk tapi takut teler,sehingga ia lebih memilih kembung air dan keluar masuk toilet daripada teler.

Sudah layaknya orang mabuk karena soju ia jatuh tertidur dengan posisi duduk dan kepala terkulai di atas meja makan.

“JJ paBo!!”igaunya.

XxxxX

Dengan langkah tak sabaran Seo Jin mengitari tiap fakultas untuk mencari keberadaan kekasihnya.

Gadis ini sangat kesal pada Jejung yang ia anggap sama sekali tidak perhatian ataupun bisa bersikap manis padanya.

Ia menangkap sosok pria cantik yang ia kenal baik di ambang pintu kelasnya.

“Jejung-ya,kita harus bicara sekarang!
Jangan banyak protes!!”
ia menyeret tubuh kekasihnya pergi ke kantin terdekat.

Setelah sampai di kantin dan duduk saling berhadapan serta memesan beberapa jenis makanan dan minuman kaleng untuk mengisi kekosongan lambung mereka yang kelaparan.

Seo Jin mulai mengeluarkan uneg-unegnya.

“Jungie-ya…”
ia berhenti sejenak untuk menghela nafas beratnya sebelum melanjutkan kekesalannya.

“huuh…hmmm…Jungie-ya kumohon jawab pertanyaanku dengan jujur,arrachi?”

“Kau kenapa Jinie-ya?”

“Tidak apa-apa,aku hanya ingin memastikan sesuatu yang membuatku penasaran.
Apakah diponselmu hanya ada tombol tanda tanya?”
Seo Jin mengernyitkan dahinya sebagai tanda bahwa ia sedang serius.

“mwo?orang gila mana yang membuat ponsel semacam itu jagi??”
cibir Jejung mengejek.

“Orang gila sepertimu yang selalu mengirim pesan tanda tanya pada pacarnya sendiri huh?”

“jadi,kau menyindirku?”

“Aku tidak menyindirmu tapi terang-terangan mengatakan sebuah fakta!!
Maka dari itu jika kau tak terima dengan pernyataanku cobalah untuk mengirimkan pesan dengan kalimat atau apapun asal jangan tanda tanya!
Atau kalau tidak…”
Seo Jin tampak berpikir sejenak dan mencari-cari sesuatu di sekitarnya.

“Kalau tidak kenapa??”
Selidik Jejung penasaran.

“haaaah…sudahlah liat saja besok!”

gadis cerewet itu beranjak dari tepatnya meninggalkan Jejung yang masih sibuk mengunyah makanannya.

Ia berjalan asal tabrak sana tabrak sini,serobot sana serobot sini tak mempedulikan orang yang ia tabrak.

“Minggir kau menghalangi jalanku!!”
Ujar Seo Jin berusaha menerobos pria di hadapannya.

Pria itu mengacuhkan ucapan Seo Jin dan tak berniat sedikitpun menyingkir barang se inchipun.

“Hei tiang minggir kau menghalangiku!!”

“Kau yang minggir dar jalanku pabo!!”
Pria tersebut mendorong tubuh Seo Jin ke samping dan kembali berjalan.

“Sialan kau!!
Hei kau pirang mau mati kau hah??”
Teriaknya meluap-luap sembari melayangkan tatapan yang menurutnya sangat sangar.

Tapi,sayang sekali saat pria berambut pirang itu menoleh ke arahnya dan membalas tatapannya dengan tatapan yang menjalar-jalar (?)
keberaniannya meluap seketika.

“Wae?kenapa kau diam?bukankah tadi kau ingin membunuhku?”
ujar pria itu seraya mendekatkan dirinya ke Seo Jin yang masih bersandar di dinding.
Ia seolah ingin mengintimidasi lawan bicaranya.

“Seunghyun-ah,,kenapa kau menakut-nakuti pacarku dengan tatapanmu yang mengerikan itu?”
ujar Jejung yang mengejutkan Seo jin dan Seunghyun.

“Mwo jadi dia pacarmu?malangnya nasibmu ckckckck…”
Ujar Seunghyun sambil melirik pacar Jejung dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan.

“Dia siapa Jungie-ya menyeramkan sekali!!”

Dalam sekejap mata Seo Jin telah bersembunyi di balik tubuh pacarnya.

“Dia memang menyeramkan..tapi,hatinya tetap merah muda kok jagi!!”

“heuh…seleramu seperti ini?lebih baik kau bersamaku saja hyunie-ya!!”

“Seunghyun-shi apakah kau gay?”

XxxxX

Singkat cerita selain pesan tanda tanya yang dikirimkan oleh Jejung,Seunghyun juga menjadi batu penghalang bagi Seo Jin.

Setiap hari ia uring-uringan menyaksikan kekasihnya sangat perhatian pada rivalnya.
Dimana ada Jejung disana ada Seunghyun di sampingnya.

Tak ada celah sedikitpun baginya untuk mencari perhatian ataupun mendekati Jejung.

Ia terus menguntit kekasihnya dengan penyamaran yang super aneh.

Kadang menyamarkan penampilannya dengan dedaunan layaknya bunglon.
Kadang berpakaian hitam-hitam seperti pelaku teroris Bom Bali 1 dan 2 serta masih banyak lagi.

Setiap melihat Jejung bersama Seunghyun yang telah terdaftar dalam buku hitamnya untuk dimusnahkan,perempuan ini terus menggigit jarinya penuh amarah.

“aaaarrgh…Jejung kau milikku,kenapa peganga-pegangan tangan bersama pria lain??
Kenapa harus selingkuh dengan seorang pria sangar sepertinya?
Kenapa bukan dengan seorang perempuan saja,ahjumma-ahjumma juga tak apa asal jangan dengan Seunghyun?”
Begitu banyak kata tanya kenapa yang ia lontarkan pada diri sendiri seraya memukul dan menendangi pohon di sampingnya.

Dengan langkah penuh hawa nafsu untuk mengeluarkan wedus gembel ia menghampiri Jejung yang berada tak jauh darinya.

Seo Jin menggamit tangan kekasihnya sembari memberikan berbagai kode dari raut wajahnya yang menyuruh Jejung untuk berdiri disampingnya.

“Wae??”
tanya rivalnya sarkatis.

“Kau harus tahu Jejung normal,dia tidak suka pria!
dia milikku!
Jangan coba merayunya dengan tatapan menjalarmu!
Jangan melempar senyuman menggoda iman pada Jejungku,aku takut dia goyah dan berpaling dariku!”
Cerocos Seo Jin seraya menunjuk-nunjuk wajah Seunghyun dan membalas tatapan lawannya dengan tatapan tukang pangkas.

“Aku juga normal,berhentilah berasumsi kalau aku ini gay…dan walaupun aku gay aku adalah gay yang suka pilih-pilih wanita untuk dinikahi arraseo!”

Perempuan itu tak mempedulikan jawaban dari Seunghyun dan beralih menginterogasi Jejung.

“Jejung-ah,berjanjilah kau tidak akan berpaling dariku!!
Dan berjanjilah berhenti mengirimiku pesan yang berisi tanda tanya!”

“Akk….”

“Wajar saja dia mengirimu pesan seperti itu karena statusmu sendiri perlu dipertanyakan seorang perempuan atau laki-laki?”
Seunghyun memotong ucapan Jejung yang baru akan membuka suaranya.

Berulang kali Jaejoong mencoba menjawab tetapi,selalu berakhir dengan mangap-mangap tanpa sepatah katapun keluar darinya.

Ucapannya selalu di salib dan di serobot oleh 2 orang yang sedang bersitegang.

“Apa lihat-lihat?”

“Apa??”

Ke-2 orang ini mengabaikan pria cantik yang harus rela menjadi kambing congek diantara mereka.

“Sudah diam!!
Aku juga ingin ikut berbicara hiks…hiks…hiks…!”
Teriak Jejung histeris dengan mata berkaca-kaca yang berhasil menghentikan perdebatan 2 makhluk sarap di depannya.

“Seunghyun ah,berhentilah bertindak konyol!
Jangan membuat hyungmu tampak bodoh di hadapan kekasihnya,dan kau Jinie-ya berhentilah cemburu buta pada sepupuku!”

“heh..dia sepupumu?”

“ne,dia sepupuku..bukankah kami sama-sama berwajah tampan sekaligus cantik di saat yang bersamaan?”

“aish…hyung,kenapa kau beritahu gadis cerewet ini,padahal aku belum membuatnya nangis bombay karena aku menempel dan merayumu!”
Dengan kesal Seunghyun terpaksa beranjak meninggalkan hyungnya bersama Seo Jin walaupun ia belum puas membuat pacar hyungnya cemburu padanya.

“haahhh….. Syukurlah kau tidak tertarik pada pria,padahal wajahmu kan lebih cantik dariku,jadi ku kira kau pria melambai….dan 1 lagi setiap kau mengirimkan pesan kumohon bervariasi okeh??”

“kekasih macam apa kau mengatai pacarnya sendiri melambai,emang kau pikir aku dedaunan gitu?

baiklah lainkali aku akan mengirim pesan yang bevarisi seperti tanda titik koma seru dan lain sebagainya hehehe….bagaimana jagi apa kau setuju?”

“Kim Jaejoong akan kumakan kau!!”

.

.

.

.

.

.

– Udahan Dulu Yaw –

wkekekeke….. seperti biasa tambah Gaje :p

tapi tetap haru suka!!!#plakkkk