Author : Atikpiece

Cast : Choi Sooyoung | Choi Seunghyun

Genre : Romance

Rating : G

Annyeonghaseyoo ><
perkenalkan saya author baru di blog ini..
sebenernya saya udh jd author bbrapa hri yg lalu,tpi mian karena saya baru nongol sekarang : P maklum, selain brtugas bkin ff, saya juga punya tugas lain yang … alhamdulilah berjibun banyaknya -_-v wkwk

tpi gk apa apa deh yaa :p
dan ini adalah ff pertama saya d blog ini dan ff ini juga udh saya post d blog pribadi saya disini . jd slamat membaca dan mian jika ada kata-kata yang gaje, oke ^^
yeah.. tanpa banyak bacot, let’s cekidot ^^

~Seunghyun-Sooyoung : 12 years old~

Di sore hari di sebuah taman, dengan cuaca yang tak begitu bersahabat, ada seorang anak laki-laki sedang mengejar gadis kecil yang tengah berlari di depannya.Keduanya tampak begitu bahagia hingga seiring berjalannya waktu pun tidak mereka pikirkan.Bahkan, datangnya awan mendung yang tlah menutupi clah bagi matahari untuk memancarkan sinarnya itu pun tidak lagi mereka hiraukan.

Sampai-sampai beberapa saat kemudian, hujan pun turun secara tiba-tiba dan lambat laun hujan itu turun dengan sangat deras.Namun, mereka berdua sama sekali tidak berhenti bermain dan terus melanjutkan permainan kejar-mengejar mereka hingga akhirnya anak laki-laki itu pun dapat juga menangkap gadis kecil itu dengan memeluknya dari belakang.Awalnya, gadis itu sempat tertawa walaupun kedengarannya memang cukup pelan.Tapi, dikarenakan oleh hujan yang terus mengguyur sampai badannya pun kali ini telah menggigil, suara gadis itu tidak terdengar dengan jelas oleh anak laki-laki yang tengah memeluknya.Kemudian gadis itu pun segera melepaskan pelukan tersebut dari anak laki-laki yang sudah lama telah menjadi sahabatnya itu.

Lalu, selang berapa detik mereka pun saling bertatap muka dan anak laki-laki itu menatap wajah si gadis dengan tatapan muka serius.Sesekali ia mengelap beberapa butiran air hujan yang telah membasahi wajahnya sampai butiran-butiran air tersebut benar-benar menghilang.Namun, perbuatannya itu tentu saja dianggap percuma.Hujan deras yang terus mengguyur di kota besar Seoul itu tetap saja membuat wajahnya basah.

“Seunghyun-ah, aku ingin pulang.” Kata gadis itu sambil mendekap erat tubuhnya sendiri. “Aku kedinginan.”

“Oh, tentu.Tapi, Sooyoung-ah, apakah aku boleh berteduh di rumahmu dulu sambil menunggu hujan reda ?”

“Hmm… baiklah.Tenang saja, nanti aku akan meminjamkanmu baju dan celana.” Jawab gadis yang bernama Choi Sooyoung itu sambil memaksakan diri untuk tersenyum di hadapan anak laki-laki itu.Namun, anak yang benama Choi Seunghyun itu sama sekali tidak memperhatikan bagaimana raut wajah gadis itu sekarang.Malah, dengan cepat ia menarik tangan gadis itu.

“Ayo cepat pulang.Kau tahu, tidak baik gadis sepertimu itu bermain hujan-hujanan.Apalagi hujan deras seperti ini.Kalau kau terus disini, mungkin saja nanti kau akan mati kedinginan.”

PLAK !

“Aish, kenapa kau memukulku ? Apa salahku ??” teriak Choi Seunghyun sesaat ia tengah mengusap-usap kepalanya yang menjadi sasaran empuk untuk mendaratkan sebuah jitakan dari Choi Sooyoung.

“Seunghyun-ah, kau mendoakanku mati, ya ?” Tanya gadis itu sambil sesekali ia mendengus kesal dengan kedua bola matanya yang hampir saja keluar dari tempatnya.

“Siapa yang mendoakanmu mati ? Aku hanya memberitahumu.Memangnya aku rela membiarkanmu mati kedinginan disini ? Kalaupun itu terjadi, bisa jadi aku yang celaka… Ah, sudahlah..”  ujar Seunghyun yang kini sudah tidak ingin lagi meneruskan perdebatan yang tidak ada untungnya sama sekali ini.Sampai saat ini anak laki-laki itu pun telah menggenggam erat tangan gadis yang masih saja memasang tampang muka cemberut dihadapannya itu hingga akhirnya mereka berdua pun mulai berlari meninggalkan taman itu menuju kerumah Choi Sooyoung.

***

“Seunghyun-ah, ini baju dan celana untukmu.” Kata Choi Sooyoung seraya memberikan baju dan celana miliknya kepada Choi Seunghyun yang terus saja menggigil akibat cuaca hari ini.Ternyata anak laki-laki itu menggigil dikarenakan ia menunggu Choi Sooyoung yang tengah ganti baju sekitar 5 menit yang lalu.Dasar Sooyoung, kenapa disaat-saat begini ia sama sekali tidak menghangatkan tubuhku dulu dengan handuk ? Dia ingin aku mati,hah ? rutuk Seunghyun dalam hati.Namun, ia cepat-cepat membuang pikiran busuk itu.Kemudian, tanpa basa-basi, Choi Seunghyun menerima baju dan celana itu sambil menyunggingkan senyum di wajahnya walaupun agak sedikit terpaksa.

Namun, setelah ia perhatikan baik-baik baju dan celana milik Choi Sooyoung itu, dengan cepat dahinya berkerut dan kedua alisnya pun mengernyit.

“Sooyoung, kenapa ukuran baju dan celanamu kecil sekali ? Mana bisa aku memakai baju dan celana kecil seperti ini.” Kata Seunghyun memprotes.Mendengar kata-kata dari Seunghyun barusan, Choi Sooyoung hanya mendesah pelan.Padahal, ukuran baju dan celana itu sudah yang paling besar diantara beberapa baju dan celana milik Sooyoung.

“Kalau begitu, berikan baju dan celanaku ! Lebih baik kau tidak usah ganti.Biar saja kau kedinginan.” Kata Choi Sooyoung kesal sambil menarik baju dan celana miliknya itu dari genggaman tangan Choi Seunghyun.Tetapi, dengan terburu-buru Choi Seunghyun pun menarik kembali baju dan celana yang telah direbut oleh Choi Sooyoung sambil mendengus kesal.

“Iya, iya.Mianhaeyo… Sudahlah.Aku ganti baju dan celanaku dulu.” Kata anak laki-laki itu sesaat.Kemudian ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju ke kamar ganti.Choi Sooyoung yang menatapnya pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.Tidak disangka ia mendapatkan sahabat yang tidak tahu terimakasih seperti Choi Seunghyun.Huh, sudah bagus aku meminjamkannya baju dan celana, eh.. dia malah protes.Kata Sooyoung dalam hati.

Tapi, selebihnya, memang anak laki-laki itu terkadang sangat baik kepadanya.Namun, ia tidak sepenuhnya baik.Bahkan, ia pernah berbuat jahat kepada Sooyoung.Hal itu terjadi disaat Sooyoung sedang asyik melukis beberapa hari yang lalu.Tetapi, lukisannya itu pun akhirnya hancur karena Choi Seunghyun yang dengan sengaja mencipratkan banyak cat air hingga mengenai kain kanvas tempat Sooyoung melukis sampai akhirnya lukisan itu hancur.Apalagi, anak itu sama sekali tidak mengucapkan kata maaf kepada gadis itu.Bahkan, sampai Sooyoung menangis pun anak itu sama sekali tidak mengucapkannya.Aish.. benar-benar menyebalkan.

Namun, saat ini hujan sama sekali belum reda.Sambil menunggu Choi Seunghyun selesai mengganti baju, Choi Sooyoung pun akhirnya mendekati sebuah kertas dan spidol warna yang terletak diatas meja ruang tamu.Kemudian, setelah ia duduk,mengambil kertas itu dan mulai membuka tutup spidol warnanya, dengan gerakan cepat ia mulai menggambar sesuatu yang menurutnya sangat menarik dengan pemberian warna yang sesuai di dalamnya.Awalnya, ia tersenyum sendiri melihat gambarnya itu sampai-sampai ia menoleh kebelakang, mendapati seseorang yang ternyata sudah berada di belakangnya.

“Hei, gambar apa itu ?” Tanya Choi Seunghyun sambil mengintip gambar yang telah dibuat oleh Sooyoung.Anak laki-laki itu ternyata sudah memakai baju dan celana milik Choi Sooyoung yang memang kelihatan sedikit kekecilan sambil mengalungkan sebuah handuk di lehernya.Choi Sooyoung hanya tersenyum kecil sambil memperlihatkan gambar itu di depan wajah Choi Seunghyun.

“Ini gambar kau, dan ini aku.” Kata Choi Sooyoung sambil menunjuk gambarnya yang terdapat dua orang anak laki-laki dan perempuan yang sedang bergandengan tangan sambil tersenyum.Namun, setelah anak laki-laki itu memperhatikan baik-baik gambar sahabatnya itu, dia hanya tersenyum sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

“Yah.. cukup bagus.Tapi setidaknya, di gambar itu kita tidak perlu bergandengan tangan.Kau tahu, di gambar itu, kita seperti pasangan kekasih saja.” Protes Seunghyun lagi sambil menunjuk-tunjuk gambar itu.Dan kali ini, kata-kata dari Seunghyun sudah benar-benar membuat Choi Sooyoung tidak tahan lagi.Sudah dua kali anak itu memprotes.Pertama, memprotes baju dan celananya yang berukuran kecil.Kedua, memprotes soal gambarnya.Huh ! .. tidak bisakah dirinya itu menghargai perasaan orang lain ?

“Seunghyun-ah, kau benar-benar menyebalkan !” teriak Choi Sooyoung lebih kencang sambil merebut gambarnya dari kedua tangan Choi Seunghyun.Awalnya, gadis itu sempat berpikir bahwa ia akan mencoret-coret gambarnya itu pertanda bahwa ia sangatlah kesal.Tapi, dengan cepat, Choi Seunghyun merebut kembali gambar itu dari tangan Sooyoung sebelum Choi Sooyoung melampiaskan amarahnya kearah gambar itu.

“Ya ! Jangan dicoret-coret ! Sayang jika gambar yang kau buat ini hancur akibat ulahmu !”

“Hei ! Bisakah kau sedikit saja menghargai perasaanku ? Aku sudah membuatnya dengan sedemikian rupa sampai kau benar-benar menyebut itu bagus.Tapi, kenapa kau masih saja memprotesnya ?”

“Aku tidak memprotes.Aku hanya memberikan kritik dan saranku.Apa itu salah ?”

“Ah.. sudahlah.. aku benci padamu ! ” teriak Choi Sooyoung akhirnya hingga beberapa menit kemudian mereka berdua pun tenggelam ke dalam keheningan sampai-sampai mereka sibuk sendiri oleh pikiran mereka masing-masing.Namun, rasanya jika terus menerus diam seperti ini, tentu saja ini membuat keadaan semakin tidak nyaman.Hingga akhirnya Choi Seunghyun pun mengambil tindakan dengan memeluk Sooyoung dari belakang seperti waktu mereka berdua sedang bermain di taman beberapa jam yang lalu.Anak laki-laki itu memeluk Sooyoung dengan masih menggenggam gambar yang dibuat oleh gadis itu.Gadis itu sempat terkejut karena tiba-tiba saja anak laki-laki itu memeluknya.

“Mianhaeyo.. jeongmal mianhae.. aku janji aku tidak akan mengecewakanmu dan aku janji aku akan menghargai perasaanmu.” Ucap Seunghyun pelan tepat di telinga kanan Sooyoung.Gadis itu pun hanya mendesah pelan hingga akhirnya gadis itu pun menganggukkan kepalanya pelan pertanda ia memaafkan Seunghyun.Kemudian, dengan sedikit ragu-ragu gadis itu mengintip kearah gambar yang sedang di genggam oleh Seunghyun.Gambar itu tidak berubah dan tetap sama seperti tadi, maka dari itu, gadis itu menyunggingkan senyumnya walaupun hanya senyuman kecil sambil merasakan pelukan hangat dari Seunghyun.

TBC ^^