Tell Me Why? [Prolog] By Winaasri

Cast : Choi Seunghyun, Tiffany Hwang, Kwon Ji Yong and Others

Rating : General

Length : Series

Genre : Romance, Family, AU

NB : Gambar + judul kemungkinan besar ga ada nyambung2nya sama jalan cerita #harap maklum okeee

****

“Oppa, k-kau masih hidup?”

“Seperti yang kau lihat saat ini,”

“K-kalau kau masih hidup kenapa kau tidak mengabariku dari dulu? Kenapa Oppa?”

“Mianhae, chagi. Aku ingin memberimu sedikit kejutan.”

“Kejutan? Kenapa kau melakukan itu, Oppa?” Bukannya Yeoja itu senang akan kedatangan namjachingunya, hati yeoja tersebut terlanjur hancur melihat kenyataan yang harus diterimanya dengan bulir-bulir kaca yang turun dari kelopak matanya bagaikan hujan. Yeoja tersebut menangis bukan karena kesalahan yang diperbuat oleh kekasihnya, tetapi ia menangis karena kesalahannya.

Kesalahan yang begitu fatal dan sulit untuk dimaafkan.

****

“Sampai kapan kau akan diam seperti ini? kalau begini caranya cintamu bisa bertepuk sebelah tangan!” Ucap seorang namja bernama Kwon Ji Yong kepada Choi SeungHyun, sahabatnya. Karena mereka sudah bersahabat saat mereka masih kecil, hubungan Ji Yong dengan Seunghyun sudah seperti kakak-adik. Ji Yong merasa geregetan kepada Seunghyun yang terus saja memendam perasaannya kepada seorang yeoja yang ia sukai.

“Sampai saatnya sudah tepat.” Tukas Seunghyun singkat dengan ekspresi datar. Tatapan namja tersebut tidak pernah teralihkan oleh sesuatu hal yang kecil saja. Ia terus menatap seorang yeoja yang sedang bercanda ria bersama sahabat-sahabatnya.

“Terserah kau saja, yang penting aku sudah mengingatkanmu akan hal itu! Dan, jika terjadi sesuatu hal pada dirimu atau yeoja tersebut, jangan salahkan aku!”

“Kau tak perlu khawatir!” Jawab Seunghyun singkat sebelum akhirnya ia bangkit berdiri dari bangku taman dan berjalan meninggalkan Ji Yong yang masih tercengang melihat kelakuannya hari ini, tidak seperti biasanya.

“Kau mau kemana?” Teriak Ji Yong sambil bangkit berdiri dan mengejar Seunghyun dan kembali menormalkan langkah kakinya saat sudah menyamai langkah kaki Seunghyun dan berada di sebelahnya.

“Kembali ke kelas,” Cish! Ada masalah apa sih dia, kenapa dia tak bercerita tentang masalahnya kepadaku? Lihat saja dia! Seperti orang yang tak mempunyai tujuan hidup yang pasti, gerutu Ji Yong dalam hati.

BUK!

“Auw,” Ringis seseorang yang tak sengaja tubuhnya bertabrakan dengan tubuh gagah milik Seunghyun. Walaupun begitu, Seunghyun ikut-ikutan meringis dan sesekali ia mengusap pelan bagian tubuhnya yang sedikit merasa sakit.

Tak bisa dipungkiri lagi, Seunghyun memang mempunyai masalah! Lihat saja, ia meringis kesakitan ketika tubuhnya bertabrakan dengan tubuh seorang yeoja yang menurutku tidak ada apa-apanya. Jika dibandingkan dengan tubuhku, tubuh yeoja tersebut masih jauh tertinggal, batin Ji Yong dalam hati.

“Noona, mianhae. Aku tidak terlalu memerhatikan jalanku.” Ucap Seunghyun, nadanya terdengar parau sambil mengulurkan tangannya ke arah yeoja tersebut.

Yeoja tersebut menerima uluran tangan Seunghyun dan bangkit berdiri. Melihat barang yang berserakan di lantai akibat tabrakan tadi, Seunghyun tidak tinggal diam, ia langsung memungut habis bawaan yeoja tersebut dan memberikannya.

“Gomawo,”

“Nee….”

“Umm… aku harus kembali ke kelas.” Pamit yeoja tersebut dan jika dilihat dari tingkah lakunya, ia sedang terburu-buru. Yeoja tersebut melambaikan tangannya kepada Seunghyun dan Ji Yong sebelum akhirnya ia hilang di kerumunan murid-murid yang sedang berlalu-lalang di koridor.

“Yeoja tersebut manis juga. Siapa ya namanya?” gumam Ji Yong dengan semangatnya dan memasang raut wajah penuh harapan. “Lee Chaerin,” timpal Seunghyun, nadanya mulai terdengar ceria.

“Lee Chaerin? Nama yang bagus.” Puji Ji Yong seraya melemparkan senyum tulusnya ke arah koridor tempat Chaerin menghilang. Ji Yong sudah menyadari kalau Chaerin sudah tidak lagi Nampak di antara murid-murid yang sedang berlalu-lalang di koridor. Tetapi, ia tetap saja tersenyum sendiri melihatnya.

“Sudahlah, pikiranmu hanya itu itu saja,” gerutu Seunghyun yang ikutan kesal melihat sifat jelek sahabatnya itu mulai kambuh. “Ayo kita kembali ke kelas.” Ucap Seunghyun singkat sambil menyeret Ji Yong ke dalam kelas mereka.

“Oh ya. Besok Tiffany bakal berulang tahun, loh.” Ucap Ji Yong dengan nada centil berusaha memulai pembicaraan. Seketika Seunghyun menghentikan langkahnya dan melayangkan tatapan tak percaya ke arah Ji Yong.

“Ya! Bagaimana kau tidak mengetahuinya? Bukankah kau menyukainya?” Pekik Ji Yong sambil mencibir. “Bukan, aku sudah mengetahuinya tapi… aku lupa,” Ucap Seunghyun sambil meringis ke arah Ji Yong dan sudah bersiap-siap melarikan diri jika sahabatnya itu akan melayangkan kepalan telapak tangannya.

“Hyung, Hyung! Lihatlah! Tiffany sedang sendirian.” Jiyong mendorong tubuh gagah milik Seunghyun, membuat Seunghyun sedikit bergerak ke depan. “Apa yang kau lakukan?”

“Ini kesempatan emas bagimu untuk menyatakan perasaanmu padanya! FIGHTING, Hyung!” Jiyong langsung berhamburan menuju ke kelas, sesekali ia mengintip Seunghyun dibalik daun pintu kelasnya.

Seunghyun memberanikan melangkahkan kakinya ke arah Tiffany yang tengah sibuk melihat dan membaca beberapa kertas yang tertempel di madding sekolahnya. Seunghyun bisa merasakan langkah kakinya yang semakin lama semakin berat untuk dilangkahkan.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Tiffany saat mendapati Seunghyun sudah berdiri tepat di sebelahnya dengan tatapan sedang tertuju melihat isi madding sekolah. “Melihat pengumuman saja,” jawab Seunghyun sedikit canggung. Beginikah rasanya jika sedang berdekatan dengan orang yang disukai?

“Oh. Kau sendirian?”

“Seperti yang kau lihat,” Seunghyun mengalihkan pandangannya ke Jiyong yang sedang memerhatikan mereka di ambang pintu. “Oppa, mian. Aku tidak bisa berlama-lama disini.” Tiffany melambaikan tangannya ke arah Seunghyun dan berjalan meninggalkannya. “Fany!” tanpa disadarinya, Seunghyun berteriak memanggil Tiffany. Tiffany menghentikan setengah langkahnya dan membalikkan tubuhnya menghadap Seunghyun, “Ada apa?”

“Umm… apa nanti malam kau ada acara? Aku ingin mengajakmu makan malam!”

“Baiklah, kutunggu kau nanti malam di rumahku!” Tiffany kembali melambaikan tangannya dan berlari kecil menuju kelasnya.

****

“Tiffany, kau tampak cantik hari ini,” Seunghyun terbengong melihat Tiffany yang sedang makan. Wajah Tiffany langsung memerah. “Oppa, bisakah kau tidak bergaya seperti itu? kau boleh menatapku tapi jangan seperti itu!”

“Memangnya ada apa dengan gayaku? Kurasa ini normal-normal saja.” Seunghyun kembali terbengong dengan tatapan mata tertuju pada bibir mungil Tiffany yang sedang mengunyah. Seksi. Itulah kata-kata yang terus menggelayut di pikiran Seunghyun saat ini.

“Oppa! Dagumu jangan kau topangkan seperti itu!” Saking geregetannya, ia menghentikan aktivitas makannya dan menghempaskan kedua lengan Seunghyun dengan kasar, membuat dagu namja itu terbentur meja.

“AUW!” Seunghyun mengusap-usap dagunya beberapa kali dengan kasarnya. “Mianhae, Oppa! Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu.” Ucap Tiffany sembari menarik wajah Seunghyun agar sedikit condong ke depan dan ikut mengusap-usap pelan dagu namja itu.

Namja itu mendengus kesal saat Tiffany menghentikan jari-jarinya yang sedang sibuk mengusap-usap dagunya dan kembali memakan makanannya itu.

“Tiifany Hwang!” panggil Seunghyun

“Ya?”

“Saranghae !!!” Tiffany sedikit tercengang saat mendengar pengakuan terlarang yang keluar begitu saja dari mulut namja itu. Yeoja itu bisa merasakan mulutnya sudah membentuk huruf o, mukanya sedikit pucat dan tidak membutuhkan waktu yang lama, yeoja tersebut menghela napas panjang.

“Nado Saranghaeyo, Oppa!”

ToBeContinued

Annyeong-Annyeong VIP’s, non-VIP’s (semuanya readers tercintah deh)

Aye author baru nih di BBFF ^o^ *mohon bantuannya* Mian readers, saya baru bisa ngepost ff pertama saya disini padahal jadi author disini udah beberapa hari yang lalu.

Gimana? Jelekkan?

Maklum, ini saya lagi ngebut ff yang ngaretnya kurang ampun lamanya. Oh ya! Rencananya saya mau buat fanfiction Hello baby – Bigbang! Tapi entaran aja yah ^o^ serampungnya ff ini ._.

Yasud, talkblahblahnya cukup sekian yaa ^o^ *lempar poster bigbang* kutunggu selalu comment yang berisikan Saran dan kritik dari kalian dan jangan nge-Bashing loh, kalo mau nge-Bashing di hati aja yaa >,<

Pai pai *dadah-dadah sama Jiyong