Title                : Unseen

Author            : @ShiraeMizuka

Genre              : Horor, Angst, Romance

Length            : Part 2/ Ficlet in series [934 words]

Rating             : PG+15

Cast                : Shin Riyoung (OC), Lee Seungri (Bigbang), Lee Jiyoo(OC)

Disclaimer      : I own the plots but no the casts. No plagiat, No Re-Post without confirm me!!!

 

Haloohaaa…. Aku datang… Hehe… Maap ya, apdetnya lama… Kebanyakan bikin FF berseri jadi bingung mau ngelanjutin yang mana dulu… :p

Buat yang udah nunggu2, makasih banget… Dan maap kalau part ini agak mengecewakan dan nggak banyak darah2annya #eh. Aku nggak sanggup, jadi mau bagaimana lagi… =.=’

Dan satu lagi…. ternyata ada yang nyadar lho cerita ini mirip sama film The Eye-nya Jessica Alba…*applause buat Tika aka KimsKimi, hehe… * Yaps,,, FF ini emang terinspirasi dari film itu… Cuma terinspirasi kok, ceritanya mah beda…

Well, nggak perlu lama-lama, selamat menikmati UNSEEN PART 2 ^^

~0~

Previous :

Tubuh Riyoung sontak gemetar. Ada perasaan berkecamuk yang menghantuinya. Ia mencoba berpaling. Mencari sasaran lain bagi tatapannya. Dan sepertinya hal itu tidak menjadi pilihan yang lebih baik, beberapa penumpang bis yang awalnya terlihat normal kini terlihat berbeda. Wajah mereka pucat pasi dan semuanya menunjukkan gelagat aneh.

Tepat beberapa detik setelahnya, Riyoung tersadar, keadaan para penumpang lain tidaklah jauh berbeda dengan keadaan Seungri. Mereka semua bersimbah darah.

“Shin Riyoung…..” Didengarnya suara Lee Seungri kembali memanggilnya.

Tubuh gadis itu semakin bergetar, saat semua terasa menjadi semakin sulit untuk dibendungnya. Ia sadar, ia tidak lagi berhadapan dengan manusia.

Seketika, “KYAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!” Jeritan Riyoung menggema.

~0~

“KYAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!”

Seketika gadis itu terbangun dari tidurnya. Suara jeritan yang ia yakini sebagai suara jeritannya sendiri bergema ke seluruh penjuru kamar. Nafasnya memburu dan keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhnya. Setelah beberapa saat mencoba mengatur nafasnya, gadis itu akhirnya memutuskan untuk memutar pandangannya. Seketika itu juga ia sadar, ia masih berada di apartemennya.

“Tuhaaaan… mimpi itu lagi…” desahnya. Riyoung, gadis itu, tidak mengerti bagaimana sebuah mimpi terasa begitu nyata. Rasanya ia benar-benar  baru saja berada di distrik Chunnam untuk membeli ramyun kesukaannya,  berbicara dengan Jiyoo lewat ponsel, menunggu bis di halte, lalu… ia melihat Lee Seungri.

Semua terasa begitu nyata. Dan ini bukan kali pertama ia mengalami mimpi serupa itu.

Sekali lagi ia mendesah. Ia menyibakkan selimut yang menyelimuti tubuhnya ketika ia secara tidak sengaja melihat keberadaan ponselnya di samping bantal tidurnya.

Sedikit ragu, gadis itu meraih ponselnya. Namun kemudian tekatnya telah bulat untuk menghubungi seseorang.

“Jiyoo~ah…” ujarnya saat panggilannya terjawab.

‘Ne. Riyoung~ah… Suaramu terdengar bergetar. Apa kau sakit?’ suara di seberang menanggapi dengan cemas.

Ani.Tapi…” ucapannya terhenti sejenak. “Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Apa kau tadi menghubungiku? Nghhh… maksudku, apa hari ini kita sempat berbincang di telpon atau bagaimana?” tanya Riyoung lagi. Ia tahu, kalimatnya terdengar begitu kacau. Namun semua mimpi itu membuatnya bingung. Dan ia tidak tahu kepada siapa lagi ia harus bertanya.

Sesaat tak ada jawaban. Sepertinya Jiyoo juga tengah larut dalam kebingungannya, ‘Tidak ada. Wae?’

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin bertanya saja. Mian aku sudah mengganggumu, aku tutup dulu telponnya.”

Riyoung kembali meletakkan ponselnya ke tempat semula. Gadis itu kemudian mulai memijit pangkal hidungnya. Semua ini mulai membuatnya merasa frustasi. Sangat frustasi.

“Shin Riyoung…”

Riyoung melenguh. Seakan semua belum cukup membuatnya merasa begitu depresi, ia kembali mendengar suara yang memanggil namanya. Suara yang begitu dikenalnya. Suara Lee Seungri. Dan parahnya, kali ini ia yakin ini semua tidak lagi sekedar menjadi bagian dari mimpinya.

“Aku pasti sudah gila,” gumam gadis itu pelan ketika ia memutar pandangan dan justru mendapati sosok Lee Seungri berdiri di pojok kamarnya. Masih dengan kemeja putih bersimbah darah yang sama.

Tanpa sadar, Riyoung mulai terisak, “Seungri-ah…” panggilnya putus asa.

“Temui aku Riyoung-ah… Temui aku…” balas lelaki itu. “Aku mohon…” Ia berbisik kemudian. Dan dalam hitungan detik, sosok lelaki itu seketika berpendar. Lenyap tak bersisa.

Isakan Riyoung meninggi. “Seungri-ah! Seungriiiiiiiiiiiii…….” pekiknya. “Kenapa kau begitu kejam padaku? Kau mengorbankan nyawamu demi aku, meninggalkan aku sendiri, lalu sekarang kau datang kembali untuk membuatku ketakutan setengah mati?”

Tidak ada yang menyahut pekikan Riyoung. Hanya suara pilu rintih tangisnya memenuhi seisi ruangan.

~0~

“Ya Tuhan, Riyoung-ah!”

Riyoung mendengar suara seseorang yang terasa begitu familiar di telinganya memanggil-manggil namanya. Ketika ia menoleh, Riyoung mendapati Jiyoo yang berlari tergesa-gesa menyusuri koridor kampus dan menghampirinya.

“Aku kira orang-orang berbohong saat mengatakan kau kembali masuk kuliah.” ujar Jiyoo dengan nafasnya yang masih memburu.

“Aku juga tidak mungkin bolos selamanya, kan?” tanya Riyoung retoris.

Jiyoo mengangguk.

“Kalau saja kau bilang padaku, kau mau masuk hari ini, aku bisa menjemputmu tadi.” celetuk Jiyoo menyayangkan.

Riyoung mengulas senyuman kecil.

“Tidak perlu repot-repot begitu, Jiyoo-ah…”

“Tidak apa-apa. Aku memang sudah berjanji pada Seungri untuk menjagamu.”

Riyoung menggeleng pelan. “Jangan menjadikan pesan terakhir Seungri sebagai beban untukmu, Jiyoo-ah…” gumam Riyoung pelan.

Tanpa sadar langkah kedua gadis itu sudah membawa mereka ke pelataran kampus. Namun tiba-tiba Riyoung menghentikan langkahnya. Matanya nanar menatap ke seberang. Ke sebuah pohon rindang di samping gerbang kampus.

Ini bukan lagi bagian dari mimpinya dan kali ini Riyoung yakin ia benar-benar melihat Lee Seungri berdiri di bawah pohon rindang tersebut. Masih mengenakan kemeja putih bersimbah darah yang sama, lelaki itu menatap ke arah Riyoung dengan tatapan tajam.

“Ji… Jiyoo-ah… Apa kau melihatnya?” gagap Riyoung tanpa mengalihkan tatapannya dari sosok Seungri.

“Melihat apa, Riyoung-ah?” tanya Jiyoo keheranan.

Riyoung kontan mendesah berat, sepertinya hanya ia seorang yang bisa melihat sosok Lee Seungri.

Seungri-ah… Apa yang kau inginkan dariku? Batin gadis itu.

Seketika itu juga, Riyoung seolah melihat bibir Seungri bergerak seakan tengah mengucapkan sesuatu. Dari gerakan bibir lelaki itu, Riyoung seolah bisa mendengar lelaki itu sedang mengucapkan sesuatu;

Temui aku…

~0~

Maka Riyoung pasti telah gila. Dari sekian tempat yang terpikirkan olehnya, ia justru datang ke tempat dimana kejadian na’as itu terjadi. Saat tubuh Seungri dihantam dengan keras demi menyelamatkan nyawanya.

Seungri meminta Riyoung menemuinya. Dan entah kenapa ia merasa akan menemukan Seungri disana. Yah, dipinggiran jalan itu.

Gadis itu hanya berdiri termangu di pinggiran trotoar jalan. Tatapannya kosong. Sesekali bayangan kejadian mengerikan terputar otomatis di kepalanya dan mendadak membuatnya tersentak.

Ia menunggu… Terus menunggu…

Riyoung mulai berpikir ia telah datang ke tempat yang salah. Seharusnya ia datang ke apartemen Seungri saja. Atau ke makamnya. Kedua tempat itu lebih mungkin baginya untuk menemukan Seungri jika lelaki itu memang menghendaki Riyoung untuk menemuinya. Ketimbang tempat ini…

Namun sekali lagi Riyoung tersentak. Ia tiba-tiba melihat sosok Seungri kembali. Lelaki itu berdiri berhadapan dengannya di seberang jalan.

“Seungri-ah…” gumam Riyoung. Tanpa sadar gadis itu mulai bergerak maju untuk menyeberangi jalan tanpa mengalihkan tatapannya dari sosok Seungri. Sosok itu seakan telah menghipnotisnya begitu saja.

CKIITTTTTTTTTT

Suara rem mobil mendadak menggema. Riyoung tersadar dan langkahnya terhenti. Tanpa sadar ternyata ia telah berada tepat di tengah badan jalan dan sebuah mobil nyaris menabraknya.

Riyouung memucat, nyaris limbung saking ia kagetnya.

“HEI NONA, APA KAU MAU MATI?!” umpat pengendara mobil yang nyaris menabrak Riyoung. Sesosok lelaki dengan postur tinggi tegap dan garis wajah yang keras turun dari mobilnya dan datang menghampiri Riyoung dengan tatapan sarat emosi. Tapi hanya sesaat, lelaki itu seketika membeku. Ia menatap Riyoung dengan ekspresi terkejut luar biasa.

“Shin… Riyoung?” gumam lelaki itu tanpa sadar.

Dahi Riyoung berjengit. Ia tidak merasa mengenal lelaki itu.

“Siapa kau?” tanya Riyoung bingung.

to be continue…

Hayoo… siapa yang bisa nebak itu cowok siapa?! Yang jawabannya benar, boleh dapat kissing dari Gaho… hehe… ^^