Author : Atikpiece

Cast : Choi Sooyoung | Choi Seunghyun

Genre : Romance

Rating : G

You’re The Painter’s Love [ Prolog ]

 

…..

 

 

Pagi yang indah, batin seorang yeoja setelah ia duduk di bangkunya sambil menatap ke luar jendela, melihat cuaca hari ini beserta lingkungan sekolah Seogang High School yang sekarang sudah penuh dengan hiruk pikuk siswa siswi baru.Di saat itu juga, banyak sekali muda mudi yang tengah berkenalan dengan para penghuni di sekolah ini.Sekolah baru yeoja bernama Choi Sooyoung itu memang di kenal dengan sekolah terbaik di Korea Selatan.

Tak lupa juga disampingnya, ada seorang yeoja yang sedang merapikan poni rambutnya di depan kaca kosmetik miliknya.Sesekali ia tersenyum sambil memegang kedua pipinya agar terlihat cute dan chubby.

Sementara yeoja tersebut tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, Choi Sooyoung pun menoleh, menatapnya.Kemudian selang berapa detik ia kembali menatap keluar jendela lagi sambil mendengus.Sudah menjadi kebiasaan jika sahabat Choi Sooyoung bernama Hwang Miyoung itu tengah berdandan di pagi hari.

“Sooyoung-ah, bagaimana penampilanku hari ini ?” ujar Hwang Miyoung sambil mencoba memperlihatkan wajah yang cute di depan Choi Sooyoung.Tapi, yeoja tersebut sama sekali tidak menanggapinya karena ia benar-benar sedang malas hari ini.

“Bagus.” Jawab Sooyoung singkat tanpa melihat wajah sahabat lamanya itu.Dari kecil sampai sekarang, hobi Hwang Miyoung itu tetap sama saja.Berdandan.

”Jangan berlebihan.Ini pertama kalinya kita duduk di bangku SMA.Ingat ! Kita harus berusaha untuk menjadi lebih dewasa.”

“Yah, aku tahu.”Jawab Hwang Miyoung sedikit malas setelah ia kembali melihat kaca kosmetiknya.

Tak lama kemudian, ruang kelas tersebut pun telah di penuhi oleh para siswa baru.Sampai suatu ketika Choi Sooyoung menoleh dan kedua matanya tiba-tiba tertuju pada seorang namja dengan postur tubuhnya yang tinggi dengan wajahnya yang terlihat seperti seorang gangster.

Choi Sooyoung hanya mendengus setelah kedua bola matanya menatap namja tersebut.Tidak ia sangka bahwa namja itu benar-benar satu sekolah dengannya lagi, setelah sekian lama ia tidak bertemu dengannya.Namja yang merupakan sahabat lamanya itu hanya tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke bangku yang posisinya tepat di belakang bangku Choi Sooyoung.Namja bernama Choi Seunghyun itu benar-benar beruntung karena bangku tersebut masih kosong, belum di tempati oleh siswa manapun.Jadi, ia masih bisa berdekatan dengan Choi Sooyoung.

Kemudian, setelah namja itu duduk, kedua tangan Choi Seunghyun pun mulai meraba kursi Sooyoung dan menggoyangkannya, dengan tujuan untuk memanggil yeoja berambut panjang itu.Lalu,sedetik kemudian kepala yeoja tersebut menoleh kearahnya, menatap wajah Choi Seunghyun yang tengah tersenyum kepadanya.Namun yeoja itu malah menatapnya dengan tatapan malas.Dan tak berapa lama ia kembali menatap keluar jendela.

PLAK !

“Yak ! Apa-apaan kau ini ?” teriak Choi Sooyoung tiba-tiba setelah ia menoleh sambil mengusap bahu kanannya, yang telah menjadi sasaran empuk bagi pukulan tangan Seunghyun.Memang sejak kecil namja tersebut benar-benar menyebalkan di mata Sooyoung, hingga yeoja itu menyebut Seunghyun sebagai “Namja Kurang Ajar Sedunia.”

“Dasar sombong.Bukannya dibalas dengan senyum, kau malah memalingkan wajahmu.”

Tanpa pikir panjang, yeoja itu pun mencoba tersenyum kepada Seunghyun.Walau sebenarnya namja tersebut tahu kalau senyum yeoja itu benar-benar menyunggingkan senyum yang dipaksakan.

“Sudah, kan ?” Tanya Sooyoung dengan nada malas dan di sambut oleh wajah cemberut milik Seunghyun.Namun, beberapa detik kemudian namja tersebut mulai tersenyum lagi.

“Kau tahu, tidak aku sangka kalau kita benar-benar satu sekolah lagi.Seperti waktu kita masih duduk di bangku SD dulu.” kata Seunghyun, mencoba untuk mencari topik pembicaraan lain.Tapi, yeoja tersebut malah tidak menggubrisnya.Selain itu, ia juga malas menatap wajah namja itu.

“Lebih baik kau diam dan jangan menggangguku.” Perintah yeoja itu setelah kepalanya telah ia letakkan di atas meja karena ia benar-benar merasa mengantuk saat ini.Seunghyun yang masih mempunyai semangat 45 untuk berbicara dengan yeoja itu pun hanya bisa mendengus.Karena, kesempatannya untuk berbicara dengan Choi Sooyoung lebih lama, pada akhirnya telah gagal total.

Daripada menanggapi yeoja malas itu, lebih baik aku bermain game saja.Gumam Seunghyun dalam hati sembari mengambil ponselnya dari dalam tas.

Namun, disela-sela ia tengah mengambil benda kesayangannya itu, tiba-tiba saja ada sesuatu yang jatuh dari dalam tasnya.Sebuah kertas yang terlipat rapi dan posisinya jatuh tepat disamping kedua kaki Choi Seunghyun.

Namja tersebut pun segera mengambil kertas itu dan ia segera membuka lipatan-lipatan kertas itu karena ia begitu penasaran dengan apa isi dari kertas itu.Sampai kemudian namja itu mulai tersenyum, mendapati sebuah gambar yang telah terpampang di hadapannya.Gambar seorang anak laki-laki dan perempuan yang sedang bergandengan, karya Choi Sooyoung sewaktu ia masih kecil.

Sudah lama Choi Seunghyun menyimpan gambar yeoja itu, sampai namja tersebut teringat ketika ia mengkritik gambar itu hingga membuat Sooyoung marah kepadanya.Namja tersebut terus saja tersenyum, mengenang masa kecil mereka berdua yang begitu menyenangkan di matanya.Sampai kedua bola matanya mulai menatap seorang Choi Sooyoung, yang saat ini benar-benar telah terlelap dalam tidurnya.

Sooyoung-ah, apakah saat ini kau masih bisa menggambar, melukis suatu hal yang benar-benar indah dari dalam benakmu ?

 

………

 

Jam pelajaran telah usai dan hari pertama masuk di Seogang High School ini telah berakhir.Choi Sooyoung dengan semangat mengemasi buku-bukunya yang telah berserakan di meja setelah sahabatnya, Hwang Miyoung, meninggalkannya karena ada urusan penting dengan keluarganya.

Setelah ruang kelas benar-benar kosong, tidak lain hanya ada Choi Seunghyun yang telah berdiri di hadapannya.Ia sedang tersenyum menunggu yeoja itu selesai mengemasi barang-barangnya.

“Tidak perlu menungguku.Aku bisa pulang sendiri.“ Yeoja itu berkata tanpa melihat ekspresi wajah dari Seunghyun.Tapi, tanpa banyak pikir, dengan sengaja namja itu mencubit kedua pipi Sooyoung dan hal itu sukses membuat yeoja tersebut berteriak akibat ulah dari Seunghyun.

“Menjelang malam begini, tidak baik gadis sepertimu itu pulang sendirian.“ Namja tersebut masih saja tersenyum, berharap Sooyoung akan mengerti apa maksud di balik perkataannya.Namun, yeoja itu hanya terdiam sambil memegang kedua pipinya yang sudah ada bekas cubitan dari “Namja Kurang Ajar Sedunia.“ itu sambil mendengus kesal.

“Jadi, kau mau mengantarkanku ? Hmm.. tidak perlu.Terimakasih.“

“Hei.. tunggu dulu.“ Cegah Seunghyun sebelum Sooyoung benar-benar pergi meninggalkannya.Ia mencengkram kuat lengan Sooyoung hingga yeoja tersebut benar-benar menoleh ke arahnya dengan memasang raut wajah malas.

“Apa lagi ? Kalau kau benar-benar memaksaku untuk pulang bersamamu, aku akaan…..“

“Akan apa ? Memukulku ? Mencubitku ? Atau, menamparku ?“

Sambil mendengus yeoja itu melepas genggaman tangan yang tengah melingkar di lengannya itu setelah beberapa detik yang lalu ia terdiam, tidak menjawab satu pertanyaan pun dari Seunghyun.

Kemudian, Choi Sooyoung pun tersenyum paksa.Pertanda dari dalam lubuk hatinya ia benar-benar kesal terhadap namja yang satu ini.

“Tidak.Lebih dari itu.“

BUK !

“Aargh. !“

Tanpa di duga-duga yeoja itu telah menendang perut Choi Seunghyun hingga namja itu hampir terjungkal ke belakang akibat tekanan yang diberikan oleh Sooyoung.Sejenak Sooyoung terdiam, memikirkan apa yang baru saja ia lakukan pada sahabat sejak kecilnya itu.Tapi, lambat laun ia tersenyum, hingga tawa yang terus ia pendam itu pun akhirnya meledak.

“Aish…. Yak ! Tunggu.“ Namja tersebut berteriak setelah yeoja itu berlari meninggalkannya.Suara tawa dari Sooyoung juga masih bisa di dengar oleh namja itu walaupun kelihatannya jarak di antara mereka sudah cukup jauh.Tapi, dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk mengejarnya sekalipun ia harus menahan sakit di perutnya, akibat ulah dari yeoja yang telah menendang perutnya itu.

 

……

 

“Sudah cukup.Berhentilah mengikutiku.“ Kata Sooyoung dengan nada tinggi kepada seorang namja yang terus berjalan di belakangnya.

“Aku hanya ingin mengantarkanmu pulang.Memangnya siapa yang mau mengikutimu ? Kau pukir aku ini fansmu ?“

PLAK !

“Yak !“ Seunghyun berteriak setelah ia mendapati sebuah pukulan keras dari Sooyoung tepat di bahu kirinya.Yeoja itu tampak mengerutkan dahi, memasang raut wajah marah terhadap Seunghyun.Entah sudah berapa kali Sooyoung melakukan ’kekerasan’ terhadap Seunghyun selama di perjalanan.

“Sudah.Jangan memukulku lagi.Dari tadi kau terus memukulku.Di tambah lagi menendangku.Apa kau ingin jika semua badanku ini memar karena ulahmu ? Dasar,yeoja menyebalkan.“

“Kau ini dari kecil sampai sekarang pun sama saja, Seunghyun-ah.Tetap menyebalkan ! Jika dibandingkan dengan aku, kaulah yang paling menyebalkan !“

“Hei kau….“

Namja berwajah mirip seorang gangster itu tidak dapat melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba saja ada sebuah pesan masuk dari ponselnya.Dengan segera ia merogoh kantung celananya dan mendapati sebuah pesan yang tentu membuat ia merasa terkejut.Matanya terbelalak, menandakan bahwa ia benar-benar tidak mempercayai isi pesan itu.Apakah itu benar-benar kenyataan atau tidak ? Entah, namja itu juga tidak mengerti.

Tapi, ketika itu pula Seunghyun lebih terkejut lagi setelah ia mengetahui bahwa yeoja bernama Choi Sooyoung itu tiba-tiba saja menghilang, benar-benar telah menghilang dari hadapannya beberapa menit yang lalu.

 

……

 

“Bagaimana ? Sudah mendapat balasan dari Choi Seunghyun ?“

“Belum, dia belum juga membalas pesan dari kita.“

“Aish.. kenapa anak itu lama sekali ?“

“Entahlah.Apakah dia sedang sibuk ?“

“Tidak mungkin.Saat ini, dia pasti sedang bersama Sooyoung.“

“Tapi, bagaimana kalau tidak ?“

Kedua orang tersebut terus saja membicarakan mengenai pesan yang baru saja mereka kirimkan kepada Choi Seunghyun dan entah mengapa namja itu masih belum membalas pesannya sampai kedua orang itu menunggu hingga beberapa menit pun berlalu dengan cepat.

Kemudian, terdengarlah suara pintu terbuka dan dilihatnya seorang Choi Sooyoung yang ternyata sudah kembali dari sekolahnya.

“Aku pulang.“ Kata yeoja itu yang kemudian memasuki ruang tamu hingga ia benar-benar bertemu mata dengan kedua orang yang berada di sudut ruangan itu.Dengan cepat yeoja itu menautkan alisnya, bingung akan tingkah laku kedua orang itu saat ini.

“Appa, Eomma.Sedang apa kalian disitu ?“ Tanya yeoja itu pada akhirnya setelah sejenak ia terdiam menanggapi sikap kedua orang tuanya yang memang kelihatan aneh dimatanya.

“Oh… ah,kami tidak sedang melakukan apa-apa,nak.“ Kata Eomma dari yeoja berperawakan tinggi dan berambut hitam lurus itu sambil tersenyum.Walaupun sebenarnya dari dalam hati ia sedang merasa sedikit panik.

“Kalau begitu, untuk apa Appa dan Eomma berada di sudut ruang tamu ini? Apa benar kalian berdua tidak sedang melakukan hal apapun ?“

Tidak lama setelah itu, kedua Appa dan Eomma dari yeoja itu pun saling bertatap muka, sedangkan yeoja tersebut hanya terdiam.Kedua bola matanya bergerak kesana kemari, menatap kedua orang tuanya secara bergantian sambil menunggu jawaban dari mereka berdua.

“Hmm.Yah…Oh, ngomong-ngomong, bagaimana sekolahmu hari ini,nak ?“ tanya Appa, mencoba mengalihkan pembicaraan setelah yeoja itu tengah lama menunggu.Tapi, yang menjadi masalah, yeoja tersebut langsung cemberut begitu mendengar pertanyaan dari Appa-nya barusan.Lalu, ia mulai melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk mengambil air putih karena sekarang ia merasa sangat haus.

“Menyenangkan ?“ Tanya Appa dari yeoja itu lagi dan kali ini, kedua orang tua dari Choi Sooyoung itu telah duduk di sofa, menunggu jawaban dari anak semata wayang mereka itu.

“Tidak.Justru sebaliknya.“ Jawab yeoja itu setelah ia mendengus kesal. “Tidak aku sangka, aku satu kelas dengan anak laki-laki yang begitu menyebalkan itu.“

“Siapa ?“

Mendengar satu pertanyaan dari Appa yeoja itu, dengan cepat ia menautkan alisnya sambil memasang raut wajah geram.Seketika ia juga meletakkan gelas bekas air minum itu dengan satu hentakan keras, membuat kedua orang tuanya terkejut hingga jantung mereka menjadi berdetak hebat.

“Siapa lagi kalau bukan Choi Seunghyun.Sahabat lamaku itu !”

“Oh, benarkah ?“ tanya Eomma dengan sedikit menyunggingkan senyum yang memperlihatkan deretan giginya yang rapi.Tapi, lambat laun senyum itu pudar akibat sikutan dari Appa tepat di lengan kanan Eomma sambil mengedipkan kedua matanya beberapa kali,pertanda ia memberi isyarat untuk ’diam’.

“Ya, begitulah.Terkadang ia terlihat konyol dengan beberapa leluconnya.Tapi, yang membuatku kesal, ia juga sangat menyebalkan ! Sangat sangat sangat menyebalkan !“ bentak yeoja itu sambil melakukan hentakan keras lagi dan hal tersebut sukses membuat jantung kedua orang tuanya berdetak cepat untuk yang kedua kalinya.

“Tapi… bukankah Seunghyun itu…“

“Sudahlah.Appa dan Eomma tidak perlu membicarakan namja itu lagi.Aku sedang kesal dengannya.“ Kata yeoja itu sebelum kedua orang tuanya membicarakan tentang seorang Choi Seunghyun lebih lanjut.Kemudian, Sooyoung mulai berjalan mendekati rak tempat peralatan melukis berada.Ia segera mengambil beberapa kuas dan cat air yang tersimpan di rak tersebut dan membawanya masuk kedalam kamar.

Kedua orang tua yang terus memperhatikan tingkah laku yeoja tersebut hanya bisa duduk termenung sambil memandang raut wajah anak mereka yang tampak lesu.Sepertinya ia benar-benar membenci namja yang bernama Choi Seunghyun itu.Sambil duduk manis keduanya juga tak habis pikir.Mengapa yeoja itu benar-benar membenci namja itu ?

Dan mereka pikir pasti sekarang Choi Sooyoung sedang melukis hal-hal yang berkaitan dengan perasaannya saat ini.Sebuah kain kanvas, kuas dan cat air itu sudah bagaikan sebuah buku diary baginya.Memang sejak kecil, melukis adalah hobi yeoja itu.Bukan hanya melukis, tapi juga menggambar.

Kemudian, kedua orang itu langsung saling bertatap muka setelah beberapa detik yang lalu mereka tenggelam dalam keheningan.Tanpa pikir panjang seorang Appa dari Choi Sooyoung itu langsung mengeluarkan ponselnya dan melihat layar ponsel itu dengan penuh harap.

“Bagaimana ? Sudah di balas ?“

Seorang Appa itu kemudian menggelengkan kepalanya. ”Belum.”

”Ahh.. Seunghyun ini bagaimana.Masa’ sampai detik ini pun dia belum juga membalas pesan dari kita ? Apa sekarang dia benar-benar menjadi anak yang sombong, hah ?”

“Ssstt… jangan keras-keras.Nanti Sooyoung bisa dengar.Kau ini sama saja dengan anak itu.Cepat emosi.”

Eomma itu hanya bisa menghembuskan napas pelan dan dahinya juga mulai berkerut, menatap wajah Appa dengan mimik muka cemas.

”Tapi, apakah pilihan kita sudah benar-benar tepat ? Aku takut ini akan menyakiti perasaan Sooyoung, Appa.Buktinya, saat ini dia sangat membenci namja itu.”

”Sudah, tenanglah.Kau tidak usah khawatir.Aku yakin.Seunghyun adalah namja yang baik dan bertanggung jawab.Dia tidak akan semudah itu melakukan hal yang buruk kepada Sooyoung.Semoga saja dia mau melaksanakan tugas dari kita.” kata Appa itu sambil mengusap-usap kedua pundak Eomma untuk menenangkan diri.Sesekali Appa mencoba tersenyum kepada Eomma agar hati wanita paruh baya itu semakin lama akan merasa semakin tenang di sisinya.Sikap bijaksana yang dimiliki oleh Appa benar-benar membuat suasana hatinya semakin tentram.

Dengan demikian, sebuah pesan pun akhirnya masuk dari ponsel Appa itu di tandai oleh sebuah bunyi dering yang hanya berbunyi selama 5 detik saja.Dengan sigap, Eomma itu menarik napasnya sembari melihat Appa yang sedang mengutak-atik ponselnya untuk membuka pesan tersebut.Semoga saja harapan kedua orang itu benar-benar menjadi kenyataan.

Dan…..

”Eomma, Lihat ! Akhirnya dia menyetujuinya !” Teriak Appa yang membuat Eomma akhirnya dapat bernapas lega.

”Benarkah ??” tanya Eomma tak percaya yang kemudian ia mengambil ponsel itu dari genggaman Appa dan sedikit demi sedikit ia membaca isi pesan tersebut.

”Benar, Ahh.. Appa ! Kita berhasil !” Teriak Eomma setelah ia memeluk erat tubuh suaminya sambil sesekali ia melompat-lompat bak anak kecil pertanda sekarang ia merasa sangat senang.Bukan hanya Eomma saja.Melainkan, Appa pun juga ikut senang sembari memeluk Eomma dengan erat pula.

BRAK !

”Appa, Eomma, berisik !” teriak seorang yeoja setelah ia menggedor pintu kamarnya dengan keras.Ternyata, yeoja itu merasa terganggu akibat teriakan demi teriakan yang terus berseru diantara kedua orang tuanya itu.Seketika mereka berdua pun langsung diam seribu bahasa sambil saling menatap satu sama lain.Namun, di balik rasa itu, mereka berdua merasa senang karena Choi Seunghyun mau melaksanakan tugas dari mereka.Entah apa tugasnya, tapi yang pasti, hal ini jangan sampai diketahui oleh Choi Sooyoung.

”Jadi, lusa kita harus sudah mempersiapkan semuanya ya, Appa ?”

”Hmm.. Nae,nae.”

 

……

 

”Appa, Eomma, kenapa Seunghyun bisa berada di sini ?” tanya Sooyoung di pagi hari sambil memelototi namja  yang sedari tadi telah duduk manis di ruang tamu.Di samping itu, ada juga sebuah koper besar yang terletak tepat di depannya.Kedua mata yeoja itu kemudian melirik kearah orang tuanya yang sudah menunggu dirinya untuk segera duduk.Tapi, bukannya segera duduk, ia malah terus menatap wajah namja itu. ”Hei, untuk apa kau kemari, hah ?”

”Hush… Kau ini.Setidaknya kau bersikaplah sopan kepadanya.Dia kesini karena Appa dan Eomma yang menyuruhnya.”

”Huh.” dengus yeoja itu setelah ia duduk tepat di hadapan kedua orang tuanya dan Choi Seunghyun.Matanya melirik tajam kearah namja itu dan ia menatapnya dengan tatapan sinis.

”Langsung saja, ya.” kata Appa setelah ia berdeham dengan kedua tangan yang ia letakkan di atas kedua pahanya.Awalnya ia menatap Eomma terlebih dahulu, kemudian ke Choi Seunghyun dan terakhir ke arah yeoja yang sedang melipat kedua tangannya itu di depan dada.

”Hari ini, Appa dan Eomma akan pergi ke Jepang selama 2 tahun karena urusan pekerjaan.Untuk itu, kami berdua menyuruh Seunghyun untuk tinggal disini, menjaga dan menemanimu.”

Mata yeoja itu langsung terbelalak begitu mendengar kata Appa, menatap dengan tatapan tidak percaya kepada Choi Seunghyun yang hanya tersenyum walaupun kelihatannya terlihat sedikit terpaksa.Sejenak ia tak dapat berkata apa-apa karena ia baru saja mendengarkan sesuatu yang benar-benar membuat pikirannya hancur.

”M.. Mwo ??”

”Ada apa, Sooyoung ? Kau tidak mau ?”

”Ya, ya ! Tentu saja aku tidak mau, Appa ! Lihat ! Dia itu seorang namja.Bagaimana jika dia berani macam-macam kepadaku sewaktu Appa dan Eomma tidak ada ??” kata Sooyoung bernada tinggi dengan jari telunjuknya yang sedang sibuk menunjuk-nunjuk wajah namja itu.

”Pukul saja wajahnya !”

”Atau bila perlu, kau tendang perutnya.Kau kan ahli juga dalam hal beladiri, nak.”

Choi Seunghyun hanya bisa melongo mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Appa dan Eomma dari sahabat lamanya itu sambil memegang perutnya dengan kedua tangannya yang sedikit gemetar.Bukankah dia sudah sering mendapatkan ’kekerasan’ yang diberikan oleh yeoja itu di perutnya ? Bahkan, tidak hanya disekolah, melainkan juga di jalanan. Apakah kedua orangtua itu menginginkan aku mati seketika akibat ulah dari anak mereka itu, hah ?? Mengerikan ! Mereka ini benar-benar keluarga yang sadis ! Gumam Seunghyun dalam hati.

”Tapi, kenapa harus dia ?”

”Karena Appa pikir, dia adalah namja yang dapat dipercaya dan dapat menjagamu sampai Appa dan Eomma kembali.”

”Tapi.. tapi..”

”Sudahlah.Dia namja yang baik dan dia tidak akan mungkin macam-macam terhadapmu, Sooyoung-ah.”

”Ya,ya.Tapi sebaiknya kita harus cepat berangkat ke bandara, Appa.” kata Eomma sembari menarik lengan suaminya.

”Oh, nae, nae.” kata Appa sambil mengangguk-angguk dan membawa barang-barang berupa koper dan tas punggung yang sudah tertata rapi di ruang tamu.

”Kalau begitu, biar aku bantu.” Kata Seunghyun mengambil inisiatif untuk membantu kedua orang tua yeoja itu membawa barang-barang mereka hingga keduanya pun juga diantarkan sampai masuk ke dalam taxi.

“Jaga baik-baik anak itu ya.Dan ingat ! Dia sudah banyak berubah dan sifatnya juga sudah sangat berbeda dengan yang dulu.Jadi, kau harus berhati-hati menjaganya karena sekarang ini, ia telah menjadi yeoja yang keras kepala dan cepat emosi.“ Bisik Appa Sooyoung kepada Seunghyun yang disambut oleh anggukan mantap oleh namja itu.

 

….

 

“Bagaimana ? mereka sudah pergi ?“ tanya Sooyoung ketus begitu Seunghyun telah masuk ke dalam rumahnya.Seunghyun hanya mengangguk, menatap yeoja itu yang sedari tadi duduk disofa dengan kedua kaki yang dilipat di depan dada.Yeoja itu kemudian beranjak dari sofa, berjalan, dan menatap sinis namja itu.

Namun, secara tiba-tiba yeoja itu memukul dada Seunghyun.Entah apa yang ada di pikiran Choi Sooyoung sekarang hingga namja itu pun hanya bisa meringis menahan sakit.

“Yak ! Kau ini ! Belum puas kau memukulku ??”

”Ingat ! Jika kau sampai melakukan hal yang buruk kepadaku, aku akan memenggal kepalamu.” kata yeoja itu dengan tatapan tajam hingga membuat Seunghyun hanya bisa menatapnya dari ujung kaki sampai ujung rambut.

”Memang siapa yang mau melakukannya ? Lihat, badanmu kurus.Mana mungkin aku …”

PLAK !

”Seunghyun-ah ! Apakah otakmu ini benar-benar otak mesum, hah ?” kata yeoja itu setelah ia memukul kepala Seunghyun.Ternyata, ia memang masih belum puas memukul beberapa bagian tubuh Seunghyun yang sudah menjadi sasaran empuk dimatanya.

“Ahh… sudah cukup ! Aku capek ! Berhentilah memarahiku dan berhentilah memukulku !”

Yeoja itu hanya mendengus kesal begitu mendengar bentakan dari Seunghyun hingga beberapa menit kemudian ia pergi meninggalkan namja itu yang masih meringis menahan sakit akibat ’kekerasan’ yang telah yeoja itu perbuat.

 

….

 

….

 

….

 

 

 

TBC ^^

Omo,omo,omo O,o bener-bener nih, kayaknya ini crita ancur banget deh -_-v soalnya bkin ini epep buru-buru be.ge.te, plus sampe semalaman sambil ngangguk2 kepala alias ngantuk –” maap maap yah… hehehe😀 oh yasudah kalo gitu.., sekian dn tunggu part selanjutnya, n  jgn lupa bwt komentarnya, ok?