Title                   : Jealous?!
Author               : Shirae Mizuka
Genre                : Romance, Jealousy
Length               : Drabble (377 words)
Rate                  : General
Cast                   :  Soo Hee, Je, Ji and Rin
Disclaimer
         : I didn’t mention any certain persons here, but they real and I have represent of them in my mind and they are belong to themselves.

Gadis itu menggenggam erat-erat sendok di tangannya dan dengan geram mengacaukan tatanan menawan puding vanilla di depannya. Mulutnya berkomat-kamit tak karuan dalam gerutuan yang tak putus sekaligus tak jelas.

“Mereka serasi sekali.” Ia mendengar bisik-bisik disekelilingnya. Bisik-bisik yang menguji titik maksimal kesabarannya.

Panas dan sakit kini berbaur di hatinya. Amarahnya bergerak terlalu cepat mencapai ubun-ubun. Nanar tatapannya menyorot sepasang manusia yang berdiri─meski dengan dengan tak rela, tapi memang harus diakuinya bahwa pasangan itu memang serasi. Dan pantaslah mereka menjadi elu-eluan orang-orang di sekelilingnya.

“Kau tidak memberi selamat pada temanmu?”

Gadis itu menoleh sekilas pada lelaki yang menyapanya dan mendengus jengah, “Tidak.” ketusnya.

Lelaki disampingnya menautkan alis, “Tidak?” tanda tanya besar dalam intonasinya.

“Nanti saja.” Gadis itu meralat jawabannya.

Seketika lelaki disampingnya melepas tawa. Bukan tawa bahagia sepertinya. Karena ada rasa sesak di dadanya ketika memamerkan raut sumringah itu dan betapa hambar tawa itu terdengar.

Apapun yang ada dalam kepala gadis itu begitu eksplisit terumbar dalam tingkah polahnya. Dan itu bukanlah suatu hal yang menjadi kesukaan lelaki itu.

“Caramu mencemburui orang lain─siapapun dia, akan selalu punya kemungkinan bisa melukai orang yang kini bersamamu, Soo Hee-ya. Tidakkah kau pahami itu?” lelaki itu berujar.

Si gadis diam. Matanya masih tertuju pada sepasang manusia yang berdiri di atas podium beberapa meter di depannya. Bukan lagi dengan sorot emosional seperti semula. Kini gadis itu hanya merasa cemas bila ia menoleh, ia akan mendapati lelaki disampingnya tengah memandangnya dengan sorot terluka.

“Es krim itu sepertinya enak. Aku akan mengambilnya untukmu.” Suara si lelaki memecah keheningan yang telah mereka ciptakan sendiri di tengah keramaian itu.

“Je…” Gadis itu bersuara lirih.

“Hmph?”

“Temani aku memberi selamat pada Ji dan Rin,” Si gadis terdiam sesaat. “Mereka memang serasi…” gumamnya.

Je mendekat kembali. Tangannya terulur mengelus pelan rambut si gadis. “Mereka serasi, tapi kita bisa lebih serasi. Kajja.”

Jemari gadis itu berada menghangat dalam genggaman si lelaki ketika lelaki itu menuntunnya ke arah podium.

Meski masih menyisakan sakit, gadis itu sadar amarah tidak lagi menguasainya. Kecemburuan tidak lagi sepenuhnya menjajah logikanya. Perlahan ia memahami, bahwa mungkin ada sesuatu yang harus ia lepaskan bahkan sebelum ia sempat memilikinya. Sedikit demi sedikit ia harus menerima, bahwa mungkin sesuatu yang begitu ingin dimilikinya adakalanya akan lebih baik bersanding dengan yang lain.

Gadis itu merapat pada lelaki yang masih terus menuntunnya itu, “Terima kasih kau ada untukku, Je… Saat cemburu ini hampir membuatku gila…” bisiknya.

..FIN..