Main Cast : Dong Young Bae

Other Cast : Choi Hyo Ri

Cameo : All Member BigBang

Sebelumnya

Ogenki desu ka mai readersku tercintah wkekekekeke. . . . Ini lanjutan epep yang tokoh utamanya suamiku sendiri (baca:Taeyang).
Part kali ini agak-agak mengarah ke yadong-yadongan dan jangan terkejut kalo ada artis terkenal dunia akhirat jadi bintang tamu *.*
Okeh,daripada kebanyakan bacot lebih baik langsung saja. .

Let’s Cekidot ^^

Young Bae POV

“Diam dan ikuti permainanku!!”
Bisiknya seusai say goodbye pada bibir seksehku.
Sebentar tadi dia katakan permainankan?? Jadi,tabrakan beberapa detik hanya permainan baginya.
Baiklah jika ini sebuah permainan kumohon dengan segala kerendahan hati jangan game overkan perasaanku setelah melambungkan perasaan ini.

Selang semenit Hyo Ri sudah menggelayuti lengan kananku lalu memaksa pergi bersamanya. Ia berjalan penuh percaya diri disertai dengan senyum buatan. Sebenarnya apa yang terjadi padanya??

Aku ingin sekali melontarkan beberapa pertanyaan yang mengganjal pikiranku. Tetapi,niat itu langsung kuurungkan ketika berpapasan dengan seorang pria tipis yang tingginya kira-kira tak jauh bedalah sama-sama kekurangan tinggi badan pasti saat itu aku absen bersamanya (?). Ia menatap penuh kebencian saat mata kami tak sengaja beradu.

Walaupun tatapannya sangat tidak bersahabat tetapi,aku juga harus berterima kasih karena berkat kehadirannya aku mendapatkan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Tak lama kemudian Hyo Ri berhenti menggelayuti lengan kananku. Saat aku ingin mengajukan pertanyaan padanya mendadak ia menghilang bak di telan monster. Ku tolehkan pandangan ke segala arah dan menemukan gadis cuek bebek itu terdiam beberapa meter di belakangku sambil menjatuhkan pandangannya ke bawah.

Omona… Tubuhnya gemetaran,apakah Hyo Ri-ku sedang menangis?? Dan benar saja tebakanku tanggul dipelupuk matanya sudah jebol akibat luapan tsunami dari kantung matanya.

“Hyo ri-shi gwenchana?”
Aku memegang pundaknya tak lain hanya bertujuan menenangkan hatinya yang tampak rapuh serapuh almari rumahku yang digerogoti ratusan rayap kelaparan. Ia menepis tanganku kasar lalu mulai memukul dada bidangku bertubi-tubi. Okeh,anggap saja tubuhku adalah samsak berjalan yang tercipta khusus untuknya seorang.

Sementara waktu aku lebih memilih mengunci rapat-rapat mulut ini agar tak mengeluarkan suara sedikitpun yang bisa membuatnya berubah menjadi mak lampir. Mungkin setelah ini akan banyak memar yang menghiasi tubuh bagian atasku. Seolah mendengar rintihan hati orang-orang teraniaya Hyo Ri menghentikan aksinya dan berganti menjadi sebuah pelukan hangat. Haaaaaa… Sengsara membawa nikmat.

XxxxX

“Hyo Ri-shi,sampai kapan kita berpelukan di pinggir jalan seperti ini,huh?”
Si pria berjambul seksoy memecah kebisuan di antara mereka.

“Sampai aku tenang… Kumohon biarkan aku memelukmu sebentar lagi!!”

Mendengar permintaan dari orang yang ia suka Young Bae akhirnya memasrahkan dirinya dipeluk erat.

Setelah puas menumpahkan semua kesedihannya Hyo Ri melepaskan pelukan lalu melenggang pergi seakan tak terjadi apa-apa 30 menit sebelumnya.

“Hyo Ri-shi apa maksudmu pergi begitu saja setelah mencuri ciuman dan memukuli tubuhku yang tak berdosa!! Hei… Berhenti! Kau harus menjelaskan semuanya padaku!!”
Teriak Young Bae gusar yang sukses menghentikan Hyo Ri dan sejurus kemudian telapak tangan gadis cuek bebek itu membekap mulutnya.

“Diam pabo!! Kau membuatku terlihat seperti maniak!”

“Swalwahmwu swendwirwi… Heup… Lepaskan tanganmu dari mulutku!”
Si pria berjambul seksoy menepis tangan Hyo Ri.

“Dasar pria aneh!!”
Hardik Hyo Ri seraya menyeret Young Bae pergi ke tempat aman.

Tak disangka dan tak diduga tempat aman yang disebutkan oleh si gadis ababil itu adalah sebuah klub malam di pinggiran kota Seoul. Ketika tiba di lokasi hari telah beranjak petang.

“Hyo Ri-ah kau yakin akan masuk?? Kau tahu aku…aku tak terbiasa dengan kehingar-bingaran di dalam sana!!”

“Ne,aku yakin beribu persen!! Masih mau ikut tidak,huh?”

Walau sedikit skeptis Young Bae mengangguk pelan lalu mengekori Hyo Ri yang duluan masuk ke dalam klub. Ke-2 orang ini atau lebih tepatnya Hyo Ri memesan beberapa botol minuman terlarang. Sloki demi sloki berisi minuman terlarang sudah menggenangi tenggorokan mereka, meski tak seorangpun yang kuat minum tapi baik Hyo Ri maupun Young Bae enggan menghentikan aksi tenggak menenggak minuman terlarang.

Hyo Ri bercerita banyak tentang kegalauannya tadi siang saat bertemu dengan pria tipis yang menghancurkan hati dan perasaannya. Ia menyampaikan suasana hatinya memakai bahasa belepotan yang hanya dimengerti olehnya dan Tuhan.

Sedangkan Young Bae mengangguk-anggukan kepalanya tidak jelas seakan mengerti apa yang diucapkan oleh lawan bicaranya. Kadang ia menanggapi ucapan gadis di depannya dengan jawaban ‘ne,oh,wow,bagus,pertahankan!’.

Jam telah menunjukkan lewat tengah malam, kemudian datanglah seorang pria yang bertujuan mengusir YoRi dari klub mereka.

“Mian klub kami sudah mau tutup,silahkan nona dan tuan pulang ke rumahnya dulu!”

“Mau tutup ya? Hehehehe… Kita pulang Hyo Ri-aaah… Hiks… Ayo bangun! Biar aku bisa mengantarmu sampai ke rumah dengan selamat!”
Ujar si pria berjambul seksoy yang teler sembari menggoyang-goyang serta menjambak-jambak rambut Hyo Ri. Gadis itu merebahkan kepalanya ke atas meja.

“heh… Andwaee… Aku tidak mau pulang… Hiks… Ajak aku bersamamu saja wahai pria berjambul!! Hehehe… Hiks…” Tolak gadis itu mentah-mentah sambil tersenyum-senyum najong.

“Baiklah… Kau boleh ikut bersamakuuu…”

Dengan langkah sempoyongan ke-2 orang teler ini menyusuri gelapnya malam sambil bergandengan tangan dan menyanyikan lagu wajib nasional yang lagi in b.g.t di negeri seberang.

“Kemana… Kemana… Dimana… Ku haruuuus…. Kemana…??”

“Tentu saja ke apartemenkuuuu….”

Sesampainya di apartemen milik Young Bae tanpa permisi Hyo Ri mengacak-acak tiap ruangan mencari kamar yang akan ia kuasai semalaman.

“Haaaah… Ketemu… Come to mama ranjang…”
Layaknya di kamar sendiri gadis tak tahu diri itu merebahkan tubuhnya lalu jatuh terlelap.

Tak jauh beda dengan Hyo Ri si empunya apartemenpun juga menuju kamarnya.

“Hei… Hyo Ri-ah bangun!! Ini ranjangku,kau tidur saja di sofa!!”
Young Bae menghempaskan tubuhnya ke ranjang tapi sedetik kemudian tubuhnya lengser akibat terjangan Hyo Ri.

BRUUUUUKKK…

“Awww… Berani-beraninya kau menerjangku!! Dasar gadis tak tahu terimakasih!! Cepat menyingkir dari ranjangku!!”
Geram pria bertubuh agak-agak rendah seraya menarik kasar tangan Hyo Ri hingga memaksa gadis itu terduduk lesu.

“Hehehehe… Young Young… Kau menyukaiku kan??”
Si gadis cuek bebek mendongakkan kepalanya.

“Aku memang menyukaimu…”
Ujar Young Bae cengengesan.

Perlahan-lahan tubuh kekar pria pemalu naik ke atas ranjang lalu merapat. Ke-2nya terlibat dalam tatap menatap bola mata masing-masing hingga terjatuh ke dalam jurang keterpesonaan pesona yang mereka pancarkan.

Entah setan apa yang merasuki 2 anak manusia ini sampai-sampai mereka melempar senyuman mesum lalu pada detik selanjutnya bibir mereka melakukan aksi tabrak-menabrak. Dengan liarnya bibir si pria berjambul seksoy namun kali ini tidak tahu malu sudah menjelajahi leher mulus si gadis cuek bebek yang hobi galau.
(Tidaaaaaaakkkkk… Saia tidak rela T^T)#Author datang bawa-bawa parang,nenteng-nenteng bambu runcing.

Desahan-desahan nakal yang keluar dari mulut Hyo Ri tentu saja membuat hasrat Young Bae menjadi lebih liar dari sebelumnya. Sekarang bukan hanya bibirnya saja yang melakukan wisata keliling tapi,tangannya juga ambil bagian.

Sehelai demi sehelai pakaian ke-2nya beterbangan ke segala arah. Raibnya pakaian mereka menandakan bahwa telah terjadi musim gugur di kamar tersebut.

Hyo Ri POV

Setengah sadar aku bangun dari alam mimpi dan oh… God… Pakaianku… Pakaianku kenapa bertebaran?? Tidak… Jangan katakan semalam aku melakukan hal di luar batas bersama pria berjambul aneh itu!

“Hyo Ri-ah kau sudah bangun??”
Suara serak-serak bocor disusul dengan penampakan pria aneh di ambang pintu menyadarkanku bahwa sebenarnya semalam aku memang melakukan hal di luar batas.

Oh no… Ini mimpi buruk! Aku tidak berani membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Seunghyun oppa jika ia mengetahui hal ini. Aku rasa setelah ini aku tinggal kenangan aka RIP.

“Yak,kau jambul apa yang kau lakukan padaku semalam,huh? Kau pasti mengambil kesempatan saat aku mabuk kan??”

“Mengambil kesempatan? Bukankah kau juga menikmatinya?”

Whatt?? Menikmati katanya?? It’s impossible!! Jangan harap aku percaya dengan bualannya.

“Cish,aku kira kau adalah pria baik-baik tapi,ternyata kau musang pemalu berbulu domba yang mencari kesempatan untuk menerkam mangsanya!”
Cecarku mencoba mengintimidasinya agar ia mengakui perbuatan binalnya sedangkan tanganku semakin mengeratkan pegangan pada selimut yang membungkus tubuhku.

“Tidak… Aku sendiri tidak menyangka aku bisa sejantan itu (?) tapi,sungguh aku tidak bermaksud mengambil kesempatan di saat kau mabuk!”
Sergahnya gelagapan. Huh… Dasar pendusta besar!

“Lantas apa maksudmu sebenarnya?”

“Dengar! Seingatku semalam kau tidur di ranjangku dan kau menerjangku hingga terjungkal lalu aku menarik tanganmu terus terjadilah cinta 1 malam!”

Ingatan macam apa itu? Aku sampai dibuat terbengong-bengong mendengar penjelasan abstraknya.

“Keluar sekarang juga!! Aku ingin memakai pakaianku!”

Aku dan pria berjambul aneh yang baru kuketahui namanya hari ini tetapi,kami sudah melakukan hal di luar batas semalam,sekarang sedang berbicara beberapa mata.

“Young Bae-ah,aku tidak mau tahu kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu!!”
Tanpa banyak tetek bengek aku langsung ke topik pembicaraan.
Anehnya ia hanya diam tanpa ekspresi sedikitpun ketika aku berbicara tentang pertanggung jawaban.

“Tanggung jawab atas apa Hyo Ri-ah?”
Jawabnya masih tanpa ekspresi alias muka datar untung hidungnya tidak amblas kalau iya pasti dia cocok menjadi setan muka rata.

Apa maksudnya ‘atas apa?’ Apakah pria ini ingin lari dari tanggung jawab??

“Kau masih bertanya atas apa? Ck,kau membuatku emosi jiwa!! Apa kau lupa atas apa yang kau lakukan semalam hah? Apa kau bermaksud menghindari tanggung jawab setelah terjadi cinta 1 malam antara kau dan aku?”

Young Bae masih tampak mencerna ucapanku. Haaah… Aku tak habis pikir kenapa aku bisa khilaf melakukannya bersama seorang pria kelewat polos.
Berulang kali kulihat arloji yang bertengger di tangan kiriku. Menunggu jawabannya saja sudah menyita banyak waktu.

“Oh ya.,aku ingat hehehe… Tapi,bagaimana caraku bertanggung jawab?” Ia meraih tanganku lalu menggenggamnya erat.

Tuhan tolong cabut nyawaku sekarang! Aku tak tahan menghadapi pria ini.
Aku menghela nafas berat sebelum mengatakan hal yang seharusnya ditujukan bukan padanya.

“Hfftt… Young Bae-ah kau harus menikahiku,arraseo!”

“What?? Menikah??

XxxxX

Kukira saat ia mengatakan ‘What?? Menikah??’ ia akan kabur meninggalkanku tapi,ternyata aku salah. Ia cukup berani menghadapi Seunghyun oppa ketika ingin melamarku dengan menjelaskan alasan-alasan terperinci tentang kekhilafan kami.

Benar-benar tak terduga aku menjadi sangat terkesima oleh pesonanya. Ia memohon pada oppaku agar merestui pernikahan kami. Walaupun pada saat itu Seunghyun oppa sempat mengeluarkan racun-racun dari mulutnya yang sepertinya cukup membuat sakit telinga jika mendengarnya berulang-ulang.

Young Bae menanggapi ocehan oppaku dengan tenang dan terlihat keren dimataku. Kenapa dia bisa sekeren ini di hadapan Seunghyun oppa sedangkan di hadapanku ia tampak bodoh?? Aish… Kenapa aku jadi memujinya terus menerus? Apakah aku mulai jatuh cinta padanya?

Young Bae POV

Rasa dag dig dug duarr jelas masih setia menemaniku walaupun sekarang aku sudah resmi menjadi suami Hyo Ri beberapa jam lalu. Dia tampak cantik di dalam balutan kebaya modern hasil rancangan author :p yang ia kenakan saat kami mengadakan resepsi pernikahan.

Tawaku hampir pecah akibat ucapan sahabatku ketika bersalaman ‘Selamat ber aha-aha’ aku ingin tahu bagaimana reaksinya jika ia mengetahui kalau kami telah melakukannya jauh sebelum ia mengatakan ‘aha-aha’.

Akh… Sudahlah abaikan saja!! Sekarang aku bingung harus berbuat apa di dalam satu ruangan bersamanya. Apakah aku harus melakukan malam ke-2?? Oh tidak… Kenapa aku jadi mesum seperti ini??

Aku melihat Hyo Ri mondar mandir di depanku yang tengah duduk santai di ruang TV.

“Jangan berharap kita akan melakukannya lagi!”
O…o… Hyo Ri dapat membaca pikiranku.

“Aku tidak berharap,tapi aku lapar Hyo Ri-ku… Kumohon buatkan aku makanan!”

Aku memang kelaparan karena sedari tadi yang masuk ke lambung hanya air,air,dan air.

“Shirreo.,masak saja sendiri! Aku tidak bisa masak atau kau mau makanananmu dibumbui racun tikus?”
Sesudah mengatakan hal yang mencengangkan ia melengos masuk ke kamar.

Jangankan dapat makanan,mendapat kata-kata manis saja tidak! Dasar istri durhaka!! Aku rasa aku adalah salah satu suami termalang di dunia. Semua masih harus kulakukan sendiri. Deritaku!!

Sabar… Sabar… Pasti suatu hari nanti ia akan sadar bahwa hanya akulah yang mencintainya setulus hati. Mulai besok aku harus mencari pekerjaan demi sesuap nasi dan meninggalkan bangku kuliah. Tidak mungkinkan,aku meminta dana dari orangtuaku. Mau diletakkan dimana jambul seksoyku(?).

XxxxX

Belasan perusahaan telah ku satroni untuk memasukkan lamaran tapi,panggilan tak kunjung datang. Aku hampir patah arang karena lamaranku ditolak mentah-mentah,pulang ke apartemen malah disambut dengan auman singa betina. Saat ini aku beristirahat di sebuah halte sembari menunggu bus untuk pulang.

“Aaaaargghh… Aku sungguh ingin menyerah!!”
Kekesalanku meluap melalui teriakan frustasi.

“Young Bae-ah apakah itu kau?”
Sapa seorang perempuan seraya duduk di sampingku lalu menyenggol pelan lengan kiriku.

Oh gosh… Dia adalah perempuan yang selalu mengejar-ngejarku ketika di bangku SMA.

“Jee Hee-ya kau masih mengejar-ngejarku?”
#Author numpang ngeksis tak rela suami diembat orang

“Mwo?? Mengejarmu?? Jangan ke ge eran Youngie-ya”
Jawabnya berdusta. Dia pikir aku tak tahu obsesinya terhadapku.

“Kenapa kau melihatku seperti itu,huh??”
Sambungnya lagi sambil tersenyum najong.

“Kau jangan mengejar-ngejarku lagi,sekarang aku adalah seorang suami dari istriku!”
Aku pergi meninggalkannya sebelum memberi harapan-harapan palsu padanya.

“Tunggu.,aku tidak sedang mengejar-ngejarmu pendek!! Tadi kulihat kau membawa-bawa map,kupikir kau sedang mencari pekerjaan… Lagian aku sudah bertunangan dengan Daesung kau tahu Daesung?? Si pria sipit yang menjadi sainganmu saat lomba karaoke!”

Mendengar kata-kata mencari pekerjaan aku kembali duduk di sampingnya dan mendengarkan ucapannya secara seksama.

“Baiklah deal!!”
Ujarku menerima tawarannya menjadi pelatih koreografi di agency nya.

XxxxX

Hyo Ri

Hari sudah berganti malam tapi,si pria berjambul itu masih belum menunjukkan akar jambulnya (?). Apakah terjadi sesuatu yang buruk padanya? Atau jangan-jangan dia nyasar?? Aduh gawat… Kalau itu benar-benar terjadi aku bisa dicecar habis-habisan oleh ke-2 orang tuanya.

CKLEK…

Pintu apartemen terbuka hal ini berarti orang yang aku khawatirkan pulang. Ia terlihat sumringah tidak seperti biasanya. Ini pertanda baik atau buruk??

“Hyo Ri-ya… Aku pulang sayaaaaang….”

Dasar aneh,pulang pulang langsung mengatakan ucapan yang membuatku ingin muntah.

“Ho… Hoeks….”
Aku berlari layaknya atlet lari pada pertandingan Sea Games menuju kamar mandi terdekat untuk mengeluarkan isi perutku.

“Jagie… Kau tak apa-apa??”
Ia ikut masuk lalu menepuk pelan punggungku.

“Tidak apa-apa? Apa maksudmu dengan tidak apa-apa hah?? Aku seperti ini karena ucapanmu yang menjijikkan!!”
Cecarku seraya mendorong tubuh kekarnya hingga terjungkal.

Wew… Untuk pertama kalinya aku melihat wajah bodohnya berubah menjadi garang.

“Hyo Ri-ah… Kenapa kau terus memarahiku?? Apa kesalahanku?? Kenapa kau tak mencoba menghargaiku sedikit saja?? Aku ini suamimu,seorang kepala keluarga yang harus kau hormati!!”

Sorot matanya penuh dengan amarah ketika membalas ucapanku. Aku juga tidak tahu kesalahannya apa. Tapi,setiap melihatnya emosiku terus meluap tak bisa kuredam.

“Sepertinya hanya aku yang tergila-gila padamu,hanya aku yang mencintaimu,hanya aku yang berusaha menunjukkan kasih sayangku,sedangkan kau tidak!! Kau hanya memarahiku setiap hari,menghina kebanggaanku(baca:jambul),selama ini aku terus bersabar menghadapi tingkahmu Hyo Ri-ya. Tapi,kali ini kau sudah kelewatan dan aku tidak bisa mentolerirmu lagi!!”

“Maksud tidak bisa mentolerirku lagi apa??”
Ujarku sedikit khawatir dia akan menceraikanku.

“Katakan kau mencintaiku!! Jika kau mencintaiku kau akan mengatakannya tetapi tak pernah kau ucapkan kata-kata sakral itu hingga detik ini!”
Ia beranjak dan berlalu keluar kamar mandi.

BLAAAAM…

Terdengar suara pintu yang ditutup kasar oleh Young Bae.

Benarkah ia sangat menantikan kata-kata itu dariku?? Jujur aku sedikit menyimpan rasa padanya tapi,apakah rasa itu adalah cinta?? Ku akui memang benar selama ini aku terlalu kasar dan selalu mencari-cari kesalahannya lalu memarahinya setiap hari. Haruskah aku mengurangi kadar emosiku?? Baiklah sepertinya memang harus karena aku tidak mau gagal untuk ke-2 kalinya!

Demi mengubah sikapku,aku rela bangun pagi untuk menyiapkan sarapan. Yah,walaupun cuma roti isi setidaknya aku telah berniat baik hari ini.

“Pagi Youngie-ya…”
Sapaku senormal mungkin,aku tahu dia bukan tipe orang pendendam makanya aku berani mengawali perbincangan. Benarkan tebakanku,ia membalas sapaanku dengan senyuman hangat.

Layaknya anak kecil baru mendapat hadiah,Young Bae langsung duduk manis lalu melahap habis sarapan yang ku siapkan.

“Istriku,roti ini enak!! Besok-besok kau siapkan lagi ya… Jagie..!! Kau tahu jagie,kemarin aku mendapatkan pekerjaan dan itu berarti kita bisa kaya…”
Serunya kegirangan sambil menyesap kopi pahitnya.

“Baguslah… Heum… Youngie-ya apa kau tahu penyebab hoeks ku semalam?”
Ia menggeleng tanda tak tahu apa-apa.

“Aku hamil!”

“Mwo hamil?? Siapa yang menghamilimu??”

Ck… Kenapa kepolosannya tidak kunjung menghilang ya Tuhan…

PLETAAAAAK!!
Sebuah jitakan termanis ku layangkan ke kepalanya.

“Awww… Kenapa kau menjitakku padahal aku cuma menanyakan siapa yang menghamilimu..”

“Tentu saja kau pabo!!”

XxxxX

~5 tahun kemudian~

Pasangan suami istri ini bertambah hangat sehangat semangkuk bakso di musim hujan setelah kehadiran seorang anak kecil hasil karya cipta mereka.

Tidak heran anak mereka yang diberi nama Seungri terlahir tampan dan menawan sampai-sampai ia menjadi rebutan di sekolahnya meski baru berusia 4 tahun. Semua ini disebabkan oleh cetakannya di atas standar.”Jagie… Kita buat lagi yuuk.,untuk teman anak pertama kita? Bagaimana?”
Usul sang suami sembari menggamit tangan istrinya.

“Aku capek yeobo… Besok-besok saja yah??”
Tolak istrinya lalu kembali memejamkan matanya.

“Ayolah jagie,masa besok-besok terus?? Kapan berkembang biaknya kalau begitu?”

“Shirreo,aku capek!!”

Dengan gontai serta wajah berlipat-lipat karena dirundung kekecewaan yang mendalam Young Bae bangkit dari ranjan dan bermaksud menonton sinetron.
Langkah si pria berjambul seksoy terhenti ketika tangannya di cengkram oleh istrinya.

“Mau kemana,huh?”
Tanpa babibu Hyo Ri menarik suaminya hingga berbaring lagi
Lalu secara bringas bibirnya menabrak bibir sang suami beruntun sedangkan Young Bae sendiri tak berdaya menerima serangan-serangan dari istrinya.

CKLEK…

“Eomma… Sedang apa di atas tubuh appa??”
Tiba-tiba anak mereka meringsek masuk kemudian menjatuhkan dirinya ke atas ranjang orangtuanya.

Dengan watadosnya Seungri tersenyum riang dan mengedip-ngedipkan matanya agar diperbolehkan tidur bersama orangtuanya. Sontak pasangan suami istri yang berencana menghasilkan karya cipta terbaru langsung salah tingkah dan menjaga jarak.

“Yeobo… Besok saja yah!!”

“Besok lagi besok lagi kapan jadinya??”
Sang suami memunggungi istrinya yang sedang menina bobokan anak semata wayang mereka.

“Eomma… Appa… Sebenarnya kalian tadi sedang apa??”

“Sssttt… Cepat tidur!! Nanti kau tahu sendiri setelah dewasa!!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –

Bagaimana?? Bagaimana hasilnya?? Ini udah aku buat panjang loh *.*!!
Semoga suka ^^