Author :  KimsKimi

Genre : Fluff , Romance

Rate : T

Length : Oneshoot

Cast :

  • Taeyang BIGBANG
  • Dara 2ne1

Other Cast :

  • G-Dragon BIGBANG
  • Park Bom 2ne1

 

 

Note :    Sebenernya ini cuma iseng aja , karena bentar lagi kan mau Valentine *gaho,boss,charli siul-siul* . Jadi aku pengen banget buat  3 FF dengan cast 2ne1Bang *kecuali Minzy , Dae ama Panda* . Untuk yang part pertama ini cerita nya Dara sama Taeyang , awalnya aku masangin Taeyang ama CL tapi berhubung disini kebanyakan SkyDragon shiper aku rubah lagi deh..

Semoga semua nya suka yaaa… Jangan lupa buat komen lho.. hehe😀

 

Say Love to Me !    –Taeyang & Sandara

++++

Sandara tidak bisa berhenti menekuri laptopnya , ia masih saja sibuk dengan makalahnya yang akan dikumpul dua minggu lagi. Sesekali Dara meminum cola dan memakan kripik yang tepat berada di sampingnya , mungkin ia bisa cukup bersantai saat mengerjakan makalahnya karena dia mengerjakan nya tepat dibawah pohon di taman kampus.

Tempat yang cukup teduh dan menghindarkan nya dari panas hari ini bisa membuat Dara fokus dengan tugas kuliahnya itu .

“Awas !! Aku akan jatuh !!” teriak suara seorang namja dan membuat Dara tersentak lalu melihat kearah atas.

(BRUK !)

Namja itu jatuh dan menimpa Dara , mereka sama-sama mengaduh kesakitan . Dara tertimpa namja itu sedangkan namja itu- yang sepertinya tidak terluka sedikit pun , malah ikut merasa sakit.

“Ya ! Cepat bangkit dari tubuhku ! Punggungku bisa hancur kalau kau terus menduduki ku !!” marah Dara sambil berusaha memukul namja itu.

“Ah~ iya , iya !”

Setelah dia bangkit dan tak menimpa Dara lagi dia langsung minta maaf dengan terus membungkukkan badan nya. Tapi seperti nya Dara tidak akan pernah memaafkan nya , karena saat mereka sama-sama terjatuh tanpa sengaja kaleng cola Dara tumpah diatas laptop gadis itu- dan kalian tahu bukan kalau tadi Dara sedang mengerjakan semua tugas nya yang penting ?

Otomatis namja itu pasti akan mendapat sebuah amukan yang besar dari seorang Sandara Park . Sambil memegangi punggung nya dia berdiri lalu mendapat ‘barang berharga nya’ basah .

Mata gadis itu membulat , ia pun langsung mengambil laptopnya dan segera membersihkan nya  “Laptopku ! Tugasku ! Oh tidak !!”   .

“M..mi..mianhae.. noona ! Mianhae” ucap namja itu ikut membantu Dara membersihkan laptop nya dengan tissue.

“Mianhae ?! Lihat ini ! Karena ulahmu , laptopku rusak namja pabo !!” kesal Dara penuh emosi.

“Kita bisa membawa nya ke tukang service , biar aku yang tanggung semua biaya nya”

“Heh pabo ! Ini bukan masalah biaya tahu , tapi ini tentang semua tugas ku ! Bagaimana kalau semua tugas yang baru kukerjakan tiba-tiba datanya hilang ? Kau mau tanggung jawab juga ?!”

“Ng.. kalau tentang yang itu aku tidak tahu noona”

“Dasar anak kecil ! Segampang itu kau bilang kata ‘tidak-tahu’ ? Ini tentang tugas akhir semesterku ! Akhir semester !” marah Dara semakin menjadi sampai semua orang disekitar mereka memperhatikan.

“Baiklah , aku juga akan tanggung jawab untuk yang itu . Aku akan membantu noona mengerjakan semua tugas noona” kata namja itu mengulurkan tangan nya pada Dara.

“Kau mahasiswa semester berapa rupanya , huh ?! Tahu apa tentang tugas akhirku ?”

“Aku masih semester awal noona , tapi kau tidak bisa begitu saja meremehkan ku noona. Aku bisa membuktikan nya padamu Dara noona”

“Eh ? Darimana kau tahu nama ku ?”

“Siapa yang tidak kenal dengan Sandara Park ? Gadis cantik tapi selalu penyendiri dan lebih menganggap buku adalah pacarnya”

“Ya ! Beraninya kau bicara seperti itu pada sunbaenim mu ? Tidak Sopan !” kata Dara mengacungkan jari telunjuknya di hadapan namja itu.

“Hehe.. mianhae noona , tapi aku akan membantu mengerjakan semua tugas noona kembali. Aku janji !”

Dara mendengus kesal , “Tidak perlu , aku akan mengerjakannya sendiri ! Oh ya~ terima kasih karena telah merusak semua nya , hoobae tidak sopan !” kata Dara dengan nada sinis sebelum meninggalkan namja itu.

____

Taeyang tertawa kecil mengingat kejadian siang tadi , dia tidak bisa melupakan ekspresi gadis yang disukanya. Ya , dialah ‘hoobae tidak sopan’ yang berhasil membuat Dara kesal setengah mati dan terus mengumpat dalam hati. Dia hanya ingin bicara dengan Dara meskipun ternyata itu semua berbeda dari yang ia rencanakan.

“Bagaimana ? Berhasil berbicara dengan Dara noona ?”

Taeyang mendongak sedikit sambil melihat temannya- Jiyong . Bibirnya tertarik kecil ,  “Dari raut wajahku , menurutmu sendiri bagaimana ?” dia bertanya balik pada Jiyong.

“Well , kurasa kau berhasil Taeyang. Jadi apa yang kalian bicarakan ? Apa kau langsung mengajak nya berkencan ?”

“Jangankan berkencan , Dara noona langsung meninggalkanku”

Jiyong sedikit heran dengan jawaban Taeyang , belum sempat ia menanyakan alasan nya Taeyang sudah menjawab nya kembali “Aku merusak semua tugas nya. Tapi aku rasa itu bisa jadi peluang untukku , agar semakin dekat dengannya”

“Yakin ?”

“Tentu saja ! Jangan panggil aku TAEYANG kalau aku tidak bisa mendapatkan cinta dari Dara noona !” ucap Taeyang makin bersemangat.

___

“Ini semua karena dia ! Hoobae tidak sopan , bisa nya hanya mengacaukan hidupku ! Dasar menyebalkan !” gerutu Dara saat ia sedang mencari kembali bahan untuk makalah nya di perpustakaan kampus.

Tangan Dara mengambil salah satu dari sekian banyak judul buku yang tersusun rapi di rak. Tapi saat ia menarik buku itu sepertinya ada seseorang yang ikut mengambilnya , siapa dia ?

“Kau ?!”

“Halo.. noona ! Apa kabar ?” sapa Taeyang berbasa-basi.

“Aish ! Kenapa aku bisa bertemu dengan mu lagi ?!” tanya Dara berbisik kesal.

“Mungkin kita jodoh noona ?”

“Mwo ? Jodoh ? Dosa apa aku sampai bisa berjodoh dengan mu ?”

Taeyang menunjukkan senyum jahilnya “Itu bukan suatu dosa noona , tapi itu sebuah keberuntungan untuk noona”

Dara menatap tidak percaya pada Taeyang , dia masih heran kenapa bisa diberikan kesialan seperti ini. Gadis itu merebut buku yang berada di tangan Taeyang tapi tidak bisa karena Taeyang menahan nya.

“Ada satu syarat kalau noona ingin buku ini-”

“Haissh..” ringis Dara.

Taeyang merebut buku itu dari tangan mungil Dara lalu ia pergi menghampiri Dara “Aku ingin noona menerima bantuanku”

“Bantuan apa ? Bantuan menghancurkan tugas ku lagi ?” kata Dara sinis.

“Bukan itu yeppo noona.. Noona jangan menuduh yang tidak-tidak dulu , aku kan hanya ingin menjadi pria yang bertanggung jawab. Jadi biarkan aku membantu noona mengerjakan tugas noona kembali”

Dara mulai tampak berfikir dengan tawaran Taeyang , dia tidak mungkin mengerjakan semua tugasnya dari awal sendirian lagi sementara dia juga punya waktu hanya 13 hari lagi untuk mengerjakan nya kembali. Daripada harus bersusah payah sendirian setidaknya Dara bisa memanfaatkan Taeyang untuk membantunya.

“Ok , kau boleh membantuku-“

Belum sempat Dara menyelesaikan kata-katanya Taeyang sudah bersorak gembira

“Yess ! Akhirnya kesempatan itu datang juga”

Semua orang yang berada di perpustakaan melempar tatapan membunuh (?) untuk Taeyang. Namja berambut mohawk itu langsung membungkuk minta maaf pada semua orang.

(Pletak !)

Jitakan pelan mendarat di kepala Taeyang dengan mulus , “Jangan pernah memotong omongan ku !  Aku bersedia kau bantu asalkan kau yang menulis semua nya dari awal sampai akhir”

“Maksud noona ?”

“Kau yang akan mengetik semua nya , sementara aku hanya akan memberikan ide pokoknya. Aku ingin mengistirahatkan jari-jariku yang indah ini setelah mendengar bantuan mu”

Namja itu terdiam sebentar- dia membayangkan akan bekerja sampai tengah malam di depan komputer dengan jari-jarinya yang tidak akan bisa berhenti mengetik.

Jariku bisa makin pendek semua kalau begini’ pikir Taeyang melihat kesepuluh jarinya.

“Masih mau membantuku , namja mohak ?”

Taeyang mengangguk pelan ,“Ne , aku akan mengerjakan semua nya untuk noona !”

“Baguslah , sekarang tolong angkat semua ini” kata Dara menunjuk setumpuk buku tebal disamping nya.

“Omo !”

 

 

____

(BUGH !)

Badan Taeyang terjatuh lemas diatas kasur Jiyong , dia merentangkan kedua tangan nya sambil memandang langit-langit kamar Jiyong yang bergambar langit biru.

“Aku ingin terbang Jiyong ! Aku tidak sanggup lagi , ternyata noona itu freak !!” Taeyang tiba-tiba bangkit dari baringannya yang sebentar.

Tapi Jiyong tidak memperdulikan ucapan sahabatnya , dia masih asik bermain chat di dunia maya dan ini lebih menarik daripada harus mendengar keluhan sahabatnya.

“Ya ! Kwon Jiyong ! Dengarkan aku dulu kurus !”

Jiyong memutar kursi nya dan menatap malas Taeyang , “Yang ingin mendekati Dara noona siapa ? Kau kan mohak  ?! Untuk apa aku harus ikut repot mendengar ucapan mu !”

“Ck , kita kan bersahabat setidaknya kau mau mendengar curhatan ku tentang Dara noona”

“Hh.. Ceritakanlah , aku akan mendengar nya” balas Jiyong malas.

“Dara noona ingin membuatku mati apa ? Seminggu ini , dia membuatku seperti robot. Tidak punya waktu istirahat sama sekali. Lihat mataku , hampir berubah jadi panda  karena terlalu banyak bekerja tengah malam” keluh Taeyang membuka kedua matanya lebar.

“Haha ! Seingatku dulu kau bilang ‘Jangan panggil aku TAEYANG kalau aku tidak bisa mendapatkan cinta dari Dara noona !’ kemana semua semangat mu untuk mendapatkan Dara noona Taeyang-yaa” ledek Jiyong sambil mencubit kedua pipi Taeyang.

Tangan Taeyang melepas kasar tangan Jiyong yang mencubit pipinya “Berhenti Jiyong ! Kau tidak ingin kugantung kan !” .

Di sela keributan mereka sebuah suara ringtone sms membuyarkan mereka , sebuah sms dari Dara.\

 

From Yeppo Noona :

Cepat datang kerumah ku !

 

Bukannya senang Taeyang malah meringis kecil melihat sms dari Dara , padahal saat awal mereka berkenalan dia selalu senang saat mendapat sms dari Dara. Jari-jarinya dengan malas mengetik balasan untuk Dara.

 

To Yeppo Noona :

Hari ini aku mendapat libur kan ? Untuk apa aku harus ke rumah noona ?

 

From Yeppo Noona :

Ada beberapa bagian makalah yang masih salah , jadi kau harus kemari membetulkannya.

 

To Yeppo Noona :

Tapi hari ini aku ingin istirahat noona , kalau masalah membenarkan noona juga bisa bukan ?

 

From Yeppo Noona :

Tidak ada alasan ! Dua jam lagi aku tunggu dirumahku , awas sampai kau tidak datang !

Pesan terakhir Dara sedikit mengancam Taeyang .

Disamping dia tidak ingin kehilangan kesempatan bisa dekat dengan Dara , tapi dia benar-benar lelah setelah semalam Dara juga menyuruh nya mengerjakan tiga bab sekaligus- intinya dia sedang dilanda kebingungan. Kaki Taeyang pun terpaksa bergerak dari tempat tidur Jiyong , yang melanjutkan berchat ria nya kembali . Sebelum pergi Taeyang melihat kegiatan yang membuat Jiyong tidak perduli dengan nya.

“Miss CL ? Mr Dragon ?”

“Meskipun hanya di dunia maya , tapi hubungan kami lebih baik dan seru dari hubungan mu dengan Dara noona”  ejek Jiyong tanpa bergerak dari layar komputernya.

Taeyang tersenyum menyeringai seperti setan *dihajar* dia langsung mematikan CPU Jiyong dan kabur secepatnya sebelum di amuk oleh naga itu.

“Ya ! Mohak kurang ajar !”

____

“Annyeong Bom noona” sapa Taeyang pada gadis berambut merah menyala yang membuka pintu untuk nya.

“ Taeyang ? Dara sudah menunggu mu di ruang tengah , langsung saja pergi kesana” jawab Bom ramah.

Kenapa aku tidak menyukai Bom noona saja ? Dia lebih baik dari noona galak itu’ pikir Taeyang saat berjalan ke ruang tengah.

Sekarang gadis yang memanggilnya itu sedang bersantai sambil membaca majalah dengan kedua kaki yang di naikkan ke  atas meja.

“Langsung kerjakan , aku sudah menulis bagian yang salah di kertas itu” kata Dara tanpa berkutik sedikit pun dari bacaan nya.

Taeyang mengerucutkan bibirnya , ia merasa dekat dengan Dara bukan hal yang mudah. Karena setiap ia mencoba perhatian pada gadis itu , dia malah selalu diabaikan.

“Oh ya , aku ingin kau mengerjakan dua bab lagi untukku”

Ketikan jari Taeang terhenti saat mendengar kata ‘dua bab’ , “Noona sedang bercanda apa ? Semalam aku sudah mengerjakan tiga bab noona , sekarang noona menyuruhku mengerjakan dua bab lagi ?”

“Kenapa ? Kau tidak suka ? Ini semua karena ulah mu , jadi kau harus menanggung nya” ucap Dara santai lalu meninggalkan Taeyang ke dapur.

Dalam hati Taeyang ia tentu saja kesal setengah mati , ingin marah tapi semua ini dia yang memulai jadi harus marah pada siapa .

“Jangan terlalu di ambil hati sikap Dara barusan , dia memang selalu begitu.” ucap Bom yang tiba-tiba sudah ada disamping Taeyang.

“Ah~ Noona..”

“Apa mau kubantu mengerjakan nya ?” tawar Bom berbaik hati .

“Ng.. boleh , kalau noona tidak keberatan” .

Tanpa mereka tahu sebenarnya Dara sedang memperhatikan mereka berdua dari balik pintu kulkas , entah ini hanya perasaan sekilas atau apa yang jelas Dara tidak suka melihat sepupunya Bom berdekatan denga Taeyang.

Sesekali Dara kelihatan mencibir kalau Bom-Taeyang tertawa berdua , mungkinkah Dara mulai menyukai Taeyang ?

____

Jam menunjukkan pukul 11 malam dan Taeyang belum pulang juga dari rumah Dara. Sedangkan Dara yang duduk sambil menonton tv disebelahnya tidak menyadari kalau namja itu sudah tertidur pulas di atas laptop nya.

Dara menoleh sebentar ke arah Taeyang dan memperhatikan wajah polos Taeyang ketika tidur , “Manis juga ternyata dirimu hoobae tidak sopan” gumam Dara sambil mengelus wajah Taeyang perlahan.

Kalau boleh mengungkap sedikit rahasia , Taeyang itu tidak tidur dia hanya memejamkan matanya sebentar karena kelelahan- tapi karena dia merasakan sentuhan tangan lembut Dara buru-buru ia menahan nya .

“Eh ? Kau tidak tidur ?”

“Teruslah memegang wajahku noona” pinta Taeyang memelas.

“A..aku”

“Saranghae noona”

Mata indah Dara membulat tidak percaya dengan kata-kata Taeyang barusan , “Tidak baik bercanda tengah malam Taeyang-ah “ balas Dara canggung.

Bagi dirinya ini pertama kali seorang pria menyatakan cinta pada nya , dia bukan seseorang yang terlalu mementingkan cinta. Cinta hanya sebuah pekerjaan yang tidak berguna menurutnya , itulah sebabnya ia lebih suka menyibukkan diri dengan belajar daripada mementingkan hal ‘itu’ .

“Aku tidak bercanda noona , aku sudah menyukai noona dari dulu. Tapi kesempatan untuk dekat dengan noona baru datang sekarang. Saranghae Dara noona”

Perasaan Dara tidak bisa bohong , sebenarnya dia juga menyukai Taeyang setelah kebersamaan mereka dalam waktu satu minggu. Ia hanya masih ragu harus membuat keputusan secepat ini terhadap Taeyang.

“Kalau noona belum siap menjawab nya , aku akan menunggu nya noona. Dan walaupun jawaban noona akan mengecewakan , aku juga siap menerima nya noona” Taeyang menunduk malu dan melanjutkan pekerjaan nya kembali.

“Aku tidak akan membuat mu menunggu dan kecewa. Saranghae” ucap Dara mencium pipi Taeyang.

 

 

 

-End-