Shadow

Cast : Lee Seungri, Sandara, OC

Author : Diyuntaechan

Lenght : Drabble (481 words)

Dis : I don’t own anything, plot are mine, don’t plagiarize.



Laki-laki itu berdiri diam menatap hamparan rumput hijau yang membentang indah dihadapannya. Mengingatkannya pada secuil memori masa lalu yang membuatnya sesak nafas. Kenangan yang tak akan habis jika diceritakan kembali. Memang hanya secuil, tapi secuil itu adalah masa yang tak akan pernah tergantikan. Terlalu sulit, untuk dilupakan. Kenangan itu selalu meminta untuk diputar kembali, membuatnya tak habis-habis, ya, berputar berputar lagi.

Laki-laki itu mendongak, bukan langit yang dia tatap, melainkan wajah seorang gadis cantik yang sedang tersenyum. Memang tak nampak dilangit, tapi nampak dihatinya, dipikirannya, diseluruh bagian otaknya.

Gadis itu. Telah mencuri sebagian memori kehidupannya, membuatnya terpuruk dalam suatu keadaan yang tak bisa dijelaskan. Dia tak bisa merasakan apapun sekarang. Bahkan angin yang sedari tadi terus meniupinya dengan hawa dingin, tak membuatnya limbung, meskipun laki-laki itu hanya mengenakan celana jeans dan kaus tipis berlengan pendek.

Tak ada lagi yang berarti di dunia ini sekarang.

Putus asa? Ya, setidaknya hanya itu yang dia tahu sekarang.

Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa?! Batinnya terus menjerit, bertanya pada lukisan wajah dilangit. Tapi tak ada yang menjawab, tentu saja. Gadis itu hanya bayangan. Bayangannya tentang segala kebahagiaan, hanya bayangan.

Benar. Kenangan itu tak pernah terjadi. Memori indahnya, kenangan-kenangannya, semuanya, itu hanya bayangan.

Gadis itu menjadi satu-satunya alasan mengapa dia bisa begini. Alasan mengenai semua teori kebahagiaan yang dia ciptakan sendiri, alasan bagi memori itu.

Kim Minjung, meninggal setahun lalu akibat sebuah benturan keras dikepala setelah mobilnya berusaha menghindari seorang gadis yang menyebrang dengan sembrono, gadis itu baik-baik saja. Mobil Kim Minjung yang tak bisa dikendalikan menabrak pembatas jalan, membuat kepala Kim Minjung membentur stir mobilnya. Dan saat itulah, dia pergi.

Pergi setelah membuat laki-laki terpikat dengan dirinya. Baru sebentar.

Tes.

Laki-laki itu menengadah, menatap awan berwarna abu-abu yang mulai mencurahkan sebagian airnya ke bumi. Dia tersenyum pahit. Lukisan gadis itu kini hilang.

“Seungri Oppa?” samar-samar dia mendengar seseorang memanggil namanya. Lembut, tak ada nada keras disana.

Minjung-ssi?

Bukan.

Laki-laki itu membalik tubuhnya, tersenyum ke arah seorang gadis yang sedang berlarian dengan payung pelangi ditangannya.

Sandara-ssi.

Setidaknya Seungri ingat nama gadis itu.

Seungri tidak tahu ini takdir atau apa. Tapi ia ingat, jelas, Sandara, nama gadis yang membuat Kim Minjung meninggal.

Dan kini, Sandara menyandang gelar sebagai kekasihnya. Kebetulan? Mungkin.

Tapi Seungri tidak pernah punya pikiran untuk membenci Sandara. Ia mencintainya, tidak sepenuhnya, sih. Tapi yang jelas, Seungri tidak menyalahkan Sandara sebagai sebab kematian Kim Minjung.

Ia malah menganggap Sandara sebagai wanita yang Minjung kirimkan untuk menggantikannya. Meskipun ia tahu, Minjung tak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Tanpa kecuali.

“Kenapa di sini? Kau tidak lihat langit, ya?”

Sandara salah, dari tadi Seungri terus memandangi langit. Tepatnya, memandangi lukisannya—Kim Minjung.

“Tidak apa-apa. Ayo pulang saja, kau mau kutraktir eskrim?” Seungri tersenyum. Sandara mengangguk cepat. Gadis itu menggenggam tangan Seungri erat, menariknya menjauh dari tempat itu.

Pergi memulai bayangan-bayangan indah yang baru.

-Fin-