Main Cast : Kim Jaejoong – Choi Seunghyun

Other Cast : Yoon Seo Jin

haluuu…sodara-sodara sekalian beta datang lagi dengan membawa sequel FF requestan untuk membayar kutang Youngbae.#plakkk

Lets Cekidot ^^

Seo Jin POV

Hari ini seperti biasanya sebelum berangkat kuliah aku harus pergi ke apartemen Jejung terlebih dahulu.
Bukan untuk bemesra-mesraan hingga terjadi hal yang diinginkan bersamanya.

Andai saja ia mudah tergoda imannya mungkin beberapa bulan kemudian akan keluar hasil karya cipta kami berdua hehehehe….

Kenapa disini sepertinya aku yang ingin merenggut keperjakaannya??
Sadar Seo Jin sadar…
Segera bangun dari khayalanmu.

Kau akan digantung oleh ke-2 orangtuamu bila sesuatu yang diinginkan itu benar-benar terjadi,
lagipula ada setan pembuat onar ditengah-tengah kalian.

Seharusnya si pirang itu kuracun saja sejak dulu..
Cish…Dia pikir dirinya siapa?
Berani-beraninya mengganggu hubunganku dengan Jejung.

Aku menekan tombol intercome dengan membawa segudang emosi jiwa yang meluap-luap karena sebentar lagi akan terlihat penampakan wajah tampan hoeks…tampan?
Aku menarik kata-kata tampan dari dirinya.

“waah…pembantu magang kau sudah datang?
kebetulan sekali apartemen ini sudah sangat merindukan belaianmu!”

Lagi-lagi si pirang ini menyebutku pembantu magang tapi,ucapannya ada benarnya juga sih…Karena setiap hari aku datang kesini hanya untuk menjadi ‘Jinderella’.

Dan penyebabnya siapa lagi kalau setan pirang yang kata teman-temanku seperti Edward Cullen,heuh…suatu pembohongan publik kalau mereka tahu sifat pria ini sangat berbeda jauh dengan vampire tampan itu pasti semua fansnya akan menarik ucapannya.

“Cepat buka pintunya,sebelum aku berubah pikiran!!”
Aku menggertakkan gigiku agar dia takut.
Tapi,tiang ini hanya tersenyum mengejek dan dengan watadosnya ia menyerahkan sapu,kain lap,dan kemoceng padaku saat membukakan pintu apartemen.

“pembantu magang,cepat bersih-bersih sono hush…hush…hush…”

“Awas kau pirang kali ini aku akan benar-benar meletakkan bubuk racun dalam makananmu!”
teriakku frustasi penuh amarah.

“Jagie…kau sudah datang?”
sapa seseorang yang baru keluar dari kamarnya sambil mengacak-ngacak rambutnya.

Ohw no…nae namja jangan menggodaku dengan penampilanmu yang menggugah selera.

Ia berjalan menghampiriku,
jujur saja walaupun dia baru bangkit dari ranjangnya dengan wajah berlumuran sesuatu yang menggenang dan mata penuh sesuatu juga,
Jejung tetap terlihat sekseh naujubillah dimataku.

“Yeobo…tolong aku,aku disiksa oleh settt…ani maksudku sepupumu itu!”
Aku menghambur kepelukannya,kan lumayan dapat morning hug sukur-sukur kalau sampai dapat morning kiss darinya.

“Tenang saja Jagiya,nanti kau akan kuberi hadiah khusus lagi!”
Jejung mengelus rambutku penuh cinta,benar-benar surga dunia…

“Hyung,aku rasa kau harus cepat-cepat melepaskan pelukan gadis cerewet itu.!!
Coba kau lihat wajahnya sudah mulai mesum begitu.
Aku khawatir nanti kau akan hamil hyung!”

Sial…sial kenapa dia bisa tahu isi otakku yang kadang-kadang berpikiran mesum.

XxxxX

Bak maling ketangkap basah nyolong jemuran Seo Jin lari terbirit-birit ke dapur untuk menutupi wajahnya yang bersemu merah akibat pernyataan Seunghyun yang tepat sasaran.

“Hyunie-ya berhentilah menggoda kekasihku terus,apa kau berencana ingin merebutnya dariku huh??”
Selidik Jejung curiga melihat gerak-gerik dongsaengnya yang tampak tak senang saat Seo Jin memeluknya.

“Hahahaha…aniyo hyung jangan bercanda mana mungkin aku berencana merebut gadis cerewet seperti kekasihmu!
Lebih baik aku merebut istri sahabatku si Youngbae (baca:author :p)!”
Elak Seunghyun cepat seraya menggaruk-garuk kepalanya yang memang kegatalan.

Jejung tersenyum puas mendengar jawaban dongsaengnya dan menepuk pelan bahu Seunghyun sebelum pergi ke kamar mandi.
Ia juga sempat membisikkan sesuatu pada pria berambut pirang dengan nada suara yang tenang tapi,terkesan mengancam jiwa dan raga dongsaengnya yang hanya dijawab anggukan pelan dari lawan bicaranya.

“Baiklah aku pegang ucapanmu Hyunie-ya!!”

Seo Jin terlihat sangat riang gembira meski mencuci tumpukan piring kotor di westafel.
Ia tersenyum nakal setelah menerima pesan dari temannya yang menyatakan bahwa dosen mereka takkan menunjukkan batang hidungnya hari ini.

Dan itu berarti ia akan tinggal lebih lama lagi di apartemen kekasihnya hanya berdua saja tanpa usikan dari perusak suasana.
“Oh…god akhirnya kau mendengar rintihan hatiku yang ingin berduaan saja dengan Jejungku…”

Setelah selesai berkutat didunia perbabuan,
gadis ini langsung memastikan tiap sudut ruangan untuk mengendus apakah ada atau tidak hawa Seunghyun di sekitar mereka.

Untuk kesekian kalinya ia tersenyum mesum melihat sosok Jejung yang tengah duduk di sebuah sofa sambil menonton tayangan gosip di televisi.

Perlahan tapi pasti Seo Jin telah duduk rapi di dekat kekasihnya.

“Yeobo…bagaimana kalau kita nonton film romance saja daripada menonton acara emak-emak yah…yah…yah…”
Gadis itu mengacak-acak tas selempangannya ia mencari DvD bajakan yang baru dibelinya diperjalanan.

Jejung menoleh menghadap kekasihnya dan tersenyum singkat.

“Bagaimana kalau film pocong ngesot saja jagie?”

“Huh…kalau film horror seperti itu bagaimana bisa kami terbawa suasana romantais yang ada nanti pada jejeritan!”
Rutuk Seo Jin dalam hati dan memasang wajah semasam mungkin.

Jaejoong POV

haaah…akhirnya ada kesempatan berduaan dengan kekasihku.
Jangan kira aku tidak tergoda samasekali oleh sinyal-sinyal yang diberikan Seo Jin.

Aku bahkan hampir saja menerkamnya tadi pagi saat memeluknya lalu membawanya ke kamar untuk melakukan tahap selanjutnya.

Selama ini aku hanya menjaga sikap karena ada dongsaengku yang selalu mengadukan setiap gerak-gerikku kepada eomma dan appa.

Seandainya aku bisa menendangnya keluar dari apartemen ini mungkin sekarang aku bisa melakukan apapun dengan leluasa tanpa takut ketahuan.

Seperti dugaanku Seo Jin tampak celingukan mengitari tiap sudut ruangan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kehadiran Seunghyun disekitar kami dan sedetik kemudian ia telah duduk disampingku.

“Yeobo…bagaimana kalau kita nonton film romance saja daripada menonton acara emak-emak yah…yah…yah…”

“Bagaimana kalau film pocong ngesot saja jagie?”
Usulku padanya,yah itung-itung ambil kesempatan biar dipeluk-peluk olehnya.

Tapi,ia tampak kecewa dengan usulku barusan padahal ini semuakan semata-mata demi kebaikan hubungan kami berdua.

“Baiklah kita akan menonton film romance saja jagie!”

XxxxX

Akhirnya sepasang kekasih ini film romance yang sedikit menghanyutkan Jejung.
Pria cantik ini tampak mencari-cari kesempatan dalam keluasan.

Tangannya mulai menjelajahi bahu Seo Jin agar dapat memeluknya erat.

“Jinie-ya bisakah kau mengalihkan pandanganmu sebentar dari layar televisi untuk menatapku?”
Rengek Jejung setengah berbisik sambil menatap wajah kekasihnya yang masih terfokus pada adegan-adegan romantis difilm tersebut.

Mendengar suara Jejung yang menggoda iman dan takwa spontan menyadarkan tujuan utama Seo Jin untuk bemesraan tanpa ada gangguan sedikitpun.

Ketika ia menoleh penampakan pertama yang dilihatnya adalah bibir merah kekasihnya.

“Jagie…poppo!!”
Jangankan merasa keberatan Seo Jin bahkan dengan senang hati riang gembira mengabulkan permintaan kekasihnya.

7cm lagi menuju landasan pacu dan terjadilah….

CHUUUUUU…

Ke-2 orang ini berhasil mendaratkan bibir masing-masing diwajah Seunghyun yang entah sejak kapan telah memasang wajahnya di tengah-tengah Jejung dan Seo jin yang membuat sepasang kekasih di kanan-kirinya saling menjauh.

“Hei…Pembantu magang,apa kau tahu di meja itu masih banyak debu!
Lihat juga lantai itu masih kotor dan kau tahu aku juga lapar cepat masak sono hush…hush…hush!”

“Kenapa kau lapar Hyunie-ya?apa kau mau hyung belikan sesuatu atau lebih baik kita makan di luar saja?”
Jejung merangkul pundak dongsaengnya sembari melempar senyuman licik ke arah Seo Jin yang dibalas dengan anggukan semangat dari kekasihnya.

“aku-tunggu-kau-disini-yeobo-tendang-sipirang-itu-jauh-jauh-lalu-kita-lanjutkan-popponya!!”
Seo Jin melakukan senam bibir yang hanya dimengerti oleh Jejung lalu memonyong-monyongkan bibirnya.

Dan ketika Jejung dan Seunghyun sampai diambang pintu si pria cantik melakukan tindakan kekerasan pada pria berambut pirang,
ia mendorong tubuh dongsaengnya dengan kasar bak emak-emak tiri yang menyiksa anaknya dan langsung mengunci pintu apartemennya.

“Hyung…apa yang kau lakukan?
hyung jangan kau kunci pintunya!
hyung jangan lakukan ini padaku…!”
ratap Seunghyun histeris sembari menggedor-gedor pintu secara erotis.

Sedangkan orang yang ia teriaki tidak menggubrisnya dan malah mengambil langkah seribu untuk menerkam kekasihnya.

“Yeobo apakah kita akan memulai permainannya sekarang??”

Si pria cantik mendekatkan wajahnya ke wajah Seo Jin ia juga terus mengelimanisi jarak tubuh mereka hingga membuat kekasihnya merasa terdesak.

“kau tahu jagie aku adalah pria normal bukan pria melambai yang seperti kau katakan tempo hari!!”
.
.
.
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –