Author : chanyb

Title : Seungri Kondangan

Genre : Family,gaje,friendship

Review : 1|2|

Let’s Cekidot ^^

Tekad TOPan Sepinggan semakin kuat setelah mendengar sendiri penuturan teman seperjuangannya Daesungpu Gambreng yang menyatakan bahwa anaknya bekerja di kota Suksespolitan,
sebagai salah satu tenaga profesional penggoda iman om-om yang haus akan belaian pria-pria melambai atau biasa disebut bencis.

Pria pedagang kris berbagai jenis dan ukuran ini berkata apa adanya sesuai penglihatannya saat ia tak sengaja lewat ke tempat mangkal Seungri di malam hari apalagi kalau bukan Taman Gawang. Sepulangnya dari melihat penampakan Seungri ia langsung meluncur ke desa namun karena ia buta arah dan tujuan jadilah ia sering salah masuk desa dan baru tiba 3 tahun kemudian.

TOPan tidak terima anak semata wayangnya dijamah oleh om-om hidung belang apalagi jika ia sampai membawa-bawa drumband pulang.

“Tidaaaaak!! Anakku indak boleh karajo macam tu!!”
Teriak TOPan emosi seraya meraih kerah baju Daesungpu lalu mengguncang-guncang tubuh sahabatnya.

“Ampun uda… Ambo indak tau apo-apo!!”
Elak Daesungpu gemetaran.

“Aku harus menyusul Seungri sebelum semuanya terlambat!!”
Sambung TOPan lagi mengabaikan ucapan sahabatnya. Tanpa ba bi bu ia langsung mengepak pakaian usangnya ke dalam buntalan kain.

XxxxX

Ke esokan harinya ia melesat ke kota Suksespolitan untuk mencari dan menyeret anaknya pulang. Ketika ia memasuki area perhutanan yang jalannya penuh lika-liku hujanpun turun renyai menimpa tubuh tegapnya.

Ia terus berlari seolah dikejar-kejar author (?) menyusuri jalan setapak yang menuntunnya ke sebuah gubuk tua tempat seorang paranormal Jiyong Kok Bodo praktik.

Matanya tak berkedip sedetikpun melihat penampakan seorang pria nyentrik berkumis serta berjanggut tebal sedang duduk bersila di teras rumahnya. Ragu-ragu ia menghampiri gubuk tersebut.

“Numpang-numpang mbah… Numpang lewat,numpang berteduh,numpang makan minum,pokoknya numpang-numpang mbah!!”
Ujar TOPan takut-takut seraya membungkukkan badannya.
Orang yang ia ajak bicara hanya meliriknya sekilas dan berkata dengn nada ketus.

“Kau pikir gubukku hotel huh?? Baca papan nama di pojok kiri atas!! Gubuk ini tempat orang minta-minta,minta tuyul,minta ganteng,minta harta tahta wanita,de es be!!”

Si pria tengah baya celingukan ke segala arah mencari papan nama yang disebutkan Jiyong.

“Sorry mayori stoberi mbah… Ambo menderita penyakit indak bisa baco sejak lahir!!”
Terang TOPan cengengesan menjelaskan penyakitnya sambil memamerkan senyum andalannya.

“Hadeuh… Udah sono duduk dipojokan jangan pernah menggedor pintu soalnya yang punya rumah mau boci….”
Ujar Jiyong Kok Bodo seraya beranjak dari tempatnya semula.
TOPan Sepinggan yang radon (rada-rada oon) merasa bingung atas ucapan lawan bicaranya.

“Boci???”

“Bobo ciank gitu loh!!”
Kalimat terakhir yang diucapkan oleh sang paranormal sebelum menutup pintu gubuknya.

Berjam-jam TOPan Sepinggan menunggu hujan reda,tetapi tak ada pertanda hujan akan berhenti menangis. Pikirannya tak tenang,hati ketar-ketir menyuruhnya menerobos hutan kakinyapun terus memandu dirinya bergegas mencari Seungri.

Dengan semangat membara ia berlari menyusuri hutan,mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra bersama teman bertualang (?).
Ia hampir menyerah karena tak kunjung menemukan jalan keluar aka tersesat.

Malampun tiba di hutan tersebut yang membuat perutnya menyinden lagu kelaparan,telapak kakinya yang tak memakai alas akibat dilahap habis kemarin malam sudah menunjukkan pembengkakkan.

“Tuhan… Bantulah hamba-Mu yang tua renta ini sedang kelaparan ditambah lagi aku harus menanggung derita penyakit ketampanan sejak lahir!!”
Ratapnya mengasihani diri sendiri lalu terduduk lemas di bawah pohon jati.

Sayup-sayup ia mendengar keramaian tak jauh dari tempatnya duduk sekarang. Dengan terseok-seok ia mencari asal suara dan betapa riang gembiranya TOPan Sepinggan setelah menemukan sebuah kota besar yang dipanggil anaknya dengan sebutan Suksespolitan.

Matanya tertuju pada sebuah lapangan yang penuh sesak pria-pria melambai. Seolah melupakan rasa sakit pada kakinya ia berlari cepat menuju lapangan.

~ Di Lapangan ~

“Om… Godain kita donk!!”
Sapa seorang bencis yang melihat sosok TOPan tampak linglung mengitari lapangan tersebut.

“Sorry la yaw… Akika gak nafsu sama situ cin!!” Ujarnya tak kalah rempong dari pria bergaun malam tadi
Ia mengobrak-ngabrik setiap sudut lapangan tapi,ia tak dapatkan petunjuk apapun.

“Seungri appa capek mencarimu nak!!”
Gumamnya berkaca-kaca dan terus berjalan menyusuri kota Suksespolitan. Ia menghentikan langkahnya ketika hidungnya menghirup aroma makanan yang mengundang cacing-cacing di perutnya berdendang lagi.

Reflek kakinya menuntun ke jalan yang benar. Di depan etalase rumah makan ia melihat seorang pria berjambul seksoy sedang menata mangkuk-mangkuk besar berisi rendang,sop daging,ikan bakar,de el el.
Melihat seorang tua renta yang menjulur-julurkan lidahnya dan menatap makanan penuh nafsu spontan si pria berjambul tergerak hatinya untuk mengajak sosok tersebut masuk ke Resto Padang miliknya dan Seungri.

“Uda lapar??”

TOPan mengangguk lemah lalu berkata dengan nada pelan “Indak punyo piti”

“Tenang,uda indak perlu bayar!!”
Ujar sang pemilik resto sembari merangkul TOPan Sepinggan memasuki Restonya. Ia mempersilahkan si tua renta duduk bersamanya lalu menyuruh rekannya menyiapkan sepiring nasi.

Tak beberapa lama kemudian seseorang telah berdiri di hadapan TOPan Sepinggan yang membuat lidahnya keluh sesaat melihat penampakkan sosok tak asing di matanya tengah berdiri tegap sambil membawa nampan ditangannya seraya melempar senyuman penuh arti pada pria berjambul seksoy yang tak lain adalah Taeyang Sumbing.

“Se… Se… Seungri… Ka… Ka… Kaukah itu nak?? Tapi,jangan kau katakan kau telah menikah dengan pria berjambul ini!!”
TOPan menangkupkan ke-2 tangan di mulutnya sembari menggeleng-geleng tak percaya.

“Appa aku… Aku…”

“Aku apa?? Kau selama ini bekerja di taman terkutuk itukan lalu kau bertemu dengan pria berjambul ini dan terjadi insiden mengerikan hingga kau menikah bersamanya kan??”
Cecarnya gahar memotong ucapan anaknya.

“Uda… Ini tidak seperti yang kau bayangkan., memang benar aku menemukannya beberapa tahun lalu tapi,saat itu dia sedang menjalani profesinya yang lain yaitu menjual cangcimen di simpang lampu merah!!”
Elak Taeyang Sumbing sabar. Akan tetapi TOPan enggan mendengar ucapan si pria berjambul dan menarik narik anaknya keluar restoran.

Aksi tarik-tarikan lengan Seungri menjadi tontonan wajib seluruh pengunjung resto.

“Appa hentikan!! Ambo indak mau ikut!!”
Jerit Seungri sambil memukul-mukul lengan appanya pelan.

“Kau sudah berani melawan appa hah?? Dasar kau anak kurang di hajar!! Ku kutuk kau jadi artis!!”
Raung TOPan Sepinggan frustasi seraya mengacungkan telunjuknya ke wajah anaknya. Seketika itu pula Seungri bertransformasi menjadi artis.

“Chaiya-chaiya chaiya-chaiya… Kesana kemari membawa alamat… Kuhamil duluan sudah 3 bulan…”
Seungri menyanyikan madley beberapa lagu dangdut sambil goyang gergaji dicampur ngebor dan terakhir goyang patah tulang yang membuat pengunjung serta TOTAE muntah berjamaah bersama ibu-ibu hamil.

“Sepertinya aku salah mantra… Baiklah kali ini kukutuk kau jadi batu!!”

PPPSSSSHHHH… Anaknya yang malang berubah kembali menjadi batu namun seakan tak puas dengan kutukannya ia terus mengganti-ganti kutukan terhadap anaknya.

‘Jadi kucing–Member BigBang–Bencis’
bunyi PPPSSSSHHHH…PPPSSSSHHHH…PPPSSSSHHHH… Terus menggema hingga dini hari tetapi tak jua ia temukan kutukan yang tepat untuk anak ke sayangannya.

“Uda… Sampai kapan kau akan mengutuk anakmu??”
Ringis si pria berjambul lesu melihat aksi kutuk mengutuk Seungri tak kunjung usai.

TOPan berpikir sejenak sampai akhirnya bersinar lampu pijar dikepalanya.

“Aha… Mohon dibantu ya prok prok prok berubah jadi apa prok prok!!”

“Tidaaaaaaaak…. Appa jangan… Kutuk saja aku jadi member BigBaaaang!!”
Teriakan terakhir yang terdengar dari mulut Seungri sebelum ia bertransformasi untuk kesekian kalinya.

Bak baru melihat pertunjukan sulap orang-orang di sekitar resto bertepuk tangan ketika Seungri berubah menjadi anak panda jantan.

“Nguuk… Nguuk… Nguuk… Rrraaawww…”

Petualangan TOPan Sepinggan dalam pencarian anaknya berakhir bahagia. Ia berhasil menyeret anaknya pulang ke desa Meratapi Nasib meski dalam bentuk berbeda yaitu seekor anak panda jantan.
.
.
.
.
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –