Ini cerita rada2 sama dengan Like a Tomato part 1 (Like A Tomato 1/2 – Like A Tomato 2/2 End)

  Cuma ada perbedaan tokoh. ☻

Background music :

Shinee-Love’s Way                


Cast:

*Kevin(ukiss)- as Yeo ji

*Top (Big Bang)- as Top

*Joon (Mblaq) – as Joon

*Gikwang(beast)- as Yeo Ji and Jessica cousin

*Dongwoon-Yosoeb(beast)- as Yeo Ji friend

*Jessica(snsd)- as Yeo Ji sister

*Park Jay Boem – as Jessica boy friend

*Jinki/onew(shinee)- as  Yeo Ji friend

 

Ok, as new author saya di tugaskan memposting FF dan jadilah saya nge post ni FF yang udah lama saya buat tapi baru sekarang di post. Mohon jejaknya di tinggalkan🙂 baik itu jejak sandal jepit, sepatu apa saja boleh kkk~ after read this please don’t sue me😀 hohoho

*******

Yeo Ji yang yang baru saja datang dari California memutuskan menetap di Korea bersama kakak perempuannya. Setelah menjalani transgender dan penyesuaian diri selama beberapa tahun di Amerika dia memutuskan menjalani hidupnya yang baru.

 

Saat dia mencoba menyembunyikan identitas aslinya dan mendapatkan kehidupan yang baru, masalalunya kembali menahantuinya.

*****

#Awalnya hidupnya bagaikan kertas putih yang hanya tertulis oleh satu tinta. Tapi sekarang, berbagai warna tinta sudah tertulis dan tinggal permanen disana.

________

14 November

“Yeoji” seseorang memanggilnya. “Mwo?” dia menoleh kearah sumber suara

“Bisa kau guntingkan kertas itu? Lalu tempelkan di pinggir-pinggir panggung itu.” menunjuk kearah panggung.

“nee.” Dengan jari-jari yang terlatih Yeo Ji mulai menggunting seperti yang sudah di suruh namja tinggi bernama Dongwoon itu.

“Onni… apa aku boleh ambil permen ini?” seorang gadis kecil menghampiri Yeoji dan menatapnya dengan puppyeyes.

yeoji mengusap kepala gadis kecil itu kemudian memberikannya permen. “tentu saja”

Begitu gadis itu pergi tinggal Yeo Ji dan Dongwoon yang berada di dalam gereja. Suasana begitu hening hingga suara angin dari luar bisa terdengar kedalam melewati celah-celah jendela.

“Aaa akhirnya sudah selesai!” teriak Dongwoon tiba-tiba membuat yeoji hampir melompat dari tempat duduknya.

“aigo Dongwoon-ssi!” ujar Yeoji mengusap dadanya sendiri karena kaget.

“hahaha mianhe. Akhirnya pohon ini selesai juga dihias dan mereka semua harus berterimakasih kepada kita berdua!” gumamnya turun dari tangga

“siapa?”

“tentu saja manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab itu!”

“Joon dan jinki-oppa?”

“jangan lupa Yoseob juga!”

“oh hahaha, mungkin mereka sedang sibuk makanya mereka tidak bisa membantu kita di gereja. Toh anak-anak sekolah minggu sudah membantu kita berdua.”

“sedikit. Yang ada mereka semua membantu menhabiskan makanan.”

“namanya juga anak-anak.”

+

Yeo Ji scene

Bulan November begitu dingin. Aku mengusap-ngusap kedua telapak tanganku dan memasukkannya kedalam saku jacketku. Hari ini masih harus belanja untuk keperluan yang ada digereja. Gumamku melewati setiap toko-toko yang indah dengan lampu hias natal. Tapi tahun ini aku masih harus menutupi kebenaran yang ada. Kebenaran yang terkubur selama bertahun-tahun lamanya.

 

Aku masuk kesebuah toko yang menjual keperluan natal seperti, lampu-lampu, kartu ucapan, pohon natal dan lain sebagainya. Aku berjalan kesalah satu rak yang disana terdapat pohon natal mini. Hmmm sepertinya bagus untuk di letakkan di kamar. Pikirku ketika melihat benda itu pertama kali.

Huuaa semakin malam cuacanya semakin dingin saja. Desisku pelan ketika berdiri di pintu toko. Saat aku melangkah keluar dari toko tersebut aku menengadah kelangit yang mulai gelap, salju turun mengenai hidungku dan membuatku tersenyum karena sampai detik ini aku masih bisa melihat keajaiban yang diciptakan-Nya.

“Im homeee!!” kataku begitu masuk rumah, tapi tidak ada yang menjawab sahutanku. Kemana Jessica onni?. Tanyaku dalam hati ketika mendapati rumah kosong. Mungkin sedang pergi keluar dengan Jay-oppa. Aku mengganti baju kemudian masuk kedapur menyiapkan makan malam untuk diriku sendiri karena biasanya kalau sudah lewat jam delapan malam Jessica onni belum pulang berarti dia sudah makan diluar.

Saat aku menyiapkan makan malam,

TING TONG

Seseorang menekan bel. Dengan langkah buru-buru aku membuka pintu.

“Gikwang?” Gikwang berada di balik pintu dengan menggunakan jacket tebal dan tangan yang penuh dengan barang belanjaan.

“hooaa dingin.. “ dia ngeloyor masuk tanpa aku suruh, dan meletakkan sembarangan barang belanjaan yang dibawanya. “ini barang belanjaan Jessica-noona, tadi kami berpaspasan saat di supermarket dan jadilah aku disuruhnya membawa barang-barang ini kesini.” Tanpa melepas jacket terlebih dahulu dengan seenaknya dia duduk di sofa dan meraih remote tv dan menghidupkannya.

“Kau sedang masak?” tanyanya

“nee, apa onni bersama Jay oppa?”

“ia, dia bersama pria itu. Aku bingung dengan noona, kenapa dia bisa tertarik dengan pria macam Jay”

“Ya setidaknya dia lebih sopan dan lebih baik darimu” sindirku sembari menyiapkan kembali masakanku yang tertunda.

*******

17 November

 

Aku terhenyak, menyaksikan latihan drama yang di ciptakan oleh Joon yang di bantu oleh Emily dan muda-mudi gereja. Lenganku membeku dan aku pun tersadar kalau latihan drama mereka telah selesai, sungguh drama yang luar biasa, gumamku kagum dalam hati.

“Bagaimana dramanya?” tanya Joon duduk tepat disampingnku. Aku hanya bisa mengacungkan kedua jempol tanganku ke wajahnya membuatnya hanya tersenyum.

“oh ia Yeo Ji, apa kau melihat Jinki? Dari tadi aku tidak melihatnya” dia mencari-cari Jinki kesegala penjuru ruangan dan kembali menatapku.

“Sepertinya dia sedang membeli minuman dengan dongwoon.” jelasku

“Yeo Ji..” Joon menatap kedalam mataku, membuat jantungku sedikit berdetak lebih kuat dari biasanya.

“e-h nee..”

“hmm.. apa besok malam kau ada acara?” aigoo, kenapa dia bertanya masalah itu?

“aa..nnio, wae?”

Dia diam sejenak..”……”

“aku ingin mengajakmu makan malam.”

“h-anya kita berdua??”

“kalau kau tidak mau kau bisa ajak Emily atau Jinki atau dongwoon mungkin.” Ujarnya cepat, mungkin takut aku salah mengerti

“baiklah nanti aku pikirkan”

“baiklah, besok di daerah Hongdae, sekaligus ada yang ingin kubicarakan denganmu “ ucapnya bangkit berdiri dengan menyunggingkan senyuman kemudian pergi meninggalkanku.

Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus kembali mengulang masalaluku yang suram sama seperti dengan—

Aku harap dia tidak akan tahu siapa aku sebenarnya.

 

Yeoji scene END

****

18 November

 

Derap kaki orang-orang yang berjalan terdengar di telinga, suasana yang begitu sunyi itu memang membuat hal-hal kecil terdengar kuat. Yeo Ji hanya mengenakan pakaian ala indie style lengkap dengan sepatu boat kulitnya yang berwarna coklat membuatnya tampak cantik di tambah syal berwarna merah yang melilit di lehernya. “Sudah lama?” tanyanya duduk di sebuah kursi yang kosong di depan Joon yang sedang menyesap minuman panasnya.

“tidak baru saja” dia meletakkan minumannya. “Maaf aku memesan minuman terlebih dahulu”

“tidak apa-apa. Oh ia, apa yang ingin kau bicarakan padaku? Kemana yang lain? aku sudah menguhubungi Emily untuk menemaniku”

“I-t-tu… dia tidak bisa datang. Katanya dia sudah ada janji dengan dongwoon”

“benarkah?”

“Ia.. tadi dia menyuruhku untuk mengatakannya padamu.”

“Tidak biasanya” guma Yeo Ji bingung. “Oh ia apa yang ingin kau katakan?” tambah Yeo Ji lagi

“i-t-u, soal,,” Joon mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk mengatakan hal yang sudah lama di pendamnya sejak pertama sekali mengenal Yeo Ji kurang lebih setahun.

“itu apa?”

“i-t-tu.. tapi kau janji tidak akan marahkan?” Joon mencoba meyakinkan

Apa ini bertanda dia akan.. Yeo Ji bergulat dengan pikirannya sendiri. “i—aa..” akhirnya dia menjawabnya.

“aku menyukaimu sejak pertama kali Jessica, kakakmu mengenalkanku padamu” Joon menunduk, wajahnya memerah. Tidak tahan mendengar apa yang baru saja dia katakana pada gadis yang berada di hadapannya.

“…………” yeo ji terdiam, dia sudah menduga sebelumnya kalau ini akan terjadi.

“Apa kau mau menjadi kekasihku?” kini Joon memberanikan diri menggenggam tangan Yeo Ji yang berada di atas meja.

“itu.. aku belum bisa menjawab sekarang” Yeo Ji melepaskan tangannya dari tangan Joon.

“Aku mengerti, aku akan menunggu jawaban darimu” Joon tersenyum, ya— tersenyum pahit.

“Baiklah, aku permisi dulu” yeoji bangkit dari kursinya kemudian meninggalkan Joon seorang diri.

Langkahnya di percepatnya agar sampai dirumah, dia benar-benar tidak sanggup untuk mengingat apa yang dikatakan Joon pada dirinya tadi. Dia tertarik dengan namja itu. Tapi jika menyukai dalam arti lebih— adalah hal yang salah.

*******

19 November

 

Derai air mata tak dapat berhenti membasuh pipi Yeoji. Membuat Jessica kakaknya akhirnya bertanya. “Kau kenapa?” Jessica mengangkat wajah adiknya yang tertunduk sejajar dengan wajahnya. “ayo jujur padaku”

Tapi itu tetap tidak membuat Yeo Ji berbicara. “Ayolah Yeo Ji, apa kau mau aku membeberkan siapa dirimu sebenarnya baru kau mau bicara (¬‿¬)” akhirnya Jessica mengancam dengan cara yang kejam.

“jangan (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡) ” Yeo Ji terisak kemudian memeluk kakaknya itu.

“Apa ada seseorang yang mengatakan suka padamu?” tebakan Jessica tepat sasaran.

“Dari mana onni tahu?” dia melepas pelukannya

“Ini bukan yang pertama bagiku melihat mu seperti ini. Sebelumnya kan— dia” Jessica terdiam.

“Ini tidak ada hubungannya dengan dia!”

“Baiklah, aku mengerti. Lalu siapa kali ini yang tertarik denganmu lagi?”

“Joon” Yeo Ji tertunduk menyeka sisa air matanya.

“Kureyo??! Bagaimana bisa? Jangan bilang kalau kau juga tertarik dengannya Yeo Ji”

Yeo Ji hanya mengangguk. “Aiisshh.. Lalu kau menerimanya?”

“Belum. Aku takut”

“Baguslah. Tapi mungkin ada baikknya kalau kau jujur”

“Bagaimana kalau dia menjadi benci dan tidak mau berbicara padaku? Lalu bagaimana dengan Jinki dan dongwoon? Pasti mereka juga tidak ingin berteman denganku. Onni tolong bantu aku”

“Jujur aku bingung harus membantumu dari mana. Kau sudah seutuhnya menjadi wanita, tapi.. tetap saja kau pria!” Jessica menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Jadi?”

Jessica menghela napasnya, “aku tidak tahu Yeo Ji” dua gadis itu tertunduk lesu. Terbenam dalam pikiran mereka masing-masing.

Walau jauh dalam hatiku, aku lebih baik  menjadi orang tak terlihat. Mungkin itu lah kodrat Tuhan atas diriku.~ Benak Yeo Ji

*****

Tobeco……….

how how?? bahasanya terlalu serius ya???? kalau ia, mianhe ~~ ==”