Long time no see everybody!!!!!😀 miss this blog somuch!

well, hampir dua minggu saya tidak main ke blog lagi =________= dan begitu masuk blog saya langsung ubah penambilan blog walau gak total sih T___T

daaann untungnya cancan tidak mencari2 saya

 kkkkk     

welcome for new author’s😀 aaannddd thank

you for our reader’s yang selalu setia main ke blog ini

dan saya minta maaf karena belum semua ff yg di post di blog ini saya baca jadi

belum bia tinggalkan komentar . Ok seperti biasa kepulangan saya ke blog #walau sepertinya akan menghilang lg utk menghadapi UAS ==”saya akan nge post beberapa picture’s gaje tapi karena saya benar2 merindukan blog ini selama beberapa minggu saya ngepost jadinyngepost ff aja daah~ walau utang ff saya masih ada sama seorang reader ==”

 yaah walau lagi dan lagi, ff yg saya buat GAJE total!! mohon di maafkan, kalau tidak suka don’t read

Title : She is..

Author : G

Cast :

Hyeon Hee [Free Cast]

TOP aka Seunghyun [His self]

Dan yang lainnya

——–

“Ya! Hyeon Hee, sampai kapan kau berkutat di depan laptopmu hah? Kau bilang kau ingin mencari pacar, tapi kalau pekerjaanmu hanya duduk—dan terus memandang ke laptop itu seharian bagaimana bisa kau mendapat pacar?” cibir Sorra sahabatnya.

Mendengar ocehan sahabatnya itu bukannya mendengarkan Hyeon Hee malah mengambil earphone mencolokkannya ke laptop lalu memasangnya ke telinganya dan memutar lagu.

“aarrgg~~ terserahmu saja!” ujar Sorra memegang kepala dan pergi meninggalkan Hyeon Hee sendirian di ruangannya. Begitu Sorra meninggalkannya dia kembali melepaskan earphonenya dari telinganya dan termenung sejenak, membuat perkataan Sorra kembali terngiang di kepalanya.

“mendapat pacar?” gumamnya. Ini sudah tahun kedua setelah kepergian Jiyong tapi dia belum juga mendapatkan pengganti Jiyong, atau dengan kata lain belum ada yang benar-benar bisa menggantikan posisi laki-laki itu dari hatinya.

————

Hyeon pov

Hari ini semua keluarga besarku berkumpul dirumah, dan itu berarti semua keponakanku akan datang kerumah yay! Tapi wait… ajumma, ajussi dan kakak2ku pasti bertanya hal yang paling malas ku jawab, yaitu : Hyeon Hee-ya, kapan kau punya pacar lagi? Atau, hyeon hee-ya coba lihat kakakmu Dara, sekarang dia sudah punya dua anak. Kapan kau menyusulnya? Aah~ bukan-bukan!

Mereka pasti berbisik seperti ini padaku: Hyeon Hee-ya, ajumma punya teman, dan teman ajumma punya anak laki-laki seusiamu kenapa kau tidak coba untuk berkenalan dengan mereka? Dan kalau sudah mendengar perkataan seperti itu aku hanya bisa tersenyum semanis mungkin menyembunyikan kepalan tanganku yang rasanya ingin menonjok bibir mereka semua! Ya! Semuanya yang mengomentari statusku! Padahal ibu dan ayah saja tidak terlalu memusingkanku dengan hal-hal seperti itu.

Seperti biasa begitu pulang dari kantor aku kembali ke apartemanku dan langsung menuju rumah orang tuaku, karena biasanya kami berkumpul di sana. Dan tepat seperti perkiraanku, semua anggota keluarga datang. Setelah memarkirkan mobil aku langsung masuk membawa berbagai kado yang sebelumnya sudah ku siapkan jauh-jauh hari untuk lima keponakanku. Ya keponakan, aku anak bungsu dari tiga bersaudara.

Kakakku pertama Ji Hoon (Rain) menikah dengan Song Hye gyo  dan sudah punya tiga anak. Lalu kakakku kedua, Dara juga sudah menikah dan sudah punya dua anak. Jadi sekarang hanya aku yang belum menikah =o=

“Aunty!” teriak keponakan tertuaku, Hae yang berumur enam tahun yang diikuti tiga keponakanku lainnya. Aku cukup popular di antara mereka ^^

“anyeong~ ini aunty bawa kado untuk kalian” kataku lalu membagi-bagikan kado sesuai list yang kubuat. “Ini untukmu jagoan” kataku pada Hae, lalu pada Gyorin adiknya yang pertama dan Noe adiknya yang kecil.

“aunty, aku mana?” tanya jaerin putri pertama kakakku Dara. Umurnya masih empat tahun.

“ini” kataku memberikan kado berwarna pink padanya. Dan terakhir tentu saja untuk Jin Yong adiknya Jaerin yang masih berusia dua tahun. “mana ibu kalian?” tanyaku pada mereka

“Di dapur sedang menyiapkan makan malam sama halmoeni” sahut Hae bijak

“arraseo. Baiklah aunty kedapur dulu” kataku

“Hei.. kau sudah datang?” sapa Dara onni begitu melihatku

“Nee..umma mana?” tanyaku langsung ikut membantu menyiapkan makanan

“lagi di toilet” jawab Dara onni singkat “sendiri?” tambahnya

“tentu saja, onni pikir aku akan membawa Jiyong dari kuburan?”

“mana tahu” celetuk Song Hye gyo kakak iparku.

“aissh~” desisku, membuat mereka berdua hanya tersenyum.

“Hyeon hee-ya” suara umma yang khas terdengar dari arah belakangku, begitu aku membalikkan badan dia langsung  memelukku. Sudah enam bulan aku tidak pulang kerumah walau jarak tempuh rumah dan apartemanku hanya sekitar tiga jam. “kau terlihat lebih segar sekarang” komentar oemma setelah melepaskan pelukannya

“sinca? Mungkin omelan Sorra berhasil membuatku untuk tidak malas ke salon” aku ku “appa mana umma?” tanyaku

“dia sedang mengobrol di halaman belakang dengan kakakmu Ji Hoon dan ajussi, pergilah menyapa semuanya” suruh Oemma

“malas”

“waeyo?”

“yang ada mereka semua akan berkomentar, Hyeon Hee, kapan kau menikah? Kakakmu Dara saja sudah menikah’ “ kataku menirukan salah satu suara ajumma ku, membuat semua orang yang ada di dapur termasuk Park Min pembantu yang bekerja dirumahku sejak aku masih kecil tertawa mendengar suaraku.

“kau ini” kata oemma.

Malam semakin larut dan semua tamu sudah pulang termasuk kakak2ku. Jadi yang tinggal hanya aku sekarang. “sudah mau tidur?” umma masuk kemarku

“ahni” Dia duduk di samping tempat tidurku, dan menatap kedalam mataku, “kau masih merindukan Jiyong?” tanyanya. Tidak biasanya umma menanyakan ini padaku. “ahnio” kataku. Dan tentu saja itu bohong.

“kotjimal” ucap oemma cepat “wajahmu dan mulutmu bisa saja bohong. Tapi mata dan hatimu tidak” mendengar itu aku langsung memeluk erat umma “biarkan dia tenang sayang.. ini sudah dua tahun sejak kepergiannya dan kau masih terpuruk disini, umma yakin kalau Jiyong melihatmu seperti ini dia pasti sedih”

Aku hanya diam dan air mata yang entah sejak kapan sudah tertahan di pelupuk mataku jatuh tanpa bisa ku control. Umma melepas pelukannya dan mengusap air mataku. “tahun depan kau harus sudah bisa membawa teman special ke acara keluarga”

“mwo?!” kataku shock

“umurmu sudah 25 (Korean age) dan itu berarti kau sudah matang” #buah kali udah matang “lagian kau tidak jelek, dan kehidupanmu sudah sangatlah mapan. Di tambah kau seorang sarjana”

“umma!” rengekku, dia hanya tersenyum mengecup dahiku lalu menyuruhku tidur.

———-

“nona.. ini kain yang waktu itu anda pesan” asistenku memberikanku kain yang akan ku buat pakaian untuk musim bulan ini.

“letakkan saja di lantai bawah dan suruh Rae dan yang lainnya mulai bekerja” kataku “dan satu lagi, tolong di bagian lehernya nanti di buat model V seperti yang sudah ku desain beberapa waktu lalu” tambahku.

“baik nona” katanya patuh.

Now here I am. Kembali berkutat dengan laptop dan kertas gambarku melihat beberapa hasil rancanganku yang sudah 90 persen siap dan akan segera di jual. Ya, pekerjaanku seorang designer pakaian dan tentu saja karena pekerjaanku ini aku mendapat banyak kenalan artis dan menjadi langganan untuk mendesign pakaian mereka. Tapi entah kenapa tidak ada satupun yang benar-benar kusuka dalam artian benar-benat cinta.

TOK TOK TOK~

Seseorang mengetuk pintu ruanganku “masuk” sahutku, sedetik kemudian asistenku kembali muncul. “nona, ada yang ingin menemui anda dari pihak YG” jelasnya

“oh, suruh mereka masuk” titahku

“silakan masuk tuan~” aku mendengar asistenku menyeruh seseorang masuk kedalam kantorku sedetik kemudian seorang laki-laki bertubuh tinggi-besar muncul, namanya Lee Byung Yung, aku sudah mengenalnya setahun ini sejak YG beberapa kali memintaku untuk mendesign pakaian artis-artisnya dan pria besar ini—manajer dari artis besar TOP. Dan hari ini pun dia datang bersama pria itu. “sedang sibuk?” sapanya ramah seperti biasanya

“anio.. silakan duduk” kataku mempersilakan “pakaiannya sudah jadi, apa mau langsung di coba?” tanyaku sekilas ku perhatikan TOP terlihat tidak fit hari ini?

“nee..” ujar Byung yung

“Chi~ tolong antarkan mereka keruang fitting pakaian, nanti aku menyesul” kataku pada asistenku

“nee, tuan silakan~”

Hyeon Hee pov END

Seung Hyun pov

Kepalaku benar-benar sakit, setelah syuting semalaman dan hanya tidur beberapa jam siang ini aku harus melihat pakaianku yang sudah di pesan jauh-jauh hari untuk acara SEMANGKA #pura2nya acara music gitu. Perempuan berambut keriting ini menunjukkan kami ruang fitting pakaian, walau sebenarnya aku sudah tahu persis dimana ruang fitting baju itu karena ini bukan pertama kalinya aku kesini. Kalau di hitung-hitung ini ketiga kalinya “Ini pakaiannya..silakan di coba, sebentar lagi nona turun. Mohon kesabarannya” perempuan keriting yang tampak ramah itu tersenyum ramah padaku, membuatku mau tidak mau membalas senyumannya.

“pakailah, aku akan menunggumu di luar saja sekalian menunggu wanita cantik tadi turun” bisik manajerku genit. Cih, ternyata dia naksir Hyeon Hee toh? Aissh..

“jangan lama-lama” katanya lalu meninggalkanku.

Aku masuk keruang ganti lalu membuka pakaian yang kukenakan dan memakai pakaian buatan Hyeon Hee. Entah kenapa banyak sekali trainee di YG membicarakan wanita itu, jangankan trainee para dancer saja membicarakannya, apa wanita itu benar-benar popular setahun belakangan ini? Mentang-mentang dalam setahun ini dia ikut proyek dalam fashion artis YG. Pikirku.

TOK TOK TOK~

Seseorang mengetuk pintu. “nugu?” tanyaku

“Hyeon Hee. Bagaimana pakaiannya? nyaman?” tanyanya dari arah luar

“nee..” sahutku lalu membuka pintu “tapi mian, kancing bajunya lepas satu” aduku nyengir menunjukkan salah satu kancing bajuku yang lepas karena tadi terlalu bersemangat ku coba.

“oh- gwenchana..nanti aku jahitkan lagi” omo! Dia tersenyum sangat manis dan Deg.. ada apa dengan jantungku? “ini.. sebaiknya ini seperti ini” dia merapikan kerahku dirinya dan diriku terlihat di cermin yang besar yang memang di siapkan di setiap ruang ganti. Tubuhku dan tubuhnya hanya berjarak beberapa centi membuatku bisa mencium aroma segar parfumnya. Dia terus sibuk merapikan pakaianku sambil terus berbicara tapi aku tidak bisa mendengar apa yang di katakannya kecuali debaran jantungku yang semakin kuat.

“Seung Hyun-ssi?”

“eh..oh..?” kataku tersadar. Membuatnya tampak bingung.

“kau kenapa? Dari tadi diam terus..ini kerahnya lebih bagus kalau dibeginikan” ujarnya, memutar tubuhku kearah cermin sedangkan dirinya di belakangku membuatku leluasa melihatnya dari arah depan. “bagaimana? Kau suka pakaianmu?”

“nee..khamsahamida” kataku membungkuk cepat

“cheomaneyo..”

“sudah siap?” tiba-tiba manajerku muncul, aah mengganggu saja.

“sudah, hanya saja ada satu kancing yang lepas” jelas Hyeon Hee

“kok bisa?” tanya manajer lagi. Kenapa pria itu berubah cerewet sih

“aku terlalu bersemangat memakainya” aku ku, membuat Hyeon Hee hanya tersenyum “sebentar aku ambilkan benang” ucap Hyeon Hee kemudian pergi meninggalkanku dengan manajer.

Begitu Hyeon Hee meninggalkan kami berdua manajer mendekat kearahku dan berbisik “kau sengaja ya melepas kancingnya?”

“Ya! Mana mungkin aku berbuat begitu” protesku, bagaimana bisa manajerku ini menuduhku serendah itu. Aish!

Begitu melihat Hyeon Hee datang manajer sedikit menjauh dariku. “Seunghyun-ssi sebaiknya kau duduk biar aku mudah menjahitnya tanpa di lepas. Ini hanya sebentar” titahnya dan tentu saja aku menurut. Dan lagi-lagi dia hanya beberapa centi dariku.

Aku harap dia tidak mendengar debaran jantungku..

BAAANNNGGG!!

THE END??