Title : Like A Tomato 3-The Last [ Like A Tomato 1/3 Like A Tomato 2/3]

Author : G

CAST :

*Kevin(ukiss)- as Yeo ji

*Top (Big Bang)- as Top

*Joon (Mblaq) – as Joon

*Gikwang(beast)- as Yeo Ji and Jessica cousin

*Jessica(snsd)- as Yeo Ji sister

*Park Jay Boem – as Jessica boy friend

Tittle : Like a tomato

Background music :

Fly To The Sky – Goodbye

Co-Ed – I Love You A Thousand Times

 

This fanfic made by my own, please don’t sue me.  And this is the LAST! Hope everyone can read and leave some comment#i hope~

_____

1 Desember

 

Joon duduk di dekat sebuah taman, entah apa yang sedang dia lihat matanya terfokus pada suatu objek, tapi tidak dengan pikirannya. Pikirannya terus mengerah pada kejadian beberapa hari yang lalu. Sulit baginya menerima kenyataan kalau gadis yang selama ini di cintainya meninggalkannya. Ironi memang mendengar kata-kata Yeo Ji beberapa hari yang lalu hingga membuatnya tidak bernapsu untuk makan.

Flash back~

 

“Apa maksudnya Yeo Ji?” Joon menggenggam kedua bahu Yeo Ji memaksanya untuk mengatakan hal yang sepertinya di sembunyikan Yeo Ji

 

“Apa kau tidak mengatakan apa-apa padanya?” cibir TOP. Dia benar-benar keterlaluan kali ini.

 

“Yeo Ji jelaskan padaku, apa yang di maksud pria ini!” Joon mendesak Yeo Ji

 

Joon memegang bahu Yeo Ji membuat gadis itu  berhadapan dengannya.

“Aku benar-benar tidak sanggup harus jujur padanya.” Batin Yeo Ji

Joon mengangkat dagu Yeo Ji hingga kini wajah mereka sejajar. “Tatap mataku” katanya. “Tolong katakan padaku siapa pria ini? Dan apakah kau masih mencintainya?”

 

“…………” diam

“Yeo Ji tolong jawab aku!”

 

“D-i-i-a-a.. mantan pacarku” tertunduk

“Apa kau masih mencintainya?”

“…………….”

“Yeo Ji, apa kau masih mencintainya?” ulang Joon sekali lagi

“a-a-kkuu.. tidak tahu” Yeo Ji terisak, dia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Dia masih menginginkan Top, tapi di satu sisi dia tidak ingin Joon tersakiti.

“Kau harus memilih!” desak Joon

“…………” diam untuk beberapa menit

Joon menghela napas panjang, perasaannya benar-benar sakit hingga membuatnya susah untuk bernapas “baiklah sepertinya aku tahu jawabannya. Aku tidak akan mengganggumu lagi. Mungkin saat ini yang terbaik untukmu adalah dia.”

 

Joon melangkah menjauh dari Yeo Ji, membuat perempuan itu berdiri membeku  dengan pikirannya di tempatnya.

 

Flash back end

********

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..

Kahlil Gibran

**********

4 Desember

 

“Apa kau yakin ingin pergi?”

“Ia, aku tidak akan mungkin tahan melihat Joon sekarang ini” Yeo Ji duduk di sisi tempat tidurnya mengepak semua barang-barangnya kedalam koper.

“Kapan kau kembali?”

“Mungkin di saat pernikahan onni” dia menatap sendu kearah Jessica, membuat Jessica memeluknya.

“Jaga dirimu baik-baik. Sampaikan salamku pada Mary”

“Ia..”

***

6 Desember

Dada Yeo Ji benar-benar sesak, begitu sampai di bandara California dia memutuskan untuk kembali ke apartemennya yang lama. Dan belum tahu apa yang akan di lakukannya setelah ini, yang dia tahu: mencoba untuk lari dari masalahnya. Ya—mencoba berbagai cara untuk mengobati rasa sakitnya di masa lalu.

TOK TOK

Dengan keadaan yang begitu letih dan masih mengalamai jetleg Yeo ji berjalan ke pintu membuka knop pintu. “Yeo Ji” seorang  memeluknya membuatnya hampir terjatuh

“Mary” gumamnya lesu

“Aku senang kau kembali lagi kesini. Apa kali ini kau akan tinggal lama? Apa kau akan kembali lagi ke korea?”

“yang mana dulu yang harus ku jawab?” yeo ji hanya menyunggingkan senyuman pada sahabatnya itu.

Mary menutup pintu kemudian menarik tangan Yeo Ji dan duduk di dekat sisi jendela besar yang memperlihatkan mobil-mobil berjalan di bawah sana.

“Jessica sudah menceritakan semuanya padaku. Sepertinya aku tahu siapa yang memberikan alamatmu pada Top” wajah gadis bernama Mary itu terlihat serius. Dengan mata yang tajam dan rambut pirangnya dia menatap sedih pada sahabatnya itu.

“siapa?”

“Kate”

“Kate?” ulang Yeo Ji

“Semenjak kau pergi setahun yang lalu, Kate selalu mencoba menarik perhatian Top, dan mereka mulai dekat beberapa bulan setelah kau pergi. Tapi Top tidak serius dengannya dia hanya memanfaatkan Kate untuk mendapatkan alamatmu di Korea.”

Yeo Ji terdiam setelah mendengar cerita Mary, dia memandang jauh ke luar jendela. Menerawang jauh seakan ada banyak hal yang akan menunggunya.

“Jadi bagaimana dengan Jeon?” Mary salah menyebutkan nama Joon, membuat Yeo Ji tersenyum mendengar Mary memanggil nama laki-laki itu.

Joon” gumam Yeo Ji mengoreksi

“maksudku itu. Bagaimana dengan dia? Apa dia tidak akan mencarimu?”

“Aku tidak tahu. Aku sudah berpesan pada Onni kalau dia mencariku, katakan saja aku pergi dengan Top”

“Hah?” Mary terdengar kaget.

“Aku tidak akan mungkin menjadi kekasihnya selamanya Mary, you know who I am, but not with him” Yeo Ji tertunduk lemah

“You..” Mary sedikit lama menatap mata Yeo Ji kemudian kembali menyambung kalimatnya “Did you told to  him about….?”

“No, I cant Mary.. I cant”

Mary diam, dia hanya memeluk sahabatnya itu, yang mulai terisak

*******

12 Desember

Dia duduk di salah satu café seorang diri di dekat sudut ruangan yang tidak begitu luas, dia menunggu kadatangan seorang pria. Pria yang—sangat di cintainya.

“maaf aku terlambat” pria tinggi itu duduk berhadapan dengan Yeo Ji

Senyuman melekat di wajahnya yang panjang dengan mata yang tajam. “Bagaimana tempatmu yang baru?” tanyanya sambil membuka jacket kulitnya

“awesome. Bagaimana perjalananmu dari korea?”

“Cukup melelahkan. Aku pulang setelah sehari aku mengetahui dari Kate kalau kau berada di California”

“Oh. Ehmm Top” Yeo ji menunduk dia menyentuh bibir gelasnya dengan jarinya

“Ya..”

“Sebaiknya kita tidak bersama”

“Maksudmu?”

“Maksudku adalah, sebaiknya kita menjalani hidup kita masing-masing.”

“Aku tidak bisa. Aku sangat mencintaimu Yeo Ji!”

“Top, aku mohon mengertilah. Aku hanya seorang pria, sama sepertimu.” Yeo Ji menyentuh kedua pipi Top dengan tangannya

“I cant Yeo Ji ! I can’t live without you. I don’t care who you are, and you know that!”

“Top, let me go”

“ I can’t” Top mengerang pelan, dia benar-benar merasa sakit dengan apa yang di katakan Yeo Ji

“Please..Top, let me go. I really Love you, but..i can’t stand anymore” ucapnya lalu  bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Top disana.

Dia berlari keluar dari Café, menarik jacket tebalnya untuk melindunginya dari salju. Perasaanya beku sama seperti saju yang mengenai rambut panjangnya. Dia mencoba mengatakan hal yang tidak seharusnya di katakannya pada Top, karena dia benar-benar mencintainya. Tapi dia harus mengatakan—itu. Harus!

“Yeo Ji berhenti!” teriak seseorang dari arah belakang sesaat sebelum Yeo Ji masuk kedalam mobilnya, Yeo Ji membalikkan badannya ke arah sumber suara dan membuatnya tercekat ketika di dapatinya Top yang berdiri tidak jauh darinya

Napasnya tersengal-sengal setelah berlari mengejar Yeo Ji. “Aku mohon jangan tinggalkan aku”

“………..” yeo ji hanya diam, dan kembali membuka pintu mobilnya lidahnya kelu tak mampu berbicara.

“Apa yang telah merubah dirimu? Padahal aku selalu ada di sampingmu, tapi kenapa kau malah pergi menghindar dariku? Mengapa kau berbuat seperti ini padaku Yeo Ji!!” Top berteriak keras sontak Yeo Ji melepaskan tangannya dari knop pintu mobil dan menoleh kembali pada Top. “Apa yang telah kulewati bersama dirimu seolah seperti kebodohan terbesar yang pernah kaulakukan? Aku mencintaimu karena itu adalah dirimu Yeo Ji!” ujarnya lagi, suara Top bergetar, emosinya memuncak membuat tubuh Yeo Ji dingin dia benar-benar tidak bisa bergerak dari tempatnya.

“Top” gumam Yeo Ji pelan, air matanya tidak bisa di tahannya untuk keluar

“Why Yeo Ji? Why?” mata Top sudah di basahi air mata, Cintanya terhadap Yeo Ji benar-benar tulus dia berjalan mendekat kearah Yeo Ji yang diam membatu, kini jarak mereka hanya satu meter

“Aku hanya wanita yang terperangkap di tubuh laki-laki.” Yeo Ji menangis, suaranya terdengar memilukan  “Aku tidak pernah berharap aku harus mengalami hal-hal yang sudah membuat tubuhku sakit.” Dia memeluk dirinya sendiri mengingat betapa sakitnya saat dia harus mengubah seluruh bentuk tubuh laki-lakinya menjadi seorang perempuan seutuhnya.

Top manarik tubuh yang lebih kecil di banding dengan tubuhnya itu ke dalam dekapannya, tanpa berkata apapun membuat tubuh itu mendekapnya lebih dalam dan menangis disana. “tubuhku benar-benar sakit. Aku tidak mau menyakitimu dengan kondisiku. Aku tidak mau kau dihina hanya karena kau berhubungan denganku. Aku tidak mau mengulang masa lalu kita yang selalu di pandang rendah” katanya di tengah isakan tangisnya.

“Jangan bodoh! Kau hampir mati menjalani operasi itu, dan tidak akan kubiarkan seorangpun menghinamu lagi.Tidak akan pernah” bisiknya pelan

“Setiap kali aku menguatkan hatiku untuk mencoba membencimu, aku tidak bisa Top. Aku tidak bisa” Yeo Ji menatap wajah Top kemudian kembali memeluknya

Top memeluk Yeo Ji dengan lembut, sudah terlalu banyak detik,menit,jam,hari,bulan bahkan tahun mereka lewati bersama dan itu sama sekali tidak mengurungkan niat Top untuk tetap menikah dengan Yeo Ji.

Sejurus kemudian Top mendekatkan wajahnya ke Yeo Ji melumat bibirnya dengan lembut yang bercampur air mata mereka, beberapa detik berlalu. Bibir mereka bertaut satu sama lain, sebuah kedamain dan hasrat yang dirindukan kini terkabul sudah

********

Jiwa yang hilang, adalah jiwa yang tersembunyi. Bukan karena kau tidak mendapatkannya, tapi karena kau tidak mau memilikinya dan lebih membiarkannya pergi

 

~THE END~