Title          : Be My Girlfriend Again 3/? | Previous 1|2

Author    : JiforG

Lenght    : Series

Genre       : Romance (?)

Cast           : Min Young (Mrs. Dae), Daesung, Park Bom, Kwon Ji Yong, Seungri, Chaerin, Seungri, Hongki

Rating     : G

Maaf sebelumnya Mrs Dae kalau FF req nya ini belum bisa saya tamatkan -_-” dan maaf juga kalau semakin lama FF nya semakin gaje. Dan pada kenyataannya FF ini akan saya buat jadi 4 atau 5. Once again, i’m so sorry

<><><><>

Chapter 3

“k..au..siapa?” tanya Min Young shock melihat seorang gadis keluar dari dalam kamar mandi

“oh aku? Aku pacarnya namja yang sedang tidur itu” wanita itu tersenyum genit. Rambutnya pirang lewat sebahu dan matanya sedikit sipit.

“i..t..t..u..kau..kau..memakai pakaian daesung?!”

Wanita itu memeriksa pakaiannya, “oh ini..ia habisnya baju ku basah karena keringat” jawabnya enteng “kau Min Young?”

Dari mana gadis berambut pirang itu tahu?

Min Young mengangguk, sambil terus menatap gadis itu “dari mana kau tahu namaku?” tanyanya akhirnya melihat sekilas kearah Daesung yang masih tertidur pulas.

“Well, daesung selalu menyebut namamu. Kemarin malam saja saat kami di club dia terus mengoceh tentangmu, kepalaku hampir mau pecah rasanya mendengar namumu di sebut-sebut” gadis itu berjalan ke samping tempat di mana ada handuk bersih disana. Di elapnya wajahnya yang baru di basuhnya dan berjalan membuka tirai kamar seolah dia sudah terbiasa melalukan itu. “kau mau kubuatkan sesuatu?” tanya gadis berambut pirang itu setelah selesai membuka tirai

“shiro! Aku mau pulang” tukas Min Young. Dadanya benar-benar sesak sekarang. Bagaimana tidak, namja yang sudah di cintainya sejak sma itu tidur dengan wanita lain. Setidaknya itu kesimpulan yang bisa dia lihat dari kondisi sekarang ini.

“baiklah, kau tahu jalan keluarnya kan?oh ia, tolong bunga yang kau pegang itu di tinggalkan” kata gadis berambut pirang itu tersenyum kecil seolah meledek Min Young “apa perlu aku..” belum sempat dia melanjutkan kalimatnya

“Ahni.. aku tahu. Selamat pagi” sahutnya cepat—meletakkan bunga yang tadi di pegangnya ke salah satu meja  kemudian pergi.

Saat Min Young keluar dari apartemant Chaerin, nama gadis berambut pirang itu tersenyum puas. Di ambilnya ikat rambutnya yang terletak di kasur lalu di ikatnya rambutnya asal dan kembali tidur di samping daesung—memperhatikan wajah pria itu “daesung daesung..ternyata orang sepertimu bisa mendapatkan gadis cantik seperti dia ya..” dia menghela pendek “mianhe oppa, aku tidak bermaksud jahat pada kekasihmu..” katanya dalam hati

———

Gadis berambut lewat sebahu itu berjalan menunduk, entah sudah berapa jauh dia berjalan dan air matanya tak kunjung berhenti. Sekali, di usapnya air matanya yang jatuh di pipinya.. dan air mata itu tidak kunjung berhenti. Kedua, dia kembali mengusap dan air matanya semakin banyak. Hatinya sakit, dan dia tidak tahu bagaimana caranya menghilangkan itu semua.

BRUK!

Dia menabrak seseorang, membuat orang itu menatap tajam kearahnya dan membuat Min Young cepat-cepat membungkuk minta maaf dengan suara parau akibat menahan tangisannya. “Min Young?” tanya orang itu ketika sadar siapa yang menabraknya,“sedang apa..disi…gwenchanayo?” tanya Ji Yong cepat ketika sadar gadis itu berlinang air mata dan terlihat seperti orang ling lung

“ahnio..gwenchana..” Min Young mencoba menyembunyikannya,“oppa..kenapa ada disini?” tanyanya mengusap cepat air matanya dan tersenyum ramah pada Ji Yong seperti biasa. Tapi tetap saja mata bengkaknya tidak bisa di sembunyikan

“aku baru saja membeli peralatan dapur..kau dari mana?”

“a..aku..dari tempat dae..maksudku aku hanya berjalan-jalan di sekitar sini”

Jiyong tahu ada sesuatu yang aneh dengan MinYoung

“ayo ikut aku” Ji Yong menarik tangan gadis itu

———–

Ji Yong memberhentikan mobilnya tepat di tepi pantai. Membuka jendela mobil setengah membuat deru ombak yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat mereka terndengar menderu dari dalam. “Kau bisa menangis sepuasnya sekarang” kata Ji Yong membuang pandangannya kearah lain “sebaiknya kau keluar dan berteriak sekencang-kencangnya, itu akan membuat hatimu yang sesak sedikit lebih ringan di banding kau berjalan tidak jelas di luar sana.”

Min Young diam tapi air matanya kembali jatuh. “Kau tidak perlu menceritakan apapun padaku sekarang. Pergilah keluar aku akan menunggumu sampai kau merasa lebih baik” kini Ji Yong mengarahkan pandangannya pada Min Young.

Perlahan Min Young melepas safety beltnya membuka pintu mobil, lalu keluar. Angin sepoi-sepoi langsung menyentuh pipinya lembut membuat air matanya kembali jatuh. Dia duduk di pasir menghadap pantai dan menangis tersedu-sedu  di sana.

 

“Kenapa rasanya sakit sekali? Kenapa aku harus melihat wanita itu? kenapa dia mengkhianatiku?”

 

“Daesung..kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa?!!” umpatnya dalam hati

Min Yong masih menangis ketika Ji Yong datang menghampirinya—duduk di sampingnya. “Aku selalu kemari jika sedang sedih, dan pulang jika perasaanku sudah membaik. Ini tempat rahasiaku jadi tolong rahasiakan ya” ucap Ji Yong pelan menulis nama Min Young di pasir dengan jarinya,“apa ini karena namja?”  kata Jiyong lagi masih bermain pasir.

Gadis itu tidak merespon—hanya diam sambil memeluk lututnya. Jiyong membersihkan tangannya kemudian beralih memandang Min Young, “kalau kau terus menangis lama-lama matamu akan sebesar batu itu” Ji Yong menunjuk sebuah batu besar yang jaraknya tidak jauh dari mereka. Hanya berjarah beberapa meter saja, membuat Min Yong tersenyum kecil “nah, begitu lebih baik” goda Ji Yong mengacak pelan rambut Min Yong “percuma menangis toh waktu tidak akan berubah mundur. Tapi akan berjalan maju.”

Perlahan Min Young menyeka air matanya menarik napas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya perlahan. Rasa sakitnya perlahan mulai menghilang, sedikit. “gomawoyo”

Gumam Min Young memaksakan senyumnya lalu keduanya terbenam dalam keheningan.

_______________

“noona..” panggil Seungri dari balik pintu

“ia, tunggu sebentar” sahut Min Young. Dua menit kemudian dia sudah keluar. Rambutnya di ikat satu, dengan jins dan black t-shirt bergambarkan sponge bob lengkap dengan bag besar miliknya. Seungri sedikit kaget melihat noonanya. Bukan karena penampilannya, tapi kerena matanya sedikit membengkak.

“gwenchana?” tanya Seungri memastikan

“waeyo?”

“mata noona bengkak. Apa kita perlu ke dokter?”

“ahni, sudahla ayo kita pergi. Bom onni pasti sudah menunggu. Katanya ada yang mau dia bicarakan pada kita” kata gadis menarik Seungri bersamanya.

Sejam kemudian keduanya sampai di rumah Bom. “Min Young-ah, Seungri-ya…” Bom berhambur memeluk kedua adiknya itu dengan gemas begitu mereka datang. “akhirnya aku hamil!!” suara manjanya terdengar nyaring. “aku tidak percaya Min Young~ah, akhirnya aku hamil” ulangnya lagi.

“sincayo? Aigo~ sebentar lagi aku akan menjadi bibi. Cukkae~” kata Min Young tersenyum senang kembali memeluk Bom. “Apa oppa sudah tahu?”

Bom menggeleng, “aku baru tahu dua jam yang lalu. Test packnya saja masih di kamar mandi. Baru dirimu dan Seungri yang tahu” akunya tidak bisa menyembunyikan kegirangannya

“Jadi ajumma dan ajussi juga belum tahu?” tanya Seungri

“Biarkan saja mereka. Aku ingin membuat surprise. Besokkan ulang tahun oemma” ucap Bom sumringah. “Eh..kenapa matamu? Kok bengkak?” kata Bom sadar melihat mata Min Young yang berbeda dari biasanya. “kau sakit?”

“Ahni…” ucapnya lesu, duduk di sofa yang diikuti Seungri dan Bom di sampingnya.

“Kau menangis semalaman ya?” tebakan Bom tepat sasaran. “Apa ini ada hubungannya dengan Daesung?”

“Daesung? Siapa daesung?” tanya Seungri bingung.

“Pacar Min Young” ujar Bom

“Mantan!” koreksi Min Young cepat.

“mwo? Kenapa?” tanya Bom kaget. Dia tahu kalau Daesung memang jarang bertemu Min Young sejak debut, tapi bukan berarti hubungan mereka sudah berakhir. “Apa daesung memutuskanmu?”

Min Young menggeleng. “Sebenarnya belum ada kata putus darinya, tapi aku memang ingin memutuskannya..” kata Min Young pelan—tertunduk dan air matanya mulai membasahi pipinya. “Aku melihat ada gadis di apertemennya..” Min Young tidak bisa berbohong dengan Bom.

“maksud noona, wanita itu kekasih pacar noona?”

“Ya, seungri! Mana mungkin daesung seperti itu.” celetuk Bom

“Seungri benar onni. Saat aku masuk ke apertemennya tidak ada siapa-siapa di ruang tamu. Jadi aku memeriksa kamarnya, dan saat itu seorang wanita keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kemeja dae. ..”

“tuh kan..benar noona. Berarti pacar noona itu selingkuh” kata Seungri lagi. “laki-laki sekarang susah di percaya” desisnya

“Kau sendiri laki-laki” kata Bom. “Mungkin itu temannya Daesung. Kau kan tahu kalau Dae itu sekarang artis sudah tentu dia punya banyak teman wanita”

“Aku tahu itu, tapi saat itu daesung sedang tidur di ranjang..dan..dan wanita itu bilang kalau sebelumnya mereka berada di club. Dan..pasti mereka sudah tidur bersama” isak Min Young

Seungri dan Bom hanya diam saling menatapi, tidak tahu harus berbicara apa lagi. Jadi keduanya hanya menenangkan Min Young.

________________________

A couple days later

Daesung, nama pria bermata sipit itu baru saja selesai latihan dance sejam yang lalu dan sekarang sedang berada di salah satu café milik temannya, Chaerin. Dari masuk café hingga sekarang pria itu terus saja sibuk dengan ponselnya.

“Telponnya tidak di angkat?” tanya Hongki, yang duduk di depannya, sibuk melahap kentang goreng dan burger yang tadi di pesannya. Daesung mengangguk diiringi gumaman kesal dari mulutnya. Kemudian dia mencoba sekali lagi—menghubungi seseorang, tapi tetap sama: tidak di angkat. Hingga keempat kalinya dia kembali mencoba tapi telpon itu tidak aktif lagi. “kemana sih anak itu?!” katanya kesal yang kini hanya bisa memandangi ponselnya.

“Kenapa sih dia? Sudah dua hari ini tidak ada kabar” Daesung meletakkan ponselnya dengan kesal di meja. Ini sudah hari kedua dia tidak bisa menghubungi Min Young, kekasihnya. “Apa dia sedang sibuk dengan café? Biasanya juga masih bisa menerima telpon dariku kok” dia berujar sendiri.

“mungkin ada kegiatan lain kali..” kata Hongki menanggapi. “atau..mungkin dia sedang badmood, hyungkan tahu sendiri wanita itu terkadang susah di mengerti”

“Tapi Min Young bukan orang seperti itu..”

Hongki mengangkat kedua bahunya, “mungkin dia sudah bosan dengan hyung yang tidak bisa di sampingnya lagi” ucapnya asal. Tapi menuai respon cepat dari Daesung

“apa mungkin dia seperti itu?” Daesung mencondongkan tubuhnya kedepan, hampir-hampir keduanya tampak seperti orang ingin berciuman.

“Ya, hyung” Hongki memundurkan tubuhnya.

 “Kalau begitu apa yang harus ku lakukan?” kini dia kembali menyandarkan punggungnya ke kursi, raut wajahnya berubah sedih.

“aigo~ hyung, aku kan hanya menduga, bukan berarti omonganku benarkan?”

Daesung menghela napas pendek, membuang pandangan ke sisi jendela café, “Entahla, sejak debutku aku merasa hubungan kami sedikit renggang.” Daesung kembali diam dan mulai menyesap kopi panas miliknya. Sesekali dia memakan saladnya atau menyuapkan sepotong ayam bakar ke mulutnya. Hidupnya terasa semakin asing dan hubungannya dengan Min Young sedikit memburuk.

“Kenapa sepi sekali ya?” gumam Hongki memecahkan keheningan

Spontan Daesung melihat kesekeliling café yang memang hanya dia, hongki dan dua pengunjung yang jaraknya cukup jauh di antara mereka. “Wajar saja, ini kan sudah jam 11 malam..”

“Hei, hyung…itu kan Chaerin..” seru Hongki ketika menangkap sesosok perempuan berambut pirang keluar dari dalam mobil bersama seorang pria—kurus berkaca mata. Keduanya tampak mesra. “Siapa pria itu? apa itu pacar Chaerin? Kenapa mereka berpegangan tangan?” dengus Hongki. Menit berikutnya Chaerin wanita yang di maksud dan seorang pria di sampingnya masuk kedalam café. “Chaerin~ah!” Hongki melambai kearah Chaerin membuat wanita itu menoleh.

“Hongki..Daesung..” gumam Chaerin. “Itu temanku..c’mon” katanya menarik pria-kurus bersamanya. “Hey..tumben malam-malam kemari..” sapa Chaerin.

“Ia, kebetulan tadi lewat sini, jadi sekalian saja mampir” aku Hongki, “itu siapa?” dia melirik pada pria berkaca mata yang berdiri di samping Chaerin

“Oh..ini..kenalkan,  kekasihku Ji Yong”

<><><>tobeco<><><>

Maaf kalau FF nya bertele-tele T____T