Mungkin malam ini sudah kali ke-3 atau bisa dipastikan ke-3 kalinya sang magnae BigBang membangunkan ke-4 hyungnya demi keinginannya yang tak bisa ditunda-tunda barang sedetikpun.
Entah itu minta didongengkan ataupun sekedar bermain tebak-tebakan narsis.

Berangsur-angsur Seungri turun dari ranjang kemudian menggoyang-goyang serta memukul hyungnya menggunakan bambu batangan miliknya. Tapi, tak ada satupun dari GTOTAEDAE yang bergeming hanya sautan ‘Ngroook…’ berjamaah saja respon dari ke-4 hyungnya.

“Hyuung…ireona!!”
Teriaknya putus asa.

“Nyam…nyam…nyam…ngroook…”
Dengkuran yang dibuat-buat oleh GTOTAEDAE kembali didendangkan karena mereka merasakan perasaan tidak mengenakkan bila mereka terbangun dari tidurnya.

“Kalau kalian tidak mau bangun aku akan menggoreng gaho,merebus charlie,memanggang boss untuk dijadikan cemilan pendamping bambu batanganku!!”
Ancam sang magnae sadistis disertai dengan suara guk-guk yang menggema.
Sontak sang empunya guk-guk terbangun dan memohon amnesti.

“Jangan!!”

“Jangan ragu-ragu!! Ngroook…fiuh…ngroook…fiuh…”
Si pria bermata setengah watt yang masih berpura-pura ngorok membuka suara disela-sela dengkurannya.

“Dae kau juga harus bangun atau kaset DvD sinetron bajakanmu aku panggang!!”
Dedengkot BigBangpun ambil bagian dalam ancam mengancam.

“Stoop!! Sudah jangan ada pertengkaran antara kita untuk saat ini karena aku ingin kalian mendongeng lagi! Jebal hyung aku tidak bisa tidur sudah berbagai pose kuperagakan menyamping,tengkurap,telentang,sampai nunggingpun tak ada yang mempan!!”
Curhat Seungri memelas minta dikasihani.

DEG…DEG…DEG… Jantung T.O.P cekat-cekot seketika mengingat kejadian 3 bulan lalu yang mengakibatkan wajahnya dipermak habis oleh ke-4 dongsaengnya. Ia melempar tatapan telepati pada GTAE ‘Kumohon-jangan-aku’ dan dibalas ‘Tenang-hyung-masih-ada-Daesung’. Ke-3nya tersenyum licik lalu sepersekian detik kemudian Daesung telah mereka tarik paksa hingga terbangun.

“Wae??”
Tanya Daesung tak mengerti yang dibalas dengan senyuman gaje ‘Silahkan-dinikmati-dongsaeng-ah’

“Hyung,apakah kau bisa mendongeng??” Seungri menoel-noel mata hyungnya sambil mengedip-ngedipkan matanya karena kelilipan kaki gaho(?)
Berbeda dengan GTOTAE,Daesung tampak PD menerima permintaan magnaenya. Dengan sigap ia melambaikan tangannya mengajak GTOTAERI duduk melingkar. Ke-4 memberpun langsung menuruti komando tersebut dan mendengarkan secara seksama.

“Aku memiliki 2 syarat yaitu 1.Tidak boleh bertanya! Dan terakhir….”
Si sipit memasang mimik serius amat sangat serius.

“Apa??”

“Pertama-tama kalian harus…”

“Ne,harus apa??”
Tanya GD semakin penasaran.

“Harus bertepuk tangan terlebih dahulu!!”
Bak penghuni RSJ kehabisan obat 4 member tersebut bertepuk tangan semangat.

PROOOK…PROOOK…PROOOK… Setelah tepukan riuh terdengar Daesung kembali menggulung dirinya dalam selimut lalu kembali berlayar.

“Hyung,mana ceritanya??”

“Sudah selesai,kan tadi pada tepuk tangan!!”

“Kan katamu tadi kami harus bertepuk tangan dulu baru kamu mau cerita!!”
Taeyang mengangkat jambulnya sebagai tanda protes.

“Siapa yang bilang aku mau cerita? Udahan akh dibilangin jangan banyak tanya juga!!” Jawab Daesung sewot sambil menenggelamkan kepalanya dalam selimut.
Seungri mulai bersungut-sungut tak terima dan selang beberapa saat.

“Huhuhuhuhuaaaaaa…owek…owek…”

Melihat magnae kesayangannya bersimbah airmata GD mulai mengeluarkan kata-kata mutiaranya.

“Dasar kau ckiiitt…berani-beraninya kau ckiiitt…mengganggu Seungriku!!”
Teriak sang leader kesetanan.

“Hyung,kenapa uri leader ngomong ckiiitt-ckiiitt??”
Ujar si pria berjambul seksoy penuh tanya.

“Disensor! Lebih baik kita bantu saja maihanibaniswitti membantai Daesung!!”
T.O.P tersenyum menyeringai lalu menghampiri TKP bertujuan mengompor-ngompori pasangannya agar menghajar si pria bermata setengah watt.

“GD hajar saja dia,bantai dia,gigit dia,hanguskan,hancurkan!!”
T.O.P mendukung dari belakang sambil mempersiapkan balok,kursi,meja,paku,dan alat bangunan lainnya.

Ternyata bukan hanya GD yang terhasut oleh bujukan seton rumput liar tetapi jiwa anarkis TAERI pun berhasil dibangkitkan.

BUUKK…BAAKK…BUUKK…PLETAAK…JDAARR…AAAAAARRGGH…TIDAAAAK…CTAAAARRR…AMPUUN DJ…

“Tiada ampun bagimu!!”

BUUKK…BAAKK…BUUKK…PLETAAK…JDAARR…AAAAAARRGGH…TIDAAAAK…CTAAAARRR…NGEEEKK…BAAAMM…

“Baiikhlahh..akuh…akk…aan..aaarrggh”

Kata-kata terakhir yang tak pernah Daesung selesaikan karena keburu tepar di ranjangnya sesuai dengan keinginannya untuk tertidur dengan nyenyak tapi,melalui kerusuhan semanggi yang pindah lokasi ke kamar mereka untuk ke-3 kalinya.
.
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –