Title : Goodbye 1/2

Author : G

Backgroundmusic :

– Big Bang -Day By Day Acoustic Ver.

-2NE1-Lonely

Cast :

–  CL as Chaerin

–  Seungri

–  Hongki

–  T.O.P

Cameo : Daesung & Dara

ini FF request utk : anak panda. Berharap org yang request ngebaca. And maaf kalau gak sesuai keinginan =o=

———-

TOP aka Seunghyun atau yang sering di panggil tabi sedang memegang keningnya—duduk di dekat jendela kamarnya memandang keluar, dia lebih tampak seperti orang stress ketimbang sedang menikmati pemandangan luar rumahnya.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya membuatnya terlonjat kaget, namun segera berjalan kearah pintu kemudian membukanya “ada apa?” katanya begitu melihat adik perempuan satu-satunya itu berdiri memandangnya sambil nyengir kemudian masuk sembarangan ke kamar kakaknya yang seorang actor itu. Tidak percaya kakaknya seorang actor? Percayalah!

“hei… kau mau apa?” seru Seunghyun melihat adik perempuannya itu sedang tidur-tiduran di kasurnya.

Tapi dia segera bangun dan duduk bersila di kasur. “oppa… nanti malam aku mau pergi main, bolehkan?” tanya gadis itu dengan mata memelas. Seunghyun yang ikut duduk di kasur menggeleng mantap. “untuk apa malam-malam pergi? Lagi, aku tidak ada di rumah nanti malam. Jadi sebaiknya kau dirumah saja. Anak perempuan itu bahaya malam-malam keluyuran tau” ujar Seunghyun panjang lebar kemudian menghempaskan tubuhnya ke kasur dengan kedua tangannya di jadikan penyanggah kepalanya

“oppa… ayolah..sekali ini saja, aku tidak pergi sendiri kok. Ada Seungri dan Hongki juga kok” gadis itu menarik-narik kaus yang di pakai Seunghyun. “ya…ya…ya…” mohonnya

“tidak!” jawab Seunghyun sambil memejamkan matanya. Dengan cemberut gadis berambut pirang itupun langsung beranjak dari kasur dan pergi meninggalkan kamar kakaknya dengan dentuman kuat pada pintu.

“aissh!” desis Seunghyun

Chaerin, gadis yang merupakan adik dari Choi Seunghyun sedang tidur siang di kamarnya ketika ponselnya berbunyi nyaring. Dengan malas di raba-rabanya rak yang tidak jauh dari tempat tidurnya dengan mata terpejam begitu mendapatkan sesuatu langsung di tempelkannya ketelinganya, “halo” jawabnya tapi tidak ada yang menyahut dan lagi, suara ponselnya masih tetap berdering “aigo~” desisnya ketika membuka matanya dan sadar kalau yang diambilnya bukan ponselnya tapi buku. Dengan cepat diraihnya ponselnya tanpa melihat siapa yang menelponnya, “Yebboseyo” jawabnya dengan suara parau “nuguseyo?” tanyanya

“ya, pabo-ya! Ini masih siang tapi sudah amnesia” keluh orang di sebrang

“oo~panda toh” gumam Chaerin

“Gimana nanti malam? Jadikan?” tanya orang di sebrang dengan semangat.

Gadis itu menggeleng, “tidak di kasih” adunya. Kini suaranya berubah sangat menyedihkan.

“kenapa? Ayolah bujuk sekali lagi oppa-mu.”

“sudah… tapi dia tetap tidak mengizinkannya.”

“Ng…” laki-laki itu tampak sedang berpikir di sebrang sana. “begini saja… bagaimana kalau nanti aku dan Hongki menjemputmu di ujung Gg dekat rumahmu. Kau kan ahli dalam meloloskan diri”

“Kau kira, lari dari rumah itu sama seperti kita sd dulu? Kau kan tahu sekarang rumahku sudah ada cctv. Lagian, oppa pasti akan menyuruh Park ajussi untuk berjaga-jaga kalau-kalau aku mau lari”

Seungri terdengar menghela napas sejenak. “begini saja… aku dan Hongki akan tetap menunggumu di ujung Gg tepat jam tujuh malam ini. Kalau sampai satu jam kau tidak keluar rumah berarti kami akan meninggalkanmu. Arraci?”

“baiklah, akan ku pikirkan.” KLIK  Chaerin mematikan ponselnya.

19.05 pm

“Ahjussi.. aku pergi syuting dulu. Tolong awasi Chaerin selama aku pergi.”  Ujar Seunghyun sebelum benar-benar masuk kedalam mobil lamborgini miliknya.

“Ia.. tuan” jawab pria setengah baya itu mengerti dengan setengah menunduk.

Begitu pintu gerbang besar itu terbuka, Seunghyun segera melaju keluar kediamannya yang mewah dengan mobilnya.

Chaerin yang melihat kakaknya sudah pergi dari lantai dua rumahnya tersenyum tipis sambil menikmati cemilan yang sudah di sediakan pembantunya beberapa saat yang lalu. Di ambilnya ponselnya dan mengetik sesuatu kemudian menngirimkannya pada Seungri dan Hongki.

Di tempat lain~

 

♫♪ I think I am ugly, and no body wants to love me..

Ponsel Seungri berbunyi. “Chaerin?” gumamnya ketika melihat display ponselnya. Di bukanya sms yang masuk: “tabi oppa baru saja keluar. Tunggu aku di dekat supermarket tempat biasa”

 

“sepertinya dia akan beraksi” ujarnya tersenyum lalu memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.

Dari arah berlawanan Hongki datang dengan tergesa-gesa. “sudah selesai buang hajatnya?” tanya Seungri begitu hongki masuk kedalam mobil.

“tentu saja! Ini pasti gara-gara oemma masak yang pedas-pedas sebelum aku pergi.” Keluhnya. “kau dapat sms Chaerin?”

Seungri mengangguk kecil. “ayo cepat jalankan mobilnya. Kita tunggu anak itu di supermarket tempat biasa. Sepertinya dia akan melakukan aksi hebatnya malam ini”

Back to Chaerin home

“ajumma..!” Chaerin setengah berteriak dari arah dapur. Membuat dua orang pembantunya segera datang. “cemilan habis semua ya?” tanyanya membongkar-bongkar isi lemari

Salah satu pembantunya yang umurnya lebih tua beberapa tahun dari oppanya ikut mencari-cari kemudian mengangguk kecil sambil setengah menunduk. “nona mau dibelikan apa?” tanyanya pada akhirnya

“aku mau coklat dan kerupuk rasa keju yang pernah kubeli.” Katanya

“Ng.. kerupuknya yang seperti apa nona?” tanya salah satu pembantunya

“Dia berbentuk segitiga, warna bungkusannya biru” jelas Chaerin

“merk nya?”

“aissh… aku lupa” kata Chaerin lagi. “sebaiknya kita pergi bersama saja Dara” katanya akhirnya.

“t-t-aa..pii.. nona, tuan muda bilang nona tidak boleh keluar rumah selama tuan muda pergi” sela wanita setengah baya

“gwenchana. Aku kan pergi dengan Dara-onni. Pasti tidak akan jadi masalah. Cakkaman, aku ambil dompet dulu ke atas. Arraso” ujar Chaerin girang.

Beberapa menit kemudian Chaerin dan pembantunya hendak keluar tapi segera di cegat oleh Park ajussi yang merupakan pembantu kepercayaan keluarga Choi. “kalian mau kemana?” tanya laki-laki paruh baya itu.

“kami mau pergi beli cemilan untuk nona.. Ahjussi ” jawab pembantu bernama Dara tersebut

“nona, sebaiknya nona tunggu dirumah saja. Biar Dara yang membelinya ke supermarket” kata Park ahjussi sopan pada majikan mudanya itu.

“Dara tidak tahu cemilannya ahjussi. Biarkan aku ikut ya… lagiankan hanya ke supermarket sama Dara onni lagi..” pinta gadis itu memelas

Sesaat laki-laki paruh baya itu tampak berpikir, namun pada akhirnya dia mengangguk menyetujui juga. “Baikla.. kalian di antarkan supir saja ya”

“shiro. Dara onni kan jago bawa motor. Kami naik motor yang biasa di gunakan ke pasar saja” tawar Chaerin

 “arraseo…kalian cepat kembali ya.. hati-hati di jalan” kata pria itu akhirnya mengizinkan.

“Hmm…dimana ya cemilan yang pernah kumakan itu?” Chaerin bergumam mengitari rak demi rak di dalam supermarket seolah-olah mencari-cari makanan. Padahal matanya sedang memandang keluar jendela mencari-cari mobil Hongki. “ah itu mobilnya” serunya pelan begitu melihat Seungri dan Hongki sedang berdiri—bersandar di dekat mobil.

Di liriknya Dara yang sedang asyik belanja persiapan makanan ringan, dengan hati-hati dia mulai berjalan menjauh dari Dara dan keluar dari supermarket tanpa di ketahui pembantunya itu.

“Yes! Aku berhasil” sorak hati Chaerin. Cepat-cepat dia berlari kearah dua sahabatnya.

“Hei!” seru Chaerin melambai pada Seungri dan Hongki membuat dua pria itu tersenyum cerah begitu melihat temannya yang satu itu datang.

“kau lama sekali sih?” Seungri langsung merangkul Chaerin dan mengacak rambut gadis itu membawanya masuk kedalam mobil.

“Mianhe… “ Chaerin tersenyum manis sambil membenarkan poninya yang berantakan. “ayo cepat pergi. Nanti Dara sadar” serunya pada Hongki.

“Arra..arra” kata Hongki mengerti kemudian membawa mobil itu pergi.

Di supermarket

Mata  Dara bergerak liar—memandang keseluruh supermarket mencari-cari sesosok perempuan berambut pirang. Tapi gadis itu tidak ada disana lagi. “aigoo… bagaimana ini? Pasti nona memanfaatkanku untuk kabur” gumamnya pada akhirnya. Dengan keadaan yang masih linglung dan takut dia membawa barang belanjaannya ke kasir. Setelah selesai membayar dia mencari-cari Chaerin dengan motor berharap nonanya itu masih ada di sekitar supermarket. Tapi sayang gadis itu sudah pergi.

++

22.45  pm at Apgujeong

 

Setelah selesai menjadi salah satu bintang tamu di sebuah acara di MBC beberapa jam yang lalu,

Seungyun masih melakukan syuting hingga larut di Apgujeong untuk film terbarunya. Sedangkan di sisilain Apgujeong Chaerin dan teman-temannya sedang makan-makan setelah selesai berbelanja. “Jadi kau meninggalkannya begitu saja?” tanya Chaerin penasaran tentang  perempuan yang di temui Hongki beberapa waktu yang lalu

“kau seperti tidak tahu anak ini saja.” Celoteh Seungri yang juga sedang makan. “Chaerin, bagaimana kalau Seunghyun-hyung tahu kau sedang berkeliaran bersama kami?”

dengan cepat Chaerin menggeleng penuh bangga—tersenyum simpul kemudian memasukkan makanannya kedalam  mulutnya. “Dia sedang syuting. Paling dia juga pulang besok pagi. Jadi tidak akan tahu” kata gadis itu enteng.

“hei elap itu..” tunjuk Seungri pada mulut Chaerin

“mana?” tanya gadis itu

“ini” Seungri membersihkan remah yang ada di ekat mulut Chaerin dengan tangannya membuat mata mereka berpandangan beberapa saat.

“jinja! Kau ini selalu saja menganggap enteng oppamu itu” Hongki melongos. “habis ini kita mau jalan kemana lagi?”

“karoke saja!” seru Seungri semangat menoleh pada Chaerin berharap gadis itu setuju.

“Kau ini! Senang sekali karokean. Kenapa tidak jadi penyanyi saja sekalian?” keluhnya sambil kembali mengelap remah di mulutnya dengan tisu yang sama dengan yang di pakai Seungri saat membersihkan remah di mulutnya

“maunya sih begitu. Tapi belum ada kabar dari orang itu” ujar Seungri yang terdengar lirih, kembali melanjutkan makannya

“maksudmu?” tanya Chaerin tidak mengerti

“Dia sudah mengirimkan beberapa kaset berisi suaranya” timpal Hongki. “sudah sebulan yang lalu sih dikirim. Tapi belum ada kabar sama sekali. Entahla, sepertinya anak ini tidak punya masa depan” ledek Hongki yang langsung di ketok sama Seungri pakai botol soju

“aiggo!!” hongki mengusap-ngusap kepalanya.

Chaerin berjalan di antara Hongki dan Seungri. Mobil mereka di tinggalkan di tempat parkir. Sedangkan mereka jalan mencari tempat karoke, hingga kerumumunan orang menarik perhatian mereka. “Ada apa disana?” tanya Hongki, kemudian berlari-lari kecil ikut di antara kerumunan orang-orang.

“apa ada kecelakaan?” tanya Chaerin memastikan pada seorang wanita yang  sepertinya baru dari tempat kerumunan orang hendak pulang, sedangkan Hongki sudah berlari meninggalkan mereka.

“tidak.. mereka sedang syuting film.”  Kata wanita itu ramah.

“film? Film apa? Memangnya siapa artisnya sampai sebegitu ramainya?” tanya Chaerin lagi

“Sang actor yang juga rapper terkenal itu..omo.. aku tidak menyangka dia lebih tampan aslinya” gumam gadis itu senyum-senyum sendiri. “sebaiknya kau lihat sendiri saja” ujarnya

“Kajja” seorang teman wanita itu mengajaknya pergi. “lihatlah” kata wanita itu lagi sebelum benar-benar  pergi meninggalkan Seungri dan Chaerin dalam bingung.

“sampai segitunya” pikir Seungri “Jadi penasaran. Kajja” Seungri menarik temannya itu.

“memangnya siapa sih artisnya?” tanya Seungri pada Hongki begitu dia dan dirinya menghampiri Hongki di antara kerumunan orang-orang

“entahla, aku belum melihat siapapun kecuali staff..” sahut Hongki masih celingak-celinguk. “Hei.. itu bukannya Yoon Eun Hye?” seru Hongki semangat begitu melihat Eun Hye

“mana? Mana?” tanya Seungri ikut penasaran “Oh ia.. itu Eun Hye nuna.. waahh dia terlihat cantik ya”

”ia…” kata Hongki setuju.

“Ya! Kalian berdua! Kalian mau melihat orang syuting atau karoke?” teriak Chaerin. Tapi ternyata suara Chaerin kalah dengan suara orang-orang yang berada disana. “aissh” gerutunya. “siapa sih artisnya? Sampe segitunya mereka melihatnya” keluh gadis itu ikut melihat.

“heh? Yoon Eun Hye toh” katanya singkat begitu berhasil berada di tempat strategis. Gadis itu terus melihat kearah orang yang sedang sibuk syuting hingga matanya menangkap sesosok pria tinggi yang sepertinya dia kenal. Pria itu berjalan mendekat Yoon Eun Hye mengobrol bersama, sedangkan camera menyorot mereka berdua.

“Sepertinya aku kenal orang itu?” gumam Chaerin, menyipitkan matanya memastikan siapa sebenarnya pria yang menurutnya dikenalnya. “OMO! OPPA!” tanpa dia sadari suara ternyata begitu kuat hingga beberapa orang menatap kearahnya.

In the same time with different position

 

“Seunghyun hyung!?” Seungri dan Hongki saling berpandangan begitu melihat TOP ada di lokasi syuting. “Mana Chaerin..mana chaerin?” ujar mereka serempak berubah panik.

“ayo cepat pergi dari sini!” tiba-tiba Chaerin sudah berada di belakang mereka. “ayo cepat! Kalian mau dibunuh oppa?!” kata Chaerin dengan napas tersengal-sengal

“andwe!” seru Hongki berubah histeris memegangi kedua pipinya, yang langsung mendapat cibiran dan jitakan tepat di jidatnya. “Lebai banget sih!” seru Seungri dan Chaerin berbarengan. Lalu mereka bertigapun berlari meninggalkan kerumunan itu.

Begitu sampai di dalam mobil. Mereka bertiga saling menatap dengan peluh dan tertawa. “Aku harap hyung tidak melihatmu. Kalau ia, habislah riwayatmu” ujar Hongki

Chaerin hanya tersenyum sambil menyeka peluhnya akibat berlari tadi. “sebaiknya kita pulang saja. Aku sedikit punya firasat buruk”

“Baikla… ayo kita pulang” seru Seungri dan Hongki bersemangat.

Semuanya berjalan dengan baik, bahkan Chaerin yang duduk di kursi belakang sudah terlelap di tengah perjalanan menuju rumah, begitu juga dengan Seungri yang duduk si samping kursi Hongki hendak memejamkan mata. Tapi tiba-tiba  dari arah depan sebuah truk yang seperti kehilangan kendali dengan kecepatan penuh mengarah pada  mereka.

“AAWWAASS!!!” teriak Seungri histeris begitu melihat lampu truk yang begitu menyilaukan kearah mereka. Cepat-cepat Hongki membanting stir kearah lain untuk menghindari truk. Namun seakan kehilangan dewi fortuna,  truk tersebut dengan kecepatan penuh menghantam mobil mereka hingga marcedes berwarna hitam itu remuk—terlempar beberapa meter jauhnya.

—-

Selama hampir 6 jam lebih Seunghyun, Daesung temannya bahkan Park pembantunya duduk dalam diam. Pintu ruang operasi masih tertutup dan lampu tanda operasi berlangsung juga masih menyala. Mereka masih menunggu hingga operasi itu selesai…

Dan ketika, penantian selama 6 jam itu berakhir. Salah seorang dokter keluar dan membuka masker yang ia kenakan. Ia menatap Seunghyun dan yang sudah berdiri di depannya begitu ia keluar. “Saya keluarganya. Bagaimana keadaan adik saya, dokter?” Tanya Seunghyun cepat dengan suara bergetar.

“Kita masih harus menunggu. Operasinya berjalan lancar, tapi dia belum melewati masa kritisnya” Jawab dokter itu dengan wajah iba.

Seunghyun terduduk di lantai dengan lemas yang langsung di bantu oleh Daesung dan Park pembantunya. “tuan..” kata park. “nona pasti akan baik-baik saja” ujarnya pelan mencoba menghibur majikannya itu

“Aku harus ketempat keluarga Seungri dan Hongki. Mereka pasti lebih menderita dariku” ujar Seunghyun bergetar, mencoba bangkit sendiri. “Daesung.. temani aku ketempat orang tua Seungri dan Hongki.” pinta Seunghyun pelan pada temannya itu.

“Ia..” sahut Daesung berjalan mengikuti seunghyung dari samping. Sedangkan pembantunya menunggu dengan setia di tempatnya…

tobecoooo ……