Jam telah menunjukkan hampir tengah malam dimana seharusnya makhluk-makhluk tampan nan rupawan di dalam kediaman resmi member BigBang sudah paduan suara yaitu ngorok berjamaah di ranjang masing-masing sambil membuat pulau.

Tetapi tidak untuk malam ini,di sana sedang terjadi sedikit kebimbangan antara hidup dan mati. Bukan karena terjadi persengketaan dalam memperebutkan hati leader tipis antara sang dedengkot dan sang bontot melainkan karena si pria tipis berkeinginan meninggalkan pasangan sehidup sematinya yaitu T.O.P.

Keinginan pria tipis yang penting cungkring ini tentu saja ditentang mati-matian oleh tetua BigBang. Pria berwajah sangar bak preman simpang lampu merah serta memiliki mata berkekuatan 5 watt dan menjalar-jalar yang membuat puluhan makhluk berlawanan jenis tumbang baik itu balita,remaja,dewasa,hingga lansia(?)tidak akan rela sampai kapanpun jua atas keputusan pria cute yang kalau manyun banyak perempuan ngantri minta ditabrak express oleh bibirnya.

“GD..Kau mau kemana? Bersama siapa? Apakah bersama Sandara Park noona atau si tambun panda? Kau tidak kasihan padaku karena kau akan meninggalkan soulmatemu sendiri di tengah malam yang dingin?? Coba kau pikirkan,coba kau bayangkan..Siapa yang akan menjadi penangkal setan nirojim,tuyul,dan berbagai santet di kamar kita?? Kalau bukan kau tidak ada yang bisa Jiyooong-aaah..”
T.O.P mencengkram lengan pasangannya dari belakang agar mengurungkan niatnya.

“Sebenarnya,aku juga tidak mau hyung! Tapi,aku..Aku tidak bisa..Aku harus bertanggung jawab atas semua perbuatanku,hyung!!”
GD menoleh sekilas dan tersenyum pahit pada hyungnya lalu secara perlahan ia mencoba melepaskan cengkraman T.O.P.

“Ma..Ma..Maksudmu kau sudah menanam?”
Wajah nelangsa T.O.P mulai terlihat dalam ekspresinya yang ditandai dengan hidung kembang kempis mata kedut-kedutan,hujan turun dari mata hidung,telinga,hingga mulut.

“Mian,hyung..Aku harus pergi sekarang sebelum semuanya terlambat!”
Langkah si pria tipis terasa amat berat meski ia berusaha sekuat tenaga untuk menggerakkan maupun menyeretnya karena pada tungkai kakinya telah bergelantungan seekor beruang tampan.

“Jangan tinggalkan aku Jiyong-ah,tak mengapa bila aku menjadi yang ke-2 yang ke-3 bahkan ke-100 pun aku rela..”

“Hyung,biarkan aku pergi..Karena ini suatu keharusan!”
GD mengepas-ngepaskan kaki kurusnya agar T.O.P melepaskan cengkramannya.
Usaha GD berhasil karena tubuh sang dedengkot terpental hingga 20 cm dari tempatnya semula.

“GD tidaaakk!!”

Samar-samar mengalun sebuah lagu dari Dnasib
‘jangan-pergi-jangan-kau-pergiii..blablabla’
Alunan lagu ini membuat perasaan sang dedengkot semakin merana. Ia menggelepar-gelepar di lantai lalu ngesot-ngesot dan begitulah selanjutnya.

“Cut.. Cut..Hyung,mana ekspresinya??”
Tiba-tiba tanpa diundang samasekali kedatangannya Daesung berjongkok di hadapan T.O.P sambil membawa toak masjid agar penampilannya menyamai produser ternama.

“Heh? Ada apa ini? Kenapa suasana nelangsaku dijadikan sinetron?”
T.O.P menganga lebar sedangkan matanya merem melek bak ayam cacingan.

“Okeh,siap..Kamera roll..Siap action!”
Kini giliran Taeyang yang berbicara lantang dengan gaya sok-sok menjadi sutradara.

“GD..Jangan tinggalkan akuu!”
Sang dedengkot mengabaikan ulah abnormal 2 dongsaengnya dan mengejar belahan kakinya.
Ia berlari amat sangat cepat secepat kura-kura naik skateboard.

Mendengar teriakan hyungnya GD yang hampir menghilang ditelan kegelapan malam pun menoleh.

“Hyuung..”
Jidat sang leader di zoom in zoom out untuk menambah kesan dramatisasi.
Dengan sigap T.O.P meraih tangan GD lalu memeluknya erat sangat erat hingga si pria tipis megap-megap.
Menyadari pasangannya hampir kehabisan nafas si pria kadang-kadang melepaskan pelukannya.

“Mian GD,aku terlalu bersemangat!”

“Gwenchanaaah..hyunghahuhahu..Tapi,aku tetap harus pergi!”
Ujar GD ngos-ngosan.

“Wa..Wa..Wae??”

“Karena aku hamil hyung!”
Mendadak Seungri datang ke tengah-tengah mereka dengan membawa drumband.

“Maksudnya kalian akan kawin lari??”
T.O.P tak sanggup menahan airmatanya. Ia menangis sedu-sedan sampai cekukan(?).

“Bukan hanya Seungri hyung,tapi..”

“Aku juga..”

“Aku juga..”

Si pria kadang-kadang menatap sekelilingnya nanar karena di sana bukan hanya Seungri yang cacingan tetapi TAEDAE pun ikut membuncit.

Sontak ia berteriak frustasi.
“Woii.. Siapa yang bikin cerita? Mau gue sambit loe?”

Dengan kompak GTAEDAERI menunjuk tersangka utama yang sedang memegang kamera mainan yaitu sesosok author rupawan.

“Hajaaaaaarrr!!”

CIAAAAAATT..BLETAAAAKKK..DUAAGGHH..BAAAM..JDAAARRR..NGEETTT..

Ke-5 namja ini baru menghentikan aksinya saat author penyet dan begitulah akhir kisah malam nelangsa ini.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –