Author : chanyb

Main Cast : Choi Seunghyun

Other Cast : Park Hyo Min – Lee Seungri

Cameo : Kwon Jiyong – Sandara Park

Title : Pengganggu -Sequel Mencetak-

Genre : family,humor,nc 17,gaje

Okeh,saudara-saudara berhubung kemarin banyak yang bilang yadongnya kurang berasa. Kali ini saia buat yah setidaknya setingkat lebih tinggi kalo kebanyakan,ntar dosa maklum masih polos *.*#plakk
Sedikit curhat saia membuat scenenya sampai keringatan ==”
Langsung saja

Let’s Cekidot ^^

2 tahun setelah pernikahan pasangan Choi Seunghyun dan Park Hyomin,mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Padahal sang suami selalu berangan-angan memiliki anak 1 kesebelasan (?) hingga kerap kali terbawa-bawa ke alam mimpi.

Baik Seunghyun maupun Hyo Min tampak amat sangat frustasi dengan keadaan mereka ditambah lagi jika teman-teman mereka membawa anaknya ketika bertamu membuat iri hati tanda tak mampu muncul kepermukaan jiwa.

Kadang permasalahan yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah perkembang biakan (?) bisa merambat kemana-mana termasuk ke masalah percetakan anak.
Dan sekarang pasangan Hyun-Min tengah duduk saling berhadapan di ruang makan.
Mereka mengincar manik mata masing-masing. Tatapan ke-2nya berkilat-kilat seolah ingin menjatuhkan mental lawan bicaranya.

KRETEEK!!
Sang istri meremas gelas plastik sampai remuk. Gemas.
Sementara tangannya yang lain mengetuk-ngetuk meja,menunggu sang suami berbicara. Maklum sudah lebih dari 4 jam mereka duduk diam sambil mengadakan kontes ketajaman mata (?).

“Apa maumu??”
Ujar Seunghyun mengalah dan memijat-mijat kelopak mata lelahnya.

“Mauku?? Mauku–kau–belajar–pada–teman–tipismu–resep–apa–yang–ia–gunakan!!”
Balas istrinya dingin. Ia mendelik kesal ke arah Hyo Min dengan rahang mengeras.

“Maksudmu??”

“Kau bodoh atau hanya mengujiku? Masih saja kau bertanya maksudku… Ck,maksudku adonan (?)mu itu bisa dipastikan 99,99% GAGAL!”

“Apa?? Maksudmu aku kurang jantan?? Seharusnya kau yang memeriksakan diri ke dokter!?! Masa hampir tiap minggu bahkan kita melakukannya beronde-ronde tapi,kau tak kunjung membuncit!!”
Seunghyun menggebrak meja sebelum beranjak meninggalkan istrinya sendirian.

PLETAAAK!!
Hyo Min melempar remasan gelas plastik tadi tepat mengenai kepala suaminya. Seunghyun meringis kesakitan tanpa perlawanan ataupun niat membalas tindakan istrinya.
Percuma saja karena perlawanan akan memicu tindakan kekerasan lain dari sang istri. Apalagi setelah ia tergabung dalam PSTI (Perserikatan Suami Takut Istri) cabang Korea Selatan.
Amat pantang baginya untuk membalas. Prinsip perserikatan ini adalah BIARKAN RANJANG YANG BERBICARA.

“Mau kemana kau,huh?”
Tanya Hyo Min ketus lalu menghampiri pria tegap berambut kecoklatan didepannya penuh amarah.

“Minie-ya,sudahlah aku capek!! Kau tahu pekerjaanku sebagai model tidaklah gampang. Mengertilah.!!”
Seunghyun memainkan intonasi suaranya,naik turun agar sang istri memahami bahwa saat ini ia sedang capek baik secara jasmani dan rohani.

Melihat wajah mengasihankan milik Seunghyun,ekspresi Hyo Min berubah menjadi lembut seketika.
Permainan intonasi sang suami selalu berhasil meluluhkan hatinya yang kadang sekeras batu kali.

“Baiklah aku akan menyiapkan kopi dan makanan kecil untukmu,tunggulah di ruang TV!”
Tawarnya ramah kemudian melenggang ke dapur.

“Aaaaaaaaarrrggh… Tolooooonnngg!!”
Tak lama berselang raungan dari Seunghyun yang membuat Hyo Min kalang kabut di dapur. Wanita itu khawatir sekaligus takut terjadi hal-hal buruk menimpa sang suami.
Secepat kopaja ngesot ia mengambil ganggang sapu. Sebagai persiapan menghajar sesuatu ataupun seseorang yang mengganggu suaminya.

Dengan berjinjit-jinjit ia mendekati lokasi Seunghyun,tangannya mencapai-capai dinding. Mencari saklar lampu karena ruangan tersebut gelap gulita.

“Hyunie-ya? Yeobo?”
Panggilnya setengah berbisik. Takut didengar maling yang menyambangi apartemen mereka.

CKLEK!!
Saklar lampu berhasil dinyalakan. Pupil mata wanita itu membesar hampir menggelinding keluar dari tempatnya melihat tubuh sang suami terkulai lemah tak berdaya di lantai.

“Hyu… Hyu… Hyunie…ya??”
Suara dan tangannya bergetar hebat mendekati Seunghyun.

GREEP!! BRUUK!!
Tubuh Hyo Min limbung akibat tarikan tangan kekar suaminya.

“Welcome to my world,baby!!”
Seunghyun tersenyum menyeringai dan memposisikan tubuhnya tepat di atas Hyo Min layaknya orang sedang bersiap untuk push up.
Istrinya terkesiap mendapat perlakuan liar darinya yang tiba-tiba tapi,tidak mencoba melawan apalagi menolak. Terkesan pasrah.

“Jagie,bagaimana kalau kita mencetak di sini saja??”
Ujar Seunghyun mesum yang membuat Hyo Min senyum-senyum najong dan bersemu merah.
Merasa tak ada penolakan ia mendekatkan wajah tegasnya untuk melaksanakan aksi pertama.

“Eeengh… Mian sepertinya kami salah waktu untuk bertamu!!”
Suara tamu tak diundang memecah kekidmatan acara mencetak anak pasangan Hyun-Min. Pasangan itu gelagapan bak kucing ketahuan nyolong ikan asin mereka saling mejaga jarak sejauh-jauhnya. Yang jadi pertanyaan adalah darimana tamu tak diundang itu masuk?

“Jiyong,Dara… Darimana kalian masuk??”
Selidik si empunya apartemen dengan menaikkan ujung alisnya. Sengit.

“Dari pintu! Memangnya harus darimana lagi kami masuk huh? Jangan menatapku seperti itu,bukankah kau sendiri yan memberikan kunci cadangan apartemenmu padaku?”
Terang Jiyong menjelaskan sembari mengajak anak dan istrinya duduk di sofa.

“Eomma… Eomma… Ajumma dan ajushie tadi sedang main kuda-kudaan,ya??”
Tanya anak pasangan DARAGON polos.

“Ssstt… Seungri,ini urusan orang dewasa!!”
Dara menempelkan ujung jari telunjuknya ke bibir putra semata wayangnya.

XxxxX

Setelah kedatangan tamu tak diundang Seunghyun dan Hyo Min terpaksa harus tidur berdesak-desakan di ranjang mereka sendiri bersama seorang anak kecil yang tak lain adalah Seungri menjadi jurang pemisah antara pasangan itu. Seungri tertidur pulas memeluk Hyo Min.

Suasana penuh sesak serta kecemburuan terhadap anak berumur 4 tahunan membuat sang suami menggigiti guling penuh nafsu sedangkan di dalam hatinya terus menyumpah serapahi Jiyong yang menitipkan anak mereka 3 hari selama mereka liburan ke Raja Ampat.
Berbagai cara dilakukan untuk menggeser Seungri. Menarik,menyeret tubuh ringkih Seungri malah mempererat pelukan anak itu kepada istrinya.

“Sial!?!!”
gerutunya tak terima dan membolak-balikan dirinya sendiri. Gelisah.

Ke esokan harinya ia bangun kesiangan.

“Ini semua gara-gara anak Jiyong!!”
Seunghyun keluar mencari Hyo Min. Ditengah-tengah pencarian,ia melihat Seungri tengah menonton Unyil.

“Hei bocah!!”
Tegur Seunghyun yang menderita penyakit cemburu stadium akhir. Kontan tegurannya barusan membuat anak berumur 4 tahunan lari terbirit-birit meminta pertolongan.

“Ajumma… Atu tatuut!!”
Jerit anak itu dengan bahasa ala kadarnya masih berlari-lari kecil.Mengetahui jeritan histeris Seungri untuk meminta pertolongan,iapun mengikuti dari belakang.

“Ajumma… Ajushie itu menatuttan!!”
Adu Seungri manja sambil memeluk kaki Hyo Min.

“Hyunie… Jangan pasang wajah yakuza di depan anak kecil!”
Hyo Min mengericingkan mata.

Memandang orang yang menakutkan memasang air muka kalah berperang,Seungri memeletkan lidahnya sombong.

Ingin sekali rasanya Seunghyun menggantung anak itu di lemari atau dibenamkan ke dalam akuarium bersama ikan arwana. Tapi,niatnya langsung hilang ketika tatapan mengancam jiwa raga dari sang istri tertangkap oleh mata tajamnya.
Dengan berat hati ia terpaksa bershower ria di kamar mandi. Meredam emosi.

Saat punggung Seunghyun sudah menghilang di balik kamar mandi,Hyo Min kembali melanjutkan aktifitasnya semula yaitu membuat kue.

“Ajumma… Ajumma… Atu mawu tanyya dedek bayi itu badaimana cala buwatnya?”
Hyo Min berjongkok kemudian tersenyum lembut sambil mengelus puncak kepala Seungri sebelum menjawab pertanyaannya.

“Caranya seperti membuat kue,kalau adik bayinya mau hitam tinggal dikasih kopi sekilo… Kalau kulitnya putih seperti kamu berarti dikasih susu,arrachi!!”

“Ohw… Belalti sekayang ajumma cedang buwat dedek bayi yah??”

Ngik… Ngik…
Pertanyaan anak 4 tahunan tadi membuatnya mati kutu. Benar-benar anak yang sangat polos.

“Jagie… Aku minta handuk!!”
Teriakan sang suami menyelamatkan Hyo Min dari celotehan Seungri yang takkan berhenti sebelum anak itu terlelap.

Cepat-cepat ia meraih handuk bewarna putih dikamarnya kemudian langsung menuju kamar mandi.

“Yeobo… Buka pintunya!!”
Pintu berderit pelan dan menyembullah kepala Seunghyun dengan senyuman nakal terukir di wajahnya.
Dalam waktu sepersekian detik ia menarik lengan istrinya. Membawa masuk Hyo Min.

“Hyu… Hyunie… Apa yang mau kau lakukan??”

Seunghyun diam seribu bahasa dan terus memperkecil jarak mereka.

“Hyunie-ya,setidaknya kau kunci pintu dulu!!”

“Sudah sedari tadi chagiya…”
Bisik Seunghyun amat pelan lalu secara liar bibirnya menyusuri tiap inchi pipi kanan Hyo Min. Ketika bibir tipis nan seksinya menyentuh bibir sang istri. Ia menetap berlama-lama di sana (?).

Awalnya tabrakan antar bibir amatlah pelan dan lembut akan tetapi lama-kelamaan menjadi semakin dalam,serta mengganas. Seunghyun mendorong Hyo Min hingga terpojok ke dinding,ia juga tak lupa menggigit pelan bibir bawah wanita di hadapannya yang memaksa wanita itu mendesah dan membuka mulutnya.
Kontan lidah mereka asik menjelajahi tiap sudut rongga mulut masing-masing (hoeks) dan saling bertukar oksigen. Dengan leluasa jari jemari sang istri meremas (?) rambut sang suami begitu pula jari jemari sang suami juga leluasa menjelajahi ‘jgmdatp'(sensor).

“Huhuhuhuaaaa….. Huhuhuhuaaaa…..”
Suara melengking yang memekakkan saraf pendengaran mengganggu acara making out Hyun-Min.

“Aish… Mengganggu!!”
Seunghyun mendengus,menggaruk-garuk dinding frustasi.

“Hah… Hah… Aku harus menenangkan anak Dara!!”
Pamit Hyo Min dengan nafas memburu tak beraturan seperti habis lomba balap karung.

“Hiks… Hiks… Ajumma… Atu lindu eomma… Lindu appa…Huhuhuhuaaaa…..!!”
Seungri menangis sesenggukan di balik sofa,disampingnya Hyo Min sedang telaten membujuk menggunakan iming-iming hadiah.

“Dasar anak manja!! Untung kau bukan anakku!!”
Cibir Seunghyun sesaat sebelum ia melenggang pergi ke kantor.

“Hyunie!!”

Akhirnya setelah mengumbar bujuk rayu dan tipu daya mematikan Seungri tertidur pulas dengan damainya di gendongan Hyo Min yang membuat ia tersenyum simpul. Yah,itung-itung latihan menjadi orangtua dari anak-anaknya kelak.

Di tengah malam tanpa sepengetahuan Hyo Min,Seunghyun menggendong Seungri ke kamar tamu.
Ia mengendap-endap keluar kamar. Setenang mungkin.
Ia menidurkannya di atas ranjang.
Ditatapnya sebentar Seungri.

XxxxX

Fyiuuuh…
Seunghyun meniup leher jenjang Hyo Min yang membuat istrinya menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan mata.

“Jagiya… Ayo!!”
Bisiknya menggoda.

“Tapi,ada Seungri….”

“Sudah kusingkirkan,lebih baik kita mencetak ulang! Kujamin kita akan beranak pinak!”
Jika lampu kamar dinyalakan pasti rona merah di wajah Hyo Min akan tampak jelas.

Tingkah malu-malu sang istri perlahan-lahan membangkitkan ‘senjata rahasia’ dari tempat peristirahatan.
Secepat kilat tangan Seunghyun menyusup ke dalam gaun tidur Hyo Min lalu bermain-main di dalam sana.

Desahan demi desahan mulai terdengar saat tabrakan beruntun terjadi.

“Huhuhuhuaaaa……. Huhuhuhuaaaa…….”

Kali ini jeritan memilukan Seungri diabaikan oleh Hyo Min karena ia telah terbuai dengan berbagai perlakuan liar suaminya.
Malahan semakin kencang jeritan maka semakin gencar saja mereka melakukan pemanasan sebelum prosesi yang sesungguhnya dilaksanakan.

“Let’s play!!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –

Fyuh,hampir puyunghai saia buat ni epep ._.
Saia ampe berguru dulu baca epep nc tapi tetap saja hasilnya abnormal =n=v
masih kurang hot? Harap maklum karena saia belum pernah terjun langsung #what??
Semoga semuanya suka >.< harus!!<