Sunshine Love

Author: Tika aka KimsKimi^^

Genre: Romance , family

Length: Oneshoot

Main Cast:

  • Shin Jee Hee
  • Taeyang BIGBANG

Other Cast:

  • GD BIGBANG
  • Seungri BIGBANG

 

Note: Ok… akhirnya setelah berhiatus lamaaaaaa… sekali akhirnya author balik lagi.. pastinya ada yang ngerinduin aku kan ?? (readers: enggak!!)  *author nangis di pelukan abang dae* #plakk

Hehe.. baiklah , kali ini aku balik dengan bawa ff request dari onni kita yang paling sesepuh *ditendang chandri onni* . Yang pasti ff ini udah lama banget di request tapi baru sekarang bisa di post.. Mianhae onni ff mu lama banget ku post.. ok lah dari pada banyak cincong terus di arak massal ma readers kita langsung cekidott… ^o^

 

***

“Oppa!!” panggil gadis itu dengan nada manja pada namja yang sedang tertidur disampingnya .

“Taeyang Oppa! Ayo bangun!”

“Hhoaaam…Jeehee-ah, ada apa?” tanya namja itu bangkit dari tidurnya sambil sesekali menguap.

” Oppa lupa ini hari apa?”

“Hari sabtu. Apa kau membangun kan sepagi ini untuk menanyakan hari? , aku kan masih ngantuk…” ujar namja berambut mohak itu seraya menghempaskan badannya lagi ke tempat tidur.

Jeehee memandang kesal suaminya langsung mengambil bantal dan menutup wajah Taeyang dengan bantal

“Jahat ! Jahat ! Tae oppa jahat ! ” kesal Jeehee menahan bantal yang ada di wajah Taeyang.

“Hmmph…hmmph… Jeehee ! Hentikan ini jebal ! Kau bisa membunuhku ! ” sahut namja itu mendorong istrinya hingga terjatuh.

BRUK

Jeehee meringis kesakitan dan segera saja Taeyang menghampirinya yang terjatuh disamping tempat tidur.

“Jagiya..gwenchana?” tanya Taeyang sedikit ragu.

Di ulurkan nya tangan untuk menolong Jeehee tapi segera di tepis kasar oleh Jeehee.

“Aku benci oppa !!” teriak Jeehee lalu keluar dari kamar mereka.

***

“Jagiya… Kau marah ya?” tanya Taeyang lalu melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Jeehee.

“Menurut oppa bagaimana?” dengus nya kesal lalu ingin pergi menjauh dari suaminya, tapi Taeyang semakin mengeratkan pegangannya ke Jeehee.

Di cium nya pelan bahu Jeehee yang putih mulus -__- dan berhasil membuat Jeehee tertegun.

“Jangan marah lagi ya… Jagi.. Mianhae, tadi aku mendorong mu terlalu kasar.”

“Shiro! Oppa udah jahat sama aku! Masa tega dorong aku sampai jatuh ! Pokoknya gak ada jatah buat malam ini, arraseo?!”

(author: heh? Jatah apaan? #curiga | Jeehee: Ish, author mau tau aja -,-.. Ini urusan 17 tahun keatas thor, author kan belum 17 ! | author: tapi yang bikin cerita kan ane? =.= )

~back to story~

Saat mendengar marahan sang istri barusan, ia pun berlutut bak pangeran-pangeran yang ada di dongeng.

“Ah..! Jagiya… Apa kau tega berbuat itu kepada ku? Suami mu ini Shin Jeehee?” kata Taeyang dengan nada sendu.

“Biarin abis nya oppa yang jahat !” marah Jeehee sambil membalikkan badannya ke arah lain , tapi langsung di ikuti taeyang dan mengeluarkan tatapan ampuh (?) nya ke pada Jeehee.

“Jeehee-ah…jebal maafkan aku? Aku janji deh bakal membelikanmu tas Givenchy keluaran terbaru…” rayu Taeyang karena ia tahu betul kalau istrinya tidak mungkin menolak jika ditawarkan tas bermerk.

Ragu-ragu, Jeehee pun mulai mengubah padangan yang tadinya marah jadi agak lembut (?)

“Ng…. baiklah aku mau memaafkan oppa, tapi itu tas nya gak bohong kan oppa??” ternyata tebakan Taeyang tepat, Jehee langsung luluh setelah di bujuk rayu dengan benda kesukaan nya.

“Ne jagi, aku tidak bohong. Tapi tasnya baru kubelikan nanti ya, setelah aku gajian… hehe”

Wajah Jeehee yang tadinya sumringah tiba-tiba berubah muram kembali

“Oppa!!”

“Mengertilah jagi.. ini kan akhir bulan. Oh ya, tadi kenapa kau tiba-tiba ngambek?”

“Oppa benar-benar tidak ingat ini hari apa??”

“Hari sabtu. Tapi kenapa sih cuma menanyakan hari saja langsung mar…… eh hari ini kan aku pertandingan surfing jagi?”

“Hah?!”

“Ne, hari ini ada pertandingan surfing di pantai Incheon. Gomawo jagiya, telah mengingatkan hari ini. Aku mau bersiap-siap dulu.” kata Taeyang mengecup pipi Jeehee lalu pergi meninggalkan Jeehee.

Saat turun ke bawah ,Taeyang menatap sekilas Jeehee yang kelihatan kesal. Dia tidak sadar kalau ternyata Jeehee marah karena dia melupakan anniversarry pernikahan mereka.

 

Jeehee pov

Ish ! Dasar jahat, malah pergi lagi !

Bukannya ingat ini anniversarry kami, malah pergi seenak nya aja ke pantai ! Aku kan juga mau ikut (T.T).

Kenapa Taeyang oppa tidak ingat ? Apa kepala bohaknya itu terbentur di batu karang sehingga dia lupa dengan anniversarry kami yang berharga? Ah..oppa benar-benar jahat!

Aku terus merengek sambil menggigiti (?) Boss ralat maksudnya mengelus Boss, anjing peliharaan yang sudah kami anggap seperti anak (?) sendiri.

Kupandangi foto pernikahan kami, disitu Taeyang oppa dan aku kelihatan begitu serasi. Taeyang oppa memang adalah sosok (?) yang romantis dan penyayang, tapi yang kuherankan kenapa dia bisa melupakan anniversarry kami?

 

Flashback pov

Taeyang oppa dimana ya?

Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya? Bahkan rambut bohaknya saja tidak kelihatan. Mataku terus mentelusuri taman ini, tapi aku tetap tidak melihat Taeyang oppa, namjachingu ku.

“Dor!” sebuah suara membuatku kaget. Langsung saja aku berbalik dan menatap Taeyang oppa yang tersenyum.

“Huh! Oppa mau membuat jantungku copot ya?”

“Mian chagi…tapi aku punya kejutan untukmu, jadi tutup matamu sekarang ya…” kata Taeyang oppa sembari menutup mataku dengan sehelai kain hitam.

Kyaa…

Aku mau diapakan? Kenapa mataku ditutup dan mau dibawa kemana aku..? Jangan-jangan dia mau membawaku ke…..

Ah! Tidak mungkin Taeyang oppa berbuat begitu.. Aku kan masih polos, mana berani dia seperti itu padaku.

Kedua tanganku menggenggam erat tangan nya. Entah kenapa aku cuma bisa diam saat Taeyang oppa menarikku masuk kedalam mobil.

Mobil?

Ya, sekarang dia membawa ku pergi dengan mobilnya. Tapi yang kupermasalahkan kemana oppa mau membawa ku pergi? Mataku pakai ditutup segala lagi..

“Oppa..” panggilku ketika kami mungkin sudah sampai setengah perjalanan.

“Hmm…” sahutnya dengan sebuah deheman kecil.

“Kita mau kemana oppa?”

“Rahasia”

“Mwo? Kenapa rahasia? Oppa tidak membawaku ketempat macam-macam kan?” tanyaku panik lalu meraba kain yang menutup mataku dan ingin membukanya, tapi Taeyang oppa malah menahan tanganku.

“Just relax chagiya.. Aku tidak akan berbuat aneh padamu… Kita juga sudah sampai chagi” kata Taeyang oppa sambil menutup pintu mobilnya.

Ditariknya aku keluar dari mobil dan berjalan bersama diantara seperti sebuah padang bunga. Bisa kurasakan bau bunga matahari, hmm…apa Taeyang oppa membawaku ke padang bunga matahari ?

“Chagiya…sudah siap dengan kejutanku ?” tanyanya padaku kemudian melepas ikatan kain hitam itu .

Mataku terbuka perlahan, dan wow !!

Pemandangan indah sudah menyambutku. Padang bunga matahari terhampar luas di hadapanku. Ini benar-benar indah bahkan sangat indah.

“Kau suka?”

“Gomawo oppa… Kau memang pacarku yang paling romantis ”

Langsung ku peluk badan Taeyang oppa sampai membuat kami terjatuh. Dia memandang ku sangat lekat (?) dan membuatku jadi salah tingkah.

Perlahan wajahnya mendekat kepadaku dan bibir kami saling bertemu.

Jantungku rasanya mau copot saat dia menciumku, pasti wajahku juga memerah sekarang ini. Aku ingin melepasnya tapi kenapa rasanya sayang sekali…

Jadi kubiarkan saja Taeyang oppa menciumku.

***

“Oppa sebenarnya kenapa kau mengajak ku kemari? Apa ada hal yang penting”

“Ok.. I think it’s the time”

“Huh?”

“Shin Jeehee… Please become my wife and mother of my childs” kata Taeyang oppa menarik tanganku dan mencium nya.

Oh..god… Ini semua bukan mimpikan?

Ini semua nyata kan?

Dan barusan Taeyang oppa melamarku?

Melamarku?!

“Chagiyaa… Answer me !”

Rasa ragu,shock dan gugup ku tiba-tiba hilang berganti dengan, sebuah keyakinan untuk menjawab pertanyaan impian yang kuharapkan selama ini

“Ne…oppa, aku mau” .

***

Yah..begitulah akhirnya, aku dan dia memulai kehidupan kami bersama.

Seperti kebanyakan pasangan pengantin lainnya, aku ingin sekali bisa segera memiliki anak yang lucu dan…

~Tring..tring..tring..~

Ah hp ku berbunyi, segera kulihat di layar ponsel .

Ternyata Taeyang oppa menelponku

“Yoboseyo”

“…”

“Ne, benar. Ada apa ya?”

“…”

“Mwo?!”

“…”

“I..iya, saya akan segera kesana” .

 

Author pov

Jeehee buru-buru meraih kunci mobil yang terletak diatas meja. Ia pun segera berlari menuju garasi, dan saat berada di dalam mobil dia baru menyadari sesuatu.

“Haissh..pabo!” Jeehee menepuk jidatnya pelan dan mengerutu kesal.

“Aku kan tidak bisa menyetir mana mungkin aku naik mobil… Oh, Shin Jeehee…kenapa kau bisa sepabo ini hah?” katanya menyalahkan diri sendiri.

Akhirnya ia pun pergi keluar mencari taksi, dan segera ke pantai Incheon. Jeehee begitu terburu-buru karena telpon barusan bilang kalau Taeyang tak sadarkan diri setelah ia terbawa ombak.

***

“Dasar pabo! Teganya kau membuat istrimu seperti itu! Apa yang kami akan bilang padanya tentang keadaan mu ini hah?”

“Benar, kami juga tidak tahu pasti bagaimana perasaan Jehee kalo tahu keadaan mu yang sebenarnya…” begitulah omelan kedua teman Taeyang.

***

Jeehee berlari sedikit kencang ke kamar 145 , tempat Taeyang dirawat.

Pikirannya kacau, ia merasa was-was dan panik, padahal dia belum sampai ke kamar Taeyang dan melihat keadaan yang sebenarnya.

Aduh bagaimana ini, kenapa Taeyang oppa bisa masuk rumah sakit begini. Coba saja aku tidak membangunkannya, pasti ini tidak akan terjadi ” batinnya dan terus menyalahkan dirinya sendiri.

Kakinya terhenti di sebuah kamar bernomor 145 . Dibukanya pelan pintu itu dan mulai masuk, disitu sudah ada ada dua orang yang tidak asing lagi dengannya.

“Seungri-ah.. Bagaimana keadaan Taeyang oppa? Kenapa bisa jadi begini? ” tanya Jeehee panik.

Pria berbadan besar itu pun menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Jeehee.

“Mmm… Jeehee noona, seperti yang noona lihat… Keadaan Taeyang hyung belum cukup baik, dokter bilang hyung mengalami pendarahan cukup hebat di kepalanya..dan untuk selanjutnya, kita hanya bisa menunggu keputusan dari dokter kalau….”

Seungri menggantungkan kalimat akhirnya dan itu membuat Jeehee penasaran sekaligus panik.

“Kalau apa Seungri ? Apa yang akan terjadi dengan Taeyang oppa?!”

“Tenang dulu Jeehee..jangan panik begini..” ucap pria berbadan tipis *dihajar bini-bini GD* meraih kedua pundak Jeehee.

“Tenang oppa bilang?! Mana mungkin aku bisa tenang sementara suamiku sekarat begitu Jiyong oppa!” kata Jeehee kesal dan melepas tangan Jiyong dari bahunya.

“Mianhae noona…tapi dokter bilang kemungkinan untuk Taeyang hyung sadar sangat kecil. Maksudku Taeyang hyung akan….”

“Koma maksudmu? Argh ! Itu tidak mungkin, Taeyang oppa pasti akan segera sadar.. Aku yakin itu” tangis nya pecah lalu ia pun duduk di sebelah Taeyang yang tertidur.

Di peluk nya badan Taeyang sambil masih terus menangis “Huhu…oppa..Taeyang oppa…kau harus bangun oppa..huhu…aku belum siap oppa tinggal..”

Tanpa dia sadari Taeyang tersenyum begitu juga dengan Seungri dan Jiyong , mereka tertawa kecil melihat sikap Jeehee.

“Taeyang oppa…hiks..oppa jangan tinggalkan aku sendiri…hiks”

“Siapa yang akan meninggalkan mu?” sahut Taeyang masih dalam posisi tidur. Jeehee pun sadar saat mendengar suara Taeyang ia bangkit dan menghapus air matanya.

“Eh? Aku tidak salah dengarkan? Tadi itu suara Taeyang oppa kan?” kata Jeehee menatap Jiyong bingung.

“Mungkin hanya perasaan mu, tidak mungkin dia berbicara Jeehee-ah..”

“Ne, oppa benar… Tae oppa tidak mungkin sadar.. Huwaaa…oppa! Kenapa kau tidak sadar ? Apa kau mau aku jadi janda hah?” tangis Jeehee yang semakin kencang. Jiyong menarik tubuh Jeehee sehingga berada di pelukannya.

“Tenang lah Jeehee.. Aku juga siap menjadi suami barumu kalau dia tidak ada..” kata Jiyong sembari mengelus lembut rambut Jeehee.

“ANDWAE!! ANDWAE!! ANDWAE!! Ya! Naga berbadan tipis, jangan pernah sentuh Jeehee ku !” sahut Taeyang yang tiba-tiba sadar dan segera memisahkan istrinya dan Jiyong.

Mereka semua terperangah melihat tingkah Taeyang terutama Jeehee, dia merasa shock melihat suaminya yang tadi terbaring lemah tiba-tiba bangkit dari tidurnya dan tidak kelihatan seperti orang lemah.

“Oppa ! K…k… Kau bohong padaku ??!”

GLEK

“Matilah aku !” ringis Taeyang .

Ia menyesal mengacaukan semua rencananya untuk membuat surprise Jeehee. Sekarang Jeehee malah menatap nya tajam seakan ingin memakan Taeyang hidup-hidup.

“Seungri ! Jiyong oppa ! Cepat tinggalkan kami kalau ingin selamat”

Daripada mereka terancam masuk rumah sakit sungguhan, Jiyong dan Seungri pun segera keluar meninggalkan pasangan yang sebentar lagi akan mengadakan perang dunia ke tiga.

(adegan kekerasan sengaja tidak ditampilkan :p)

***

Sekarang pasangan yang sudah melaksanakan aksi perang dunianya itu kembali melaksanakan perang, perang dingin tepatnya. Jeehee dan Taeyang sama-sama tidak mau bicara. Keduanya lebih memilih diam, padahal ada hal yang ingin mereka bicarakan dan tanyakan.

Huh…apa maksudnya coba berbohong padaku? Apa oppa tidak sadar sudah buat banyak kesalahan !” batin Jeehee seraya menatap Taeyang dengan pandangan sinis.

Merasa tidak enak dipandang begitu Taeyang pun mendekati istrinya pelan-pelan “Chagiyaa…”

“Don’t call me chagiya again!!”

“Tsk. C’mon… aku tidak mau kita bertengkar begini di hari aniversarry kita… Sebenarnya aku berbuat begitu untuk surprise saja kok, tapi aku tidak menyangka akan begini jadinya, mianhae Jeehee-ah”

“A..aniversarry?? Jadi oppa tidak lupa dengan aniversarry kita?”

“Oh..ternyata kau marah padaku bukan hanya karena ini. Tapi kau juga pikir aku melupakan hari penting kita itu ya??”

Wajah Jeehee berubah jadi merah saat suaminya mulai tersenyum jahil padanya.

“Uuh…chagi~~ kau ini ada-ada saja aku mana mungkin melupakan hari bersejarah dalam cinta kita. Aku memang sengaja membuat seolah-olah aku tidak ingat, aku ingin memberi kejutan padamu chagiya” kata Taeyang sembari melingkarkan sebuah pelukan ke badan Jeehee.

“Kejutan apa?” .

 

Jeehee pov

“Kejutan apa?” tanyaku dan berbalik ke hadapan Taeyang oppa.

Dia tersenyum sekilas lalu menarik aku keluar dari rumah kami , aku heran dengan tingkahnya menarikku keluar tapi tidak ada apapun di halaman rumah kami ini.

“Oppa.. kenapa kau menarikku keluar padahal tidak ada apa-apa disini…”

“Tidak ada apa-apa?.. Ok , let me show you honey..”

KLIK

Cahaya-cahaya terang menyinari diriku dan Taeyang oppa , sebuah hiasan lampu berbentuk hati dengan tulisan ‘Happy Anniversary’ bersinar terang.

Omona!!

Ini indah sekali seperti adegan di drama BBF.. Kulihat sekeliling kami dan ternyata ada sebuah meja untuk candle light dinner yang sudah di persiapkan oleh Taeyang oppa.

 

Author pov

“Chagiya.. Happy first anniversary , aku harap pernikahan kita bisa terus berjalan sampai kita jadi kakek dan nenek ya..” ucap Taeyang seraya mengeluarkan sesuatu dari saku celananya , ia mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah beludru lalu kemudian membukanya.

Mata Jeehee membulat begitu melihat sebuah liotin berbentuk bunga matahari yang sungguh indah karena dihiasi permata di sekelilingnya.

“Jeehee-ah.. ini hadiah untuk anniversary kita , kuharap kau menyukainya..” di pasangkannya liontin itu ke leher Jeehee sambil berbisik

“Saranghaeyo… Shin Jeehee.. I Love you forever”

Jeehee tersenyum mendengar bisikan dari suaminya , ia pun segera membalikkan badan dan memeluk erat tubuh Taeyang.

“Nado sarang….mmphh..uhuk..” segera dilepasnya pelukan barusan dan berlari ke kamar mandi , ia merasa sedikit mual.

Hampir setengah jam berlalu tapi Jeehee belum keluar juga dari kamar mandi , Taeyang merasa cemas dengan keadaan Jeehee pun terus menggedor pintu kamar mandi.

“Jeehee-ah , kau tidak apa-apa di dalam??”

“Chagiya… kenapa kau lama sekali?? Apa terjadi sesuatu dengan mu?? Ayo buka pintunya chagi..” panggil Taeyang dengan nada cemas , ia takut terjadi apa-apa dengan istrinya di dalam kamr mandi.

Klek !

Pintu kamar mandi terbuka , dan Jeehee pun keluar menunjukkan wajah pucatnya .

“Ah~~ Chagi , kenapa lama sekali berada di kamar mandi. Memangnya ada apa ? wajahmu kenapa jadi pucat begitu?”

“Gwenchana.. oppa , cuma sedikit pusing.. ayo kita lanjutkan candle light dinner kita” ajak Jeehee menggandeng tangan Taeyang manja.

Saat makan malam mereka berdua hanya diam , sebenarnya tidak diam karena Taeyang selalu berbicara tentang kenangan masa lalu mereka tapi Jeehee lah yang diam karena dia tidak memberi respon apapun terhadap cerita suaminya.

“Chagiya.. kenapa kau diam saja sejak dari kamar mandi ? Apa ada hal yang mengganggu mu?”

“Aniya.. tidak ada apa-apa oppa…” jawab Jeehee cepat.

Taeyang pun mulai mendekati nya dan mengulurkan tangan bak pangeran yang ada di cerita dongeng.

“Begitu ya.. Kalau tidak ada apa-apa , maukah kau berdansa denganku?”

Niat Taeyang disambut baik oleh istrinya , segera Jeehee menerima uluran tangan Taeyang dan mereka pun mulai berdansa di bawah cahaya bulan yang sangat indah.

“Oppa..” kata Jeehee di tengah dansa mereka.

“Ne , ada apa?”

“Sebenarnya aku juga punya hadiah untuk oppa..”

Taeyang menatap Jeehee heran “Hadiah apa chagi?”

Jeehee tersenyum kecil dan berusaha membisikkan sesuatu pada Taeyang “I’m.. pregnant.. yeobo”

Kaget dengan ucapan Jeehee ia menghentikan dansa mereka dan menatap tidak percaya.

“Serius?” tanya Taeyang dan di jawab anggukan oleh  Jeehee.

Perasaan Taeyang sangat senang mendengar kabar bahagia itu karena itu berarti dia akan menjadi seorang ayah.

“Yes !! Akhirnya aku jadi ayah juga.. gomawo Shin Jeehee , aku benar-benar mencintaimu chagiya..”

 

Epilog

 

Enam Tahun kemudian..

 

“Taemin !! Taehee !! Ayo cepat kemari , eomma sudah masakkan makanan kesukaan kalian” terdengar suara nyaring Jeehee memanggil kedua anak kembarnya.

“Sebentar lagi eomma , Hamtaro nya belum habis”

“Ne, eomma tunggu kartun hamtaro habis baru kami makan eomma!” jawab kedua anaknya .

Jeehee berdecak kesal “Aish ! kalian ini sama saja seperti appa kalian , sekarang dimana appa kalian ?”

“Aku disini chagi..” ucap Taeyang mengejutkan Jeehee dari belakang , karena tiba-tiba ia memeluk Jeehee dari belakang.

“Yeobo-ya.. bisa tidak sehari tidak mengagetkan ku?”

“Hmm.. tidak..”

“Ish , kau ini.. Coba lihat kedua anakmu , mereka benar-benar menuruni sifat mu” Taeyang tertawa kecil mendengar ocehan Jeehee..

“Hehe.. tentu saja mereka menuruni sifatku chagi , aku kan appa nya. Kalau kau mau ada yang menuruni sifatmu , kita bisa membuatnya lagi” ucap Taeyang mengerling nakal pada istrinya.

“Ah~ Yeobo!!”

 

END

 

Note: Gimana ceritanya ?? bagus gak , author ngarep cerita ini bagus ya..🙂

Chandri onni ini onn ff req onni udah kelar , mian kalo gak sesuai dengan yang onni inginkan.. dan kalo kurang romantis maklumi aja.. karena aku bukan tipe cewek yang romantis.. ^^