Don’t hate BIGBANG

Author: KimsKimi

Genre: *bingung mau genre apa* ._.v

Cast :

  • Daesung BIGBANG
  • Shin Michan
  • Song Jin Ra
  • Other BIGBANG Member

Length: Twoshoot ?? *hmm.. maybe..*

Note: I’m back dengan lanjutan dari FF Maybe  .

Berhubung waktu itu ada yang minta lanjutannya  , jadi ini aku share tapi jadi twohoot *mungkin* . Selamat menbaca readers sekalian *lempar kaos gaho*

Kususuri setiap langkahku di pemakaman ini. Kalian pasti bertanya-tanya untuk apa aku datang ke pemakaman , aku sendiri kesini karena ingin mengunjungi makam salah satu VIP misterius yang memberikanku surat aneh malam itu.

Akhirnya kakiku berhenti pada sebuah makam. Sepertinya makam ini baru di datangi.

“Song Jin Ra…” aku tersentak dan menoleh ke asal suara yang berasal dari samping ku , seorang gadis berstelan hitam dengan satu buket mawar putih di tangannya.

“Gadis periang dan selalu peduli terhadap teman-temannya. Tragis sekali nasib nya , padahal kami sudah berjanji akan masuk universitas yang sama.”

“Kau benar agashi.. Tapi tidak ada yang bisa menebak hidup seseorang kan?” gadis itu mendengus kecil lalu membuka kacamatanya , dia berdiri sambil menatap ku datar .

“Mudah sekali untuk mengucapkan itu. Asal tuan tahu Jin Ra sahabatku tidak akan meninggal kalau dia tidak terlalu heboh untuk sebuah Boyband yang bahkan belum tentu mengenalnya.” kata gadis itu sinis kepadaku , sepertinya ia tahu kalau aku salah satu personel boyband yang ia maksud.

Tangan ku menanggal kan kacamata hitam yang kupakai , “Maksud mu BIGBANG ?”

“Ne, ternyata kau tau maksud ku Kang Daesung-ssi.” ucap gadis itu dingin seraya meninggalkanku dipemakaman sendirian , bisa ku lihat dia dari kejauhan seperti mengumpat kecil.

+++

Ck.. Memang nya apa salah kami ?

Tentu saja kami tidak akan mengenal satu fans di antara sekian banyak fans yang kami punya. Tapi apa karena kematian konyol temannya dia jadi sangat benci BIGBANG ?

Jika iya , ini tidak bisa dipercaya..but who’s care..

“Hyung !” suara nyaring namja ini cukup mengagetkan ku.

“Hyung… Ayo kita minum kopi bersama ! Sudah lama sekali kita tidak minum kopi di tempat biasa…” ajaknya menarik tanganku.
“Tidak bisakah kau pergi dengan yang lain Seungri-ah ? GD hyung , TOP hyung atau dengan Taeyang hyung ?” Seungri malah makin menatap ku memelas.

“Hyung… Ayolah hyung ! Aku ingin pergi bersama hyung , aku lebih kangen dengan Daesung hyung dari pada yang lain. Please…hyung” dia terus merengek seperti anak TK dan membuat ku jadi menuruti ajakannya.

“Ok,ok.. Ayo kita pergi kesana. Dasar magnae !” Kami pun pergi ke cafe biasa tempat kami berkumpul.

Tempatnya yang nyaman dan tidak jauh dari gedung YG lah , yang membuatku suka dengan suasana cafe kecil ini. Seungri masuk duluan dan langsung memesan minuman sementara aku mengambil tempat duduk.

Hm… Satu lagi pemandangan yang kurindukan semenjak aku hiatus.

Pemandangan cafe ini. Aku suka sekali dengan pemandangan dicafe ini sangat tenang dan….

Tunggu ! Aku tidak salah lihatkan?

Maksudku , itu gadis yang di makam tadi kan?

Gadis sinis yang dalam arti kata ‘dia-sangat-benci-dengan-BIGBANG’

Dia tidak berhenti menatap layar laptopnya dan terus menggerakkan mousenya tanpa henti. Aku jadi penasaran dengan yang dia kerjakan , serius sekali.

“Minuman datang ! ” seru Seungri menyadarkan ku sejenak.

“Ayo hyung minum Vanilla Latte mu selagi masih panas” kata Seungri menyodorkan secangkir kopi padaku.

Aku menyeruput minumanku sambil memandang gadis itu , aku tidak tahu kenapa mataku tidak bisa berhenti memandangnya.

Sesekali dia meminum kopinya dan memakan sepotong tiramissu yang dipesannya lalu kembali lagi menerus kan aktifitas nya di laptop. Tiba-tiba gadis itu menoleh kearahku tapi dengan cepat aku menundukkan kepalaku.

Jangan sampai dia tahu aku ada disini , bisa-bisa dia menda…

“Ehm…” tangiku..

Ya ampun, padahal aku baru saja memikirkannya dan sekarang gadis ini sudah ada di depanku.

“Sst.. Hyung ada gadis menghampiri kita hyung” bisik Seungri menggoyang bahuku.

Perlahan aku mengangkat kepalaku dan memberanikan diri menatap gadis itu. Kami saling berpandangan sampai dia mengeluarkan suaranya lagi.

“Jangan pikir aku tidak tahu kalau kau memperhatikan ku Daesung-ssi , and you know? ….. I hate you look me like that sir !” ucap gadis ini kasar lalu meninggalkan Seungri dan aku yang terkejut dengan ucapannya.

“H…hyung, gadis itu… barusan kenapa dengan gadis itu kenapa dia marah-marah tidak jelas dengan kita hyung?” tanya Seungri heran.

Tanpa menjawab pertanyaan Seungri aku langsung bangkit menghampiri gadis sinis itu.

“What?” tanyanya tidak bergeming sedikit pun dari laptopnya. Ku tarik kursi yang ada di hadapan gadis itu dan duduk tepat didepannya.

“Bisa kau memberi ku alasan untuk marah-marah tidak jelas padaku barusan?” dia masih tidak menghiraukan ku , sampai ku tutup laptop nya dan ia sontak melihatku.

“YA ! Laptop ku ! Kenapa kau menutup laptop ku hah ?!” kesal nya .

“Dengan begitu kau tidak akan menghiraukan ku kan ? Cepat jawab pertanyaan ku”

Gadis menyebalkan ini meminum kopinya sesaat baru menjawab ku.

“Alasannya sudah jelas kalau aku tidak suka kau memandangku seperti itu.”

“Tapi alasan itu tidak cukup kuat nona”

“Alasan yang kuat ? Kau pikir kita akan membawa ini ke pengadilan ?”

Benar juga dia , untuk apa aku menanyakan alasan yang kuat sementara yang kutanyakan hanya masalah sepele.

Dia masih menatap ku tajam .

“Hhh… Baiklah…” gadis ini menaikkan satu alisnya .

“Sebenarnya aku hanya heran , kenapa kau sangat benci dengan BIGBANG ? Dan juga sangat sinis denganku ?”

“Cih.. Bukannya alasanku sudah jelas”

“Kematian Song Jin Ra ? Itu tidak masuk akal nona”

Dia  menarik kerah baju ku hingga jarak kedekatan wajah kami tinggal 5 centi lagi.

(DEG DEG DEG)

Jantung ku berdetak kencang. Ada apa denganku ?

“Dengar ya Daesung-ssi , sekali lagi kau bilang kematian sahabatku itu konyol atau tidak masuk akal , berarti kau akan berurusan denganku ! Arraso ?!” ucapnya lalu meninggalkan ku sendirian lagi.
Aish ! Kenapa selalu begini , gadis itu selalu marah dan langsung pergi .

Dasar gadis aneh.

Author pov

Gadis itu menghempaskan badannya di atas kasur. Di pandangnya langit-langit kamar dan teringat kejadian saat di cafe tadi.

“Hai ! Annyeong Michan-ah !”

“K..kau ! Bagaimana….kau ?!” tanya gadis bernama Michan pada bayangan yang dilihatnya di langit-langit kamarnya.

“Pikun ! Hihi… Lupa sahabat mu ini hantu !”

“Ck.. Iya aku lupa” ujar Michan bangkit dari kasurnya. Ia pergi keluar kamar dan menuju dapur

“Mau ngapain ?”

“Masak”

“Sejak kapan kau bisa masak ? Kan selalu aku yang memasak untuk mu ..”
Michan tersenyum dengan arwah teman nya

“Jin Ra pabo ! Memang sekarang kau bisa memasak untuk ku ? Meski kau sekarang hantu , tapi ke pabo an mu belum hilang yah…”

“Aah.. Michan !” sungut hantu Jin Ra memukul kepala Michan tapi tentu saja tidak bisa karena dia tembus pandang.

Michan pov

Pasti kalian heran kenapa aku bisa bicara dan melihat hantu Jin Ra , sahabatku. Aku ini sebenarnya indigo , atau bisa melihat sesuatu yang orang normal atau lainnya tidak bisa melihat. Seperti hantu Jin Ra , yah aku bisa melihat dan bicara dengannya.

Karena kemampuan anehku ini , aku jadi menarik diri. Aku jadi penyendiri , tidak mau kenal dengan orang , sinis , hingga Jin Ra datang. Gadis periang dan ceria ini lah yang bersedia menjadi temanku , senyum Jin Ra selalu bisa membuatku semangat.

Sampai kejadian naas merebut nyawa Jin Ra. Aku tahu dia adalah seorang VIP , begitulah dia membanggakan dirinya karena jadi seorang fans dari Boyband terkenal BIGBANG .

Aku sendiri kurang tertarik dengan mereka , meskipun Jin Ra selalu mempengaruhi ku tapi itu tidak pernah berhasil. Jin Ra selalu membanggakan idolanya pada siapa saja , termasuk pacarnya Kim Seunghyuk . Padahal aku sudah peringatkan dia untuk tidak terlalu berlebihan membandingkan idolanya dengan pacarnya , karena aku tahu Kim Seunghyuk itu orang yang posesif dan gampang nekat.

Tapi semua terlambat , Jin Ra tidak pernah dengar kata-kataku hingga….

Kematian nya sendiri yang berkata.

+++

“Tadi…” Jin Ra menggantungkan kata-kata nya.

“Wae?”

“Tadi kau bertemu dengan Daesung oppa kan?”

“Ne , kenapa? Kau melihat aku marah pada dia ?”

“Begitulah , apa kau masih tetap benci mereka ?” kuhentikan sebentar makan ku dan berbicara dengan hantu Jin Ra .

“Jin Ra-yaa”

“Ng.. Ne ?”

“Benci atau tidak itu urusan ku. Kalau aku benci mereka , memang kau bisa berbuat apa ? Remember , you just a ghost”

“Huh ! Kenapa selalu menyindir ku kalau aku ini hantu ? Asal kau tahu meskipun aku hantu , aku punya kekuatan magis untuk menyerang mu nona Shin”

“Tunjukkan”

“Hah?”

“Tunjukkan kekuatan mu itu kepadaku hantu Song Jin Ra” tantangku lalu mengacungkan sumpitku di depannya.

Jin Ra tersenyum lalu mencoba menggunakan kekuatan nya yang mungkin kubilang belum sempurna.

(BYURR !)

Air itu membasahi meja makan ku. Tampang Jin Ra berubah heran lalu menatapku tidak percaya.

“Kenapa tidak berhasil ?”

“Mwolla…”

Jin Ra mengerucutkan bibirnya “Geotjimal ! Pasti kau kan yang menghalangi nya”

“Menghalangi… Maksudmu?”

“Ne , kau kan indigo . Mungkin saja kau punya kekuatan seperti ku, lalu menggunakannya untuk menghalangi perbuatanku barusan”

Ck… Sudah kuduga , dia akan menuduhku yang tidak-tidak. Kenapa ke tulalitan dan kepaboan mu tidak pernah hilang sih Song Jin Ra.

Dengan malas aku bangkit dan membawa peralatan makan yang sudah kotor ke tempat cuci piring.

“Hey , Michan ! Jangan berpura-pura tidak perduli ya , aku tahu ini semua pasti ulah mu kan ?”

“…”  Hening , karena aku sangat malas untuk menjawab nya.

“Shin Mi Chan !! Cepat jawab aku , atau kau mau aku menjodohkan mu dengan Daesung oppa ?”

Terserah apa yang kau bil….

Hm, tadi dia bilang apa ? Menjodohkan ku? Menjodohkan ku dengan Daesung ?!!

“Apa? Baru ngeh ya, kalo aku bilang Daesung ?” tatapan Jin Ra seolah mengatakan ‘kau-suka-Dae-oppa-kan-?’

“Aku tidak akan pernah menyukai Boyband konyol mu itu , nona hantu”

“Kita lihat saja nanti . Meskipun kau tidak bisa menyukai BIGBANG secara utuh , tapi ku pastikan kau akan menyukai bahkan berpacaran dengan salah satu diantara mereka” kata Jin Ra terakhir kali sebelum dia menghilang dari hadapanku.

Aku masih tidak mengerti dengan jalan pikiran nya , bukannya dia juga tahu aku sangat benci dengan BIGBANG tapi kenapa dia malah mau menjodohkan ku dengan salah satu diantara mereka.

Daesung pov

Ku lihat kalender di i-phone ku , tidak terasa sebentar lagi natal dan hari ini aku serta ketiga member BIGBANG lain akan mengisi acara di Stay G concert. G-Dragon hyung sendiri tidak bisa ikut karena masih ingin meredam tentang kasusnya.

“Hyung… Aku masih penasaran dengan gadis waktu itu” aku terperangah dengan ucapan Seungri

“Gadis ? Gadis yang mana?” sahut TOP hyung.

“Begini hyung beberapa hari lalu saat aku dan Daesung hyung sedang berada di cafe , ada seorang gadis mendatangi kami dan tiba-tiba dia marah tidak jelas dengan Daesung hyung lalu….” perkataan Seungri terhenti karena telapak tanganku sudah menutup mulut ember nya itu.

“Tidak ada apa-apa , cuma antis. Kalian tau antis kan”

Saat ku bilang begitu Taeyang dan TOP hyung hanya menganggukkan kepalanya sementara Seungri aku memberikan tatapan ‘diam-atau-mati’ untuk nya dan ia pun ikut menganggukkan kepalanya juga.

Aku kembali menyenderkan kepalaku di bangku mobil sambil mendengar lagu Vanilla Twilight dari Owl City yang membuatku jadi memikirkan gadis aneh itu.

Aku juga penasaran dengan gadis itu , banyak pertanyaan tentang dia memenuhi kepalaku dan sekarang aku bisa melihat dia baru masuk ke dalam gedung tempat kami concert.

Wait !

Itu bukan halusinasi , dia benar-benar ada disini.

Tapi mau apa dia ? Bukannya dia benci dengan BIGBANG ?

Atau dia mau mengacaukan concert kami ini ?

Argh !

Kenapa aku selalu berpikiran buruk tentang gadis itu , padahal wajar saja kan dia datang kesini . Mungkin dia bekerja disini.

Author pov

Michan tidak berhenti menggerutu , dia kesal karena bos nya memaksa untuk meliput concert Stay G malam ini. Padahal diri nya sendiri sangat benci dengan BIGBANG.

“Why must me ? Why must me ? And why must me ?”

(BUGH !)

“Gwenchana agashi ?” tanya seorang pria pada Michan yang jatuh terduduk .

Kepala Michan menengadah ke atas untuk melihat siapa pria yang ia tabrak barusan “Agashi ?”

Pria itu mengulurkan tangan pada Michan tapi segera di tepis nya tangan pria itu , dan bangkit sendiri

“Aku tidak perlu bantuan mu Choi Seunghyun !” kata Michan sinis.

+++

“Gadis aneh” gumam TOP membenarkan ear piece nya.

“Apa hyung ?”

“Hh… Kenapa bisa ada gadis sinis seperti itu. Bukan nya syukur aku menolongnya , ini malah tidak jelas. Dia juga menyebut nama asli ku , dengan nada sinis…” ujar TOP sedikit kesal.

Daesung keliatan heran , dia mulai menebak kalau gadis sinis itu sama dengan gadis yang dia temui .

“Hyung !”

“Ne , waeyo Daesung-ah ?”

“Apa gadis itu memakai kemeja putih dan celana jeans hitam ?” tanya Daesung dan di jawab sebuah anggukan oleh TOP.

“Lalu dia berambut hitam panjang , dan memakai jepit rambut biru ?”

“Ne , ne , eumm…. memang kenapa ? Kau kenal gadis itu ?” tanya TOP heran.

“Ng… Ani hyung , asal menebak saja” jawab Daesung agak gugup.

(Pletak !)

“Pabo !” TOP memukul kepala dongsaeng nya itu hingga membuatnya kesakitan

“Aww… Hyung ! Sakit tau !” gerutu Daesung mengelus kepalanya.

“Rasakan ! Lagian mana ada asal tebak , tapi semua ciri-ciri nya bisa sama”

“Bisa saja hyung , kalau aku punya kekuatan membaca pikiran orang ”

“(-___-) … .”

(Pletak !)

Sekali lagi TOP menyarangkan sebuah pukulan dikepala Daesung . Dia benar-benar kehabisan akal menghadapi dongsaengnya yang kembali dengan ke autisannya.

“TOP hyung ! Daesung ! Kajja sebentar lagi kita akan perform” panggil Taeyang dari balik pintu make up room.

+++

Stay G concert pun berakhir , semua penonton termasuk Michan pun pulang.

Tapi sebelum pulang Michan pergi sebentar ke toilet. Tanpa ia tahu hantu Jin Ra mengikuti nya dan berniat mengerjai temannya itu.

Sementara itu setelah Stay G concert selesai para anggota BIGBANG berjalan menuju mobil mereka di basement bawah.

“Hyung” bisik Daesung pada TOP.

“Hmm…”

“Aku ingin ke toilet sebentar”

“Ne, pergilah” balas TOP agak malas.

Daesung pun keluar dari mobil dan segera pergi ke toilet.

Saat Michan sudah siap dari toilet , ia berusaha membuka pintu toiletnya tapi tidak berhasil.

“Eh , pintunya tidak bisa dibuka ? Kenapa ini ? Apa pintunya macet ?”
Dia terus menggedor pintu toilet nya , berharap ada yang mendengar nya

“Siapa saja tolong aku ! Aku terjebak di toilet ini !” teriak Michan meminta pertolongan .

Tak sengaja Daesung yang baru dari toilet mendengar teriakan Michan “Seperti ada yang minta tolong” gumam nya lalu berusaha mendengar suara itu lagi.

“Tolong ! Tolong aku terjebak disini !” Setelah mendengar suara itu lagi ia pun memberanikan diri masuk ke dalam toilet wanita.

“Tunggu nona , aku akan segera menolong mu” seru Daesung lalu membuka pintu dimana Michan terjebak.

(Klek !)

Dengan mudahnya pintu itu terbuka dan membuat Daesung sedikit heran.

“Gomawo , gomawo , jeongmal gomawo chog…. Kau ?!”

-tbc-

Ok.. sekarang aku mau tanya , gimana ceritanya aneh , bagus , atau ??? *entahlah author juga gak tau*.. Baru kali ini aku bikin cerita agak isinya aada hantu-hantuan ini. Jadi aku cuma mau nanya pendapat kalian tentang ff ini.. soal lanjutannya , rencana sih nanti pas tahun depan baru mau aku share..

Feel free to coment ? Thank you 😉