Title: The Highest Star

Author: Kihyun/Kihyukha

Main Cast:

  • Kwon Jiyong/G-Dragon
  • Lee Chaerin/CL

Sub cast:

  • 2NE1 members
  • BIGBANG members

Genre: Romance, Friendship

Length: Twoshoots

Rating: 13+

Disclaimer: All the story are based from my mind~

Annyeong~ annyeong annyeong~ terima kasih untuk kepala suku chany noona… #heh #ganyadardirinyacewek karena sudah menerima saya yang super cakep, eh salah, yang masih amatiran ini. Gomawo juga untuk author yang lain~ (^O^)/ *telat

Oh, read, and leave comment! Kamsa hamnida!^^

******

PART.1  |  PART.2

Pulang sekolah

Chaerin membereskan buku-bukunya di kelas, menata kembali meja guru, dan menyiram bunga. Setelah selesai, ia menutup jendela, mematikan lampu, dan berjalan keluar. Tanpa dia ketahui, Jiyong mengawasinya daritadi.

Annyeong!” sapa Jiyong, ia berjalan mendekati Chaerin. “Nih, buat kamu.” Katanya, lalu memberikan selembar tiket masuk festival universitas Samyang jurusan musik.

“Apa ini?” tanya Chaerin dengan wajah bingung.

“Tiket, besok Bang! tampil disitu, kalau senggang datang ya? Oh, ini nomor hpku.” Kata Jiyong seraya memberikan selembar kertas kecil bertuliskan nomor hpnya. “Jadi? Bisa?” ia memasang tampang polos, membuat Chaerin menjadi sedikit luluh.

“Umm… Sepertinya bisa.” Jawab Chaerin sambil mengangguk tanda setuju.

“Benar? Oke, kutunggu! Jam 3 ya!” seru Jiyong dengan wajah ceria, lalu berlari keluar gedung sekolah sambil membawa tasnya. Chaerin hanya tersenyum melihatnya, tingkah namja itu terkadang gentle, namun terkadang seperti anak kecil, jadi sangat menarik menurutnya untuk terus memperhatikan namja itu. Kemudian, dia berjalan menuruni tangga, keluar gedung sekolah.

******

“Jiyong! Pulang, yuk?” Taeyang menemukan Jiyong sedang berjalan sendirian menuju luar gedung sekolah. Ia berlari dan merangkul Jiyong yang sedang memainkan hpnya dari belakang.

Ne, ne. Oh, aku minta semua foto CL yang kau punya, ya.” Pinta Jiyong sambil mengulurkan tangannya untuk meminjam hp Taeyang.

Taeyang menyerahkan hpnya seraya tersenyum jahil dan menyenggol lengan Jiyong dengan keras. “Aigoo ada apa ini? Pangeran Jiyong sudah mulai suka dengan cewek, ya? Boleh, tapi tetap saja aku yang pertama punya orang ini, ya!”

“Dia kan bukan punyamu,” seru Jiyong dengan memasang ekspresi tidak suka, Taeyang langsung tertawa keras melihatnya.

“Ah benar-benar, baru sekali ini aku melihat Jiyong begini. Kau bahkan lebih kelihatan fanatik daripada Daesung.” Canda Taeyang sembari menepuk pundak sahabatnya dari kecil itu. “Padahal kalau kutunjukkan foto artis atau gadis secantik apapun kau tetap cuek saja, bahkan membicarakannya saja malas.”

“Soalnya yang ini beda.” Ucap Jiyong, tegas dan singkat.

“Uwooo kau menemukan sesuatu yang menarik? Keren juga, ceritakan padaku!” seru Taeyang dengan bersemangat.

“Rahasia.” Jiyong tersenyum misterius, ia menaruh telunjuk di depan bibirnya.

“Ayolah~” paksa Taeyang, tapi Jiyong hanya mengabaikannya sambil terus memindahkan foto-foto CL di hp Taeyang, lalu foto-foto di hp Taeyang ia hapus.

“Nih, makasih fotonya.” Jiyong memberikan hp pada Taeyang dan segera berjalan cepat.

“Oi, tunggu! Ngapain sih dia…” Taeyang segera mengecek hpnya dan menemukan semua foto CL di hpnya hilang, dia langsung memandang Jiyong dengan tatapan tidak percaya dan mengejarnya. “Jiyong!! Tunggu!!!” teriaknya, Jiyong hanya tertawa lebar dan segera berlari kabur.

******

Rumah Chaerin

“Yoboseo? Ah manager, apa besok ada jadwal?” tanya Chaerin pada managernya lewat telepon, ia menggenggam tiket dari Jiyong.

“Oh, Chaerin-ah? Tentu saja! Ada pemotretan untuk cover singlemu dari jam setengah 4 sore sampai kira-kira jam 6 dan paginya juga ada rekaman lagi dari jam 9 sampai siang. Lalu malamnya, kamu harus berlatih choreography lagi.” Kata manager di seberang telepon.

“Apa tidak ada waktu istirahat saat siang hari di tengah waktu rekaman dan pemotretan?” tanya Chaerin, ia mulai khawatir dan menggenggam tiket yang diberi Jiyong makin erat.

“Mwo? Ada, tapi setelah rekaman kita langsung ke lokasi pemotretan dan waktu istirahatmu ada saat di dalam mobil dan saat make-up. Sudah ah Chaerin-ah, kamu artis baru, jangan macam-macam kalau mau karirmu lancar, aku ada rapat.” Sang manager langsung menutup telepon tanpa menunggu respon dari Chaerin.

“Ah, bagaimana ini…” Chaerin nampak gelisah, ia memandang tiket dari Jiyong, mengingat wajah bahagia Jiyong saat mengetahui ia bisa datang.

Dengan gontai ia berjalan ke kamarnya dan menjatuhkan dirinya di atas ranjangnya yang nyaman, “Aaah bagaimana ya? Mau bilang nggak datang juga sudah telat, lagipula aku memang mau menonton pertunjukkan mereka.” Ujarnya seraya menghela nafas panjang.

Tiba-tiba hp Chaerin berbunyi, ada telepon masuk. Di layar muncul nama “Gong Minzy”, atau Minji, nama trainee di YGent, agency tempat CL memulai debutnya. Dengan segera ia mengangkat teleponnya.

Annyeong, Chaerin eonnie. Besok aku mau nonton konser bareng Dara eonnie dan Bom eonnie, kamu mau ikut?” ajak Minji. Dara adalah Sandara Park, dan Bom adalah Park Bom. Mereka berdua adalah Sparkling, duo artis yang sudah debut duluan dari CL, dan mereka rendah hati dan sangat baik padanya dan Minji.

“Chaerin! Ikut yuk, ikut!” terdengar suara Dara.

“Iya, ikut yuk! Pasti seru, deh!” tambah Bom.

“Ah… Aku tak tahu. Konser apa?” Chaerin bertanya dengan nada ragu.

“Ini nih, aku diundang temanku. Bom eonnie bilang ingin lihat bassistnya, dan Dara eonnie bilang band ini band indie yang bagus. Ada nih, di festival jurusan musik universitas Samyang, namanya––”

Bang!?” seru Chaerin, tidak percaya. Apa ini sebuah kebetulan?

“Ah iya, itu dia.” Jawab Minji lagi sambil mengangguk-angguk di seberang sana. “Jadi? Mau ikut?”

“Aku juga diundang temanku, rapper dan guitarist band itu. Tapi… Kalau bisa ya,” jawab Chaerin dengan lirih. “Besok entah kenapa jadwal padat, akan kupikirkan caranya untuk datang.”

“Ok, take your time.” Jawab Minzy, lalu menutup teleponnya. Chaerin jadi tambah bingung, apa yang harus dia lakukan?

******

Rumah Jiyong

Umma! Aku pulang!” teriak Jiyong, lalu segera berlari ke kamarnya, menaruh gitar dan tasnya, lalu membuka komputer dan menyalakan internet.

Di google, tanpa sadar ia mengetik ‘CL’s profile’ dan segera muncul daftar-daftar linknya.

“Aaah apasih yang aku lakukan?” Jiyong menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tangannya menggerakkan kursor ke arah link paling atas. “Ingat. Aku hanya mencari informasi tentang idola. Itu wajar, kan?” gumamnya.

Dan sepanjang malam itu, Jiyong terus berada di depan komputer, mencari informasi tentang CL.

******

Esoknya, ruang latihan Bang!

Jiyong bengong sambil memainkan gitarnya, dengan perlahan ia mulai memainkannya. Terdengar bunyi drum dari belakang, dan terlihat Seungri memainkannya dengan lihai. Daesung sedang mengotak-atik gitarnya dan TOP sudah siap dengan bassnya. Tinggal Taeyang yang belum datang, padahal keyboardnya sudah siap.

“Mana Sol?” tanya Daesung, ia masih mengurusi gitarnya.

“Ke toilet, tadi malam habis makan banyak dengan kimchi.” Jawab Seungri sambil memukul-mukul cymbal perlahan-lahan.

“Sol?” TOP menatap Daesung dengan ekspresi bingung.

“Itu, si Taeyang, dia bilang kalau debut, stage namenya mau ganti jadi begitu saja. Katanya lebih simpel.” Jelas Daesung, TOP mengangguk-angguk mengerti.

“Sama saja dengan ‘TOP’ dan ‘Taeyang’ kan? Nama aslimu saja Choi Seunghyun.” Sahut Jiyong sambil menoleh pada TOP, TOP hanya mengangguk.

“Ya, karena nama belakangku dan Seungri sama.” Jelas TOP, kali ini dia mulai berbicara agak banyak.

“Ohh kalau gitu aku juga mau ganti deh!” sahut Daesung, ia nampak tertarik. “D-Lite, gimana menurut kalian?”

“Mwo? Jadi semuanya buat stage name sendiri? Aku juga! Aku juga!” sahut Seungri sambil berdehem dan berseru, “VICTORY!!!” teriaknya.

“… Apaan tuh?” Jiyong melirik ke arah maknae di belakangnya, ekspresinya bingung.

“Yap, jadi stage name ku Victory, atau V.I. Gimana gimana? Bagus, kan?” kata Seungri dengan mata berbinar, Daesung memberantaki rambut Seungri dan TOP hanya mengangguk-angguk.

“Stage nameku… Apa ya?” pikir Jiyong, kalau semua sudah punya stage name dan hanya aku yang memakai nama Jiyong, wajar-wajar saja, kan?

“Hei~ maaf aku telat!” Taeyang memasuki ruangan dengan berwajah polos.

“Tiada maaf! Makan kimchi mulu, sih! Nanti kalau nggak bisa nyanyi gimana?!” Seungri dan Daesung melempari Taeyang dengan bantal yang ada di sofa ruangan itu, TOP memainkan bassnya, sementara Jiyong masih sibuk berpikir.

“Eh, sudahan yuk, nanti telat ke festivalnya, keburu banyak orang.” Ajak TOP, semuanya langsung bersiap-siap. Untuk sementara, Jiyong tak mau memikirkan stage namenya dulu dan fokus untuk manggung.

Kira-kira, Chaerin akan datang nggak ya?

******

14.30PM, Mobil agency CL

“Jadi hari ini setelah datang, akan ada rapat koordinir dulu selama beberapa menit dengan hair make-up dan stylishnya, jadi itu bisa dijadikan waktu kamu istirahat. Kamu bisa tunggu sendiri di ruang tunggunya, kan? Bagus, berikutnya…” celoteh bu manager, ia menulis beberapa catatan di buku catatannya dan Chaerin yang baru pulang sehabis rekaman merasa malas mendengarkan managernya itu.

Chaerin merogoh kantongnya dan menemukan tiket yang sudah sengaja ia bawa, perasaannya langsung gelisah. Rasanya tidak enak sudah bilang akan datang pada Jiyong tapi nyatanya ia tidak bisa datang.

“Yap, kita sudah sampai. Ayo turun Chaerin-ah!” kata bu manager, lalu ia langsung menuju ruang para hair make-up dan Chaerin menunggu di ruangannya.

Ia bingung dan gelisah, tidak tahu harus bagaimana. Ia berkali-kali menengok jam.

******

Jam yang sama, backstage festival

Seungri memutar-mutar sticknya selagi menunggu giliran tampil, TOP memainkan bassnya, dan Jiyong mencari-cari Chaerin di tengah keramaian pengunjung.

“Oi! Taeyang hyung! Yang benar saja!” Daesung menggedor pintu toilet dengan panik.

“Ada apa ini?” Jiyong menghampiri Daesung yang berwajah panik di depan toilet. “Taeyang di dalam?”

“Dia sakit perut lagi! Dasar orang itu, sudah dibilang jangan makan banyak-banyak!” omel Daesung, dengan kalem Jiyong mengetuk pintu toilet.

“Taeyang? Perutmu kuat untuk nyanyi?” tanya Jiyong, terdengar suara air dari dalam.

“Bisa… Tapi untuk nada tinggi, kayaknya ukh! Nggak bisa…” terdengar suara Taeyang dengan nafas terengah-engah. Jiyong hanya menggelengkan kepalanya.

“Lain kali jangan begini lagi, bisa-bisa kita nggak dapat kepercayaan untuk tampil. Sudah deh kau istirahat saja, biar kupikirkan caranya.” Omel Jiyong, lalu pergi meninggalkan toilet. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Tapi hyung, sebentar lagi akan dimulai, dimana kita bisa cari vocalist dalam waktu kepepet begini?” tanya Seungri, wajahnya nampak amat panik.

“Aah coba tiba-tiba ada CL menonton kita, aku pasti akan lebih semangat~” keluh Daesung, Jiyong teringat sesuatu.

Chaerin… Kamu dimana?

******

14.42PM, ruang tunggu CL

“Aaah gimananih? Aku ingin nonton…” Chaerin mulai gelisah, ia mondar-mandir di dalam ruangan sambil memakai make-up dasar. Ia menatap jam lagi, dan akhirnya membulatkan tekadnya. “Tunggu, Jiyong-ssi!” serunya, lalu membuka jendela sedikit dan melompat keluar. Ia segera berlari meninggalkan tempat itu.

“Kalau dari sini ke gerbang perguruan Samyang dan aku tidak berhenti berlari, aku bisa sampai dalam 15menit. Tak ada waktu lagi!” Chaerin terus berlari sampai keluar dari gedung, meskipun kakinya capek tetapi dia terus berlari dan berlari. Demi membuktikan janjinya pada Jiyong.

******

14.55PM, backstage

Hyung! Tidak ada waktu lagi! Setelah ini giliran kita!” seru Seungri dengan panik.

“Aku tahu!” balas Jiyong, ia masih mencari Chaerin di tengah kerumunan penonton.

“Jiyong! Ayo!” TOP menarik baju Jiyong untuk masuk kembali ke backstage.

“Chaerin-ah…” gumam namja itu, matanya masih terus mencari keberadaan Chaerin di tengah kerumunan orang. Gadis itu harus cepat datang, harus.

******

Jam yang sama, gerbang perguruan Samyang

“Aah sudah sampai! Hah…” Chaerin segera mengatur nafasnya dan mencari cara agar dia bisa ke universitas Samyang dengan cepat.

“Oh, bukankah anda CL?” tanya seorang gadis yang nampaknya fans, dengan wajah ceria ia mengendarai motornya mendekati Chaerin.

“Motor!” seru Chaerin, lalu menaiki motor orang itu. “Maaf, tapi sekarang ini aku sedang buru-buru! Bisa antarkan aku ke universitas Samyang dengan segera?” kata Chaerin, panik. Ia melompat naik ke atas motor gadis itu.

“B––baik!” gadis itu segera mengendarai motornya dengan sangat cepat, sementara Chaerin berpegangan di belakangnya dengan hati-hati.

******

15.00PM

“Semuanya, mari kita sambut band dari SMA Samyang! Bang!!” teriak MC, para penonton berteriak dengan semangat.

Jiyong, TOP, Daesung, dan Seungri naik ke atas panggung. Dengan canggung, mereka masih mempersiapkan peralatannya.

“Hei, gimana nih, Jiyong hyung?” bisik Daesung pada Jiyong di sebelahnya.

Jiyong menengok ke arah penonton dan masih belum bisa menemui Chaerin disana, dengan kikuk ia meraih mic. “Ah… Apa kabar semuanya? Kami Bang!” katanya, semua penonton berteriak histeris. “Karena suatu hal, maka main vocalist kami, Taeyang, tidak bisa hadir…” tambahnya, penonton mulai berbisik-bisik, fans Taeyang ada yang kesal dan mengeluh.

Jiyong memutar bola matanya dan memberikan instruksi pada teman-temannya untuk bermain di tengah-tengah sorakan penonton, dan di saat itu juga dia melihat Chaerin yang memakai kacamata hitam dan juga sudah berdandan seperti CL turun dari motor.

“Kawan-kawan, kali ini kita kedatangan tamu yang bisa jadi main vocalist sekaligus rapper bersamaku,” kata Jiyong, dia tersenyum lebar. Chaerin yang baru turun dari motor sama sekali tidak menyadari bahwa Jiyong sudah menatap ke arahnya dengan pandangan jahilnya. “Ini dia, CL!”

“Eh?” Chaerin hanya bisa bengong mendengar namanya dipanggil, semua penonton menoleh padanya dan bersorak-sorak.

“Semuanya! Ayo panggil! CL! CL!” instruksi Jiyong, dan serempak semua penonton memanggil CL yang masih bengong. Jiyong dengan segera turun dari panggung dan menggandeng CL, penonton histeris.

Tanpa sadar, CL sudah di atas panggung bersama Jiyong. “Everybody! This is Bang! Featuring CL!!” teriaknya, musik pun dimulai. Jiyong bernyanyi dengan semangat dan melirik pada CL. Ia tersenyum, menyuruhnya ikut menyanyi.

Seraya membalas senyumannya, CL mengangguk dan mendekatkan dirinya dengan mic, lalu ikut mengguncang festival itu bersama Bang!

CL dan Jiyong menatap satu sama lain saat menyanyi, wajah mereka nampak merona dan bahagia. Chaerin tidak menyesal berlari sejauh sekitar 1 km ke tempat ini, selain karena dia mendapat pengalaman menyenangkan, ia juga bisa tampil bersama Bang!… Dan Jiyong.

******

“Terima kasih sudah menemani kami manggung hari ini.” Kata Daesung sambil menundukkan kepalanya, matanya berbinar dan wajahnya nampak sangat senang.

“I––iya, tak perlu sungkan, Daesung-ssi…” ujar Chaerin, dia ikut menundukkan kepalanya. Wajah Daesung memerah dan dia kabur meninggalkan Chaerin agar wajahnya tak terlihat.

“Kamsa hamnida, CL-ah…” ujar Taeyang sambil menahan perutnya yang masih sakit.

“Tak apa, aku sudah dengar alasan kamu tak bisa tampil, Taeyang-ssi. Lain kali jangan seperti itu lagi.” Nasehat Chaerin, Taeyang mengangguk-angguk dan meminta maaf.

“Chae––oh, CL eonnie! Kamu datang juga?” Minji berlari ke arah mereka dan menghampiri Chaerin, lalu menoleh pada Seungri. “Annyeong, Seungri-ssi!” sapanya, seraya tersenyum ceria.

“Oh––annyeong, Minji-ah…” Seungri membalas sapaan Minzy dengan kikuk, sementara yeoja yang menyapanya hanya senyam-senyum.

“Ah… Aku mengerti sekarang.” Jiyong memperhatikan Minji yang masih tersenyum dan Seungri yang mulai salah tingkah, dengan pandangan jahil.

Annyeong, kamu bassist yang bernama TOP, kan?” Bom mendekati TOP dan mereka nampak ngobrol berdua saja.

“Hei, tadi kau kemana saja? Aku menonton ini karena ingin mendengar suaramu secara live.” Dara menghampiri Taeyang.

“M––mwo!? Sandara Park? Ingin mendengar suaraku? Aigoo maafkan aku, lain kali aku akan berhati-hati.” Taeyang menunduk malu, sedangkan Dara hanya tertawa dan memaklumi kesalahannya.

Tiba-tiba, hp Chaerin berbunyi, ternyata yang menelpon adalah managernya. Dengan panik ia mengangkat telepon tersebut, “Yoboseo?” ucapnya dengan ragu.

“Chaerin-ah!!! Kamu ini bagaimana?? Sebentar lagi dimulai dan kamu malah berkeliaran! Semuanya panik mencarimu! Cepat kembali!!” omel manager itu dengan suara keras, lalu segera menutup teleponnya.

“Ah… Mianhae, aku harus kembali kerja.” Chaerin menundukkan kepalanya, lalu segera pergi dari tempat itu. Dengan cepat, Jiyong menahan tangannya.

“Jangan pergi sendiri, kuantar sampai depan ya.” Tawar Jiyong, tanpa menunggu respon dari Chaerin, ia segera menarik tangan Chaerin perlahan. Daesung melihat mereka dengan tatapan tidak suka.

******

“… Daesung kelihatannya senang sekali bertemu denganmu, kau mau coba berteman dengannya?” tanya Jiyong, sambil berjalan menemani Chaerin yang sibuk mengotak-atik hpnya.

“Berteman? Entahlah, aku tidak begitu suka. Dia kagum dengan ‘CL’, bukan dengan ‘Chaerin’. Sebenarnya tak ada salahnya, tapi yang dia suka adalah sosok idolaku, bukan sosokku sesungguhnya.” Jelas Chaerin, dia mulai mempercepat jalannya agar tidak terlambat.

“Ya, aku mengerti maksudmu.” Jiyong mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda bahwa ia mengerti.

Terjadi hening yang panjang. Tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan, dan tanpa sadar mereka sudah sampai gerbang perguruan. Mobil agency sudah menunggu.

“Sampai besok, Jiyong-ssi.” Chaerin melepaskan genggaman tangan Jiyong yang belum ia lepaskan sedaritadi, lalu melambaikan tangannya dan berlari masuk ke dalam mobil agency. Mobil agency pun berjalan cepat, dan Jiyong hanya bengong menatap tangannya sendiri. Dia tak menyadari kalau sedaritadi dia mengenggam tangan Chaerin. Jantungnya berdetak lebih cepat, wajahnya merona.

Ia tersenyum, lalu berjalan kembali ke festival.

******

Gedung pemotretan

“Lain kali jangan begitu lagi, Chaerin-ah! Masa langsung pergi tanpa izin begitu saja? Semuanya kalang kabut mencarimu! Lain kali jangan macam-macam lagi, deh!” omel bu manager. Chaerin menggembungkan pipinya, dan bertingkah bahwa dia tidak mendengar perkataan ibu-ibu menyebalkan itu. “Kamu itu Lee Chaerin! CL! Aku tahu kau menyukai kehidupanmu di Perguruan Samyang, tapi fokus juga pada kerjaanmu, dong!” serunya lagi, Chaerin hanya mengangguk, lalu masuk ke dalam gedung.

Ia terus melangkahkan kakinya, sembari menatap tangannya. Masih hangat. Ia dapat mencium aroma tubuh Jiyong dari tangannya. Kalau saja dia tidak akan menjadi bau jika tidak mandi berhari-hari, dia tidak akan mau mencuci tangannya sendiri.

******

23.40PM

Chaerin berjalan pulang dengan kelelahan, ia memijat-mijat pundaknya sendiri. Hari ini benar-benar menyenangkan sekaligus melelahkan, tubuhnya pegal disana-sini. Rasanya ingin cepat pulang, berendam di bak mandi, lalu meringkuk di dalam selimut.

Mendadak, ia terkejut. Di depan gerbang tempat ia bekerja, ada Daesung yang sedang berdiri menunggunya.

“Mau kuantar?” tawar Daesung, Chaerin hanya memandangnya dengan tatapan heran.

“Tidak usah Daesung-ssi, terima kasih.” Tolak Chaerin, ia tersenyum pada Daesung dan terus berjalan meninggalkannya.

“Hei, tunggu!” Daesung berlari menghampirinya dan menggenggam tangan Chaerin.

KLIK!

Chaerin dan Daesung kaget, mereka berdua spontan melihat ke sekeliling. Seorang paparazzi memata-matai Chaerin dan mengambil foto mereka berdua, lalu kabur. Daesung mencoba mengejarnya tetapi paparazzi itu sudah menghilang.

“Bagaimana ini…” ujar Chaerin, wajahnya nampak panik. Daesung menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia merasa amat bingung.

MiMianhae, CL-ah…” Daesung menunduk malu, ia tidak berani menatap gadis yang berdiri di depannya. Chaerin hanya tersenyum padanya, lalu menggeleng.

Gwenchana. Lebih baik kita pulang sendiri-sendiri, arasseo?” Chaerin hanya tersenyum pahit, lalu berjalan meninggalkan Daesung.

Tidak, dia tidak tenang. Dia sangat panik, tapi dia berusaha untuk tidak bersikap seperti itu di depan Daesung. Ia yakin sesuatu akan terjadi besok, mengingat paparazzi di Korea seperti itu.

******

Besoknya, koran berisi berita tentang CL dan Daesung tersebar luas di media. Setiap koran berjudul yang aneh-aneh, seperti ‘CL berkencan di malam hari dengan fans’ atau ‘Foto di malam hari CL dan seorang lelaki yang diduga kekasih gelapnya’. Disana juga disebar identitas asli CL yang ternyata Lee Chaerin, murid kelas 3 SMA Samyang. Semua orang membicarakan Chaerin dan Daesung di sekolahnya, dan ada yang malah menjadi haters Bang! dan CL karena itu.

Para anggota Bang! berkumpul di ruangan mereka, membicarakan masalah ini dengan serius.

“Dasar bodoh! Apa yang kau perbuat?!” teriak Taeyang, wajahnya nampak amat kesal. “Walaupun aku tahu kau penggemar fanatiknya, tapi jangan mengejar gadis terkenal seperti dia pada malam hari! Apalagi ingin mengantarnya pulang!” omelnya.

“Kau harus minta maaf pada CL, Daesung. Bantu dia menyelesaikan masalahnya.” Nasihat TOP, Daesung hanya diam, gerak-geriknya gelisah. Sementara Seungri tidak bisa berkata apa-apa saat melihat Taeyang marah, dan Jiyong hanya diam di sofa.

“Media terlalu berlebihan membawa masalah seperti ini!” seru Taeyang, ia membanting koran ke atas meja. “Nama Bang! juga rusak!” teriaknya. Mendengar ini, TOP langsung berdiri dan menghampiri Taeyang.

“Ini bukan masalah tentang Bang! saja!” teriak TOP, ia mulai kesal.

“Lalu apa? Kau mau bilang bahwa dia tak punya salah?” seru Taeyang sambil menunjuk Daesung yang seketika wajahnya langsung pucat.

“Kau sendiri mau bilang kalau kau yang bekerja paling keras untuk Bang!? Menjaga kesehatan saja tak bisa!” bentak TOP, suasana semakin memanas. Daesung hanya duduk disana dengan menunduk dan wajahnya memucat.

“H––hyung, gimana nih…” Seungri menarik lengan baju Jiyong, dan seketika Jiyong berdiri dan keluar dari ruangan itu. “Hyung!” teriak Seungri, dia tidak mau ditinggal sendirian di ruangan itu. Ruangan itu terlalu sumpek sekarang, dan siapapun yang ada disana pasti ingin keluar sesegera mungkin, menghirup udara bebas disana-sini.

******

Dengan langkah cepat, Jiyong segera menaiki tangga ke atap dan menemukan Chaerin yang sedang memegang kertas koran, dan menutup mulutnya.

“Ah…” ujar Chaerin, matanya berkaca-kaca. “Jadi ini ada dimana-mana, ya…” katanya. Ia terduduk lemas di atas lantai.

“Chaerin…” Jiyong segera mengatur nafasnya dan berlari memeluk Chaerin. “Tidak apa-apa, tenang saja… Tenang!” Jiyong berusaha menenangkan Chaerin yang sudah mulai menangis. Sebulir air mata mengalir di pipi pucat gadis itu.

“Aku… Aku… Nggak menyalahkan Daesung-ssi, tapi tak kusangka––uh, ini akan merusak nama Bang! juga… Maafkan aku…” Isaknya, Jiyong mengusap kepalanya dan menggeleng pelan.

“Ini bukan salahmu!” sergah Jiyong, Chaerin hanya diam dan terus menangis. Mendadak Hp Chaerin berbunyi, ada sms dari managernya.

From: Manager

Subtitle: Konferensi pers

Nanti siang akan digelar konferensi pers, ini kesempatanmu untuk membuktikan bahwa artikel itu bohong. Aku akan menjemputmu sekarang.

Dengan gemetaran, Chaerin menatap layar hpnya itu. Jiyong menggenggam tangannya dan meyakinkannya bahwa dia takkan apa-apa. Dengan segera, Jiyong menuntun Chaerin yang masih menangis ke lantai bawah, para murid berbisik-bisik.

“Jadi, setelah Daesung, sekarang dia mengincar Jiyong? Menjijikkan!” kata seorang gadis, membuat Jiyong melirik kesal padanya dengan ujung matanya.

“Tampangnya seperti itu tapi ternyata sifatnya begitu, ya?” timpal yang lainnya. Mendengar itu Jiyong merasa kesabarannya sudah melampaui batas.

“Berisik!! Kalian tidak tahu apa-apa tentang kebenarannya, jangan ngomong sembarangan!!!” teriaknya, semuanya kaget. Pangeran Jiyong yang awalnya selalu tersenyum sekarang menjadi sangat menakutkan.

“Jiyong… Jangan bentak mereka, aku tak apa-apa.” Ujar Chaerin, Jiyong menatap wajah pucat gadis itu lalu membelai kepalanya.

“Semuanya akan baik-baik saja. Aku akan melindungimu.” Bisik Jiyong, Chaerin menatap lekat pemuda itu dan mengangguk perlahan. Dalam hatinya ia tidak rela Jiyong mencampuri urusannya, karena namja itu pasti akan kerepotan.

Jiyong mengantar Chaerin sampai di gerbang. Di gerbang, mobil agency sudah menunggu. “Sampai sini saja.” Ujar Chaerin dengan lesu.

“Kamu tak apa?” Jiyong menatap mata cokelat milik Chaerin, ekspresi wajahnya nampak sangat khawatir.

“Ne, Jiyong-ssi sebaiknya jangan terlalu mempedulikan aku. Aku tak apa, tak perlu dikasihani.” Ujar gadis itu, lalu naik ke mobil dan mobilpun berjalan.

“… Aku… Tidak menolongmu karena kasihan…” Jiyong menggigit bibirnya. Ia kesal karena tak bisa mempertahankan senyuman yang kemarin selalu ditunjukkan oleh gadis itu. “… Sekarang apa yang harus kuperbuat untuk Chaerin… Oh iya, benar juga. Daesung!!” Jiyong segera berlari masuk ke dalam gedung sekolah dan dengan tergesa-gesa, ia menuju ke ruangan Bang!

******

“Mana Daesung!?” teriaknya. Di dalam hanya ada Seungri, Taeyang, dan TOP.

Hyung… Tadi ke taman belakang untuk mendinginkan kepala…” jawab Seungri dengan ragu, iapun segera ikut Jiyong berlari keluar daripada terjebak di dalam tempat yang awkward itu. Sedangkan TOP dan Taeyang hanya mendengus.

******

Taman belakang

Daesung duduk di atas bangku, dia bengong, banyak pikiran di kepalanya. Sampai Jiyong dan Seungri datang, dan Jiyong mengangkat kerah baju namja itu.

“Jangan cuma diam saja! Chaerin disana sendirian!” seru Jiyong, wajahnya benar-benar kesal. Sekali lagi, Seungri tak sanggup menghentikan pertengkaran. Dan kali ini, Jiyong. “Kalau kau memang lelaki, kau pergi kesana, katakan sejujurnya!” serunya.

“Ji––Jiyong hyung…” Keringat mengalir di wajah Daesung. Pemuda itu menggigit bibirnya, ia merasa tidak berdaya

“Jangan diam saja!!!” bentak Jiyong. “Aku menyanyangi Chaerin, dan aku tak ingin melihatnya menderita sendirian!”

“Tapi––”

“Daesung!!” bentak Jiyong sekali lagi. Ia menatap lekat-lekat mata dongsaengnya. “… Tolong…”

******

“Jadi, nona Lee Chaerin a.k.a CL, bagaimana pembelaan anda terhadap rumor kekasih gelapmu itu?” tanya seorang wartawan, sedangkan yang lainnya sibuk memfoto Chaerin yang duduk dengan kikuk dengan didampingi managernya.

“Dia bukan kekasih gelap!” sergah Chaerin.

“Jadi? Dia kekasihmu? Apa tidak apa malam-malam begitu kalian hanya berduaan?” tanya wartawan yang lain.

“Dia datang hanya untuk mengantarku pulang, dia salah satu––”

“Apa benar berita mengenai anda sudah pernah aborsi itu?” muncul pertanyaan makin aneh dari wartawan lain.

“Ya nona Chaerin! Jawab!” paksa wartawan yang lain.

“Jawab! Jawab!” paksa yang lainnya. Chaerin hanya memandang semuanya dengan sangat panik, rasanya kepalanya akan meledak.

“Tunggu, biarkan pemuda ini menunjukkan pembelaannya.” Jiyong datang sambil membawa Daesung, sedangkan Seungri berjalan di belakangnya.

“Ohh kebetulan sekali! Daesung-ssi, apa benar kau menghamili nona CL?” tanya seorang wartawan, Jiyong melirik tajam padanya, saking seramnya sampai wartawan itu tak berani bicara lagi dan mundur ke belakang.

“Ah… A––aku…” Daesung didorong Jiyong untuk maju ke depan, untuk menjelaskan semuanya. Jiyong mengangguk pada Daesung sebagai tanda bahwa ia bisa mulai berbicara. “… Itu tidak benar, aku ini fans CL. Kebetulan CL atau Chaerin ini dekat dengan Jiyong yang ada disini, mereka bersahabat dan aku jadi cemburu. Maka aku berniat untuk memberi kejutan pada CL dan mengantarkan dia pulang, agar CL tak terlalu memikirkan Jiyong hyung lagi. Tetapi saat CL berjalan dan aku hendak mengejarnya, tiba-tiba kami malah difoto oleh seorang paparazzi.”

Daesung mencari-cari orang di dalam kerumunan itu, dan dia menunjuk seorang lelaki yang memakai topi. “Itu dia orangnya, saya tidak berani berbohong. Tolong jangan menyalahkan CL, dia juga tak mengerti tentang peristiwa ini.” Kata Daesung.

Chaerin yang melihat kejadian itu menangis terharu. Tak disangka orang-orang ini mau menolongnya. Ia berterima kasih pada Daesung, lalu tersenyum lembut pada Jiyong yang sudah membawa Daesung. Jiyong yang melihatnya, hanya membalas senyuman gadis itu dan mengangguk. Lelaki paparazzi yang memfoto Daesung dan Chaerin ditangkap sebagai tuduhan pencemaran nama baik dan gosip pun mereda.

******

Bulan maret

“Aaah sudah bulan maret? Mengesalkan! Bulan depan sudah universitas!” keluh Jiyong, Chaerin hanya tertawa dan kembali menulis lagu lagi.

“Bajumu penuh dengan tanda tangan, ya?” kata Chaerin seraya mengamati seragam Jiyong. Sebentar lagi mereka lulus, jadi ada acara penandatanganan seragam, sebagai kenang-kenangan selama di SMA.

“Kamu juga.” Balas Jiyong seraya tertawa kecil.

“Ah… Apa Taeyang dan TOP sudah baikan?” Chaerin memandang Jiyong dengan tatapan cemas.

“Tak usah cemas, mereka sudah baikan lagi. Mana kuat berantem lama-lama.” Jawab Jiyong dengan nada santai. Ia bangun dari posisinya yang tadinya berbaring di atas lantai, lalu menatap mata Chaerin lekat-lekat. “Oh iya, masalah itu sudah reda? Apa kata agency?” Jiyong memasang ekspresi khawatir.

“Tidak apa, mereka mengingatkanku agar lebih hati-hati. Dan sudah diputuskan… Aku dipecat.” Chaerin berbicara tanpa beban.

“HAH??!!”

“… Dipecat sebagai artis solo. Direktur memberikan aku posisi sebagai leader di sebuah girlband yang akan debut musim panas nanti.”

“Aaah benarkah? Syukurlah…” Jiyong kembali tiduran dan mulai bernafas lega kembali. “Girlband ya? Siapa saja?”

“Ituuu, Minji, trainee yang dekat dengan Seungri. Skill dancenya luar biasa maka dia dipilih menjadi lead dancer. Lalu Sparkling, Bom eonnie dan Dara eonnie akan ikut juga. Jadi kami berempat akan debut bersama sebagai 2NE1.” Jelas Chaerin dengan bangga. “Nantinya kamu juga akan debut kan, dibawah YGent juga?”

“Yap! Sudah diputuskan, namanya berubah jadi Big Bang!” seru Jiyong dengan wajah bersemangat, tapi seketika wajahnya kembali sedih lagi. “Tapi aku bingung, Taeyang stage namenya Sol, Daesung D-Lite, Seunghyun tetap TOP, dan maknae kita––Seungri, stage namenya V.I atau Victory. Cuma aku yang belum punya..”

“Stage name? Hmm… Ah! Bagaimana kalau…” CL menuliskan membuka tutup spidol merah dan menuliskan sesuatu di kaus putih Jiyong.

‘G-Dragon’

“G-Dragon?” Jiyong nampak bingung.

“G dalam bahasa Inggris dibaca Ji, dan nama kamu, ‘Yong’ bisa berartikan ‘naga’. Naga dalam bahasa Inggris adalah Dragon, jadi G-Dragon. Sama artinya dengan Jiyong, kan?” jelas Chaerin sambil tersenyum ceria.

“G-Dragon… ah, Aku suka nama itu! Oke, stage namenya sudah diputuskan!” seru Jiyong dengan semangat, Chaerin tersenyum manis dan kembali menulis not lagu. “Eh, tulis lagu apa?” tanyanya, penasaran.

“Judulnya The Highest Star.” Ujar CL, sambil malu-malu. “Ini kisah tentang seseorang yang bersinar seperti bintang yang paling terang, seperti Skydragon yang mampu terbang sampai ke bintang paling tinggi.” Jelasnya.

“Skydragon? Ah, itu bisa jadi nama couple kita, ya?” ujar Jiyong dengan nada jahil, Chaerin hanya bisa menatapnya dengan wajah merona. Dengan wajah yang juga ikut memerah, Jiyong melirik pada Chaerin. “Aku serius loh ingin memakai nama couple itu, pokoknya kamu harus mau!” katanya, egois. Meski begitu, dia masih kelihatan imut.

Chaerin tertawa kecil dan dengan malu-malu, ia berbisik, “Aku nggak keberatan. Lagu ini berkisah tentang kamu, bintang terindah.” Ujarnya, lalu menatap langit yang sudah mulai gelap, bintang sudah mulai bermunculan menghiasi langit malam itu.

Jiyong menggenggam tangan Chaerin erat dan dua-duanya tersenyum, semburat merah muncul di pipi mereka. Kali ini, mereka siap untuk mencapai bintang tertinggi bersama-sama.

Fin

******

Terakhir baca, Kihyukha shyok. Ini cerita apa cerita!? Sumpeya gaasik abis. Ada banyak hal yang membingungkan di atas, dan Kihyukha sendiri ngga tau jawabannya… #authorgagal #ditendang

Btw, thanks for reading! Yeaayyy😀

Oh, chany noona, eh salah, chany eonnie, boleh aku bikin teaser buat ff selanjutnya? Gomawoooo (^O^)/