Title : If i…

Author : G

Background music : Ernest – Because I’m Weary [God of Study OST]

Cast : kwon Ji Yong-Hyeon Ji(my imagination)-Kim Junsu (2pm)

Choi Seunghyun-Seungri

Karena akhir-akhir ini musim hujan author jadi dapat inspirasi dan jadilah FF yang tidak seberapa dan terlihat membingungkan ini -_____-

Tapi FF ini khusus saya dedikasikan untuk semua teman,adik,kakak,saudara yang sedang ujian ataupun sudah selesai😀 #walau gak nyambung  dengan  judul FF nya T____T

—-

 Ji Yong pov

 

“Dua tahun yang lalu… saat semua belum seperti sekarang ini kau akan memelukku erat ketika hujan. Kau bilang kau sangat senang dengan hujan dan akan selalu mengingatku setiap kali hujan datang. Sama seperti yang kau katakan dua tahun yang lalu. Di sini, di tempatku yang sekarang aku masih menginginkan kau memulukku dan mengatakan kau juga mempunyai perasaan yang sama padaku.”

“Ji Yong-ssi, sebentar lagi giliran anda akan tampil mohon bersiap-siap” sebuah suara membuyarkan lamununanku membuatku kembali kedunia nyata di mana sekarang aku berada. Di sebuah dunia yang menyenangkan sekaligus menyakitkan untukku secara pribadi. Tapi walau apapun kondisinya sekarang ini aku tidak bisa mundur dan berhenti begitu saja!

Sudah terlalu banyak yang ku lakukan demi mencapai posisiku sekarang ini. Walau seseorang yang sangat berharga di hatiku juga sudah kurelakan demi meraih ini semua. Walau jauh dari dasar hatiku, aku sangat menginginkannya. Sangat…

Dan Jika aku diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, aku pasti akan mempertahankannya dan tidak akan melepasnya. Tidak akan!

Ji Yong pov end

 -Paris-

 

Gadis berambut lewat sebahu itu sudah limabelas menit duduk di kursi sudut café. Duduk dalam diam—memandang keluar jendela padahal di luar sedang tidak ada yang benar-benar menarik kecuali kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya. Tapi dia tetap melakukannya—memandang keluar sambil sesekali menyesap coffe latte yang di pesannya.

Beberapa saat kemudian seorang pria dengan pakaian santai menarik kursi yang berada di depan gadis itu— duduk sambil memasang wajah yang cerah seperti biasa. “sudah lama? Maaf tadi ada macet sedikit di jalan. Bagaimana? Apa rancangannya sudah selesai?”

Gadis itu meletakkan gelas kopinya di meja lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. “sudah selesai dua hari yang lalu. Aku hanya ingin mendengar pendapatmu saja mengenai rancangan terbaruku ini” terangnya sembari memberikan beberapa lembar kertas yang berisi design pakaian. Pria itu melihat dengan serius lalu kembali menyerahkannya pada pemiliknya. “karyamu memang tidak perlu di ragukan. Jadi kapan kau akan membuatnya?” komen pria itu

“secepatnya. Setelah aku kembali dari Seoul dalam waktu dekat ini.”

“Seoul? Apa ada yang menarikmu untuk pulang? Apa ini tentang Ji Yong?” pria itu terlihat tidak percaya apa yang baru dikatakan temannya

This is not about him. Aku hanya ingin mengunjungi keluarga sekaligus menghadiri peragaan busana yang diadakan di Busan dalam waktu dekat. Apa kau mau ikut?”

Pria itu akhirnya mengangguk tanda mengerti. “Setelah peragaan di hawai dan Puerto rico selesai, kenapa tidak?”

++

Jadwal penerbangan hari ini begitu padat sehingga membuat banyak orang harus mengantri mendapatkan taxi di bandara. Tapi beberapa pasang mata yang berada di bandara terlihat tercuri oleh sesosok wanita tinggi berambut panjang dan seorang pria tampan yang berjalan di sampingnya dengan selera fashion yang keren. Terbukti dari pakaian yang mereka kenakan.

“Hyeon Ji… !” seseorang memanggilnya, membuatnya segera menoleh. “oppa!” serunya perempuan itu berhambur memeluk pria tinggi yang bernama Choi Seunghyun yang tidak lain adalah kakak iparnya.

“waahh..kau terlihat lebih dewasa sejak dua tahun yang lalu” dia mengacak pelan rambut adik iparnya itu. Cepat-cepat Hyeon Ji membenarkan kembali rambutnya.

“mana onni?” tanyanya mencari-cari orang yang dimaksud

“dia sedang mempersiapkan sesuatu untukmu. Oh ia, siapa dia?” tanya Seunghyun melirik seorang laki-laki yang sedari tadi berdiri di samping Hyeon ji. Pria itu bertubuh tinggi, tapi tidak lebih tinggi dari Sunghyun. Namun laki-laki itu juga tampan.

“Oh..ini, perkenalkan ini Kim Junsu, satu-satunya rekan sesama korea di Prancis. Dia lahir dan besar di Prancis dan ini pertama kalinya dia datang ke korea setelah ayahnya meninggal tujuh tahun yang lalu.” Jelas Hyeon Ji panjang lebar. “Jun, ini suami kakakku yang pernah kuceritakan” terang Hyeon Ji pada Junsu memperkenalkan Seunghyun

“Oh.. khamsahamida” ujarnya pede.

“mwo?” hyeon Ji tertawa mendengarnya. “bukan khamsahamida..tapi anyeong~ kau ini”

“Oh… sorry. Anyeong..” ulangnya

Seunghyun hanya tersenyum  “Ayo kita pulang, semua pasti tidak sabar untuk melihatmu pulang”

At night~

keduanya sedang berada di aparteman Hyeon Ji setelah tadi makan siang di rumah kakaknya.“keluargamu sangat ramah” ujar Junsu menoleh pada Hyeon Ji yang mengenakan Jump suit hitam— berdiri mengedarkan pandangan kearah luar balkon. Dia menoleh sekilas pada temannya itu dan tersenyum tipis “kalau saja ibuku masih hidup kau pasti akan suka dengannya. Dia sangat pintar memasak dan sangat ceria”

“Benarkah? Kakakmu juga sangat menyenangkan, dia terlihat begitu kompak dengan suaminya.”

“Ia, itu makanya aku selalu merindukan mereka. Ayahku orang yang sibuk. Terlebih ketika ibu sudah tidak ada, dia lebih sering menghabiskan waktunya di kantor mengurus perusahaannya. Sedangkan adikku? Entahlah anak itu juga sibuk dengan dunianya sendiri. Jadi aku hanya berkeluh kesah pada kakakku.”

“Kau beruntung mempunyai mereka” Junsu tersenyum di tempatnya. Lalu keduanya diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.

TING TONG~

Tiba-tiba terdengar seseorang menekan bel aparteman hyeon Ji. “siapa?” tanya Junsu

“mana aku tahu, aku kan disini bersamamu” ujarnya, lalu segera berjalan kearah pintu kemudian membukanya.

“Seungri?” Hyeon Ji berujar. “dari mana kau tahu aku….” Belum sempat Hyeon Ji melanjutkan kalimatnya Seungri sudah memeluknya erat.

“bogoshipo nuna!” bisiknya di tengah pelukan eratnya.

“kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau datang hari ini? Untung Seunghyun-hyung memberitahuku” jelasnya. Lalu keduanya masuk kedalam aparteman. “nuna, kau semakin cantik saja” pujinya terus merangkul sepupunya itu.

“benarkah? Hahaha.. bagaimana kuliahmu?”

“baik.”

“Hyeon Ji, siapa yang datang?” suara Junsu terdengar dari arah balkon.

“nugu?” Seungri menatap bingung pada Hyeon Ji. “pacarmu?” sambungnya lagi, tapi kini Junsu sudah berada di hadapannya.

“Seungri-ya, perkenalkan ini Kim Junsu temanku. Dia lahir dan besar di prancis. Jadi bahasa koreanya sedikit belepotan” terang Hyeon Ji pada Seungri. “Jun, ini sepupuku satu-satunya” kata Hyeon Ji pada Junsu yang mengulurkan tangannya pada Seungri untuk berjabat.

“Seungri”

“Junsu”  keduanya berkenalan.

“Aku kira aparteman nuna sudah di jual” ujar Seungri kembali melanjutkan percakapannya.

“Ani… “

“apa kali ini nuna akan tinggal lama di sini?”

“entahla. Sebenarnya aku kesini untuk melihat peragaan busana di Busan beberapa hari lagi, sekaligus mengunjungi kalian. Oh ia bagaimana kabar ajumma?”

“dia baik-baik saja. Nuna, aku harus pulang sekarang”

“hah? Cepat sekali, memangnya kau mau kemana?” tanya Hyeon Ji heran

“aku sedang sibuk akhir-akhir ini hahaha.. baiklah aku harus pulang. Kalau sempat temuilah Ji Yong-hyung. Dia pasti senang kalau tahu nuna di Korea”

Mendengar itu raut wajah Hyeon Ji yang tadinya gembira, berubah diam. “Kau tidak memberitahunya aku sedang di korea kan?” tanya Hyeon Ji cepat.

“tentu saja tidak. Lagian mana mungkin dia bisa membaca atau mengangkat telponku. Dia sekarang sudah berubah jadi orang yang terkenal dan jadwalnya sangat padat.”

“oh” komen Hyeon Ji singkat.

“baiklah aku permisi dulu. Hyong, aku pulang dulu” pamit Seungri melambai pada Junsu.

“Ya, hati-hati.” Sahut Junsu.

++

-Busan-

Para model berlenggak-lenggok di panggung dengan pakaian yang mereka kenakan. Pakaian untuk musim ini. Banyak wartawan dari berbagai media datang hanya untuk sekedar melihat atau meliput. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah para artis ternama ibu kota juga hadir.

Hyeon Ji hanya mengenakan blus berpotongan garis-garis unik berwarna biru beserta pants berwarna hitam dengan bag ber merk channel. Sedangkan Junsu mengenakan kemeja biru berlengan panjang yang di lipat serta celana ¾ berwarna hitam. Keduanya duduk di kursi tamu, karena keduanya merupakan tamu yang di undang langsung dari Prancis.

“Gayanya terlihat monoton” komen Junsu ketika melihat salah satu model memakai pakaian rancangan salah seorang desainer.

“tidak juga… setidaknya dia bermain dengan warna dan motif jadi itu terlihat bisa disamarkan.” Timpal Hyeon Ji

Keduanya yang sama-sama terjun dalam dunia fashion tampak mengobrol seru selama peragaan busana hingga peragaan itu selesai. “Nona Hyeon Ji.. anda mendapat kehormatan untuk maju keatas panggung sebagai perwakilan dari Prancis” seorang staff berbisik pada Hyeon Ji.

“aku?” ujarnya tidak percaya.

“nee… silakan..” staff tersebuk mempersilakan.

“Baiklah… kami mengundang perwakilan perancang dari Prancis untuk maju kedepan untuk menerima karangan bunga. Kepada Nona Jang Hyeon Ji kami persilakan..” ucap MC.

Dan di waktu yang sama dengan tempat yang berbeda seorang laki-laki menoleh, dan terlihat mencari-cari sumber suara. “cakkaman” katanya sopan segera meninggalkan lawan bicaranya

“Hyeon Ji? Apa benar itu dirimu Hyeon Ji?” tanya pria itu dalam hati. Dia mendekat kearah panggung berharap dapat melihat Hyeon Ji. Ketika dia berhasil mencapai ke sisi panggung gadis itu baru saja turun ketika selasai menerima bunga dan kembali ketempatnya. Membuatnya hanya bisa menghela napas—kecewa.

“Tuhan.. kalau benar itu orang yang kucintai, tolong tunjukkan dia padaku.” Doa pria itu dalam hati. Di antara kerumunan orang sesosok perempuan berambut lewat sebahu itu menarik perhatiannya dari arah kejahuan. “Hyeon Ji” gumamnya senang berharap perempuan yang dilihatnya adalah Hyeon Ji. Dia ingin mendekat tapi orang-orang sedang ramai, dan lagi manajernya sudah memanggilnya. “Ji Yong, kita harus kembali”

“Ah~ nee..” jawabnya. Seakan pikirannya terbagi antar harus menghampiri Hyeon Ji atau kembali pada manajer dia terpaku sejenak di tempatnya namun sedetik kemudian.. “Hyeon Ji!” dia setengah berteriak berharap gadis itu menoleh.

Dengan lesu Ji Yong menghampiri manajernya

“Kau kira ini di pasar loak pake teriak-teriak segala?” decak manajernya

“mianh..aku hanya ingin..” kalimatnya terputus

“ingin apa?”

“ahni..” ucap Ji Yong

——

“sepertinya ada yang memanggilku” ujar Hyeon ji menoleh kebelakang yang begitu ramai membuat Junsu ikut mencari “mungkin hanya perasaanmu saja. Sudahlah, ayo kita cari makan”

“baikla”..

-THE END-