Don’t hate BIGBANG

 

Author: KimsKimi

 

Genre:  Romance , friendship , litle bit comedy (maybe ?)

 

Cast :

  • Daesung BIGBANG
  • Shin Michan
  • Song Jin Ra
  • Other BIGBANG Member
  • Scheduler

 

Length:  Part 1

Dis : Maksih banget ama drama 49 days , karena ngambil sedikit ide dari situ ^^

 

Note:    I’m back dengan lanjutan dari FF Maybe  . 

Mianhaeee…. FF ini lama banget update nya  , abis susah banget dapetin idenya .. Jadi kalo ceritanya agak sedikit aneh (__ __)

 

+++

Dalam perjalanan pulang ke apartemen nya , Michan sebenarnya kesal karena Daesung terus mengikuti nya. Semakin cepat ia berjalan maka semakin cepat Daesung mengikutinya .

Dia berhenti lalu segera berbalik, ditatap nya tajam Daesung

“Heh kau , berhenti mengikuti ku !”

“Siapa ? Aku ?” Daesung menunjuk dirinya sendiri.

“Menurutmu siapa lagi hah , Kang Daesung ?!”

“Omo ! Kau tahu aku ?” ucap Daesung setengah kaget , dia pikir Michan tidak tahu kalau dia mengikuti nya dari tadi.

Entah apa tujuan nya mengikuti Michan , tapi yang pasti itu membuat Michan kesal.

“Pabo namja ! ” dengus nya kesal lalu meninggalkan Daesung sambil setengah berlari.

“Hey gadis sinis tunggu aku !”

Akhirnya setelah cukup lama berjalan Michan berhenti di depan apartemen nya. Dan sebelum ia masuk ke dalam ia berbalik menghadap Daesung yang telah mengikuti nya dari tadi.

“Sekarang apa lagi ? Ini apartemen ku , puas kau sudah mengetahuinya tuan Kang !”

Daesung hanya tersenyum menanggapi kata-kata sinis Michan.

“Malah senyum-senyum . Kau pikir senyum mu manis hah ?!”

“Sinis sekali sih ? Aku cuma ingin berkunjung ke rumah salah satu fansku”

“What did you say ? Fans ? “

“Yaps , fans. And you is my fans”

Michan memutar bola matanya tidak mengerti dengan jalan pikiran namja didepannya .

“Are you insane or what ? I never be your fans , don’t you know that . Sekarang pergilah dari hadapanku atau aku memanggil polisiuntuk menggeret mu pulang”

“Telpon dan panggilah polisi jadi aku juga tidak perlu repot untuk memanggil taksi”

“Aish ! Mau mu apa sebenarnya ?!”

“Izinkan aku masuk ke apartemen mu , nona”

“Untuk apa ?”

“Hanya ingin mengistirahatkan kakiku sebentar”

“Ugh ! Masuklah ! ” ajak Michan dengan nada terpaksa.

Daesung masuk dan melihat sekeliling apartemen Michan. Banyak frame foto yang tersusun rapi di rak kayu.

“Itu foto kami saat menonton konser boyband mu yang pertama”

“Konser di Gymnastyc Arena  . Aku masih ingat betapa terharu nya aku bisa melihat para fans kami untuk pertama kali nya”

“Ini”

Michan menyodorkan segelas coklat panas kepada Daesung yang menerima nya dengan cepat.

“Gomawo..eum.. Boleh aku tahu nama mu ?”

“Namaku tidak penting , aku tidak mau kau mengenalku lebih jauh”

“Hey miss , menanyakan nama seseorang bukan berarti dia berkenalan lebih jauh. Tidak salah kan aku mengetahui nama antis ku sendiri ?”

“Tukang paksa. Panggil aku Shin , margaku saja cukup kan ?”

“Ok , tidak masalah kalau kau hanya memberitahu marga mu. Tapi nanti nama mu akan terungkap Shin” ucap Daesung di sela-sela meminum coklat nya.

Ekspresi Michan tidak sesinis tadi , dia malah berubah jadi sedikit ramah dan mau menanggapi omongan Daesung.

“Shin..”

” … Ye ?”

“Boleh aku tahu sedekat apa kau dan Jin Ra , sampai kau membenci kami karena kematiannya ?” tanya Daesung mengalihkan matanya ke Michan yang sedari tadi memandang langit-langit ruang tamunya.

Gadis itu bangkit sejenak lalu kembali pada posisi semula .

“Jin Ra dan aku sudah seperti saudara. Dia selalu ada saat aku membutuhkan , tapi aku yang tak pernah ada saat ia butuh. Kematiannya….” nada suara Michan bergetar saat ingin menceritakan sahabatnya kembali.

Jarinya mulai bersiap menghapus air mata yang akan keluar.

“Gwenchana Shin ? Kalau kau tidak nyaman untuk cerita itu tidak apa-apa , ak…ku…”

Daesung sedikit tercekat saat menyadari Michan sudah memeluknya , dengan canggung tangan Daesung mengusap punggung Michan untuk menenangkan gadis itu.

“Michan-ya.. Aku tidak tau kalau kematianku membuatmu sedih”

Jin Ra menatap mereka berdua dari sudut rumah. Menurut Jin Ra , sahabatnya tidak akan pernah mengeluarkan setetes air mata untuk dirinya. Karena ia tahu Michan bisa melihatnya , tentu tidak perlu bagi Michan untuk menangisi kematiannya. Tapi baru kali ini ia melihat Michan menangis di pelukan seseorang.

***

Michan pov

Aigoo…

Badanku kenapa terasa hangat ?

Seperti ada orang memelukku. Mataku memandang orang yang sedang mendekap ku erat .

Struktur wajahnya…aku tahu ini siapa !

Daesung ?

Ya, dia Daesung. Buru-buru aku bangkit dari dekapannya . Aku menjauhinya yang kelihatan heran dengan tingkah ku barusan.

15 menit penuh keheningan.

Daesung dan aku hanya saling memandang tanpa membuka satu obrolan apapun.

“Shin.. Semalam aku…”

“Pulanglah . Aku tidak mau melihat kau berlama-lama lagi di rumahku”

“Tapi…”

“Aku pikir kakimu juga sudah cukup beristirahat , jadi pulang saja. Apa kau tidak takut member BIGBANG yang lain mencari keberadaan mu ?”

Daesung pun bangkit dari duduknya , ia langsung mengambil blazer abu-abu dan syal nya.

“Aku pergi – Shin..” ucapnya sebelum ia benar-benar pergi dari rumahku.

__

Kurebahkan diriku diatas kasur .

Hmm…

Kenapa aku jadi merasa kesepian lagi ?

Biasanya kan aku juga selalu sendirian , tapi kenapa sekarang aku….

“Merindukannya nona ?”

Jin Ra tiba-tiba datang dan ikut tiduran di sampingku.

“Waeyo Michan-ya ? Tidak biasa dengan kehadiranku ?”

“Kau yang melakukan nya kan ?”

“Melakukan apa ?”

“Pura-pura lupa hah ? Kau kan yang mengunci pintu toilet itu , dan membuat Daesung datang untuk menolong ku”

Dia menganggukkan kepalanya “Aku kan sudah bilang , meskipun aku hantu tapi jangan pernah sekalipun meremehkan ku”

“Ck. Jadi niatmu untuk membuat aku suka BIGBANG itu serius ?”

“Yes , you’re right miss” jawab Jin Ra kegirangan.

“Dan kau juga hampir menyukai nya kan , Shin Michan ?”

Jin Ra mengatakan itu seolah ia sedang menuduh ku.

“Menyukai nya ? Kau bercanda apa ? Aku tidak mungkin suka dengan member boyband konyol mu itu”

“Jinca ? Tapi aku melihatmu tidur di pelukannya semalam”

Aish !

Pasti Jin Ra juga melihat aku menangis semalam. Selama ini kan aku tidak pernah menangis di hadapan nya.

“Michan-yaa…”

“Ne ?”

“Mianhae kalau aku membuatmu menangis. Aku tidak pernah tahu kau sedih karena aku tinggalkan” Aku agak sedikit enggan membalas perkataan Jin Ra itu.

Jin Ra menundukkan kepalanya “Sebenarnya..ada satu hal yang aku belum pernah cerita kepadamu”

“Tentang apa ? BIGBANG lagi ?”

Dia menggeleng pelan “Kematian ku bukan karena Kim Seunghyuk”

Tangan ku sedikit bergetar saat Jin Ra menyebut nama Kim Seunghyuk , mantan pacarnya.

“Maksudmu ?”

“Ini semua karena tekanan orang tua ku . Mereka melarang aku melanjutkan hubungan dengan Seunghyuk oppa. Mereka memaksa menjodohkan ku dengan pria yang umurnya saja lebih pantas menjadi kakek ku.”

Jin Ra mengungkap semua kejadian pahit yang ia alami kepada ku. Dia menceritakan semua kesalah pahaman yang aku pikir adalah salah mantan pacarnya Jin Ra.

“Jadi.. Orang tua mu dalang semua nya ?”

“Begitulah , mereka memanipulasi kematian ku dan membuat seolah-olah Seunghyuk oppa penyebab kematian ku. Padahal aku…” dia tidak melanjutkan kata-kata nya dan membuat ku jadi penasaran.

“Padahal apa ? Jangan bilang kalau kau bunuh diri Jin Ra-yaa” ku tatap Jin Ra dengan pandangan serius , aku harap tebakan ku ini tidak benar.

Jin Ra balik menatap ku dan tatapan nya itu seperti mengatakan semua yang terjadi itu benar.

“Geotjimal ! Aku tidak percaya kalau kau bunuh diri , itu bukan dirimu Song Jin Ra !” pekik ku tapi Jin Ra segera menghilang dari hadapan ku tanpa menjelaskan semua nya.

Tangisan ku tidak bisa berhenti karena masih mengingat kejadian barusan.

Kenapa Jin Ra baru memberitahu ku sekarang ?

Kenapa dia tidak pernah menceritakan masalahnya kepadaku ?

Aku tahu- aku bukan lah pendengar yang baik . Tapi setidaknya dia bisa cerita padaku , bukan menyimpan semua masalah nya diam-diam. Rasa menyesal ada dalam diriku sekarang , aku terus menyalahkan diriku karena tidak bisa jadi sahabat yang baik untuk Jin Ra.

Mianhae.. Jin Ra-yaa.

Author pov

Jin Ra memandang langit sore yang indah sambil duduk diatas gedung bertingkat. Dia sendiri adalah sosok hantu yang roh nya belum bisa tenang karena ada satu keinginan nya yang belum tercapai , jadi ia tidak akan bisa pergi sampai keinginannya itu terkabul.

Dan keinginan nya itu tak lain adalah membuat Michan , sahabatnya bisa suka dengan idolanya BIGBANG.

Aneh ?

Memang terlihat aneh , tapi dia serius ingin melakukan itu dulu sebelum bisa pergi dengan tenang.

“Hey !” kejut sosok seorang namja dari balik punggung nya.

“Scheduler ?!”

“Sedang apa kau disini ? Ingin bunuh diri lagi ?”

“Huh ? Mana bisa aku bunuh diri lagi , aku kan sudah..” ucap Jin Ra seraya menunjukkan ‘death glare’ dihadapan namja yang ia panggil scheduler.

Namja itu mengangguk “Bagaimana ? Berhasil membuat sahabatmu itu menyukai BIGBANG ?”

“Belum berhasil sih , tapi seperti nya Michan sudah menyukai salah satu dari mereka”

“Benarkah ? Siapa ?”

“Daesung oppa ! Aku juga bisa lihat kalau Daesung oppa menyukai Michan”

“Baguslah , cepat buat mereka saling jatuh cinta. Karena waktu mu tidak banyak lagi , ingat itu” kata si scheduler mengetuk i-pad nya.

“Ne , aku tahu. Tapi bisakah kau membantu ku untuk mendekatkan mereka ? Aku mulai sedikit kewalahan mendekat kan Michan dengan

Daesung oppa” pinta Jin Ra dengan tampang memelasnya.

Scheduler itu meringis kecil “Bantu apa lagi ?”

*bayangin wajah scheduler nya itu mas Il Woo ya 😉 *

___

“Perasaan ini muncul lagi ! Apa aku mulai menyukai gadis sinis itu ?” pikir Daesung saat sedang berkaca di kamar mandinya .

Dia membasuh wajahnya dari air keran dan waktu ia mau me lap wajahnya dengan handuk , ada sebuah tulisan aneh yang muncul tiba-tiba di kaca kamar mandi nya.

“Omo ! Apa ini ?? Nomor telpon ? Shin Mi Chan ?”

Segera ia mengambil i-phone nya dan mengetik nomor telpon aneh yang tiba-tiba tertulis di kaca nya.

Suara ringtone handphone membuat gadis itu sadar dari tidur nya yang cukup panjang , Michan meraih handphonenya yang ada disamping tempat tidur . Dahi nya mengernyit melihat kontak nomor si penelpon.

“Kang Daesung ? Dari mana dia tahu nomor ku ?”

(Klik !)

“Yoboseyo..”

“…”

“Ne , ini aku Shin Michan”

“…”

“Tau dari mana nomor ku ini ??”

“…”

“Mwo ? Itu… Aneh”

“…”

“Bertemu ?”

“…”

“T..tapi aku tidak bisa bertemu dengan mu , h..ha..”

Daesung memutus sambungan telponnya dan itu membuat Michan menggerutu kesal.

Daesung pov

Langkah kakiku terasa sedikit ringan , entah karena perasaan ku yang senang atau apa tapi yang jelas aku merasa bahagia hari ini bisa bertemu dengan Michan.

“Hyung !!” suara nyaring Seungri terdengar lagi.

Dia menghampiri ku dengan anggota BIGBANG yang lain .

“Kau mau kemana Daesung-ah ?” tanya TOP hyung memandang ku heran.

“Ingin berkencan ya ??” tuduh G-Dragon hyung yang di iyakan juga oleh pasangan favoritnya Seungri.

“Aigo.. ternyata selama di gereja kau cukup banyak berubah ya”

Astaga.. mereka ini. Padahal aku juga belum menjawab tapi sudah berkata yang macam-macam.

“Aniya.. aku Cuma mau keluar sebentar. Sedikit bosan kalau hanya di apartemen”

“Hmm.. kalau kau ingin keluar , kajja bersama kami saja . Kami juga ingin keluar” ajak TOP hyung langsung menarik tangan ku.

Bagaimana ini ?

Mereka semua mengajakku ikut merayakan hari sebelum natal.

Sebenarnya aku tidak mau ikut , tapi bagaimana kalau mereka curiga dengan ku ?

Argh !

Kenapa hidupku jadi rumit begini sih. Aku mengacak rambutku dan menuai tatapan aneh dari mereka semua.

“Kau kenapa Daesung-ah ?”

“Hyung mulai depresi lagi ya ?”

“Ish.. jangan berpikiran buruk dulu , ini Cuma bagian dari salah satu akting ku saja kok”

“Ooh.. begitu”

Tak lama mobil TOP hyung terparkir di halaman salah satu restoran yang kukenal.

Bukannya ini restoran tempat aku dan Michan janjian ?

Ck.. Sepertinya ini bukan hari bahagia lagi untukku tapi ini adalah hari sial untukku.

Kami mulai masuk kedalam restoran dan mengambil meja . Sementara Seungri dan Taeyang hyung , mereka bertugas memesan makanan.

Dengan perasaan sedikit cemas- aku berharap Michan tidak jadi datang kesin…i .

Huffft~~ do’a ku tidak terkabul rupanya.

Gadis berambut panjang dengan coat merah dan tas warna yang senada itu datang , ya Michan datang untuk menepati janjinya. Dia tampak sedang mencari keberadaan ku sampai akhirnya dia berhasil menemukan ku sedang bersama anggota BIGBANG yang lain.

Author pov

Michan menghampiri meja tempat Daesung dan anggota BIGBANG yang lain . Disitu terlihat sekali kalau Daesung sedikit cemas karena takut Michan kembali sinis kepada mereka semua. Tapi sebaliknya Michan tersenyum ramah kepada mereka.

“Kau.. nona yang waktu itu kan ? Yang tidak sengaja bertabrakan dengan ku , iya kan ?” tanya TOP dengan sedikit menyelidik nya.

Michan tersenyum gugup (?) “Ne, aku gadis yang jatuh itu. Mianhae.. oppa , saat itu mood ku sedang tidak baik jadi aku agak sinis kepadamu”

“Ya aku mengerti , kau sedang janjian dengan teman ?”

“Iya oppa , aku ada janji dengan Kang Daesung BIGBANG” jawab nya enteng dan langsung membuat Daesung menutup muka nya dengan topi GD.

“Berarti dugaan ku tadi benar kan Daesung ?”

“Hey Daesung ! Jangan menutupi wajah mu itu , dia juga sudah tahu kalau itu kau Daesung-ah” kata TOP dan menarik topi GD.
Daesung jadi salah tingkah dia melambai kan tangan nya kepada Michan dan mengeluarkan senyum nya.

“Mau ikut bergabung dengan kami nona ?”

___

“Kurasa dia sudah mulai menyukai BIGBANG” ucap seorang namja dan membuat sesosok gadis menoleh kepadanya.

“Sepertinya iya” balas gadis itu sambil melihat pemandangan yang ada di bawahnya.

“Kalau begitu apa lagi ? Kau sudah bisa pergi kan Song Jin Ra ?”

Jin Ra menggeleng menjawab pertanyaan scheduler itu “Aniya.. aniya ! Aku belum mau pergi sekarang sampai dia bisa berpacaran dengan Daesung oppa”

“Haishh ! Bukannya kau bilang hanya dengan dia menyukai BIGBANG kau akan segera pergi ?”

“Kurae , tapi aku ingin melihat dia berpacaran dulu dengan Daesung oppa. Baru aku mau pergi”

“Cih.. Banyak sekali keinginan mu , bilang saja kau ingin tinggal lebih lama di dunia ini” kesal scheduler itu lalu meninggalkan Jin Ra sendirian.

“Jadi sejak kapan kau dan Daesung berkenalan ?” tanya TOP diiringi tatapan penasaran (?) dari semua membernya.

“Daesung hyung dan Michan-ssi berkenalan secara tidak sengaja di cafe dekat agency kita hyung” sahut Seungri yang awalnya agak sedikit kaget saat melihat Michan ada di meja mereka.

Michan hanya tersenyum mendengar jawaban Seungri lalu menatap Daesung yang sibuk dengan makanan nya.

“Huh ! Kenapa malah mereka yang asik bicara dengan Michan , yang janjian kan aku bukan mereka.” batin Daesung sambil memakan nasi bimbimbap nya.

Dia terus memandang tajam keempat namja yang secara tidak langsung mengganggu acara kencan nya.

Taeyang ternyata menyadari pandangan tajam dongsaeng nya langsung memberi kode (?) GD dan yang lainnya untuk meninggalkan Daesung dan Michan berdua.

“Omona ! Aku lupa memberi makan Boss tadi ! “

“Gaho juga belum kuberi vitamin”

Mereka juga melirik ke arah dua Seunghyun.

“Ah~ iya ! Aku dan Seungri sepertinya ada pekerjaan hari ini , iya kan Seungri ?”

Tapi Seungri sepertinya tidak mau bekerja sama dengan para hyung nya “Benarkah ? Aku pikir kalian cuma ingin membiarkan Daes….Aww !”

Dia mengaduh kesakitan karena kakinya barusan di injak oleh GD “Gwenchana Seungri-ssi ?”

Belum lagi Seungri menjawab Michan dia malah di tarik oleh Taeyang untuk pulang

“Daesung , Michan , sebaiknya kami pulang dulu” kata Taeyang keluar bersama Seungri duluan.
GD dan TOP pun bangkit dari duduknya “Selamat berkencan Daesung-ah” ucap kedua nya dan berhasil membuat wajah Daesung dan Michan memerah.

Mereka berdua masih merasa canggung sampai akhirnya Daesung memberanikan dirinya untuk bicara.

“BIGBANG tidak buruk juga kan ? “

“Ne , ternyata mereka seru juga”

“Yah begitulah mereka , seru dan menyebalkan”

Michan tertawa kecil mendengar ucapan Daesung tentang anak-anak BIGBANG.

“Tapi itu semua benar kan ?”

“Tentang apa ?”

“Kau mengajakku bertemu , sebenarnya karena ingin berkencan kan ?”

“Ng… I..itu…”

“Next saturday , Seoul tower” kata Michan menyeruput Lemon tea nya.

Dia sedikit bingung dengan kata-kata gadis di depan nya sekarang .

“Itu waktu untuk kita berkencan Kang Daesung , mianhae aku harus pulang sekarang”

“Chakkaman Michan-yaa !” panggil Daesung sambil menahan pergelangan tangan nya.

“Nde ?”

“Sampai jumpa sabtu depan”

***

Mi Chan pov

 

Pakaian apa yang harus kupakai ?

Kyaa !

Kenapa aku jadi bingung begini , padahal tidak biasa nya aku repot memadu-padankan baju yang akan ku pakai.

Aku terus mencoba semua baju yang ada di lemari ku , tapi kenapa rasanya tidak ada yang cocok ?

Sepertinya aku butuh bantuan Jin Ra sekarang , karena biasa nya dia yang membantuku dalam urusan seperti ini.

 

“Need some help miss ?” aku sedikit kaget melihat sosok Jin Ra yang tiba-tiba muncul dari belakangku.

“Jin Ra… Kau ?”

“Waeyo ? Apa aku tidak boleh kemari lagi , setelah berhasil membuatmu menangis ?”

Ingin ku peluk Jin Ra tapi pasti tidak bisa karena dia kan tembus pandang.

Dia langsung mendekati ku dan memeluk ku. Bisa kurasakan rangkulan Jin Ra yang aku rindukan selama ini .

Dan yang membuatku sedikit heran kenapa dia tidak tembus pandang ?

Dia bisa memeluk ku seperti dulu , padahal selama ini kami tidak bisa menyentuh satu sama lain.

“Kau heran ya chagiya ?”

“Yes , kenapa kau bisa memeluk ku ?”

“Hari ini , aku ingin bersama mu lagi Michan-yaa”

“Hah ?”

Jin Ra mengenggam tangan ku “Jangan pikirkan kata-kata ku tadi . Oh ya , kudengar kau mengajak Daesung oppa berkencan ya ?”

“Ani.. bukan kencan hanya sekedar bertemu saja”

“Geotjimal ! Mana ada sebuah pertemuan harus direpotkan dengan hal beginian , kau sendiri keliatan bingung memilih baju”

Dia sepertinya memaksa ku untuk memberi tahu ini.

 

Ku akui aku malu menceritakan padanya kalau aku mulai menyukai idolanya itu , atau lebih tepatnya aku menyukai salah satu dari anggota boyband kesukaan nya.

“Michan-yaa ! Pakai yang ini saja gimana ?” dia menyodorkan sebuah mini dress putih dengan sailor blazer berwarna hitam-merah dan sepasang pump shoes cream .

Setelah memakai baju yang Jin Ra pilih kan dia juga mulai menduduk kan ku di depan meja rias dan segera mendandaniku layak nya make-up artist professional . Jin Ra memang sangat ahli dalam hal ini , dia sempat bercita-cita sebagai stylist dan make-up artist di YGEntertainment tapi sayang impian itu tidak akan pernah ia capai .

“Voila ! You look so beautiful now !”

 

Aku melihat diriku di cermin sekarang ,

Omo !

Apa ini benar-benar aku ?

“Kau memang hebat Jin Ra-yaa” ucapku sambil memeluknya .

 

Dia tertegun lalu mengeluarkan suara tawa yang sangat aku rindukan itu “Gomawo atas pujian nya , aku kan ingin membuat sahabatku kelihatan cantik di kencan pertamanya”

Pipiku bersemu merah saat mendengar ‘kencan pertama’ .

“Kyaa ! Shin Michan ku sudah jatuh cinta !” pekik Jin Ra kegirangan.

“Kau menyenangkan ku begini…karena ini hari terakhirmu bersama ku kan ? Dan karena ini hari terakhirmu makanya kau bisa menyentuh layaknya manusia biasa.”

Ekspresi wajah Jin Ra berubah seketika saat aku mengatakan hal itu , dia tampak sedikit kaget karena aku tahu hal yang ia sembunyikan ini.

“Darimana kau tahu kalau aku-”

Selentikan ku mendarat di kening nya “Sakit tau !” sungut Jin Ra saat menerima selentikan ku.

“Yeoja pabo ! Sudah berapa lama aku bersahabat dengan mu hah ? Dengar ya nona Song Jin Ra , aku itu sudah mengetahui seluruh sifatmu . Jadi kalau kau berusaha bohong dariku pun , itu sudah tergambar jelas di wajahmu . Arraseo ?!”

Sambil merengut kecil dia membalas perkataanku “Ara…ara.. Aku mengerti”

Daesung pov

(TOK ! TOK ! TOK !)

Jantungku berdetak kencang lagi , perasaan yang sudah lama tidak kurasakan muncul kembali .

Shin Michan , gadis yang baru beberapa hari kukenal ini berhasil menarik perhatian ku .
Mungkin ini nama nya love at first sight.

(Klek !)

Pintu apartemen Michan terbuka , seorang gadis dengan sailor blazer dan dress putihnya keluar dari sana .

Kuperhatikan dari ujung kakinya hingga wajah. Yeppo ! Dia cantik sekali , seperti seorang dewi.

“Daesung-ah , jangan melihati ku seperti itu… Aku jadi..err..ma..lu”

Mendengar suara Michan aku kembali sadar dari lamunan ku. “N… Ne , kau sudah siap ? ”

Dia hanya diam tanpa menjawab pertanyaan ku

“Bukannya aku bilang kita ketemuan di Seoul Tower ? Kenapa kau malah datang kerumahku ?”

Sial !

Aku lupa , seharusnya aku tidak menjemputnya . Pasti sekarang dia akan marah atau membatalkan rencana kencan kami.

“Mianhae… tapi tidak apa kan , aku datang menjemput calon pacarku ?”

Michan mengangguk pelan dan tiba-tiba menyipitkan matanya kepadaku , kurasa dia baru sadar dengan ucapanku.

Haha ! Sepertinya aku makin menyukaimu nona Shin !

“Omo ! Omo ! Tadi kau bilang apa ? Calon apa ?”

“Ng… Calon pasangan kencan , iya kau adalah calon pasangan kencan ku kan ?”

“Weird..”

“Haha.. Sudahlah ! Kajja kita pergi sekarang , nanti keburu Seoul Tower sudah dipadati”

Kutarik tangan nya untuk masuk kedalam mobil ku yang sudah terparkir di depan apartemen nya.

Sekarang setelah kami sampai di Seoul Tower , kami hanya duduk diam di dalam mobil sambil menunggu kembang api tahun baru .

Tanganku menahan telapak tangan nya yang sibuk merapikan rambutnya , dia nervous juga ternyata.

“Kenapa menahan ku ? Aku kan ingin merapikan rambutku”

“Tidak perlu dirapikan lagi , begitu saja kau juga sudah cantik” dia pun akhirnya membiarkan rambutnya tergerai begitu saja.

“Berada di dalam mobil membosankan ya ?” Michan berbicara juga setelah dari tadi dia banyak diam.

“Kurae.. Kau ingin keluar Michan-ah ?”

“Tentu saja , aku ingin keluar dan menikmati kembang api itu diluar. Masa hanya kencan dalam mobil” kata Michan membalikkan badan nya ke arah ku.

Dia benar , untuk apa berkencan kalau hanya berdiam diri dalam mobil.

“Kajja !”

“Hah ?”

“Kau ingin merayakan tahun baru hanya dalam mobil ?”

Author pov

 

“Aku tidak pernah menyangka , kau akan mengajakku kencan . Seharus nya sebagai namja- Aku yang mengajakmu kencan”
Michan tersenyum tipis mendengar kata-kata Daesung “Kau lupa acara kencan kita yang pertama rusak karena member BIGBANG yang lain ?”

“Ah~ iya , ini semua karena mereka ! Kalau mereka tidak menganggu kita waktu itu , kurasa kita sudah jadi pasangan sekarang” Daesung sadar apa yang ia ucapkan barusan didengar sangat jelas oleh Michan.

 

“Pasangan ?” gadis itu mendengus kecil “Apa ini pernyataan cinta secara tidak langsung , dari seorang Daesung BIGBANG ?” goda Michan pada Daesung yang kelihatan salah tingkah .

Dia pura-pura membetulkan syal yang menutupi wajahnya untuk menghindari pertanyaan gadis yang ia suka.

“Jawab atau aku pulang Daesung-yaa !”

“Andwae ! Kau tidak boleh pulang !”

“Menahanku untuk tidak pulang . Berarti kau menyukai ku ?”

Daesung bingung harus jawab apa. Meskipun dia tahu , dia ingin menjadikan Shin Michan sebagai pacarnya.

 

Dengan canggung dia menarik tangan Michan lalu menggenggam nya “Mungkin ini terlalu cepat , karena kita juga baru saling kenal .Tapi aku serius memintamu jadi yeojachingu ku , apa kau mau ? ”

Michan cuma diam dan tidak segera membalas pernyataan cinta Daesung , dia masih mempertimbangkan jawaban nya untuk Daesung . Di satu sisi dia juga menyukai namja itu , tapi di sisi lain dia masih merasa malu karena sempat membencinya .

“Ahahaha ! Pasti kau merasa terlalu cepat ya ?” tawa Daesung mencoba mencairkan suasana mereka yang kaku.

“…Err… Aku , aku mau kau jadi namjachingu ku !” balas Michan sambil menundukkan kepalanya.

Daesung berusaha melihat wajah gadis yang menerima cintanya itu , tampak semburat merah menghiasi pipi Michan .

“Berarti kita resmi jadi pasangan sekarang ?”

“Menurutmu ?”

Mata mereka saling menatap satu sama lain , tanpa sadar wajah mereka saling mendekat dan….

DUAR ! DUAR ! DUAR !

Suara riuh kembang api tahun baru membuat mereka berdua menjauhkan kembali wajah mereka dan lebih memilih menikmati kembang api sebagai pasangan baru .

“Happy new year Song Jin Ra… Ku harap kau senang aku sudah bisa mewujudkan impian mu ini”

 

-1 Januari 2012 –

Sore ini Michan mengajak Daesung ke pemakaman untuk mengunjungi Jin Ra. Setelah meletakkan bunga mawar putih di makam Jin Ra.
Daesung mengucapkan terima kasih “Jeongmal gomawo Song Jin Ra.. Karena kau , aku jadi bisa bertemu dengan sahabat mu yang sinis ini . Dan gomawo juga karena telah menjadi VIP ”
Michan mendelik kesal “Sinis tapi kau suka !”

“Aku bercanda chagiya- Sepertinya ada telpon , biar kuangkat sebentar” Daesung pergi agak menjauh dari makam dan Michan.

“Jin Ra-yaa… Gomawo untuk semua yang kau lakukan kepadaku , semoga kau bisa tenang disana . Annyeong !”

 

Michan berjalan ke arah Daesung .

 

“Nuguya ?”

“TOP hyung . Dia mengajak kita makan bersama di Hongdae , ingin ikut ?” tawar Daesung pada gadis yang sudah menjadi yeojachingunya itu.

Michan mengangguk kecil “Ne , kajja kita pergi !”

Daesung tersenyum melihat tingkah Michan , di rangkul nya Michan dan mereka pun pergi dari pemakaman.

 

“Thank you Daesung oppa ! Thank you Michan-ah !”

 

 

 

-End-

Note : Gimana ceritanya ? aneh atau gak nyambung ? Mian banget kalau ni ff gagal  :(  , tapi tetep RCL  yaaa 😉