Author : chanyb

Title : Broken Heart Parade – Sequel Who is?? –

Main Cast(s) : Choi Seunghyun – Dong Young Bae

Other Cast(s) : Park Hye Rin – Lee Hyo Ri

Genre : Romance, gaje, humor

Length : Oneshot

Previously : Who Is??

<>

Perasaan apa yang harus ada di benak Young Bae sekarang?
Merasa bodoh? Atau merasa dibodohi oleh perasaannya sendiri?

Begitu mendapati dirinya terjerumus ke dalam jurang tak berdasar saat dibuai janji manis nan menyesatkan yang disebut CINTA!! Jujur, ini baru pertama kali bagi Young Bae menyatakan perasaan pada seorang gadis. Terlebih gadis itu adalah Hye Rin, sahabatnya.

Namun apa daya belum sempat merengkuh hangatnya cinta ia sudah meneguk kekecewaan setelah menerima penolakan kemarin.
Akan tetapi, Young Bae pantang menyerah untuk menyatakan lagi, seolah tak jera jika nanti menerima penolakan ke-2 kalinya.

Mungkin kemarin dia, Hye Rin, belum siap mendengar pernyataan cinta dadakan. Lagipula kemarin tidak ada seikat mawar merah merekah ataupun sekotak coklat berbentuk hati seperti yang dibawa aktor-aktor sinetron romantis.
Pikir Young Bae optimis, memandangi 2 buah benda digenggamannya.

Setidaknya, sebelum ia menyaksikan dalam jarak beberapa anak tangga jauhnya dari Seunghyun yang mencengkram lengan Hye Rin di ambang pintu atap gedung sekolah.
Tentu Young Bae akan senang hati memukul wajah tegas Seunghyun karena berani mencengkram lengan Hye Rin seenak jidat.

Jika saja ia tidak melihat pancaran mata Hye Rin yang berbeda. Jauh berbeda dibanding pancaran mata Hye Rin saat menatap kotak bekal makanannya 12 tahun lalu. Tatapan penuh arti.

“Saranghae!!”

Dan terdengarlah kata pamungkas itu. Rasanya seperti dipukul telak menggunakan balok kayu tepat diantara ke-2 matanya. Sangat menyakitkan.
Ditambah kegagapan Hye Rin ketika membuka mulut.

Tidak!! Ia belum siap mendengar jawaban Hye Rin langsung. Jangan sekarang dan tidak pula hari esok atau esoknya lagi.

Maka, tanpa disengaja coklat digenggamannya hingga Young Bae jatuh terjengkang akibat terpeleset oleh kotak coklatnya sendiri kala ia berjalan mundur hendak meninggalkan tempat itu.
Sialnya lagi ia menimpa ipod kesayangannya ketika mendarat dan menimbulkan suara ‘gedebrak’ cukup keras untuk mengusik keromantisan Seung-Rin.

Tahu pepatah yang menyatakan ; Sudah jatuh tertimpa tangga, diinjak-injak puluhan ekor gajah, digigiti ribuan ekor semut merah serta dicakar-cakar belasaan simpanse diwaktu hampir bersamaan?
Nah, begitulah perasaan Young Bae saat ini. Benar-benar hancur.

“Young Bae?”
Tanya Seung-Rin keheranan, menatap Young Bae yang langsung berdiri tegap sambil menggaruk-garuk pinggiran topi kupluknya.

“Mian, aku mengganggu acara kalian!!”
Ia berusaha berbicara setenang mungkin, bahkan ia membungkukan tubuhnya sedikit. Sebagai tanda maaf sekaligus menyembunyikan wajah merah padam akibat luapan emosi.

“Acara kami? Maksudmu??”
Untuk ke-2 kalinya Seung-Rin amat kompak menampakkan wajah polos nan keheranan milik mereka.

“Sekali lagi mianhae!!”
Young Bae bergegas pergi, mengabaikan barang-barangnya yang berserakan di lantai.
Hanya bunga mawar saja masih digenggamnya erat.

Acara kami? Maksudmu? Mereka berpura-pura bodoh atau memang lebih bodoh dariku?
Rutuk Young Bae, menatap garang siswa-siswi di sekitarnya.

“Young Bae-shi, kau tidak apa-apa, kan?”
Tanya seorang siswi, terselip kekhawatiran dalam nada bicaranya.

Young Bae tersenyum hambar seraya berkata
“Nan gwenchana!!”
Ia menyerahkan seikat mawar digenggamannya pada siswi yang tak lain dan tak bukan adalah Hyo Ri musuh bebuyutan Hye Rin.

“Kamsahamnida Young Bae-shi!!”

Hye Rin menghentakan lengannya kasar sampai cengkraman Seunghyun terlepas lalu melesat menuruni anak tangga.
Di kaki tangga, dengan perasaan campur aduk ia berjongkok dan memunguti ipod yang retak serta sekotak coklat berbentuk hati yang sudah hancur tak berbentuk.

“Jadi, bagaimana Hye Rin-ah? Iya? Atau tidak??”
Pecah Seunghyun tiba-tiba, masih penasaran akan jawaban Hye Rin untuknya.

Si pebasket tampan itu menuruni tangga, menghampiri Hye Rin.

Cepat-cepat gadis urakan di hadapannya berdiri lalu berpaling menatap manik matanya, sendu.

“Beri aku waktu!!”
Hye Rin berlari secepat mungkin, mengejar Young Bae.

Raut kegalauan yang tadi terpampang jelas di wajah Hye Rin kini, memudar sedikit ketika sampai di lorong sekolahnya.
Hye Rin mendapati Young Bae tengah meyerahkan seikat bunga pada Hyo Ri. Menjengkelkan.

Bukankah itu seharusnya untukku? Mungkin aku yang terlalu percaya diri menganggap inisial ‘HR’ di coklat ini adalah inisial namaku. Ternyata bukan… Tetapi, Hyo Ri.
Batinnya kecewa menatap Young Bae dan kotak coklat secara bergantian.

Hye Rin berang melihat ekspresi milik Hyo Ri setelah menerima bunga dari Young Bae. Ekspresi siswi itu seolah tengah mencibirnya habis-habisan.

“Sial!!”
Geramnya, melempar ipod retak ke arah Young Bae saat sahabatnya mulai beranjak pergi.

“Aku membencimu pendek!!”
Teriak Hye Rin kemudian.

Hantaman keras di kepala serta raung kebencian dari seseorang yang ia kenal betul, cukup membuat Young Bae berpaling dan balas meneriaki.

“Aku juga membencimu gadis urakan! Bermata empat, serampangan!! Pergi sana!! Hush… Hush…”

“Kau…!!!?!!!”
Ia diam sejenak, mencari kata-kata yang tepat.

“Kau akan ku masukkan ke dalam kotak coklat ini lalu kulempar sampai gurun gobi agar tinggi badanmu menyusut oleh terik matahari!!”
sambungnya, mengacung-acungkan kotak coklat dengan penuh amarah.

Teriakan-teriakan bernada tinggi terus menggaung, menjadi tontonan se-isi sekolah.
Sesekali terdengar tepuk tangan serta riuh rendah dari siswa-siswi sekitar Young-Rin.

Bahkan siswi seksi bohai cicicuit, Hyo Ri, sudah beralih profesi menjadi seorang calo taruhan untuk pertengkaran di depan matanya.

Memisahkan ke-2 orang itu?
Sebaiknya tidak usah, karena ke-2 orang itu sering bertingkah konyol dan memalukan layaknya anak PAUD berebut boneka barbie ketika mereka bertengkar.
Sama-sama tak mau mengalah.

XxxxX

“Hye Rin kau cantik!! Salah!! Aku benar-benar cantik, melebihi euhm… Park Bom? Park Sandara? Park Jieyeon? Atau barangkali Kim Tae Hee??”
Hye Rin menatap pantulan bayangannya di cermin meja rias.

Ia melepas kacamata tebalnya lalu menirukan pose-pose imut ala Cherrybell.

“Iwwwwh… Menjijikan!!”

Sayup-sayup terdengar suara klakson khas angkutan umum (angkot) di depan rumahnya.
Ia mengintip sedikit dari jendela lalu segera mengalungkan tas selempang miliknya setelah terlebih dahulu memasukan kacamatanya ke salah satu kantung.

Setengah berlari ia menghampiri Seunghyun yang bersandar di depan pintu angkotnya.
Siswa itu memasukan tangannya ke dalam saku celana. Menunggu dengan sabar.

“Annyeong…”
Sapa Seunghyun, tersenyum lebar menatap Hye Rin telah berada di hadapannya.

“Lagi??”
Hye Rin membelalak tak percaya mendengar ucapan Seunghyun yang memintanya menyetir angkot.

Apakah wajahku cocok menjadi seorang sopir angkot?
Sialan kau Seunghyun, akan kurenggut keperjakaanmu di dalam angkot nanti seperti kasus yang sedang marak di negeri komodo!

Batinnya meracau tidak jelas sedetik kemudian ia memukuli kepalanya sendiri ketika menyadari pikiran sesatnya.

Seunghyun mendekat seraya mengulurkan tangannya ke kepala Hye Rin. Mengelusnya penuh kasih sayang.
“Kau kenapa jagie?? Ikatan rambutmu nanti rusak kalau kau memukul kepalamu seperti itu!”
Ia tersenyum hangat setelahnya.

Diperlakukan seperti itu oleh Seunghyun membuat wajahnya terasa panas dan bersemu merah.

“Kau tidak memakai kacamatamu??”

Hye Rin mengangguk manja layaknya seekor anak anjing yang dielus oleh tuannya.

“Cantik! Tapi, aku lebih suka kalau kecantikanmu hanya aku yang menikmatinya, karena aku akan menjadi sangat tamak bila menyangkut dirimu!!”
Ujar Seunghyun tenang, menatap lekat manik mata Hye Rin.

Dengan kikuk Hye Rin merogoh tasnya lalu kembali memasang kacamata tebalnya.

“A… Ayo kita berangkat!!”

“Yak, kau gadis urakan!! Dimana harga diriku sebagai seorang pria kalau kau menyeretku seperti menyeret seekor sapi perah!!”
Teriak Young Bae setengah kesal tetapi, tetap ada perasaan senang menyelimuti hatinya.

Kapan lagi dipegang-pegang orang yang disukai? Kesempatan tidak datang 2 kali boy!
Ia tersenyum licik sementara tangannya yang lain berpura-pura ingin menepis tangan Hye Rin.
Manfaatkan kesempatan sebaik mungkin.

“Harga dirimu sebagai seorang pria nanti saja diurus, setelah aku berhasil menjauhkanmu dari si menor Hyo Ri! Kau tidak boleh dekat-dekat gadis itu, arrachi!”
Ujar Hye Rin berapi-api dan terus mempercepat langkah menyusuri lorong sekolah. Tampak amat tak sabaran menuju kelasnya.

Mendadak Young Bae berhenti lalu menghentakan tangannya hingga Hye Rin terkesiap.

“Apa hakmu melarangku, hah?? Toh, aku tidak pernah melarangmu apalagi sampai menjauhkanmu dari Seunghyun si pebasket kacanganmu itu!!”

Perkataan Young Bae barusan adalah tamparan keras bagi Hye Rin.
Benar kata Young Bae apa haknya menjauhkan sahabatnya dari Hyo Ri? Bukankah hubungan mereka hanya sebatas sahabat dan tidak akan pernah lebih.

Hye Rin menoleh, menatap wajah masam Young Bae.

“Mianhae.”
Hanya sepatah kata itu saja yang keluar sebelum ia beranjak pergi. Ia berjalan seraya mendongak. Menahan airmatanya yang mendesak keluar dari pelupuk matanya.

“Aish… Seharusnya aku tak perlu membentaknya! Hye Rin-ah tunggu! Ayolah, jangan berlagak bak pemain sinetron striping!! Bukankah sudah kukatakan kau tak pantas melakukan hal semacam ini?”
Teriak Young Bae, mengejar sahabatnya.

“Kau benar-benar membuatku jengkel, kau selalu mengatakanku tidak pantas melakukan ini, tidak pantas melakukan itu, maumu apa?”
Cecar Hye Rin, menghadap Young Bae.

“Aku… Akh, lupakan!!”

Seunghyun mengepalkan telapak tangannya, meredam emosi.

Ia tak yakin, apakah Hye Rin mencintainya atau tidak. Walaupun begitu Seunghyun tidak pernah menanyakan langsung mengenai hal itu pada Hye Rin. Belum waktunya.

Ia akan berusaha lebih keras lagi agar cintanya berbalas dan bukan cinta sepihak.
Meski harus lebih bersabar jika menyaksikan Young-Rin bertengkar layaknya sepasang kekasih. Seperti sekarang.

Ketika Seunghyun tak sengaja melihat pertengkaran Young-Rin dari tengah lapangan basket hingga kehilangan konsentrasi, sepasang mata tajamnya terlalu fokus mengawasi perubahan air muka Hye Rin.

“Apakah aku harus menyusutkan tinggi tubuhku? Membabat habis rambutku dan hanya menyisakan sedikit saja seperti sahabatmu? Agar aku bisa mendapat perlakuan sama?”
Gumamnya pelan kemudian menggeleng cepat,
membayangkan dirinya plontos pasti mirip tokoh kartun ayam guring dimutasi dengan tokoh E.T. Sangat mengerikan.

“Seunghyun-ah, fokus!!”
Teriakan teman setimnya menyadarkan si pebasket tampan itu.

“Oh… Ne!”

Hye Rin mempercepat langkahnya saat menemukan sosok yang sedari tadi ia cari. Seunghyun. Kekasihnya itu berdiri membelakanginya.
Tampak seperti sedang menunggu seseorang.

“Seunghyun-ah, ayo kita pulang bersa——-ma.”
Seruannya melemah seketika, setelah seseorang tepatnya seorang siswi cantik nan seksi bohai cicicuit datang menghampiri Seunghyun lalu menghambur ke dalam pelukan Seunghyun.

Dengan langkah besar-besar ia menghampiri Seunghyun. Emosi.

“Seunghyun-ah, kita putus!!”
Pekiknya, ia mendorong tubuh Hyo Ri hingga hampir terjengkang.

“Putus? Apa kesalahanku?”
Seunghyun menatap Hye Rin, linglung.

Ia tidak tahu menahu apa kesalahannya. Dan tidak merasa bahwa sebuah pelukan seorang gadis akan mendapat hukuman separah itu.

Hye Rin menatap Seunghyun sangar lalu mengalihkan pandangannya ke arah Hyo Ri yang menatap Seunghyun sambil menyentuh bibir merah merekahnya.

“Itu!!”
Ujar Hye Rin singkat, menunjuk Hyo Ri. Jijik.

“Eeeheiii…. Aku tidak melakukan apapun!! Menyentuh bibirnya pun tidak!!”
Elak Seunghyun tak terima, ia meraih dagu yeojachingunya agar gadis itu dapat melihat pancaran kejujuran dari manik matanya.

“Percayalah dia hanya fansku!! Aku tahu, banyak konsekuensi yang harus kuterima jika memiliki wajah setampan ini, tapi mau bagaimana lagi sudah suratan takdirku menjadi pria tampan!!”
Jawabnya penuh percaya diri. Sementara Hye Rin dan Hyo Ri melongok, mendengar pernyataannya barusan.

“Tutup mulutmu jagiya apa kau mau aku tutup mulutmu menggunakan…. Euhm, sebentar,!!”
Seunghyun berpaling ke arah Hyo Ri lalu mengibas-ibaskan tangannya. Mengusir.
“Atau kau mau melihat adegan kami?”

Antara malu sakit hati, gundah gulana karena baru pertama kali diusir oleh lawan jenis yang biasanya sangat mudah ia dapatkan.
Secepat kilat Hyo Ri meninggalkan pasangan Seung-Rin.

“Heh? Adegan? Adegan apa maksudmu?”
Tanya Hye Rin masih dengan wajah pabonya.

“Adegan ini jagiya…”
Seunghyun mendekatkan wajahnya perlahan.

“Eh, Young Bae, untuk apa kau mengintip orang sedang pacaran di balik pohon, huh? Sudahlah, tak sepantasnya kau melihat itu!”

“Hehehe… Ketahuan ya?”
Young Bae nyengir, mencoba terlihat tegar.

“Sudahlah, lupakan cinta sepihakmu itu! Ayo, kita pergi kau sudah berjanji mentraktirku makan bakso setan di pangkalan, karena aku sudah 2 kali membantumu tadi pagi dan sekarang! Tapi, hasilnya coba kau lihat!”
Hyo Ri menoleh sekilas ke arah Seung-Rin kemudian menarik paksa tangan Young Bae.

“Apakah aku tak layak mendapatkan cinta??”

“Kurasa belum saatnya!”
.
.
.
.
.
.
– Udahan Dulu Yaw –

Wkekeke. . . Mian endingnya si Young Bae maihanibaniswiti tetap 4ever alone #smirk
mrs. Tabi mianhae kalo epepnya tidak sesuai harapan #deepbow
Dan untuk yang baca jeongmal kamsahamnida, tapi seperti pepatah mengatakan membuat fanfict tidak semudah membalikan ekor trio gukguk (bc:gaho,boss,charlie) jadi komen hukumnya tetap fardhu ain, semangka (?) !! (._.)9