Judul: Mom , I Love you !

Author: KimsKimi aka Tika

Length: 5 drabble

Genre: Family

Cast:

  • G-Dragon BIGBANG as Kwon Jiyong
  • Taeyang BIGBANG as Dong Young Bae
  • Seungri BIGBANG as Lee Seungri
  • TOP BIGBANG as Choi Seunghyun
  • Daesung BIGBANG as Kang Daesung

and of course Their Mother

Note: Selamat hari ibu !!! sebenernya mau ngeshare ini semalam , tapi berhubung semalam author sibuk ngobrak-ngabrik blog jadi nya hari ini deh baru author share..

Oh iya..disini tuh cerita mereka dengan ibunya..dan kalau merasa sedikit gaje , jangan salah kan author ya.. tapi salahin kenapa author nya yang mood-mood an (?) oke deh langsung cekidot aja ya… ^o^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Kwon Jiyong – Mom

Jiyong terus menatap setumpuk pekerjaan yang ada di meja kerjanya , tangannya tidak berhenti memeriksa berkas-berkas itu.

Klek !

Pintu kamarnya terbuka , seorang wanita paruh baya masuk kedalam ruangan kerjanya. Dia mendekati Jiyong yang tengah sibuk.

“Jiyong-ah.. ayo kita makan malam bersama , appa dan noona mu sudah menunggu dibawah”

Jiyong sedikit menoleh kepada wanita itu “Aku sibuk eomma , makan saja duluan. Aku bisa makan sendirian nanti” jawab Jiyong tanpa memperhatikan ibunya.

“Tapi kau jarang sekali berada di rumah Jiyong-ah , tidak ada salah nya kan meninggalkan pekerjaanmu sebentar ?”

“Eomma ! Aku mohon jangan aku ganggu dulu , eomma tidak lihat pekerjaan ku yang banyak ini , sudahlah tinggalkan aku sendiri !” kata Jiyong kasar.

Ibu Jiyong terkejut melihat anaknya tapi ia tidak bisa berkata apapun , dia pun menuruti kata anaknya.

Jam menunjukkan pukul setengah tiga dini hari tapi Jiyong masih belum beranjak dari pekerjaan nya dan komputer. Sesekali ia mencari draft-draft perusahaannya sampai akhirnya tidak sengaja foto ibunya dan dia muncul di layar komputer. Jiyong tertegun memandang foto lama itu , tangan nya terasa berat untuk mengganti foto.

 

Flashback pov

“Huhu..eomma dimana? Huhu kenapa Jiyong cuma sendirian disini ? Dimana eomma ku??” tangis Jiyong kecil di tengah keramaian orang. Tidak ada satupun orang yang perduli dengan tangisan nya , semua orang sibuk berlalu lalang.

“JIYONG !” Jiyong kecil terperangah saat mendengar namanya dipanggil ke asal suara itu

“EOMMA!!” Jiyong pun berlari ke pelukan ibunya dan menangis di pelukan ibunya.

“Huhu..eomma kemana ? Kenapa eomma meninggalkan ku sendiri ? Aku takut eomma.. huhu”

“Cup..cup.. Jagoan eomma tidak boleh menangis , tadi eomma hanya kehilangan mu sebentar sayang. Sekarang kita kan sudah bertemu kembali”

“Hiks.. kalau begitu eomma jangan pernah meninggalkan ku sendiri lagi ya? Janji ?” Ibu Jiyong tersenyum melihat anaknya yang kini mengacungkan jari kelingkingnya.

“Ne, eomma janji”

Flashback pov end

 

Air mata Jiyong mengalir di pipinya saat teringat kenangan itu , dia berjanji untuk terus bersama ibunya. Tapi dia sendiri lah yang tidak pernah punya waktu untuk keluarga dan ibunya. Segera ia keluar kamar dan mendapati ibunya tengah duduk di ruang tamu melihat album foto keluarga mereka.

“Eomma…” panggil Jiyong mendekati ibunya.

Wanita paruh baya itu mengangkat kepalanya dan menatap Jiyong yang tiba-tiba memeluknya. “Eomma..”

“Jiyong-ah…kau baik-baik saja?” tanya ibu Jiyong menatap anaknya heran.

“Mianhae eomma.. aku selalu tidak punya waktu untuk eomma dan keluarga” Ibu Jiyong tersenyum mendengar perkataan anaknya di elusnya rambut hitam Jiyong

“Gwenchana..eomma juga mengerti kau sibuk dengan pekerjaan mu , dan eomma mendukungnya Jiyong-ah” Jiyong pun ikut tersenyum kepada ibunya ia segera berdiri dan memegang tangan ibunya.

“Kalau begitu , maukah eomma menemani ku makan ? Aku lapar sekali eomma”

 

***

 

Dong Young Bae – Mom

“Eomma tidak setuju dengan keputusan mu itu Dong Youngbae !” sahut wanita paruh baya itu memandang anak laki-lakinya.

“Menjadi penyanyi tidak akan menjamin hidupmu , kau harus tau itu” lanjut wanita paruh baya itu.

Youngbae bangkit dari duduknya “Terserah eomma mau bilang apa , tapi aku akan tetap menjadi penyanyi TITIK !” Youngbae pergi dari rumah menuju agency nya.

“Hhhh… eomma hanya ingin kau mendapat kehidupan yang lebih baik di hari tua nanti , itulah sebabnya eomma tidak setuju kau menjadi penyanyi” ucap ibu Youngbae ditengah lamunannya.

Hyunbae yang tidak sengaja lewat dan mendengar ucapan ibunya langsung menghampiri ibunya.

“Eomma.. harus melihat penampilan Youngbae , aku rasa dia tidak akan jadi seperti yang eomma bilang”

Hyunbae pun memutar sebuah video yang menunjukkan bakat Youngbae menyanyi dan menari. Setelah menonton video itu ibu Youngbae tertegun “Hari ini Youngbae kita akan melakukan debut pertamanya , dia berharap eomma bisa ada disitu dan mendukungnya”

“Ok..lakukan semua dari awal lagi Youngbae-ssi , ini adalah debut mu” kata sang pelatih tari pada Youngbae yang terlihat serius berlatih tari.

Klek !

Pintu latihan mereka terbuka dan terlihat ibu Youngbae berdiri di depan pintu , ia langsung menghampiri anak nya.

“Meskipun eomma tidak bisa selalu berdiri disamping mu , tapi eomma harap kau bisa menunjukkan penampilan yang bagus” kata ibunya seraya memberikan sebuah pelukan untuk anaknya.

Youngbae menangis terharu “Ne , eomma.. Aku akan menunjukkan penampilan terbaik untuk eomma

 

***

 

Lee Seung Hyun- Mom

“Tolong satu buket bunga yang paling indah” pinta Seungri pada pegawai toko bunga itu.

“Baik tuan , tapi kira-kira ingin bunga yang mana?”

“Menurutmu bunga apa yang cocok untuk seorang wanita yang sangat spesial ?”

“Ah~ pasti tuan ingin memberikannya untuk yeojachingu tuan kan? Hm.. mungkin mawar merah akan menjadi yang sangat indah”

Seungri tersenyum tipis “Memang wanita spesial itu hanya yeojachingu?” pegawai itu kelihatan bingung lalu berpikir sebentar.

“Oh.. tuan ingin memberikan nya untuk istri tuan kan?”

“Bukan istri atau pacar , tapi Ibu ku”

Ting Tong !

“Iya , sebentar” sahut suara seorang wanita , perlahan ia membuka pintu itu.

“Seungri ?!”

“Annyeong eomma ! Aku kembali”

“Ah~ anakku.. ayo kita masuk kedalam” ajak ibu nya tanpa memperhatikan apa yang ia bawa.

Di meja makan Seungri tengah memperhatikan ibunya yang memasak , ia selalu meridukan momen ini karena bagaimana pun tidak setiap hari dia bisa begini. Status nya sebagai artis membuat ia selalu sibuk , meskipun begitu ibunya tidak keberatan karena ia tahu kalau itu lah resiko sebagai artis.

“Eomma..”

“Ne..”

“Eomma , masak apa?”

“Makanan kesukaanmu.. Sup Samgyetang”

Seperti mendapat hadiah Seungri bertepuk tangan sendiri saat mendengar nama makanan yang dimasak ibunya.

“Eomma..”

“Ye.. Apalagi??” tanya ibu Seungri menoleh sedikit kebelakang.

“Gomawo karena telah menjadi ibu yang hebat untuk aku dan Hana..”

 

***

 

Choi Seung Hyun-Mom

“Gendut !”

“Jelek !”

“Pergi sana ! Kau tidak pantas bergabung bersama kami !”

“Ne, pergi kau  monster !”

Anak laki-laki berusia 15 tahun itu hanya diam dan tidak bisa berbuat apa-apa saat dirinya di hina seperti itu. Semua anak seusianya selalu menjauhi nya , karena perawakan tubuh besar nya ia selalu di olok-olok teman sebaya nya dengan sebutan ‘Monster’. Setelah tidak tahan mendengar ejekan itu terus menerus, dia akhirnya berlari pulang kerumah.

BRAK !

“Ah~ Seunghyun ! Kau sudah pulang?” sahut seorang wanita saat melihat anak laki-lakinya bernama Seunghyun itu membanting pintu depan rumah mereka. Seunghyun tidak menggubris semua panggilan dari ibunya , ia lebih memilih mengurung diri di kamar.

Tok Tok Tok

“Seunghyun-ah.. maukah kau membuka pintunya untuk eomma?” panggil ibunya sedikit cemas. Ia khawatir dengan anak bungsu nya itu , karena tidak biasanya Seunghyun begini.

Tok Tok Tok

“Seunghyun-ah… Eomma mohon buka pintunya Seunghyun-ah..” tapi tidak mendapat respon dari Seunghyun. Sampai ketiga kalinya barulah mendapat respon dari Seunghyun.

Seunghyun tidak berani menatap ibunya , karena wajahnya masih penuh dengan bekas tangisannya. Ia tidak mau ibunya melihat dirinya yang menangis , kepalanya masih terus tertunduk dengan sedikit isakan.

“Seunghyun… kau kenapa?” tanya ibunya yang cemas. Seunghyun hanya menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan ibunya.

“Choi Seunghyun !”

“Wae eomma?”

“Hah?”

“Wae.. aku harus bertubuh besar seperti monster begini? Aku gendut , jelek , dan tidak ada satu orang pun yang mau berteman denganku ! Kenapa Eomma ?!” air mata Seunghyun akhirnya terlihat juga dihadapan ibunya.

“Seunghyun-ah..”

“Jawab aku eomma ! Kenapa aku harus dilahirkan begini ?! Aku benci ! Benci ! Benci!” Seunghyun tidak bisa berhenti berteriak dikamarnya.

Ibu Seunghyun menghela nafas cukup panjang lalu berusaha mendekati anaknya , di elus nya puncak kepala Seunghyun lalu dia medekap anaknya cukup erat. Karena ia tahu Seunghyun bisa ditenangkan dengan cara begini.

“Kau tidak boleh seperti itu , kau harus terima dirimu apa adanya. Tidak semua orang beranggapan kalau kau itu adalah anak yang seperti teman-teman mu bilang. Kau hanya perlu menghiraukan kata-kata mereka yang tidak suka denganmu , dan bersikap baik kepada semua orang. Eomma yakin , pikiran mereka terhadap mu akan berubah kalau kau begitu”

“Bagi Eomma.. kau tetap anak laki-laki eomma yang paling tampan , tidak peduli seperti apa rupa mu ,dimana pun kau berada , untuk eomma kau adalah hadiah terhebat yang pernah eomma dapat”

Seunghyun mengangkat kepala , dilihatnya wajah ibunya yang tersenyum tulus. Seakan mendapat kekuatan baru Seunghyun langsung tersenyum da mengangguk.

 

-10 tahun kemudian-

Blitz ! Blitz!

Suara kilatan kamera tidak berhenti mengarah ke sosok pria tinggi dan tampan , pria itu melambaikan tangan nya kepada setiap wartawan dan para fans nya. Seorang reporter pun mendatangi pria itu untuk di wawancarai sebentar.

“Annyeong , tuan Choi Seunghyun.. bagaimana perasaan mu saat tahu kalau kau menang untuk kategori aktor terfavorit untuk tahun 2011 ini ?”

“Tentu saja aku sangat senang.. aku tidak pernah menyangka kalau bisa masu menang untuk kategori aktor terfavorit ini”

“Baiklah, apa ada yang ingin kau sampaikan perihal kemenangan mu ini ?”

Seunghyun tersenyum “Ya.. untuk eomma ku , terima kasih karena selalu mendukungku .. Aku mencintaimu Eomma !”

 

***

 

Kang Daesung-Mom

Malam sudah sangat larut , tapi Daesung belum juga tidur ia masih menunggu ibunya yang belum pulang kerja.

“Untuk apa kau menunggu nya? Eomma tidak akan pulang malam ini”

“Bora noona ? Tau dari mana noona eomma tidak akan pulang malam ini ?”

Bora menghela nafas dan menatap adik laki-lakinya “Cih.. kau tahu kan betapa sibuknya eomma kita , sampai meluangkan waktu untuk anaknya pun tidak sempat”

Daesung tertunduk sebentar lalu ia seperti mendengar suara mobil ibu nya , ia pun bangkit dari duduknya dan berlari ke pintu depan untuk menyambut ibunya.

“Eomma sudah pulang..” sambut Daesung senang tapi dihiraukan oleh ibunya yang terus berjalan melewatinya.

Bora menghampiri adiknya “Lihatkan.. sudah kubilang eomma sudah tidak perduli lagi dengan kita”

Daesung terbangun dari tidurnya sebentar , ia berniat ke kamar ibunya karena ingin memberikan ibunya sesuatu yang telah ia siapkan dari kemarin. Dilangkahkan kakinya berjalan menuju ruang kerja ibunya. Daesung mengintip sedikit dari celah pintu yang terbuka. Dia melihat ibunya sibuk di depan laptop nya. Sebenarnya Daesung tidak cukup berani untuk masuk ke dalam ruang kerja ibunya ia takut ibunya marah.

“Eomma..” panggil Daesung pelan dan berusaha mendekati ibunya.

“Daesung ? Ada apa?” tanya ibu nya heran , dia menghentikan pekerjaan nya sebentar untuk melihat anaknya.

Daesung menyodorkan sebuah bingkisan kepada ibunya dan langsung berlari kembali ke kamar. Ibu Daesung sedikit heran melihat tingkah anak nya barusan. Akhirnya ia pun membuka bingkisan dari Daesung. Air mata ibu Daesung menetes membasahi kartu ucapan yang baru di berikan Daesung.

Pagi hari saat semua mulai beraktifitas begitu juga Daesung dan kakaknya , mereka berdua telah bersiap didepan meja makan. Tidak biasanya , karena pagi ini ibu mereka yang membangunkan mereka dan menyiapkan sarapan untuk mereka.

“Ssst.. kenapa dengan eomma? Sikapnya berbeda sekali hari ini” bisik kakak Daesung ditelinga adiknya. Dan hanya dijawab sebuah gendikan bahu oleh Daesung.

Ibu mereka tersenyum melihat mereka yang kelihatan kebingungan “Heran ya?” Bora dan Daesung menganggukkan kepalanya .

“Ini semua , karena kartu ucapan yang Daesung berikan untuk eomma kemarin.. terima kasih sayang. Maafkan eomma kalau tidak bisa menjadi eomma yang baik untuk kalian , dan mulai sekarang eomma akan berusaha menjadi eomma yang baik untuk kalian berdua..”

Daesung dan Bora pun langsung memeluk ibu mereka setelah mendengar kata-kata itu.

 

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

Ok..gimana ceritanya..ada yang bikin nangis?? ada yang guling-guling (?) atau malah ada yang ngakak gaje (??)

Yah..intinya author cuma berharap kalian nikmati karya ku yang tak seberapa ini ya… ^^