I’ll Be back

Cast: You, Dong yongbae

Author: Diyuntaechan

Genre: ehm..

Lenght: Ficlet (693)

Rating: G

a/n: Ini aneh, dan baru sekali ini saya make sudut pandang kaya begindang. Kalo jelek, harap maklum, gak dapet feelnya juga harap maklum *bow* happy reading, dan maaf kalo banyak typo.


Sunday, March 25th 2012

04:20:40 pm.

Angin berhembus cukup kencang sore ini. Kau masih berdiri di sana. Terus menggerakkan kedua kakimu yang mulai lelah berdiri. Rambutmu yang kau urai melambai-lambai tertiup angin. Matahari yang dari tadi menemanimu kini mulai tertutup awan mendung. Dingin.

Kau tak tahu apa yang kau tunggu di sini. Tidak. Kau tahu. Kau menunggu seseorang. Orang yang berjanji akan menemuimu di tempat ini, jam ini, menit ini, detik ini.

Bibirmu sudah sedikit memucat. Kulitmu yang putih terlihat semakin putih.

“Ke mana saja kau, huh?” bibirmu kau paksakan untuk menggumamkan sebaris kalimat itu. Bertanya pada dirimu sendiri.

“Dasar pembohong.”

Tapi kau tetap berdiri di sana. Tetap menunggu sesuatu yang tak pasti akan datang atau tidak.

04:27:09pm.

Kau menjinjitkan kakimu. Melongokkan kepala. Mencari-cari orang itu. Tapi tetap tak ada tanda-tanda seseorang akan datang. Butir-butir air hujan mulai menyentuh kepalamu. Memaksamu untuk pergi dari tempat itu—atau setidaknya berteduh. Kau menuruti apa kata langit. Kakimu mulai melangkah pelan, semakin lama semakin cepat.

Kau benar-benar meninggalkan tempat itu.

Monday, 26th March 2012

04:20:40 pm.

Hari ini kau berani bertaruh, matahari akan terus bersinar sampai orang yang kau tunggu itu datang. Matahari akan menemanimu, sepanjang hari—sebelum malam, tepatnya.

Hari ini kau bertekad untuk menunggunya seharian. Walau kau sebenarnya tahu, dia tak akan datang dalam waktu sehari.

Drrrt.

Ponselmu bergetar. Kau merogoh saku celanamu dengan malas-malasan. Menerima telfon dari Ibumu.

“Pulang!” suara gertakan Ibumu terdengar dari seberang. Kau berdecak pelan.

“Iya, sebentar lagi!”

“Sekarang!”

I’ll be back, Mommy!”

Klik.

Kau memutuskan sambungan dengan gemas. Menggerutu dalam hati.

I’ll be back, later.

Tiba-tiba terngiang. Kata-kata serupa yang pernah diucapkan seseorang padanya. I’ll be back.

Sialan. Dasar pembohong. Terkutuk kau, Dong Yongbae.

Kau menghentakkan kakimu ke tanah. Memutuskan untuk menuruti kata Ibumu, kembali melangkah pergi dari tempat itu.

Tuesday, March 27th 2012

04:12:36 pm.

Ini yang terakhir, dasar.

Tekadmu sudah bulat. Ini hari terakhir kau pergi ke sini. Kau bersumpah tak akan mau menemui Yongbae lagi kalau orang itu tak datang hari ini.

Kau mengetuk-ngetukkan jemarimu ke tanah yang dilapisi rumput hijau. Merasa bosan. Kau berbaring. Menatap ke langit; beruntung matahari tak bersinar terik. Menghitung sekelompok burung yang terbang membentuk formasi segitiga.

Kau harus datang, jambul.

Sebenarnya, kalau kau mau, kau bisa menelfon Yongbae, bertanya kapan dia sampai di Korea (Sekarang dia tinggal di Jepang) apakah dia ingat janjinya dulu, dan blahblahblah. Tapi kau tak mau.

Kau suka kejutan. Dan kejutan itu kali ini membutuhkan sedikit pengorbanan.

Menunggu. Ya, menunggu Oppamu yang dua tahun lalu pindah ke Jepang. Mengejar mimpinya sebagai seorang Entertainer.

Entertainer apanya. Cih. Muncul di TV saja tidak pernah.

Kau memilin-milin rambut panjangmu. Berguling kesana-kemari. Gemas.

“Hei.”

“Eh?”

04:20:40 pm

“Ke mana saja dua hari kemarin?”

“Kenapa? Kau menungguku di sini? Bukannya kita janjian hari ini?”

Kau tak segera menjawab pertanyaan orang yang duduk manis di sampingmu. Kau malah memainkan rambutmu. Memilin-milinnya hingga bergelombang dan tak bisa kembali lagi. Kau mendengus. “Iya. Tapi, hari ini?”

Kau bisa mendengar tawa kecil dari orang disebelahmu—Dong Yongbae.

“Kau tak baca tulisanku di tanganmu dengan baik, ya? Aku bilang hari Selasa, di sini, tanggal 27 Maret 2012, jam empat sore lewat 20 menit 40 detik, ‘kan?”

Kau mendongak, termangu menatap mata Yongbae yang mulai membentuk sepasang bulan sabit. Membuka mulutmu lebar-lebar dan mengangkat kedua alismu tinggi-tinggi, setinggi yang kau bisa.

“Yang benar?”

“Cih, aku yang mohawk saja hapal, masa kau lupa, sih?” Yongbae melipat kedua tangannya di dada. Kau mengerucutkan bibirmu, “artinya aku benar-benar menunggumu, ‘kan?” Kau menarik napas, “Aku sudah khawatir kau lupa janjimu dan tak pernah datang ke kota ini lagi.”

Yongbae menoleh dan menyunggingkan senyum manis padamu. “Aku pernah bilang padamu, ‘kan? I’ll be back.”

“Tetap saja. Aku tetap khawatir, dasar. Ah, bagaimana karirmu? Aku belum pernah melihatmu di TV.”

“Memang entertainer harus selalu muncul di TV?”

“Berarti kau bukan.”

“Enak saja, aku jadi manager, tahu!”

Manager?” Alismu bertaut, laki-laki mohawk ini seorang manager? Manager apa?

“Sudahlah, jangan dibahas lagi.”

Kalian terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya tangan Yongbae merengkuh pundakmu pelan, memelukmu hangat. Tubuhmu mendadak kaku. Tanganmu bergerak ragu hendak membalas pelukannya, tapi kau urungkan. Membiarkan Yongbae mengelus puncak kepalamu perlahan.

“Terimakasih, ya.” Kau bisa mendengar bisikannya yang lembut. “untuk?” Kau mendongak, matamu fokus memandang rambut mohawk Yongbae, tersenyum.

“Karena sudah menungguku.”

Kau tersenyum selebar mungkin. Menempelkan kepalamu di dada bidang Yongbae, “Terimakasih juga, karena telah kembali ke sini.”

Dan tanpa ragu lagi, tanganmu memeluk erat pinggang laki-laki yang kau cintai itu.

Fin.

Note (lagi) : Gak tau deh kenapa saya ngomongin mohawk di atas, maaf kalo gak pada ngerti maksudnya(_ _) /bowlagi