Author : chanyb

Tittle : Aku Terjatuh -Sequel Oh No… Aku Diperebutkan!!!-

Genre : Gaje,humor,friendship,yaoi,anarkis (?)

Okeh sequel ke-3 dari ONAD padahal sequel-sequel lain belum selesai ==” tapi,apa boleh baut ide ini duluan yang muncul :d

Let’s Cekidot ^^

Setelah tak sadarkan diri selama 2 hari sang dedengkot sudah siluman(?)bangkit dari alamnya. Saat ia tersadar tak ada seorangpun yang berada di sampingnya.
Hal ini disebabkan ketika T.O.P jatuh pingsan ke-4 member termasuk Jejung melempar tubuhnya ke atas ranjang dan ditelantarkan begitu saja tanpa perawatan medis lebih dari dokter hewan(?).

Sementara ke-5 pelaku pencampakkan tubuh lemah si pria kadang-kadang langsung kabur dan melanjutkan aktifitas mereka masing-masing seperti sedia kala.

Sang tetua mengedarkan pandangannya ke segala arah timur barat utara selatan tak ia temukan sosok pria tipis nan cungkring. Pencariannyapun berlanjut ke balik tirai,kolong ranjang,laci,lemari,toples tapi,tetap saja ia tak dapat mengendus keberadaan pasangannya.
Kecewa,gundah,gulana,nelangsa,dan berbagai perasaan nano-nano tentu saja menggelayuti hati dan perasaannya yang lembut nan legit (?).

“GD apakah kau masih menganggapku berselingkuh dengan Jejung hyung??”
Lirih T.O.P sendu lalu bangkit dari ranjangnya. Tetapi,ia tidak langsung keluar kamar melainkan menuju cermin terdekat untuk melihat perbandingan wajahnya sebelum dan sesudah tersambar petir. Ia tersenyum bangga memandang pantulan dirinya sendiri.

“Namja T.O.P tampan abiiieess…. Cute gilaaaaa….”
Celotehnya alayers sambil mengelus-ngelus wajahnya. Kemudian ia keluar kamar bak model tahun 70an.

“Hyung,kau sudah sadar??”
Sapa pria bemata sipit setengah hati saat berpapasan dengan hyungnya.

“Ne… Apa kau melihat uri leader??”
T.O.P balik bertanya pada dongsaengnya yang bereaksi berlebayan si pria bermata setengah watt yang tak lain adalah Daesung menggeleng-gelengkan kepalanya kesana kemari sambil menutup mulutnya menggunakan 2 telapak tangannya lalu berlari menjauhi sosok T.O.P.

“Apa dia masih bermimpi menjadi aktor sinetron di negeri komodo??”
Batin T.O.P meremehkan.

Dalam perjalanannya mencari sosok tambatan hati sang tetua kembali bertemu dengan dongsaengnya yang lain yaitu si pria berjambul seksoy. Si pria berjambul seksoy atau biasa diteriaki Taeyang mencegat hyungnya agar tubuh tegap T.O.P tak bisa lewat. T.O.P melangkah kekiri dan kekanan untuk menerobos Taeyang tetapi,pria di hadapannya selalu mengikuti langkahnya.

“Woi… Jambul minggir!! Atau kupangkas kau!!”
Teriaknya murka sambil melayangkan tatapan tajam yang hampir saja memangkas jambul dongsaengnya.

“Aku tidak bisa menyingkir hyung…”
Taeyang merentangkan tangannya sepanjang mungkin bersama Boss dan kawan-kawan (Gaho&Charlie). Mereka bersikeras membentuk barikade.

“Wae???”

“Karena… Mian hyung,anda ditilang!!”
Ujar Taeyang gaje yang mendadak tdlah berganti seragam ala briptu ‘chaiya-chaiya’ sembari mengeluarkan bolpoin serta note kecil milik tetangga.

“Berapa duit pak?? Aduh… Bagaimana ini aku masih pelajar pak,jangan tilang saya. Saya ngebut-ngebutan tadi karena ada saudara ibu dari nenek neneknya tetangga saya kecelakaan ditabrak kucing pak!!”
Ujar T.O.P ikutan ngawur seperti dongsaengnya sambil memasang wajah minta dikasihani.

“Hoi JamBang (Jambul & bangkotan)!! Kalian pikir sedang di tengah jalan raya hah, pakai acara main tilang-tilangan??”
Tegur seorang pria tampan nan rupawan serta berbadan tipis yang menambah kesan eksotis pada dirinya. Sang dedengkot terkesiap mendengar suara cempreng yang menggelegar hingga memekkan telinga. Ia mengalihkan pandangannya dari Taeyang dan menoleh ke sumber suara dengan gaya slow motion bak di sinetron-sinetron.

“Ji… Ji… Jiyooong-aah… Ternyata kau…”
Suara T.O.P tercekat tak mampu melanjutkan ucapannya. Matanya memanas,rintikan hujan di matanyapun hampir tumpah ruah akibat ulah Daesung yang datang tiba-tiba sambil mengiris bawang bombay di depan matanya dengan dalih menambah kesan dramatis.
 Tak ada reaksi dari lawan bicaranya. Si pria tipis diam mematung tanpa mengeluarkan sepatah katapun walau itu hanya sekedar umpatan dan cercaan menyayat hati untuk pasangannya.Ia memejamkan matanya seolah tengah tersayat-sayat ole ucapan sang dedengkot sembari meletakkan tangannya yang terkepal ke dahi lebarnya layaknya orang frustasi terhimpit berbagai utang pada debtkoleptor sedetik kemudian ia beringsut dan terduduk lemas di lantai

Sikap sang leader yang mendadak menjadi melowdrama membuat TOTAEDAE terperangah keheranan meski masih dengan kegiatannya masing-masing. Daesung masih asik mengiris bawang bombay di depan mata T.O.P,T.O.P masih menggigit bibirnya erotis sambil sekali-kali menyeka air mata yang meleleh dari mata hidung mulut dan telinga,Taeyang pun masih dengan seragam briptu chaiya-chaiya menatap nanar sang leader sembari mencoret-coret note kecil di tangannya.

Sementara sang magnae yang terlihat paling sadar diantara mereka ikut duduk di samping leadernya lalu mengelus pelan puncak kepala hyungnya.

Sungguh T.O.P ingin mengikat,merantai tangan dan leher Seungri detik itu juga karena melihat kepala pasangannya digrepek-grepek oleh magnaenya. Untunglah niatnya tersebut diredam oleh ke-2 dongsaengnya yaitu TAEDAE yang mendadak memegangi pundak dan kakinya.

“Hyung,uljima… Kenapa kau menjadi gundah gulana lagi??”

GD menoleh agak berat dan menatap sayu magnaenya. Wajah,pria tipis inipun berubah pucat pasi.
“Seungri-ah….”

“Ne,hyung???”
Jawab Seungri gugup.

“Seungri-ah….. Hessh… Perutku mendadak bergejolak mengajakku ke toilet akibat ucapan si bangkotan modus itu!!”
Melebihi kecepatan petir serta kereta tercepat di Jepang GD ngacir menuju toilet terdekat.

JLEB!! Hati sang tetua serasa tertohok sebilah kapak tumpul mendengar alasan pasangannya.

“Tidak!! Ini tidak mungkin!! Keluh kesahku tidak mungkin menjadi obat sembelit… Jiyong-ah kau kejam!!”

Dengan emosi yang meledak-ledak T.O.P melangkah pergi keluar asrama. Namun sebelum ia hampir menghilang dari peredaran ia berhenti sejenak lalu menoleh sekilas pada magnaenya. Rambut sang tetua terkibas-kibas ke segala arah akibat terpaan angin yang berasal dari kibasan jambul Taeyang.
“Seungri-ah… Katakan pada Jiyong maihanibaniswiti aku pergi dan takkan kembali!! Haah… Sudahlah,anggap aku tak pernah mengatakannya!!”

Walaupun si panda tambun yang makin hari makin kinclong menangkap getaran-getaran kegalauan dalam suara hyungnya. Ia merasa senang sekaligus bangga dirinya memenangkan hak atas GD.

“Heuh… Akhirnya,si bangkotan itu menyerah juga!!”
Batin Seungri dengan tatapan sinis lalu diiringi senam wajah dan bibir.

Tak sampai beberapa menit hati si panda tambun merasa lega,tetapi GD sudah terseok-seok mengejar T.O.P sekuat tenaga meskipun ia mengabaikan rasa sakit diperutnya tubuh si pria tipis tetap saja terjengkang karena terpeleset bambu batangan milik Seungri.

“Andwaeeeee… Hyung aku terjatuh!!”

“… Neol manjil suga oebsineungeul, i know yeah eh… Ddeoleojineun nal jabahjwu… Helloo…. ( i can’t touch you, i know yeah eh… I’m falling catch me hello….) i hate…”

“Jatuh bangun aku mengejarmu namun dirimu tak….”
Suara serak Daesung mendadak digantikan oleh suara cempreng sang leader. Si pria sipit mendelik. Matanya yang amat sipit berkilat-kilat bak teraliri tenaga listrik ribuan volt lalu menghampiri hyungnya.

PLETAAAK…PLETAAAK…DUAAGH!!

“Hyung,kenapa kau merusak theme songku menjadi lagu dangduters mu??”
Erangnya frustasi setelah menyarangkan 2 jitakan dan sebuah tendangan ke tubuh tipis GD.

“Hyung,hentikan!!”
Sang magnae mencoba meredam amarah Daesung dengan menyirami tubuh hyungnya menggunakan balokan es. Sedangkan si pria berjambul seksoy menggelindingkan tubuh leadernya menjauhi dongsaengnya.

“Se… Se… Selamaat.. Ting… Ghall… Duniaah…”
Gumam GD tidak jelas.

“Tidak!! GD… Jangan bermain-main!! Kumohon bangunlah,tak cukupkah bagimu menjadi cover majalah hingga harus kau tambah lagi menjadi sampul buku yasin!!”
Jerit Taeyang histeris sembari mengguncang-guncang tubuh lemah GD.
Sang leader menggamit jambul Taeyang menyuruh pria disampingnya menunduk sebentar.

“Uhuk… Uhuk… Akting gue mantap gak mamen??”

“Dasar tak berguna!!”

PLETAAAKK!!
Tanpa perasaan si pria berjambulpun menyarangkan sebuah jitakan lagi ke kepala GD yang kini telah mengalami reboisasi dan menunjukkan hasil signifikan pada kepala plontosnya(?).

GD ngesot-ngesot menuju sofa lalu meraih ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan untuk pasangannya.

DDRRTTTT…DDRRTTTT…
DDRRTTTT…
Ia membaca pesan mengejutkan dari sang tetua.

From : Bebebb T.O.P :3
Aku pergi dan takkan kembali.
Sekarang aku sedang berse*sebagian teks hilang*

“Aaaaaargh… Sial!! Berse apa?? Berselingkuh dengan Jejung hyung maksudnya?? Andwaeee!!”

Hembusan angin malam yang menusuk tulang tak dirasakan oleh GD sang pemimpin. Ia tetap bersikukuh menunggu sosok T.O.P di halaman depan asrama sambil bermain bakar-bakaran. Bakar sampah,bakar ubi,bakar ikan,bakar emosi,serta membakar author yang kebanyakan ngawur.

Dinginnya malam dan panasnya api yang membara tak sebanding dengan cuaca di hati GD yang silih berganti dari dinginnya rumah bangsa eskimo menjadi musim panas di gurun sahara ketika menyaksikan pasangannya lagi-lagi diantar pulang oleh member JYJ sebut saja Jejung. Kali ini bukan hanya diantar saja melainkan berjalan sambil bergandengan tangan memasuki asrama.

Tak sabaran si pria tipis nan cungkring dan juga tampan rupawan menghampiri hyungnya lalu menarik paksa tangan T.O.P dari belakang sampai tubuh tegap si rapper bingu menghadapnya. Perlakuan spontan GD membuat TOJAE terperanjat dan berkata ‘aw–aku–terkejut’ dibuat-buat.

“Hyung… Gajima…”

“Nae gyeote isseojul suneun eobsgeni…”

“Da Geojimal…”

“Jeonhyeo deull ijiga anha…”

“Aniya… Saranghae…”

“Stoop!! Hentikan Hyunie-ya, Jiyong lepaskan genggamanmu dari tangan Seunghyun!!”
Jejung menghentikan percakapan GTOP sebelum ke-2nya melakukan duet maut di hadapannya. Si pria cantik menepis tangan GD dari tangan T.O.P.

“Jejung hyung,apa kau berencana merebut T.O.P hyung dariku?? Tak cukupkah Yunho hyung untukmu??”
Ujar GD penuh selidik sambil menatap garang orang yang menapik tangannya barusan. Mendapat tatapan garang dari GD,Jejung menyembunyikan tubuh tinggi tegapnya di balik tubuh T.O.P.

“Hyunie-ya… Tatuut… Leadermu itu mengerikan!!”

“GD kau tidak boleh sekasar itu pada Jejung hyung!!”
Bentak sang dedengkot yang membuat pasangannya tersentak kaget lalu mulai berurai air mata.

“Hyung… Kau… Hiks… Kau… Kau hancurkan hatiku kau hancurkan lagi kau hancurkan hatiku tuk melihatmu!!”
Sesudah mengungkapkan kepedihannya pada T.O.P melalui sebuah lagu dari negeri komodo,GD berlari halang rintang (?) menuju asrama.

“Macan 1 macan 1,target sudah memasuki ruangan harap siapkan macan 3 segera!! Pssshhh… Ganti!!”
Ujar Daesung yang kadar emosinya sudah mereda berkat berbagai barang-barang khas negeri komodo yang diberikan oleh TAERI. Ia berkomunikasi dengan 2 macan lainnya menggunakan walki talki dan bersembunyi di balik sofa.

“Laporan diterima macan 2,yak 3 macan harap segera bersiap di tempat!! Pssshh… Ganti!!”

“Yak macan 2 ke macan 1 lalu target dioper ke macan 3 dan… Dan… Gooll!! Target berhasil masuk ke dalam pelukanku saudara-saudara!!”
Seru Seungri heboh ketika leader mereka berhasil menumpahkam segala emosinya di dalam pelukannya. Seperti yang diramalkan oleh TAEDAERI sebelumnya bahwa akhir penantian panjang GD berujung dengan airmata.

“Uljima hyung… Peluk terus diriku dan lupakan si bangkotan modus itu!!”
Sang magnae kembali melakukan hal yang sama seperti 2 hari lalu yaitu menepuk pelan punggung GD dan menenangkan hyungnya dengan bumbu-bumbu pemanasan global agar sang leader kembali padanya.

“Seungri-ah…”

GD mendongak memperlihatkan wajah tirusnya yang berlinang airmata serta lelehan sesuatu di hidungnya. Sepersekian detik kemudian bibir sekseh ke-2nya saling beradu ditelapak tangan T.O.P yang langsung berlari secepat kilat mengejar GD takut pasangannya melakukan dosa bersama Seungri.

“GD,beberapa waktu lalu kau menuduhku jahat,selingkuh,menghancurkan hatimu dan lain sebagainya. Tapi sekarang,coba kau pikir siapa yang selingkuh?? Siapa hah??”
Cecar sang tetua emosi sambil menunjuk-nunjuk wajah G-RI bergantian.
GD tersenyum getir lalu mundur menjauhi pasangannya tatapan matanyapun masih sama yaitu tatapan nelangsa.

“Kau duluan hyun!! Kau duluan yang menghancurkan hatiku hingga menjadi serpihan-serpihan kecil!! Kau duluan yang menohok jantungku saat kau lebih memilih untuk membela Jejung hyung daripada aku!!”
Teriak GD tak terima seraya menunjuk-nunjuk Jejung yang tengah asik bergosip bersama TAEDAE menggunakan sandal jepitnya.

Melihat dirinya ditunjuk-tunjuk menggunakan sandal jepit sontak Jejung bangkit lalu menghampiri GD.

“Kau!! Apa maksudmu dan sandal jepitmu barusan padaku hah?? Kenapa kau juga membawa-bawa namaku dalam pertikaianmu??”

“Wae?? Kau tak terima hyung? Kau mau adu jotos denganku??”

Ke-2 orang ini saling melempar tatapan membunuh satu samalain sambil memamerkan otot masing-masing.

“Tenang saudara-saudara biarkan kasus perselingkuhan ini diselesaikan oleh hakim ketua!!”
Lerai Daesung yang tak mau ketinggalan momen terpenting di asrama mereka seraya mempersilahkan T.O.P duduk di tengah-tengah mereka layaknya terdakwa pembunuh perasaan berantai lalu mempersilahkan JAERI untuk duduk di 2 sisi berlawanan sebagai saksi. Sementara Taeyang telah STB di depan GTODAEJAERI berlagak bak hakim ketua sidang.”
Tok…Tok…Tok…

“Dengan ini sidang saya buka!! Saudara Seunghyun apa benar kau berselingkuh??”

“Tidd…”

“Hentikan tingkah abnormal kalian di situasi segenting ini!!”

Dengan sekali tebasan GD menyambit ke-5 orang di depannya sekaligus menggunakan sandal jepit yang ia pegang.

“Dan kau TAEDAE lebih baik kalian menyingkir sebelum tak celurit sampean!!”
Raung si pria tipis sambil memperlihatkan celurit yang berada di balik celananya.

Merasa jiwa raga terancam untuk ke-2 kalinya secepat kilat duo perusuh di tengah-tengah pertikaian hidup dan mati GTOJAERI melarikan diri tanpa banyak bicara hingga mereka tak terlihat lagi.
Selepas kepergian TAEDAE situasi kembali memanas.

“Hyung,katakan kau pilih dia atau aku??”

Belum sempat T.O.P mengeluarkan sepatah 2 patah kata untuk berkilah dari 2 pilihan yang amat sulit,tetapi sang magnae telah menyalib duluan hak suaranya.

“GD hyung,dengarkan ucapanku! Saat menjawab si bangkotan itu pasti berdusta! Tinggalkan dia!! Talak dia!! Dan kembalilah padaku!!”
Bujuk Seungri dengan semangat membara di hatinya.

“Hyunie-ya apapun yang terjadi kau tetap harus pergi bersamaku!!”
Teriak Jejung dari kejauhan menghindari sambitan sandal jepit GD.
Teriakan demi teriakan ‘Hyung si bangkotan itu pendusta–Hyunie-ya kau harus pergi bersamaku!!’ dari JAERI terus bergema layaknya pemandu sorak.

“Kaliaaaan diaam atau ku bantai kalian!!!”
Suara berat si rapper bingu naik 1 oktaf untuk menghentikan teriakan-teriakan JAERI. Melihat mata tajam hyungnya mulai menjalar-jalar Seungri langsung terdiam seribu bahasa. Sementara Jejung sendiri tak terima dibentak-bentak oleh T.O.P.

“Hyunie-ya… Kau!! Modu da bye-bye saranghae… Modu da bye-bye saranghae…!!”
Jejung melangkahkan kakinya besar-besar pertanda ia amat marah pada sang tetua BigBang. Ucapan perpisahan dari si pria cantik tidak dianggap T.O.P ia malah mengurangi jarak antara dirinya dan pasangannya.

“GD kau tak lihat barusan? Aku sama sekali tak mencegah Jejung hyung,karena hanya kau di hati merah jambuku!!”
T.O.P bersimpuh di hadapan GD sembari menggenggam tangan GD erat.

“Tapi,maksud pesan aku pergi dan takkan kembali sekarang aku sedang berse*sebagian teks hilang*itu apa hyung? Apakah berselingkuh???”

“Bukan GD ku bukan itu… Maksud pesanku tapi,bersemayam di tempat Jejung hyung bersama member JYJ lainnya memang aku berencana takkan kembali sebelum…..”
Terang sang tetua membela dirinya.

“Sebelum apa hyung??”
Hati GD kembali cekat-cekot resah gelisah akibat ucapan T.O.P barusan.

“Sebelum engh… Sebelum aku memenangkan arisan barang pecah belah. Kan lumayan untuk persiapan masa depan kita! Baidewey Jiyong maihanibaniswiti malam ini such a beautiful night gimana gitu! Bagaimana kalau kita bermain ehm… You know lah…”
Ujar sang tetua akhirnya sembari menoel-noel dagu si pria tipis yang membuat wajah GD bersemu merah dan tersenyum-senyum najong.

Sedangkan Seungri yang menyaksikan dari awal hingga akhir hanya dapat meratapi nasib lalu berlari ke pojokan asrama dan menangis sejadi-jadinya di sana.

“Hiks… Kenapa berakhir miris bagiku??”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –

This FF is not clear aka gaje T^T Maklum warasnya author kumat wkekeke….
Kalau mau nyambit mohon sambit saia pakai Taeyang (?) saia akan sangat-sangat pasrah menerimanya ~(^,^~).

N.B : Sequel Mencetak mian belum dilanjutin mungkin rampung tahun depan (?) :3