Be my Daddy ??

Part :  1 |

Author : KimsKimi

Genre: Family

Rate : G

Length : Series (On Going)

Poster : http://bellabello.wordpress.com

Cast :

  • Park Bom 2ne1
  • TOP BIGBANG
  • Minzy 2ne1
  • Taemin SHINee

Other Cast :

  • Choi Hye Yoon
  • Gong Yoo (numpang nama)
  • Eunhyuk Suju (numpang nama)

 

 

Chap 2

Nafas gadis itu terengah-engah , dia terus berlari mengikuti anak laki-laki yang ada di depan nya  .

“Seunghyun-ah !! Kita mau kemana ? Aku lelah mengikuti mu terus !” kata gadis itu masih terus berlari mengikuti anak laki-laki yang ada di depan nya.

Seunghyun tersenyum dan berbalik sebentar “Tenang saja noona , pasti Bom noona tidak akan menyesal mengikuti ku”

“Huh ! Terserah kau saja lah Choi Seunghyun”

Akhirnya larian kaki mereka terhenti diatas sebuah bukit . Bom yang kelelahan segera duduk dan mengusap keringat yang membasahi kening nya.

“Apa yang ingin kau tunjukkan Hyunnie-yaa ?”

Seunghyun melihat jam tangan nya sebentar lalu menunjuk ke arah matahari yang sebentar lagi terbenam “Lihat kearah sana noona ! Matahari nya akan terbenam , dan ini pasti pemandangan terindah yang pernah noona lihat !” seru nya gembira .

Bom menuruti kata-kata Seunghyun dan melihat kearah matahari terbenam itu . Pemandangan indah itu memang sempat menyita perhatian Bom . Cantiknya , batin Seunghyun saat melihat Bom yang masih tersenyum .

Seunghyun sadar kalau dia menyukai kakak kelas nya itu , tapi karena dirinya masih malu mengungkap perasaan nya terpaksa ia merahasiakan nya saja sampai dia benar-benar yakin untuk mengungkapkan nya.

“Hei , stop memandangku seperti itu Hyunnie-yaa” seru Bom menutup wajah Seunghyun dengan telapak tangan nya.

Bibir Seunghyun mengerucut , “Noona.. Apa aku bisa masuk penjara kalau memandang wajah noona ?”

“Bukan begitu- A..Aku risih saja , kalau Hyun Bin yang melihat ku itu tidak masalah.” nada jawaban Bom sedikit terdengar aneh di telinga Seunghyun .

Tapi karena tidak terlalu mementingkan jawaban Bom , dia malah meledek Bom kembali “Mana mungkin Hyun Bin mau memandang wajah noona , noona kan-”

“Noona apa ? Jelek maksudmu ?”

“Tuh , noona bisa menebaknya.”

Dengan sigap Bom langsung mengambil tas sekolah nya lalu melemparkan nya ke arah Seunghyun.

 (Bugh !)

“Aww ! Sakit noona ! Noona tidak bosan ya menyiksa ku ?”

“Tidak , hobiku ‘kan menyiksa mu.” jawab Bom santai.

“Cepat bangkit dari situ , dan antar aku pulang ! Gara-gara kau aku jadi pulang malam , padahal hari ini aku punya banyak PR.”

Seunghyun berjalan dengan malas dan tiba-tiba jongkok di depan Bom, “Eeh ? Kau mau apa ?”

“Naik kepunggung ku noona , noona mau aku antar pulang kan ?”

___

Dekapan tangan Bom yang melingkar di leher Seunghyun , membuat anak laki-laki itu selalu merasakan debaran jantungnya yang kencang. Jangan sampai noona mendengarnya , batinnya sambil terus berjalan menuju rumah Bom yang kira-kira tidak jauh lagi.

“Sudah sampai noona.” kata Seunghyun seraya melihat ke belakang punggungnya.

(Deg)

Jantung Seunghyun berdetak kencang lagi saat melihat wajah polos Bom yang tertidur dalam gendongan nya. “Noona.. Kita sudah sampai noona , ayo bangun Bommie noona” panggil Seunghyun membuat kedua mata Bom terbuka perlahan.

“Eeh ? Kita sudah sampai ? Aku ketiduran ya ?” tanya Bom dengan ekspresi bingung nya.

Seunghyun terkekeh pelan melihat tingkah Bom lalu menurunkan nya dari gendongan , “Ne, noona. Bom noona sudah pulang dengan selamat , sekarang aku bisa bebas dari badan noona yang berat itu.”

Mata Bom membulat mendengar kata-kata Seunghyun , “Maksudmu ? Aku gendut begitu ? Ya ! Kau belum pernah merasakan enaknya di ‘gantung’ ya ?”

“Sepertinya aku tidak mau merasakan nya noona , sampai jumpa besok noona !” seru Seunghyun yang ternyata sudah kabur darinya.

___

“Hei !”

Minzy tidak menggubris sapaan temannya itu , dia lebih memilih untuk membalikkan wajahnya kearah lain.

“Minzy-yaa…” panggil temannya untuk yang kedua kali tapi tetap diabaikan oleh Minzy.

(Pletak !)

“Aish ! Bisa tidak , kau tidak mengganggu ku hari ini ? Aku sedang malas meladeni mu Taemin.” kata Minzy menatap sinis temannya-Lee Taemin .

Taemin sedikit mencibir dengan tingkah Minzy , padahal niat Taemin hanya ingin menyapa Minzy.

“Ada apa dengan mu ? Eunhyuk sunbaenim tidak memarahi mu karena aku ‘kan ?”

“Tidak. Eunhyuk sunbaenim memang tidak marah padaku , tapi aku lah yang marah padamu !”

“Kenapa ?”

“Karena kau , aku jadi harus berlatih dance sendiri tanpa patner semalam. Dan kau juga tau ‘kan ? Aku tidak suka kalau patner ku tiba-tiba tidak datang !” kesal Minzy memandang Taemin dengan sinis.

Taemin terkekeh , “Hehe.. aku tidak datang , kau juga tau alasan nya kan ?”

“Ne , kau sibuk memperbaiki nilai-niai mu yang buruk itu.”

“Nah , itu kau tau. Jadi , apa sekarang kau masih marah padaku Minzy-ah ?”

Yes , dan sekarang cepat pergi dari hadapanku , atau kamus ini bisa melayang ke kepalamu.”

“Ck , jangan sadis begitu. Bagaimana kalau sepulang sekolah kita melihat pameran mainan ? Kudengar Gundam koleksi terbaru sudah keluar lho…”

Tiba-tiba Minzy kembali bersemangat setelah mendengar kata Gundam , “Serius ? MG Gundam Epyon ?”

“Heh ? M.. MG apa ?” Taemin mengulang pertanyaan Minzy.

“Itu.. Master Grade Gundam Epyon. Kau bilang ada koleksi terbaru kan ? berarti itu yang terbaru !”

“Terserah kau sajalah. Mau MG , GM , atau GG , aku juga tidak akan tahu jenis apa yang kau sebutkan.”

Minzy mengerucutkan bibirnya saat mendengar jawaban Taemin, “Tapi kau mengajak ku kesana , karena ingin membelikan ku Gundam itu ‘kan Taemin ?”

“Mwo ? Aku cuma bilang akan mengajak mu kesana , aku tidak bilang akan membelikanmu.”

“Dasar pabo ! Kalau tidak membelikanku Gundam , untuk apa kau mengajakku ke pameran mainan itu ?!”

“Ya kita hanya melihat-lihat saja , karena aku juga kebetulan dapat brosur nya tadi pagi. Ehehehe..”

“Cih , malah cengengesan.”

“Tenang , sehabis dari pameran aku traktir kau Es Krim Minzy-ah.” rayu Taemin pada sahabat kecilnya itu.

____

Kepala Seunghyun masih dipenuhi dengan kejadian-kejadian kemarin pagi , ingatannya bersama Bom saat masih bersama. Dan perasaannya yang dulu masih sama sampai sekarang , dia mencintai Bom.

Karena tidak bisa berkonsentrasi dengan baik saat bekerja dia pun memutuskan keluar kantor sebentar , lagipula ini sudah jam makan siang. Seunghyun ingin pergi ke pameran mainan yang tidak jauh dari kantornya bekerja sekarang , tiba-tiba saja hobby nya kepada Bearbricks muncul lagi , jadi dia ingin melihat koleksi Bearbricks yang baru.

“Gundam… Aku mau gundam itu Taemin ! Kau berhutang gundam itu padaku Lee Taemin !”

“ Shiro ! Aku hanya mengajak mu melihat-lihat disini , aku tidak punya uang untuk membeli gundam itu.”

“Tapi ini salahmu , kenapa kau mengajak ku kemari ? Aku jadi ingin gundam itu ‘kan pabo ?!”

Percakapan sepasang remaja itu tidak sengaja di dengar Seunghyun , dia menoleh ke arah mereka- dan ternyata itu adalah Minzy dan temannya.

“Minzy ? Sedang apa disini ?”  Minzy mengerjapkan kedua matanya saat mendengar panggilan Seunghyun ,

“Paman ? Paman juga sedang apa disini ?”

“Ini waktu makan siang , tapi tiba-tiba aku ingin kemari melihat koleksi BearBricks.”

“BearBricks ? Paman suka BearBricks ya ?” tanya Minzy.

“Ne , tidak salah ‘kan ? Kau sendiri kesini karena ingin melihat gundam ?”

“Ng.. itu karena dia paman ! Dia yang mengajakku kemari , tapi tidak mau bertanggung jawab untuk membelikanku satu gundam.” kata Minzy menunjuk Taemin yang berada di sebelahnya.

Taemin memanyunkan bibirnya , “Gundam yang kau minta itu harganya sama dengan uang jajanku selama 3 bulan tau !”

“Kalau tau begitu , kenapa masih nekat mengajak ku kemari ?”

“Karena kalau tidak kuajak pun pasti kau akan memaksa ku menemani mu saat kau melihat iklan nya.” cibir Taemin.

“Sudah..sudah , kalau kalian berdebat juga sekarang tidak ada gunanya. Gundam itu tetap tidak akan bisa terbeli kalau kalian berdebat.”

Minzy tertunduk lemas mendengar ucapan Seunghyun. “Tapi aku ingin gundam itu paman . Sejak tidak ada appa , umma selalu melarangku untuk membeli satu gundam pun.”

“Kenapa ?”

“Umma bilang , itu bisa mengingatkan nya pada appa. Padahal dari masih kecil aku sudah mengoleksi gundam.”

“Hm..begitu ya ? Bagaimana kalau aku menghadiahkan gundam itu untukmu ?”

Raut wajah Minzy berubah senang mendengar Seunghyun ingin memberi gundam itu untuknya. “Paman serius ?”

“Apa wajahku kelihatan bercanda ?” tanya Seunghyun mendekatkan wajahnya ke Minzy.

Minzy hanya tersenyum malu dan membuat Taemin yang disebelahnya merasa sedikit kesal , “Hm..Ehm..”

“Kenapa Taemin-ah ? Tenggorokan mu sakitnya kumat ya ?”

“Eh , aku belum kenalan dengannya. Dia pacar mu Minzy ?”

Dengan cepat mereka berdua mengibaskan tangan kepada Seunghyun , “Aniya , aniya , tidak mungkin aku mau pacaran dengan gadis tomboy seperti dia.”

“Aku juga tidak mau dengan laki-laki ‘melambai’ sepertimu.”

“Ya ! Aku tidak ‘melambai’ , tapi aku itu ‘lentur’.”

“Haha.. kalian ini lucu sekali , Choi Seunghyun imnida , tetangga Minzy. Senang berkenalan denganmu.”

“Lee Taemin imnida , teman sekolahnya Minzy. Aku juga senang bisa berkenalan dengan paman !”

“Jadi , Apa paman jadi memberi gundam itu untukku ?” celetuk Minzy ditengah perkenalan mereka.

“Dasar maniak ! Untung mau dibelikan oleh paman ini , ini masih memaksa saja.”

“Sirik ! Daripada sudah mengajak kemari tapi tidak membelikan nya.”

Tingkah Taemin-Minzy kembali mengingatkan Seunghyun dengan kenangan nya bersama Bom. Mereka juga sama-sama suka mempeributkan hal kecil dan tidak akan ada yang mau mengalah sampai harus dilerai oleh Gong Yoo.

Bom pov

Perasaan ini kembali lagi , dan kenapa semua kenangan bodoh itu harus teringat lagi di benak ku ? Aku ingin melupakan semua nya . Choi Seunghyun hanya masa lalu , masa lalu yang terlalu menyakitkan..

***

Hari itu Seunghyun menngajak ku berkencan ke Lotte World bersama nya .

Senang ?

Tentu saja aku sangat senang , meskipun status kami bukan sebagai pasangan kekasih tapi tetap saja itu semakin membuatku berharap dia akan menyatakan cinta nya disana. Karena aku sudah lama sekali menantikan bisa menjadi kekasihnya. Ya, aku memang menyukai Seunghyun dari dulu. Memang dia sangat menyebalkan , tapi mungkin itulah yang selalu membuat ku semakin suka padanya. Bagiku perbedaan umur tidak masalah , dia juga selalu berusaha menunjukkan sikap dewasa nya. Dan aku tahu kalau sebenarnya dia juga menyukaiku.

“Annyeong.. noona ! Noona sudah siap ?” sapa Seunghyun saat sampai di depan rumahku.

“Tentu saja aku sudah siap , kau ini kemana saja sih ? Lama sekali datang nya.”

“Mianhae noona , tadi ada sedikit urusan dirumah sebelum aku kemari. Tapi hari ini noona kelihatan cantik sekali.”
Cantik ?

Omona , apa wajahku memerah setelah mendengar kata-kata nya barusan ?

Seunghyun-ah.. kau membuatku- malu >//<.

“Noona ? Waeyo noona ?”

“Eeh ? Tidak apa-apa , kajja kita pergi sekarang. Nanti semua permainan di Lotte World bisa penuh kalau tidak cepat kesana.” ajakku berjalan mendahului dia ke halte bus.

Sesampainya di Lotte World , Seunghyun dan aku memainkan beberapa permainan yang ada disana. Dia juga memenangkan sebuah boneka untukku saat kami mencoba di stand tembak.

“Jagung ?”

“Iya , noona suka jagung ‘kan ? Makanya aku memilih boneka bentuk jagung ini untuk noona.”

“Oh.. gomawo.” jawabku canggung.

Ah~ kenapa aku begini ? Tidak biasanya aku jadi canggung begini dengan nya , aku juga kehabisan kata-kata untuk membalas ucapan nya.

“Noona..” panggil Seunghyun yang membuatku teralihkan dari lamunan ku.

“Ne ?”

“Boleh aku menggandeng tangan noona sampai di rumah cermin ?”

Omo !

Menggandeng tanganku ?

Tanpa menunggu jawaban dariku , Seunghyun segera menyambar tangan ku dan menggandengnya seperti pasangan kekasih. Pasti sekarang aku masih bermimpi Seunghyun menggandeng tangan ku begini.

“Gwenchana noona ?”

“Ah..eh..Gwenchana Seunghyun-ah.”

Dia tersenyum padaku , tidak tahukah dia kalau senyum nya ini sangat menghipnotis ku (?) ,

“Kajja kita masuk noona.”

Rumah cermin yang luas ini cukup membuat aku sedikit bingung , karena aku bisa melihat diri yang sama di setiap sudut ruangan tapi dengan bentuk yang berbeda-beda. Kami berjalan sampai di tengah ruangan , Seunghyun menggenggam tangan ku cukup erat. Jantungku seakan ingin meloncat sekarang , kelihatan nya hari ini aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa.

“Noona..” suara berat khas Seunghyun memenuhi ruang pikiran ku untuk sebentar , aku ingin menjawab panggilan nya tapi mulutku terasa terlalu berat untuk membuka.

“Selamat tinggal noona , aku harap kau bisa punya kehidupan yang lebih baik.”  butuh waktu sebentar untuk mecerna perkataannya.

Dia bilang apa ?

Selamat tinggal ?

Aku menengadahkan wajahku untuk melihat nya , “Maksudmu ? Kau ingin pergi ?”

Seunghyun mengangguk pelan , “Ne , noona. Annyeong.. Sarang- Ah ! Selamat tinggal noona !” Setelah mencium keningku sebentar dia- Choi Seunghyun , langsung meninggalkan ku .

Air mataku tidak terasa sudah membasahi pipiku ini . Choi Seunghyun ! Kau jahat ! .

***

 

 

Shit !

Untuk apa memori itu harus teringat lagi . Kenapa dia harus kembali , dan tinggal tidak jauh dari rumahku . Aku ingin melupakan dia , aku ingin menghilangkan dia dari seluruh pikiranku !

Aku benci dia ! Aku benci Choi Seunghyun !

____

 

 

TOK TOK TOK

 

Suara ketukan pintu yang keras , membuat Minzy tergerak dari duduknya dan membuka pintu rumah Seunghyun . Semenjak pulang sekolah dia memang ingin atau lebih tepatnya memaksa Seunghyun mengajak nya ke rumah.

“Ya ! Choi Seung-” seruan wanita itu terhenti begitu melihat Minzy yang membuka pintunya .

Mata wanita itu membulat menatap Minzy , “Kamu siapa ?”

“Annyeong ahjumma , Gong Minzy imnida.” sapa Minzy ramah.

“Ahjumma ? Ah~  tidak mungkin !”

Minzy menatap wanita itu bingung , “Waeyo ahjumma ?”

“Mana Seunghyun ? Dimana Choi Seunghyun ?!”

“Itu.. di-” Belum sempat Minzy menyelesaikan kata-kata nya , Seunghyun langsung muncul dari tangga atas.

“Hyeyoon noona ? Noona sedang apa kemari ?” Hyeyoon dengan tatapan marah nya pun menghampiri Seunghyun dan memukuli adik lak-laki nya itu dengan tas.

“Aish ! Kau ini !”

“Ya ! Noona ! Kenapa kau memukul ku ? Memang salahku apa ?” tanya Seunghyun yang berusaha menghindar dari pukulan tas noona nya itu .

Hyeyoon mendecak kesal dan menghentikan aksinya memukuli Seunghyun.

Sebentar dia melirik Minzy yang melihat perbuatan mereka barusan , lalu dia memukul kepala Seunghyun. “Namja kurang ajar ! Anak ini , dia anak mu ‘kan ? Kenapa aku baru tau sekarang , apa selama ini kau menyembunyikan nya hingga dia sebesar ini ?”

Seunghyun dan Minzy awalnya memandang Hyeyoon bingung , tapi kemudian mereka tertawa bersama.

“Ya ! Kenapa tertawa ? Tidak ada yang lucu disini !”

“Ada ahjumma , ahjumma yang lucu. Haha !”

“Noona mengira Minzy anak ku ? Haha.. kau lucu sekali noona.”

“Aish , maksud mu apa Choi Seunghyun ?!”

“Perkenalkan noona , dia Gong Minzy anak tetangga ku.”

-tbc-

Halooo… aku balik lagi , ada yang rindu dengan ff ini ? Kalo ga ada biar aku , selesaikan aja sampai sini ff nya #digampar gaho…

Cerita nya makin gantung , atau gaje ?

Maaf juga kalo ngeshare nya lama banget , abis .. *lirik tugas menggunung* ..

Sekali lagi *bow* (__ __)

Bagi yang baca harus komen yaaa.. awasa kalo enggak , nanti gaho + boss bakal gentayangin (?) kalian ..