Backgroundmusic :

-4 Men : I can’t

-4 Men : Once While Living

Author : G
Cerita sebelumnya : Goodbye 1/2

Cast:

–  CL as Chaerin

–  Seungri

–  Hongki

–  T.O.P

Cameo : Daesung & Dara

The last part😀, sebenarnya ini udah selesai  barengan sama Goodbye 1, cuma sengaja di bikin 2 part supaya gak kepanjangan kkkk~ enjoy it🙂

 —-

“Beberapa hari yang lalu tidak jauh dari Apgujeong terjadi sebuah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua orang meninggal. Dan salah satu korban masih kritis. Dari informasi yang kami dapat, korban tersebut adalah adik dari actor dan  rapper terkenal TOP yang sampai sekarang belum sadarkan diri. Di duga kecelakaan tersebut terjadi sekitar…..”

 

KLIK, Seunghyun mematikan televisi yang berada di kamar rumah sakit tempat adiknya di rawat. Dia duduk di sofa tidak jauh dari tempat adiknya terbaring—tidak sadarkan diri sejak beberapa hari yang lalu. “Chaerin cepatlah bangun. Aku merindukan rengekanmu. Ku mohon bangunlah” doanya dalam hati terus memandang gadis yang tetap dalam diam.

Drrtt..ddrrtt… ponsel Seunghyun bergetar. Di lihatnya display ponselnya, DAESUNG CALLING   “Yebboseyo” jawabnya

“bagaimana keadaan Chaerin?” tanya orang disebrang

“masih belum sadarkan diri.” Jawabnya singkat. “kau sedang dimana?”

“aku sedang menuju ketempatmu.”

“nee.. hati-hati di jalan” katanya mengakhiri.

Two days later~

Dia membuka matanya perlahan, tetapi rasa pusing segera menggerogoti kepalanya. Sedangkan tubuhnya terasa lemah. Dia menoleh ke samping ada Seunghyun di sana “Oppa” gumamnya pelan hampir tidak terdengar “aku ada di mana?” dia mencoba mengenali tempatnya berada. Di lihatnya tangannya ada jarum yang menusuk membuatnya merasa ngilu. Dia terus memperhatikan kesekelilingnya tapi yang dapat dia kenali hanya park-ssi pembantunya, Dara dan Min Ah ajumma yang juga bekerja untuk keluarganya, Daesung teman kakaknya. Serta dua orang laki-laki dan perempuan berbaju putih yang tidak di kenalnya. “aku ada di mana?” tanyanya lagi sambil memegang kepalanya mencoba mengingat apa yang terjadi. Tapi kepalanya masih terasa sakit.

“tenang.. semua akan baik-baik saja” jelas Seunghyun “bagaimana dok? Apa kondisinya akan membaik?” pria itu menoleh pada dokter yang sedang memeriksa keadaan Chaerin yang masih terlihat bingung.

“Kondisinya akan membaik dalam beberapa hari ini. Suster, tolong alat yang ini di matikan saja. Pasiennya sudah bisa bernapas normal” titah sang dokter. Dengan gesit suster itupun melakukan seperti yang di perintahkan. Begitu dokter dan suster itu keluar dari kamar. Chaerin yang masih lemas dan terlihat bingung terus mencoba mengingat apa yang sudah terjadi dengannya. “oppa.. ini hari apa?” tanyanya

“Hari rabu…” jawab Seunghyun singkat. Dia duduk di dekat Chaerin—menggenggam tangan adiknya itu dengan lembut “kau mau makan sesuatu? Kau tidak bangun selama beberapa hari”

“tidak bangun?” gumam gadis itu. Kemudian seakan video yang melewati otakknya kejadian malam itu kembali terputar di otaknya.

Flashback~

“AAWWAASSS!!!” Teriak Seungri. Dengan cepat Hongki membanting stir berharap mobilnya bisa menghindar tapi…

Lampu yang menyilaukan serta suara klakson yang memekakkan telinga itu sudah terlampau dekat.

“AARRGGGHH!!!” teriak orang yang berada di dalam mobil dan..

BUAAGGKK..

Seketika itu truk besar itu menghantam kuat bagian depan mobil marcedes hitam itu sehingga terlempar beberapa meter jauhnya..

“Ch-a-e-ri-n….h-o-n-g-k-i..” ucap Seungri penuh sesak,..seakan beribu-ribu ton menghimpit paru-parunya. Sedangkan darah segar keluar dari hidung dan dahinya “c-h-..a..-e..r..i….” ucapnya untuk yang terakhir kali—menatap lirih pada gadis yang juga sudah berlumuran darah dan tidak sadarkan diri itu, kemudian.. menghela napas panjang…dan…

Flashback END

“Mana Seungri dan Hongki?!” tanya gadis itu cepat. Namun tidak ada satupun yang menjawab. Mereka semua diam tertunduk “Oppa..mana Seungri dan Hongki?!” tanyanya kedua kali. Chaerin merasa ada yang ganjil, di lepasnya infusnya secara paksa yang tidak sempat di cegah Seunghyun.

“ya! Apa yang kaulakukan?!” sontak Seunghyun berteriak. Dan seolah tidak mendengar ucapan Seunghyun dia kembali bertanya “pasti mereka juga berada di sekitar sini kan? Mereka ada dirumah sakit ini kan?” Dengan tubuh yang lemah dia turun dari tempat tidurnya hendak keluar tapi Seunghyun mencegahnya ”Mereka pasti mengkhawatirkanku. Aku harus ketempat mereka oppa” Kata gadis itu “Kecelakaan itu sungguh mengerikan” gumamnya

“percuma.. mereka tidak ada disini”

Mendengar itu Chaerin terdiam—menoleh pada Seunghyun. “maksud oppa? Oh.. mereka sudah pulang kerumah ya? Kalau begitu mana ponselku? Aku mau menghubungi mereka” kata gadis itu. “Dara ponselku mana?”

“Ng… itu.. itu …” kata Dara terbata tidak tahu harus menjawab apa.

“Mereka meninggal saat kecelakaan itu” ucap Seunghyun lirih pada akhirnya

Semua diam dan tertunduk di tempatnya masing-masing. “Kalian pasti bohong!! Mereka tidak mungkin meninggal. Orang seperti mereka tidak mungkin meninggal. Ini pasti candaan karena aku keluar dari rumah malam itu kan?” Chaerin tersenyum menganggap apa yang di katakan Seunghyun adalah trik untuk mengerjainya.

“Pinjamkan aku ponselmu” pinta Chaerin pada Dara. Begitu mendapat ponsel Dara dengan cepat dia menekan nomor Seungri lalu yang sudah di hapalnya dengan baik, tapi tidak tersambung  “aisshh anak ini pasti mematikan ponselnya.” Gumamnya, “O ia..hongki! jam segini anak itu pasti sedang main game.” Di tekannya no hongki yang juga sudah di hapalnya di luar kepala, tapi sama dengan Seungri, nomornya tidak aktif.

Dia diam.. mencoba mencerna apa sebenarnya yang terjadi. “mereka pasti dirumah..ya dirumah” katanya lagi-lagi. “Park ahjussi.. tolong antarkan aku kerumah Hongki dan Seungri ya. Mereka pasti mengkhawatirkanku.” Pintanya. Sama seperti Dara, Park-ssi tidak tahu harus menjawab apa. Tapi seunghyun melirik kearahnya menyuruhnya melakukan apa yang di perintahkan adiknya itu.

“Chaerin…” seorang wanita paruh baya yang dikenal sebagai ibu Seungri menyambutnya begitu melihat gadis itu datang masih dengan pakaian rumah sakitnya “kau sudah sadar?”

“ajumma.. mana Seungri? Tadi aku telpon tidak tersambung. Apa dia sedang tidur?” tanya gadis itu polos

Wanita itu terdiam, lalu airmatanya mengalir tanpa bisa di kontrolnya. Dia menoleh pada Park-ssi, membuat Park-ssi menggeleng menandakan Chaerin belum tahu kejadian sebenarnya. “ajumma..kenapa menangis?”

“Chaerin…” wanita itu terisak—menyentuh pipi Chaerin “Seungri dan hongki sudah tidak ada lagi..” ucapnya memeluk erat Chaerin

“S..s..s..e.ungri…dan h..ong..ki…mereka sudah tidak ada?!” gumamnya terbata “k-ka-l-ian semua sedang bercandakan?!”

“nona..mereka meninggal saat kecelakaan itu” Park-ssi berujar

“Kotjimal” erangnya. Di pegangnya kepalanya, otaknya terasa sakit dan seketika tubuhnya melemas lalu semuanya menjadi hitam..

Begitu Chaerin tersadar, dia sudah berada di kamarnya. Dengan masih dalam keadaan terbaring dia menatap kelangit-langit kamarnya dan menangis “mereka pasti sedih jika melihatmu sedih” suara seunghyun sama sekali tidak membuatnya berhenti menangis bahkan menolehpun tidak. “oppa.. aku mohon peluk aku” pinta gadis itu di tengah isakannya. Mendengar itu Seunghyun hanya menuruti permintaan adiknya. Di peluknya Chaerin yang terbaring.

“kenapa mereka meninggalkanku? Kenapa?!!!” tangisnya pecah “kumohon kembalilah!” isaknya.

Seunghyun hanya diam—tetap memeluk Chaerin. Dia tahu dia hanya perlu diam saat ini. Membiarkan rasa sesak di hati adiknya keluar. Ya—dia hanya perlu diam dan tetap memeluknya.

++

-Two months later-

Chaerin pov

TOK..TOK..

“Masuk” sahutku, lalu sedetik kemudian Dara sudah masuk kedalam kamarku

“ada yang mencari anda nona” katanya sopan

“nugu?”

“silakan..” kata Dara pada seseorang yang sepertinya berada di luar kamarku. “mian mengganggumu” ajumma—ibu Seungri berdiri di depan pintu kamarku.

“ajumma” kataku menyambutnya

“Permisi” kata Dara meninggalkan kami berdua. “kau terlihat sedikit kurus” ucap ajumma menyentuh pipiku. Dia sudah ku anggap seperti ibuku sendiri mungkin karena aku sudah mengenalnya dari kecil.

“ahnio.. “ elakku, sambil membawanya ketempat tidurku “ada apa ajumma kemari? Tumben sekali?” Dia tersenyum—sama seperti Seungri yang selalu tersenyum untukku.

“ini..” dia memberikan sebuah kotak padaku “ajumma menemukannya saat membersihkan kamar Seungri. Dia pasti ingin kau mengetahuinya” kotak itu berwarna coklat dengan stiker hampir di seluruh kotak yang sepertinya sudah terlihat tua itu

“apa ini ajumma?”

“Nanti kau juga tahu setelah membukanya. Baiklah ajumma harus pergi karena ada keperluan lain” pamitnya

“tapi ajumma, baru saja sampai..”

“ajumma hanya mau mengantarkan itu. Chaerin-ah jaga dirimu baik-baik..ajumma pergi dulu”

“nee..hati-hati” kataku

Begitu mengantarkan ajumma ke depan pintu, aku kembali masuk ke kamar dan menatap kotak yang tadi diberikan ajumma sejenak. Selama aku bersahabat dengan Hongki dan Seungri, aku sama sekali tidak pernah melihat kotak itu sebelumnya. Ku pangku kotak itu dan membukanya.

Ada banyak foto kami bertiga ternyata, ku ambil salah satu foto dan sebersit memori tentang kecelakaan itu merasuk kedalam otakku.

Membuat foto yang semula ku pegang terjatuh dari tanganku secara reflek.

Aku kembali memungut foto itu da kutatap sebuah foto—yang mengingatkan ku kembali kenangan saat-saat kami bersama. Aku mencoba untuk membayangkan kembali kenangan itu dan tanpa bisa ku control air mataku sudah membaasahi pipiku. Oh Tuhan…apakah aku salah kalau aku menginginkan  mereka kembali untuk berada di sisiku?

Ku kembalikan foto tersebut kedalam kotak dan mencoba menarik napas dalam-dalam mencoba tegar, walau sejujurnya aku tidak mampu.

Ada banyak barang-barang milik Seungri dan beberapa pemberian dariku dan Hongki di dalam kotak, tapi yang paling menarik perhatianku adalah sebuah buku berwarna hitam—tampak seperti note book biasa. Ku buka halaman pertama dan ada fotoku tertempel di sana.

Aku ingat foto itu memang Seungri yang mengambilnya. Dia bilang itu untuk kenang-kenangan karena saat itu acara kelulusan smp. Tapi untuk apa dia menempel fotoku sendiri di halaman pertama dekat dengan namanya?

Halaman demi halaman ku baca, isinya kebanyakan tentang hari-harinya dengan kata lain ini adalah buku diary Seungri.

12 Februari..

ARRGGG!!! Hari ini benar-benar dingin, padahal ini masih bulan februari. Dan bukankah itu wajar masih dingin? Kkkk~

Hari ini aku di paksa menginap dirumah Hongki—hanya untuk menemaninya menonton film horror di kamarnya =__________________= aaisshh menyebalkan!

14 Februari

Yeah! Valentine akhirnya tiba juga! Banyak teman di kelasku pergi berkencan malam ini T__T, tapi tidak denganku,Chaerin, dan juga Hongki! Kami menghabiskan malam valentine dengan ceramah dan hukaman dari Seunghyun-Hyung karena kami bertiga tidak sengaja merusak koleksi mainannya. Padahal itukan ide adiknya sendiri—CHAERRRIIN, KAU….AARRGGG!!!

 

17 Februari

Sudah tiga hari aku tidak menulis Diary, ckck. Karena aku terlalu sibuk dengan belajar,belajar dan belajar! Yah-sekarang aku sudah kelas tiga smp dan sebentar lagi ujian kelulusan akan berlangsung o_____o

 

4 April..

Waaa~ saat aku buka buku ini setelah sekian lama tidak kutulis ternyata sudah ada sarang laba-laba dan buaya hahahaha…

Hmmm aku mau menulis apa ya??

Baiklah aku mau mneulis tentang perasaanku. Aku sedang menyukai seorang gadis, tapi aku takut untuk mengatakan perasaanku padanya karena kami sudah lama kenal.

Apa aku pengecut? Mungkin ia..

 

Seungri menyukai seorang gadis saat smp? Kenapa aku tidak tahu?

Aku terus membuka halaman demi halaman hingga ada namaku tertera disana.

12 Januari..

Hooaaa~ ini sudah lama sekali sejak aku tidak menulismu lagi buku ku tersayang hahaha…

Kau tahu, hari ini aku sudah SMA! SMA! Dan kau tahu artinya itu apa?? Aku satu sekolah dan sekelas dengan Hongki dan Chaerin!!! Entahla aku tidak tahu kenapa kami selalu bertiga di kelas yang sama seakan kami saling terikat satu sama lain. Dan lagi, semakin aku dekat dengan Chaerin jantungku semakin berdegup dengan kencang. Aku tidak tahu apakah perasaanku masih sama saat aku smp dulu?

 

Perasaan saat smp? Jangan-jangan yang di maksudnya adalah?..

Ahnio..itu tidak mungkin!

Cepat-cepat aku membuka halaman selanjutnya..

23 Januari..

Sekarang aku sadar kalau ternyata aku jatuh cinta pada sahabatku sendiri—Chaerin. Aku menyadarinya saat Hongki bercerita kalau suatu hari nanti saat kami lulus SMA dia akan mengatakan cintanya pada Chaerin.  Dan mendengar itu aku benar-benar tidak rela. Apa aku juga harus mengatakan perasaanku pada Chaerin dan membiarkan Hongki terluka?  Kenapa aku tidak suka kalau Hongki dengan Chaerin? Apa aku egois?..

 

Ini..apa ini semua ini benar? Mereka..

———————

One year later~

“say peace..” ujar Dara onni yang mengambil gambar kelulusanku. Ya, hari ini hari dimana aku tidak akan memakai seragam dan meninggalkan masa anak-anakku. Tapi aku tidak akan pernah meninggalkan kenanganku bersama dua orang yang sudah sangat aku rindukan dan sudah menghiasi hari-hariku.

“tersenyumlah..foto ini akan ku pajang di kamarku” bisik oppa—merangkulku. Aku hanya menurutinya kemauannya dan tersenyum kearah Dara onni.

“Hana..tul..seett..”KLIK

“apa hasilnya bagus?” oppa berjalan kearah Dara onni—melihat hasil jepretannya “bagus. Charin-ah bagaimana menurutmu? Apa ini cocok untuk di letakkan di kamarku dan ruang keluarga?”

Aku menghampirinya dan melihat gambar yang di maksud “bagus” kataku singkat “oppa..”panggilku membuatnya menoleh “apa kita bisa singgah ke makam seungri dan hongki saat pulang nanti?” tanyaku. Agak lama dia menatap kedalam mataku lalu mengacak rambutku “tentu saja!” ucapnya

Chaerin pov END

—-

Chaerin meletakkan—menatap bunga berwarna putih di makam Seungri dan Hongki yang bersebelahan. Gadis itu duduk—di antara kedua makam itu dan menatap nama mereka yang tertera di batu nisan. Rasanya ingin sekali dia bertemu dengan kedua sahabatnya itu. Hanya untuk sekedar tegur sapa, atau mengobrol bagaimana hari-harinya selama ini tanpa keberadaan mereka berdua. Walau rasa sakit saat kecelakaan itu terkadang muncul jika dia mengingat kedua sahabatnya.

“Seungri..hongki..seandainya kalian sekarang ada disini mungkin kita bertiga sudah merayakan kelulusan ini dengan bbq di rumahku dan pesta sepanjang malam. Tapi..

Tapi tentu saja itu tidak akan bisa.” Seulas senyum tipis mengembang—terpaksa

 

“Kau tahu Seungri saat aku membaca diarymu waktu itu hatiku senang dan sakit secara bersamaan. Dan kau Hongki..aku tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaanku saat aku tahu kau ingin mengungkapkan perasaanmu padaku hari ini—saat kita lulus sma kalau saja kau masih disini” Dia mengusap airmatanya yang perlahan sudah membasahi pipinya

“Kalian tahu, aku sangat merindukan kalian…melebihi yang kalian tahu. Karena kalian adalah bagian dari hidupku dan saat kalian pergi meninggalkanku rasanya separuh hidupku lenyap”

Perlahan angin berhembus lembut seakan mendekap Chaerin yang menangis—menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Napasnya terasa sesak dan dia terus menangis.. hingga seiring angin berhembus sesosok laki-laki duduk di sampingnya sisi kiri— menatap sedih kearahnya.

“Chaerin-ah” Seunghyun menghampirinya “gwenchanayo?” laki-laki itu berjongkok di depan adiknya membuat Chaerin langsung memeluknya

“oppa…aku sangat merindukan mereka” isaknya di dalam pelukan kakaknya

“nee…aku mengerti perasaanmu, tapi mereka tidak ingin kau terus-terus terpuruk dalam kesedihan. Dan aku juga yakin mereka tidak benar-benar meninggalkanmu Chaerin. Mereka sangat menyayangimu. Sangat…” kata Seunghyun mengakhiri ucapannya—mengecup lembut ubun-ubun Chaerin dan terus mendekapnya

———–

EPILOG

Angin berhembus pelan menggoyangkan setiap ranting-ranting pohon.

Gadis itu menangis tersedu-sedu disana menumpahkan kesedihan yang mendalam pada orang yang di cintainya. Seorang laki-laki yang entah dari mana seiring datangnya angin tanpa bisa di lihatnya duduk di sisi kiri—menatap dengan sedih.

“Chaerin-ah~ teruslah hidup dan jadilah yang terbaik. Benar kata kakakmu, kami tidak pernah benar-benar pergi darimu. Kami selalu ada di hatimu—menjagamu. Karena kau adalah the best thing we ever had Chaerin-ah…sarrange..jeongmal sarrangheyo yongwonhi”

THE END