Title :Be My Girlfriend 2/?

Author : jiforG 

Cast :

Min young

-Daesung

-Ji Yong

-Bom

-Seunghyun

 Chapter 2

six  month  later after bommie marrige

Min Young duduk—mengurusi pembukuan café milik keluarganya di salah satu kursi yang berada di sudut café ketika seorang pria datang menghampirinya. “sedang sibuk?” sapa laki-laki yang tidak lain adalah Ji Yong yang sudah—duduk di kursi, berhadapan dengannya—memperhatikan gadis yang terlihat mengikat sedikit asal rambutnya, tapi tetap terlihat sangat cantik. Setidaknya itu pemikiran Ji Yong saat ini. “Ji Yong-ssi? Sendiri?” tanya gadis itu sopan tersenyum seadanya.

“ani.. tuh orangnya datang” dia menunjuk Seunghyun yang sedang jalan kearahnya dan Min Young dengan membawa nampan berisi coffee dan beberapa roti.

 “sibuk?” sapa seunghyun—duduk di samping Min Young.

“tidak juga, hanya memeriksa pembukuan saja. Kalian lagi istirahat ya?” Min Young meraih kopi yang berada di depan Seunghyun lalu meminumnya “Ya! Itukan punyaku” protes Seunghyun cepat tidak terima kopinya di minum.

“hehehe.. aku haus” Gadis itu nyengir “aku rindu onni oppa, kembalikan dia kerumah” rengek Min Young  manja pada kakak iparnya itu. Keduanya memang sangat dekat membuat Ji Yong yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua hanya senyum-senyum sendiri

“dia kan istriku, tentu saja dia harus tinggal dirumahku. Oh ia, kami baru membeli tv baru, sangat besar!” pamer seunghyun “sebaiknya kau sering main kerumah, kami juga baru membeli video game baru. Kalau sempat ajaklah Daesung”

Tapi sesaat kemudian mood gadis itu berubah “aah~ jangan bicarakan dia, aku lagi malas.”

“wae? Apa kalian sudah putus?” seunghyun berubah antusias. Sampai-sampai merubah posisi duduknya agar bisa berhadap-hadapan dengan Min Young.

“oppa!” gadis itu hanya bisa mendesis kesal.

“kalian sangat akrab ya” ujar Ji Yong sambil menyesap kopinya yang sedari tadi memperhatikan dua orang yang berada di hadapannya itu.

“heh? Akrab dengan dia? Siapa yang mau!” jawab Seunghyun dan Min Young serempak saling menunjuk seolah jijik satu dengan yang lain.

“hahaha” Ji Yong tertawa.

“oh ia, maaf aku lupa. Perkenalkan ini adik iparku yang sangat idiot..” Ujar seunghyun memperkenalkan Min Young pada Ji Yong rekan kerja sekaligus temannya.

“aku sudah kenal. Kami kenalan waktu di pestamu beberapa bulan yang lalu.” Aku ji yong

“Oh begitu..” ucap Seunghyun mengangguk sambil sesekali memakan kue “Min Young, hari minggu aku dan Bom ada rencana memancing. Ji Yong juga ikut. Kau mau ikut tidak? Kasian anak ini sendiri” ujar seunghyun enteng sambil menunjuk Jiyong “Setidaknya kalau ada kau kan bisa disuruh-suruh”

 “jam berapa? Oh ia sabtu inikan Seungri datang? Apa oemma tidak memberi tahumu?”

“Seungri? Si tengil itu? untuk apa dia datang? Jangan bilang dia mau sekolah disini?” seunghyun berubah menjadi aneh sendiri mendengar nama Seungri. Dulu sewaktu Seunghyun masih pacaran dengan Bom jketika kedunya masih sma, Seungri yang merupakan sepupu Bom dan Min Young sering usil padanya dan karena itu Seunghyun tidak terlalu suka. Tapi sebaliknya dengan Min Young, dia sangat dekat dengan Seungri. Mungkin karena dia merasa Seungri itu adiknya.

 “mulai sekarang sebaiknya kau panggil Jiyong oppa, umurnya kurang lebih sama denganku. Tapi dia lebih muda  setahun dariku.” Jelas Seunghyun

“arraso. Jiyong oppa” Min Young melatih bibirnya untuk mengucapkan nama itu.

Membuat pria menyembunyikan pipinya yang sedikit terasa panas. “kita harus kembali ke kantor. Jam istirahat sudah selesai. Kajja” Jiyong beranjak dari mejanya kemudian membayar minuman yang tadi di pesan Seunghyun di kasir.

“kenapa kau tidak coba dekat dengan Jiyong saja?Di banding dengan Daesung?” bisik Seunghyun sebelum benar-benar pergi kemudian tersenyum menggoda sambil menunjuk-nunjuk Jiyong yang sudah jauh.

++

“Seungri!”

“Noona!” serunya berlari kecil kemudian berhambur memeluk Min Young

“kenapa sekarang kau lebih tinggi dariku?” gadis itu melapas pelukannya lalu menjijit mencoba menyaingi tinggi sepupu satu-satunya itu.

“aku seorang pria sekarang! Not children anymore that’s why I’m taller then you sist” ujarnya bangga

“I knew it” katanya pada akhirnya kembali berdiri normal. “kajja, kita ke mobil. Maaf ya omma dan appa tidak bisa menjemputmu. Mereka sedang sibuk.” Ujar Min Young sambil berjalan membawa Seungri ketempat dimana mobilnya tadi di parkir.

“its okay. Oh ia, aku dengar,  pacarmu seorang artis ya?”

“dia baru menjalani debut selama beberapa bulan ini. Darimana kau tahu? Dari Bom-onni?”

“nope, dari ajumma. Dia mengirimku e-mail sebulan yang lalu. Aku kira dia hanya bercanda, ternyata benar yaa..” gumam Seungri sok mikir

“sinca? Ibu mengirimmu e-mail yang begituan? “

Seungri  mengangguk. “jadi kapan kau mau mengenalkan hyung itu padaku?” di rangkulnya Min Young dan tersenyum dengan genitnya—menyikut pelan Min Young

+

“shiro! sebentar lagi…” rengek Seungri masih meringkuk di balik selimutnya. “inikan hari minggu” protesnya

“Cepat sana mandi! kau harus ikut memancing. Tidak akan ada yang menjagamu dirumah, hari ini. Aku dan pamanmu akan pergi ke sauna, sedangkan Min Young akan pergi memancing dengan Bom dan suaminya.”

laki-laki remaja itu bangun dan menggaruk-garuk kepalanya “aiisshh.. berarti aku akan bertemu dengan seunghyun ya?!” ujarnya ketus, terdengar tidak senang. Ternyata rasa tidak sukanya terhadap seunghyun masih sama seperti dulu. Perempuan paruh baya itu duduk di tempat tidur, “kau masih tidak suka dengan menantuku?”

Seungri menoleh, merasa tidak enak “bukan itu maksudku ajumma.. “ katanya buru-buru.

Di acaknya rambut keponakannya itu, “sudahlah cepat mandi dan siap-siap, noonamu sudah selesai. Tinggal menunggumu saja. Arraci” kata wanita itu kemudian meninggalkan kamar Seungri.

Begitu selesai mandi dan siap-siap Seungri keluar dari kamar dan langsung di sambut oleh bear, anjing Siberian husky yang sudah sejak lama di pelihara keluarga Min Young. “kau sudah sarapan?” tanya Seungri pada anjing berwarna hitam putih itu. Tidak menunggu bear menjawab dia segera turun ke lantai bawah diikuti bear di sampingnya.

***

“Hmm.. mana menurutmu yang bagus? Ini atau ini ya?” Daesung mengitari keranjang-keranjang coklat berisi berbagai jenis macam bunga. Baru hari ini dia bisa keluar. Wajar saja, beberapa bulan ini dia sedang menjadi pembicaraan banyak orang karena sedang naik daun. Dan  tentu saja semua rutinitasnya berubah. Semua kegiatannya di warnai dengan show, latihan, tampil di radio, dan berbagai acara keartisan lainnya. “yang ini cantik” Hongki menunjuk bunga tulip.

Daesung menoleh sekilas, kemudian menggeleng kecil. “Ani.. ini yang cocok untuknya” dia mengambil setangkai mawar putih dan menciumnya—membayangkan Min Young saat tersenyum di benaknya “terakhir kali aku memberinya bunga saat kami sma kelas 3..” pikirnya. “tolong berikan aku se bucket mawar putih, dan di hias dengan indah dengan pita berwarna merah maron itu ya” Ujar Daesung pada penjual menunjuk sebuah pita merah yang tergantung di dekat kasir. Penjual yang mengerti di maksud Daesung langsung melakukannya.

Hongki mendekat pada Daesung yang menunggu pesanannya di hias dengan tidak sabar. “Hyung bunga itu untuk siapa?” tanya Hongki, lagi-lagi belum mengerti.

“seseorang yang special. Nanti aku perkenalkan padamu” kata Daesung dengan senyum yang belum juga pudar dari bibirnya.

“Jadi dia kekasih Hyung??” ucap Hongki akhirnya. “siapa namanya? Apa kalian sudah lama pacaran? Apa dia cantik?” kini rentetan pertanyaan terlontar bak asap yang tebal dari mulut pria bertubuh padat itu.

“mmm..” Daesung tampak berpikir. “kami sudah jadian sejak kelas dua sma, ya walau sempat putus nyambung sih..” jelas Daesung singkat.

“aku jadi penasaran pacar hyung seperti apa” kata hongki sambil memegang dagunya

***

“siapa Jiyong? Apa dia pacar noona yang artis itu?” tanyanya datar, focus dengan roti dan susu yang sudah tersedia di hadapannya. Min Young menggeleng kecil sambil bermain-main dengan bear “Dia teman Seunghyun-oppa. Anyway apa kau masih tidak suka dengan oppa?”

 “tidak juga..tapi kalau melihat wajahnya mungkin aku akan kembali tidak suka dengannya.”

“kau ini…”

TIN..

Suara klekson mobil terdengar dari luar.

“let’s go, makannya di mobil aja. C’mon bear..” Min Young memasang pengikat pada leher bear.

“dia juga ikut ya?” tunjuk Seungri

“tentu saja! Siapa yang akan memberinya makan kalau tidak ada yang mejaganya, bibi Park sedang pergi kerumah anaknya di Busan. Lagian sudah lama dia tidak jalan-jalan keluar. Ia kan bear? Kajja” ujar Min Young, menyambar tasnya lalu menarik bear keluar rumah.

“hai..” Jiyong tersenyum begitu melihat Min Young keluar rumah

“hai~” sahut Min Young. “Oh ia oppa, tidak apa-apakan aku bawa bear?”

“gwenchana. Dia Siberian husky ya? Aku juga punya anjing dirumah. Anjing bulldog” ujar Jiyong

“khamsahamida” ucap Min Young senang “oh ia oppa, ini sepupuku Seungri, dia baru datang dari amerika semalam.” Gadis itu menunjuk Seungri

“hei..” Seungri tersenyum seadanya sambil mengulurkan tangannya yang langsung di sambut Jiyong ramah

 “kwon Jiyong imnida” katanya

“Seungri”

“yasudah ayo kita berangkat. Seunghyun dan Bom sudah berangkat duluan, katanya mereka akan menyediakan makan kita” jelas Jiyong kemudian mempersilakan Min Young dan Seungri masuk mobilnya.

***

Daesung berhenti di depan rumah Min Young dengan se buket bunga mawar putih di tangannya, dan tentu saja dia dengan pakaian samarannya. Tapi rumah bertingkat itu tampak kosong. Dia menjijit dan berhasil melihat melalui gerbang berwarna hitam tapi tetap tidak ada siapa-siapa di halaman itu. “kemana dia? Apa dia pergi? Tapi kemana?” pikir Daesung. “Oh ia, kenapa aku tidak menelponnya saja ya?!” ujarnya. “aisshh, kenapa aku bisa berubah pabo seperti ini ya” dia memukul sendiri kepalanya.

“tuuuttt………”

“kenapa tidak di angkat ya?” gumam Daesung kemudian kembali mencoba.

“Yebboseyo” ujar orang di sebrang pada akhirnya

“Kau dimana? Aku di depan rumah sekarang”

“nugu?” tanya min young terdengar acuh

“hei.. sejak kapan kau amnesia? Ini aku Daesung, baru beberapa bulan tidak bertemu kau sudah lupa padaku ya” jawabnya kesal

“heh? Daesung? Mian tadi waktu angkat telpon aku tidak lihat display ponsel. Waeyo?”  Saat Daesung baru mau menjawab seseorang memanggil namanya. “Min Young-ah, cepat kemari ikannya besar sekali..!” teriak seseorang dari kejahuan

“kau sama siapa?” tanya Daesung cepat

“nee oppa, cakkaman” teriak Min Young menjawab sahutan “aku sama Seunghyun oppa,onni, seungri dan Jiyong oppa. Wae?”

“siapa Seungri dan Jiyong? Kau sedang dimana?”

“Aku sedang di pantai, memancing. Maaf tidak memberitahumu aku pikir hari minggu kau akan istirahat. Lagi, tumben menghubungiku hari libur? Bukannya hari libur adalah hari istirahatmu” nada suara Min young  terdengar menyindir

“ani, aku baru saja selesai latihan. Jadi siapa Seungri dan Jiyong?” tanya Daesung lagi

“Seungri sepupuku dan Ji yong…” KLIK tiba-tiba hape Min Young mati.

“Yebboseyo…yebboseyo… Min Young-ah” Daesung berteriak-teriak pada ponselnya.

“Siapa sih Jiyong??” keluhnya “aisshh” umpatnya kesal. Dia menarik napas sejenak, menatap bunga yang di tangannya kemudian melangkah pulang dengan hati yang sedikit kesal bercampur kecewa.

“Omo! Omo! Omo! Hp nya pake acara mati segala lagi” gadis itu menatap ponselnya yang memang sudah low karena di pakai seungri memotret dan merekam video sejak pertama mereka sampai. Lagi  pula, ponsel gadis itu memang tidak di charge selama dua hari jadi wajar saja batrainya sudah habis sekarang “tumben sekali dia datang kerumah hari minggu begini?padahal sudah beberapa bulan ini tidak bisa di temui!”

“Noona, kau sedang apa? Dari tadi di panggil hyung tuh” kata Seungri menghampiri Min Young yang tampak sedang berpikir“siapa yang tadi menghubungimu? Ajumma?”

Min young menggeleng kecil, “kalian sudah dapat ikannya?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Seungri sebelumnya. Dan pria itu tidak terlalu mempermasalahkannya

“nee.. Jiyong hyung dapat ikan yang besar.. si Seunghyun kalah di buatnya” ujar Seungri senang

Tapi..PLETAK! Min young menjitak kepala Seungri dengan keras

“waeyo!” seru Seungri

 “dia itu saudara iparmu. Kau harus sopan padanya” omel Min Young

“aiisshh…!!”

+

Next day

Di lepasnya sepatunya kemudian melangkah masuk kedalam aparteman yang mulai terlihat berantakan di banding terakhir kali dia singgah. Dan tidak seperti biasanya tirai apartemannya belum terbuka padahal ini sudah jam sepulu pagi. Dan sesuatu berplastik putih yang berada di atas meja dekat tv menarik perhatiannya. Di dekatinya meja itu dan di lihatnya se bucket bunga mawar putih yang mulai layu ada di sana “bunga?” di ambilnya bunga itu kemudian di ciumnya. “masih wangi” katanya lagi lalu membawa bunga itu kedalam kamar Daesung. Tapi…

“kau membeli bunga untuk siapa?” tanya Min Young  masuk ke kamar—sambil mencium bunga yang di temukannya di dekat tv. Tapi untuk sesaat dia tertegun kaget melihat Daesung jam segini belum bangun dan tertidur dengan berpakaian yang sepertinya belum sempat di gantinya—kemeja putih dengan beberapa kancing baju terbuka. Dan dari arah kamar mandi keluar seorang wanita. “nuguseyo?” tanya wanita ketika melihat Min Young

“k..au..siapa?”

“oh aku? Aku pacarnya namja yang sedang tidur itu” wanita itu tersenyum nakal. Rambutnya pirang lewat sebahu dan matanya sedikit sipit.

“i..t..t..u..kau..memakai pakaian daesung?!”

Wanita itu memeriksa pakaiannya, “oh ini..ia habisnya baju ku basah karena keringat” jawabnya enteng

Tobeco…..

 sorry kalau semakin GAJE =_____________________=