Title                : Teruterubozu

Author            : Shirae Mizuka

Genre              : Romance

Rate                : G

Length            : Oneshot

Casts               :    

~Minzy as Dae Minji

~ Park Bom as Dae Bommie

~Taeyang Bigbang as Dong Young Bae

~TOP as Choi Seung Hyun

Other cast

Disclaimer: Every casts belong to themselves.

It’s possibly to got some typos because this fiction has no betaed yet. No copy, stealing, plagiarism or re-post without confirm me.

Note:

Kata-kata dalam bahasa korea yang diberi *(tanda bintang) yang disertai oleh arti kata dalam bahasa indonesia akan diberi tanda yang sama.

Teruterubozu Rhyme

Teru-teru-bozu, teru bozu

Do make tomorrow a sunny day

Like the sky in a dream sometime

If it’s sunny I’ll give you a golden bell

 

Teru-teru-bozu, teru bozu

Do make tomorrow a sunny day

If you make my wish come true

We’ll drink lots of sweet rice wine

 

Teru-teru-bozu, teru bozu

Do make tomorrow a sunny day

But if the clouds are crying (it’s raining)

Then I shall snip your head off

 oo000oo

Minji POV

Gadis itu benar-benar sedang cemberut. Bibirnya kelihatan maju beberapa senti. Raut wajahnya kusut dan masam. Dia duduk di pinggiran jendela kamar yang berada di lantai atas dan memandang keluar, pandangannya jatuh ke halaman depan rumahnya. Sebuah mobil sport merah atap terbuka berhenti dan terparkir tepat di depan pagar rumahnya. Seorang namja turun keluar dari mobil itu sambil memangku sebuket besar bunga lili putih kesukaan Bommie eonnie. Hal itu membuat Minji mendengus tak senang.

Namja itu kelihatan tidak sengaja melempar pandangannya ke lantai atas rumah dan segera menangkap sosok Minji yang sedang duduk di pinggir jendela. Namja itu kontan tersenyum lebar. Namja itu bernama Dong Young Bae.

Annyeong, Minji-ah…” sapa namja itu ramah setengah berseru.

Yaa!! Untuk apa kau kesini? Yeogiyo!!” usir Minji kasar.

“Aiissshh… kenapa kau selalu galak begitu padaku, Minji-ah?!” Young Bae kontan protes. “Aku ini calon namja-chingu eonnie-mu.”

“Cih, bermimpilah terus. Bommie eonnie tidak akan pernah suka padamu. Pabo-ya!” jerit Minji. Gadis itu buru-buru turun dari pinggiran jendela kamarnya dan segera menghilang ke dalam dan meninggalkan Young Bae yang kepalanya masih mendongak menatap ke arah jendela kamar Minji.

oo000oo

Young Bae POV

Young Bae menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Bommie. Dia mengulas senyum tipis. Sebelum turun dari mobilnya, dia meraih sebuket bunga lili putih yang tadi sengaja dibelinya. Bunga itu adalah bunga kesukaan Bommie. Young Bae berharap kali ini Bommie akan menyukai bunga itu dan barangkali juga dapat menambah bahan pertimbangan bagi Bommie untuk menerima cintanya.

Saat turun dari mobilnya, pandangan Young Bae tidak sengaja langsung tertuju ke jendela kamar rumah Bommie yang menghadap langsung ke halaman depan. Kamar itu adalah kamar Minji, adiknya Bommie yang kuliah satu kampus dengannya. Gadis itu sedang duduk di pinggiran jendela kamarnya itu dan menatap keluar. Dulu Young Bae sempat sangat akrab dengan Minji dan karena Minji juga lah Young Bae bisa mengenal Bommie lebih dekat.

Tapi sepertinya Minji tidak menyukai Young Bae berhubungan dengan eonnie-nya. Karena semenjak Young Bae mengutarakan niatnya untuk mendekati Bommie, sikap Minji langsung berubah dingin dan selalu menjaga jarak dengan Young Bae.

Annyeong, Minji-ah…” Young Bae berseru dan menyapa Minji dengan senyuman lebarnya. Tapi tanggapan Minji kemudian sungguh diluar harapannya.

Yaa!! Untuk apa kau kesini? Yeogiyo!!” Minji bersuara lantang. Jelas-jelas gadis itu bermaksud mengusirnya. Ah, kenapa gadis itu sekarang jadi begitu membenci Young Bae begitu?

“Aiissshh… kenapa kau selalu galak begitu padaku, Minji-ah?!” Tentu saja Young Bae langsung protes. “Aku ini calon namja-chingu eonnie-mu.”

Raut wajah Minji bertambah masam. “Cih, bermimpilah terus. Bommie eonnie tidak akan pernah suka padamu. Pabo-ya!” jeritnya kesal. Gadis itu buru-buru turun dari pinggiran jendela dan segera menghilang dari pandangan Young Bae.

“Ah, chinca… Gadis ini benar-benar…” Young Bae kehilangan kata-kata.

“Young Bae-ah, dangsin i-waseo*…”  ( *=kau sudah datang)

Perhatian Young Bae dengan cepat beralih dari jendela kamar Minji ke Bommie yang keluar dari pintu rumahnya.

Oh God… Bommie cantik sekali. Gadis itu mengenakan blus putih dengan corak keperakan di depannya dan rok dengan motif serupa corak di blusnya yang panjangnya hampir selutut. Gadis itu menguncir rambutnya agak tinggi dan memakai riasan minimalis. Sungguh, begitu saja Bommie sudah begitu cantik.

Ne… Kau sudah siap?” tanya Young Bae.

Bommie mengangkat kedua lengannya sedikit dan memutar badannya dalam sekali putaran cepat. “Aku sudah siap.” kata Bommie.

Young Bae tersenyum kecil, “Ah, aku hampir lupa.Ini untukmu.” kata Young Bae sambil menyodorkan buket bunga lili yang dibawanya tadi kepada Bommie.

“Ah, gomawoYoung Bae-ah…” ujar Bommie girang.

Cheonmaneyo. Aku senang kalau kau menyukainya?” Young Bae tersenyum lagi.

“Kalau begitu kita pergi sekarang?” tanya Bommie.

Ne..” kata Young Bae menyetujui. “Ah, jamkkan man*… (*tunggu sebentar) apa yang sedang dilakukan Minji?” tanya Young Bae. Ia menunjuk jendela kamar Minji. Gadis itu sudah kembali berada di pinggiran jendela kamarnya. Tapi kali ini gadis itu tidak sekedar duduk saja di pinggiran jendela kamarnya. Ia tampak sibuk melakukan sesuatu. Minji menggantungkan beberapa boneka dengan bentuk aneh di jendela kamarnya. Boneka itu hanya dibentuk dari kain putih. Salah satu ujungnya berbentuk gumpalan menyerupai kepala, sementara ujung lain dibiarkan begitu saja. Pada pangkal gumpalan diikat dengan tali yang digunakan oleh Minji untuk menggantungkan boneka itu dipinggir jendelanya.

“Oh, boneka aneh itu?” Bommie menggumam seraya ikut memperhatikan tingkah Minji. “Boneka itu namanya teruterubozu. Boneka dari Jepang yang terkenal jika kita menggangtungkannya, bisa mencegah hujan turun. Kau tidak tahu? Bukankah kau sudah sering ke Jepang?”

Ya. Young Bae tahu. Tentu saja dia tahu boneka itu teruterubozu. Ayahnya yang tinggal di Jepang membuat Young Bae sering bepergian ke Jepang. Dia tahu banyak tentang Negara itu dan kebudayaannya termasuk teruterubozu. Boneka itu yang biasa digantungkan dipinggir jendela untuk menahan hujan. Tapi lain lagi halnya jika boneka itu digantungkan terbalik. Itu artinya meminta hal yang sebaliknya, meminta hujan turun. Dan itulah yang dilakukan Minji kini. Ia menggantungi teruterubozu di jendela kamarnya dengan posisi terbalik. Young Bae terdiam, ia jadi ingat sesuatu.

oo000oo

Flashback

Beberapa bulan sebelumnya.

Young Bae masuk ke ruang kuliahnya dengan tergesa-gesa. Bukan karena ia telat mengikuti kuliah, tapi karena ia sedang mencari sosok seorang gadis. Padangannya beredar mencari-cari di setiap sudut ruang kuliah yang cukup luas. Dan dia akhirnya menemukan gadis yang dicarinya di sudut kelas paling belakang. Gadis itu merebahkan kepalanya ke meja dan nyaris tertidur. Young Bae segera menghampiri gadis itu.

“Minji-ah…”

“Oh, Young Bae-ah… Kapan kau kembali dari Jepang?” Minji mengangkat kepalanya sedikit.

“Kemarin. Ah, tapi itu tidak penting. Dengarkan aku, aku baru saja bertemu dengan seorang bidadari. Aku tahu aku berlebihan, tapi gadis itu benar-benar cantik.” seru Young Bae penuh semangat. “Namanya Dae Bommie.”

Minji terdiam. Agak aneh. Nama yang disebutkan Young Bae barusan sama persis dengan nama eonnie-nya. Tapi mana mungkin Young Bae suka pada eonnie-nya? Bommie eonnie lebih tua beberapa tahun dari mereka dan sudah bekerja di sebuah perusahaan besar. Dandanannya yang terlihat dewasa, setahu Minji bukanlah tipe kesukaan Young Bae. Mungkin hanya seseorang anak baru di kampus yang ditaksir Young Bae dengan nama yang sama dengan eonnie-nya. Tidak lama, pasti Young Bae sudah melupakannya. Setahu Minji, Young Bae memang seringkali bolak-balik mengatakan kalau yeoja ini cantik, yeoja itu manis, tapi sampai sekarang belum ada yang benar-benar membuat Young Bae jatuh cinta.

“Terserah kau saja. Oh iya, mana oleh-oleh dari Jepang untukku?” tagih Minji.

Young Bae terkekeh kecil dan tampangnya memelas. Minji sudah paham kalau pasti Young Bae lupa lagi membawakan oleh-oleh untuknya.

Aigoo… Kau pelit sekali, Young Bae-ah. Berapa kali kau bolak-balik ke Jepang dan tidak sekalipun kau memberiku oleh-oleh.” protes Minji.

Mianhae, Minji-ah. Aku memang selalu lupa menyiapkan hadiah untukmu. Tapi tenang saja, kali ini aku punya sesuatu untukmu.” Kata Young Bae sambil mengeluarkan sebuah benda aneh dari tasnya. Sebuah boneka putih dengan bentuk aneh.

“Benda apa ini?!” seru Minji.

“Ini namanya teruterubozu. Kau tahu, saat aku akan pergi kencan dengan yeoja yang aku sukai, aku selalu meggantungkannya di jendela kamarku. Supaya hari tetap cerah, tidak turun hujan.”

Dahi Minji kontan berkerut bingung. Tapi Young Bae sepertinya tidak peduli, ia melanjutkan lagi pembicaraannya, “Tapi akan kuberi tahu kau sebuah rahasia, menggantungkan teruterubozu terbalik artinya meminta sebaliknya. Hujan akan turun. Aku melakukannya saat yeoja yang aku sukai berkencan dengan namja lain. Aku akan berdoa seharian agar turun hujan dan kencan mereka akan gagal.” Young Bae terkekeh. Dan Minji masih menatapnya dengan dahi berkerut bingung.

“Aku tidak terlalu percaya, tapi kapan-kapan aku akan mencobanya. Aku akan menggantungnya terbalik saat namja yang aku sukai mengajak yeoja lain untuk kencan dengannya.” kata Minji.

oo000oo

Young Bae POV

Di meja café yang letaknya agak ke sudut, Young Bae hanya duduk berdua saja dengan Bommie. Kursi mereka saling berhadap-hadapan hanya dipisahkan oleh bidang meja segi empat yang tidak terlalu lebar. Ditengah-tengah meja dinyalakan sebuah lilin dan disampingnya lagi ada setangkai mawar merah. Suasana di café itu benar-benar romantis. Young Bae yang mengatur semua itu karena ia ingin semuanya menjadi special saat ia meminta Bommie menjadi kekasihnya.

Aigooo… romantis sekali tempat ini Young Bae-ah…” Bommie yang segera sadar dengan suasana tempat itu yang begitu romantis segera berkomentar. Young Bae tertawa jengah. Dia mendadak gelisah. Dia harus mulai dari mana semua ini? Dan lagipula… tingkah Minji tadi masih mengganggu pikirannya.

Ah, tidak usah dipikirkan. Putus Young Bae akhirnya. Minji itu memang suka bertingkah aneh dan memang agak tomboi. Gadis itu suka serampangan dan urak-urakan. Hobinya tidur di kelas. Ugh, jauh sekali pokoknya dari Bommie yang . Tapi… kalau soal baik hati… Minji adalah gadis yang paling baik. Wooo… kenapa Young Bae malah memikirkan Minji begini.

Maka Young Bae tanpa sadar menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir bayangan Minji yang tiba-tiba saja menghantuinya.

“Kau kenapa, Young Bae-ah?” tanya Bommie heran.

Anieyo. Gwenchana…” kata Young Bae gugup.

Sial sekali. Young Bae sudah menunggu untuk datangnya hari ini. Hari dimana dia membulatkan tekat untuk menyatakan cintanya pada Bommie. Tapi gara-gara Minji, konsentrasinya malah terganggu begini. Seharusnya, sekarang dia sudah mengutarakan perasaannya pada Bommie. Baiklah, dia rasa ini belum terlambat.

“Bommie-ah…” Young Bae memanggil nama Bommie pelan.

“Emph?” Bommie menoleh dan memberikan perhatiannya sepenuhnya pada Young Bae.

NaNa…” Young Bae memulai. Tentu saja kelanjutan kalimat yang ingin ia katakan adalah ‘Bommie, jeongmal saranghae…’ tapi entah kenapa kalimat itu begitu sulit untuk keluar dari bibirnya.

Aissshh… Young Bae menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Kenapa untuk menyatakan cinta saja menjadi begitu sulit? Kalau begitu, tidak perlu ditanya mengapa ia selalu gagal mendapatkan gadis yang ia cintai selama ini. Sementara itu Bommie masih menunggu apa yang akan diutarakannya.

Baiklah. Sekali lagi. Young Bae akan mencobanya sekali lagi.

 “Bommie-ah…”

Aku tidak terlalu percaya, tapi kapan-kapan aku akan mencobanya. Aku akan menggantungnya terbalik saat namja yang aku sukai mengajak yeoja lain untuk kencan dengannya.

Belum apa-apa kalimat itu melintas begitu saja di benaknya dan tingkah Minji yang menggantungi teruterubozu terbalik saat ia tadi membayang kembali di otaknya.

Minji? Kenapa Young Bae jadi terus-terusan memikirkan gadis itu. Arrrgghh… keterlaluan sekali. Kenapa bayangan Bommie yang tomboi itu bisa mengalahkan si cantik Bommie yang jelas-jelas ada di hadapannya saat ini. Sebenarnya bagaimana perasaannya pada Bommie? Young Bae menjadi ragu sekarang.

“Ah, motae* Bommie-ahNa jeongmal motae.” (*= tidak bisa) gumam Young Bae akhirnya. Tampang lelaki itu terlihat benar-benar frustasi sekarang. “Sepertinya ada yang tidak beres dengan kepalaku.”

oo000oo

Keesokan harinya

Di Kampus

Gadis itu duduk dalam posisi sejajar di sampingnya. Hanya saja ada dua bangku yang memisahkan Young Bae dengan gadis itu. Gadis itu adalah Minji dan mereka berdua sama-sama sedang mengikuti perkuliahan untuk mata kuliah sastra lama. Biasanya, mata kuliah sastra lama adalah salah satu mata kuliah yang menjadi favorit Young Bae. Dia selalu tertarik mendengar bagaimana pertama kali hangul terbentuk. Bagaimana raja-raja korea terdahulu memikirkan huruf-huruf china terlalu sulit dan mereka memikirkan suatu bahasa yang lebih sederhana dan praktis hingga terbentuklah hangul.

Tapi yang terjadi kini? Young Bae justru tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak mencuri-curi pandang pada gadis yang bernama Minji itu. Yah, gadis yang selama ini dianggapnya tomboi itu. Dan sekarang? Hohohoho… kenapa rupa gadis itu menjadi terlihat begitu menawan di matanya? Bahkan cara gadis itu menguap berkali-kali diantara materi-materi perkuliahan yang sedang disampaikan oleh dosen di depan kelas, juga membuat Young Bae terpesona. Dan yang terpenting, saat menatap Minji, Young Bae tidak memikirkan Bommie sama sekali. Tidak membayangkan Bommie sama sekali.

Young Bae tersentak. Sebuah gumpalan kertas mendarat tepat di hidungnya. Young Bae mencari-cari sumber lemparan kertas itu dan rupanya Minji-lah yang melemparinya. Gadis itu memelototinya dengan galak.

“Kenapa kau menatapku terus?!” gadis itu setengah berbisik dengan nada membentak.

Ah, rupanya Minji sadar kalau Young Bae memperhatikannya. Bagaimana ini? Young Bae harus menjawab apa?

Ani. Aku hanya sedang melamun.” tanggap Young Bae akhirnya. Tapi Minji sepertinya masih tidak percaya. Gadis itu terlihat masih akan memperpanjang masalahnya kalau saja Han Kyul songsaengnim tidak segera mengakhiri perkuliahan siang itu. Dalam gerakan cepat Minji membereskan semua buku-bukunya. Dia kelihatan tergesa-gesa sekali dan dia segera menyandang tasnya dan berlari keluar kelas.

Young Bae penasaran. Mau kemana Minji sampai begitu terburu-buru. Dan akhirnya Young Bae ikut membereskan buku-bukunya dalam gerakan cepat dan segera menyusul Minji yang telah berlari duluan keluar kelas.

Sampai di luar kelas, Young Bae tidak segera menemukan gadis itu. Young Bae mengedarkan pandangannya berkeliling. Ah, cepat sekali hilangnya gadis itu. Oh tidak, Young Bae salah. Gadis itu tidak menghilang. Gadis itu sekarang berada di bangku-bangku yang terlindung oleh sebatang pohon rindang yang ada di halaman kampus. Hanya saja Minji tidak sendiri. Dia bersama seorang namja. Dan Minji terlihat sedang begitu asyik bercanda dengan namja itu. Sesekali Minji tertawa lebar. Sesekali namja itu menusap-usap rambut Minji. Hati Young Bae  kontan berdesir-desir. Arrrrrgggghhhh…. menyebalkan sekali melihat apa yang dilakukan Minji dan namja itu.

Ugh, siapa sih namja itu? Young Bae yakin kalau namja itu bukan anak kampusnya karena seingat Young Bae, dia baru sekali ini melihat tampang namja itu.

 oo000oo

Bommie POV

Rumah Keluarga Dae

Beberapa saat kemudian…

Bommie sedang duduk di depan teras rumahnya sambil membaca majalah-majalah yang edisi lama yang memang tergeletak begitu saja di meja teras. Sesekali pandangannya tertuju ke jalan. Dia memang sedang menunggu kedatangan seseorang.

Tak lama kemudian senyuman Bommie mengembang. Sebuah mobil berhenti tepat di depan pagar rumah. Minji, dongsaeng-nya turun dari mobil itu dan disusul oleh seorang namja. Seung Hyun nama namja itu. Tunangannya yang selama ini sedang menjalani tugas belajar di luar negeri.

“Ah… Seung Hyun-ah… Aku rindu sekali padamu.” seru Bommie. Gadis itu segera berlari menghampiri Seung Hyun dan memeluk namja itu.

“Kenapa dari bandara, kau harus menjemput bocah ini dulu? Dia sudah biasa pulang sendiri.” ujar Bommie setengah merengek seraya bersungut-sungut pada Minji. Minji mencibir sekilas membalasnya.

Gwenchana.  Minji kan calon adik iparku.” ujar Seung Hyun seraya mengecup lembut kening Bommie.

“Arggh.. sok romantis sekali kalian berdua!” protes Minji dan tanpa minta ijin ia segera melangkah masuk ke dalam rumah dengan tampang kesal.

“Kenapa dengan Minji? Kalian sedang bertengkar?” tanya Seung Hyun.

Anieyo. Dia hanya sedang kesal padaku. Dia pikir aku merebut namja pujaannya. Padahal aku hanya ingin menggodanya sedikit. Hehehehe…”

“Ah, jahil sekali kau Dae Bommie. Kasihan adikmu. Lalu, siapa namja pujaan Minji? Aku belum pernah dengar…”

“Tenang saja. Kau akan segera tahu orangnya. Itu…” Bommie menunjuk mobil yang baru saja berhenti tepat di belakang mobil Seung Hyun. Sebuah mobil sport merah tanpa atap. Mobilnya Young Bae.

Young Bae turun dari mobilnya dan memasang tampang seperti ingin membunuh.

Yaa! Hei, kau! Kau siapanya Minji, hah?” tanya Young Bae tanpa basa-basi dan langsung menghampiri Seung Hyun yang berada di samping Bommie. Keberadaan Bommie sama sekali diabaikannya.

Seung Hyun memasang tampang kebingungan. Begitu juga dengan Bommie.

Jamkkan man, Young Bae-ah… Kenapa kau marah-marah pada Seung Hyun?” tanya Bommie menyela.

“Karena dia dekat-dekat dengan Minji.” Young Bae menjawab lugas tanpa ragu-ragu.

“Memangnya kenapa kalau marah-marah kalau Seung Hyun dekat-dekat dengan Minji?” tanya Bommie lagi. Gadis itu mulai mengulum senyum.

“Karena aku menyukai Min…” ucapan Young Bae terhenti sesaat. Dia terlihat bingung sendiri. Dan dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dengan rupa terlihat konyol.

Seung Hyun dan Bommie terkekeh serentak. Ya ampun, tidak Minji, tidak Young Bae, kedua orang ini sama saja polosnya.

Lalu Bommie bergerak keluar dari teras dan berjalan ke arah tepat di bawah jendela kamar Minji. Tepat seperti yang Bommie duga, adiknya sedang duduk di pinggiran jendela kamarnya seperti yang biasa yang dilakukannya. Bommie yakin, Minji sudah mendengar semuanya karena saat ini wajah Minji sedang memerah luar biasa.

“Minji-ah, Young Bae sudah mengatakannya… lalu apa jawabanmu?” tanya Bommie setengah berseru pada Minji dengan kepala mendongak. Setelah itu Bommie menoleh pada Young Bae yang wajahnya juga sedang merah luar biasa.

Yaa! Minji-ah, ppali… cepatlah jawab. Seorang namja baru saja mengatakan kalau ia suka padamu…” seru Bommie lagi karena Minji hanya diam saja.

Bukannya menjawab pertanyaan Bommie, Minji malah menghilang ke dalam kamarnya. Akan tetapi ia segera kembali dengan beberapa boneka teruterubozu. Gadis itu segera menggantungi boneka itu di pinggiran jendela kamarnya. Tapi kali ini Minji tidak menggantungnya terbalik seperti sebelumnya.

“Hei, Minji-ah… Kenapa kau malah mengurusi boneka aneh itu lagi sih?” tanya Bommie kesal melihat tingkah adiknya.

“Katakan saja padanya eonnie, besok aku ingin berkencan dengannya.” seru Minji, senyum gadis itu melebar. Bommie tentu saja tidak perlu menyampaikannya pada Young Bae, karena Young Bae sudah mendengar sendiri ucapan Minji.

“Hei, teruterubozu… awas ya, kalau besok sampai turun hujan, besok aku ingin pergi piknik ke gunung dengan Young Bae.” ujar Minji lagi sambil menggantung teruterubozu terakhir di tangannya. Dan setelah itu, Minji segera menghilang kembali ke dalam kamarnya dengan wajah berbinar cerah.

Young Bae yang sedari tadi terdiam segera melepas senyuman lebarnya.

Yaa! Minji-ah…. SARANGHAEEE!!!” jeritnya tidak peduli Minji masih mendengarnya atau tidak. Dia hanya terus tertawa dengan lebar. Selebar yang dia bisa sampai matanya yang sipit hanya tertinggal bagai garis melengkung tunggal yang amat tipis.

Sementara itu Bommie dan Seung Hyun hanya bisa saling pandang dengan raut bingung.

“Pasangan yang aneh…” komentar keduanya serentak.

——–END——–

Mian yaaaa… kalo fic.nya aneh… Ini karya lamaku (kira-kira udah setahun yang lalu) yang kubongkar dan kuedit-edit lagi.

Oh ya, ada yang tau apa itu teru-teru bozu? itu lho boneka penangkal ujan yang sering masuk cerita-cerita manga… (susah ngejelasinnya)… tanya aja sama mbah gugel kalo mau tau lebih jelasnya… Hehehe…

Buat yang udah baca jangan lupa tinggalkan jejaknya ya…

Bubbye!!