Author : KimsKimi

Genre : Fluff , Romance Comedy

Rate : G

Length : Short Oneshot (?)

Cast :

  • Kang Daesung (BIGBANG)
  • Han Je Woo (OC)

Note : Yeobooo !! Happy Birthday ^o^ ! #digasakJokers

 

~Special Day~

Hm…

Tidak terasa sudah lima tahun hubungan kami berjalan , dan sekarang adalah perayaaan hari jadi kami , di hari dan tanggal yang sangat spesial , tepat pada saat aku berulang tahun. 26 April memang jadi tanggal yang paling istimewa untuk ku , selain sebagai hari kelahiran , 26 April juga menjadi awal semua cerita cinta ku dan Han Je Woo.

______

-26 April 2008-

Lagu First Love milik penyanyi Utada Hikaru terdengar sangat indah di telingaku , suara dentingan piano  yang seperti membawa kita berada di tengah-tengah musim bunga sakura . Setidaknya ini tak jauh berbeda dengan yang kualami , karena aku mendengarkan lagu ini sambil duduk tenang di sebuah taman dan melihat banyak bunga yang bermekaran di musim semi. Betapa indahnya… dia !

Eh ? Aku sedang tidak berhalusinasi ‘kan ? Dia , ng… Han Je Woo maksud ku , ada disini ? duduk disampingku ?

Jewoo tersenyum kepadaku , pipi putih pucat itu menaik dan membuat gadis yang sudah jadi classmate ku selama setahun ini kelihatan semakin chubby .

“Hai..” Jewoo menyapa ramah diriku dengan senyum khas nya , senyum yang paling aku suka. Scarf motif kotak-kotak lila , dipadu blouse longgar berwarna baby-pink dan , dengan denim pants sebagai bawahan nya , membuat gadis ini terlihat kontras dengan pemadangan musim semi sekitar ku ini. Dia selalu berhasil membuatku terpesona .

“Daesung-ah…” panggilan Jewoo membuat aku tersadar dari lamunan ku tentang dirinya. Kulepas headphone yang sedari tadi sudah memanjakan telinga ku .

“Eh , Ah ~ iya ?” Entah nada bicaraku yang suka begini , atau memang aku selalu gugup setiap berbicara berdua dengan Jewoo.

Dia tidak menjawab ku , Jewoo malah menyerahkan dua tiket bermain di Lotte World kepadaku. Alis ku sedikit naik , heran dengan yang dilakukan Jewoo , “Tiket ? Untuk apa ?”

“Tentu saja bermain , aku ingin kau menemani ku pergi kesini sekarang . Dan…”

Sepertinya dia sengaja menggantung perkataan nya , “Dan apa , nona Han ?”

“Dan aku tidak mau mendengar alasan apapun darimu , aku tidak ingin kau secara sengaja atau berpura-pura tidak bisa ikut hari ini kesana bersamaku ,”

Tau darimana dia , kalau aku akan menghindari ajakan nya untuk pergi ?

“Karena kau cuma diam , maka aku anggap kau menerima nya Daesung-ah..”

“A-aku.. kan ..”

Jewoo menggembungkan kedua pipi chubby itu sambil menatap memelas kearahku , “Ok ,ok , aku akan pergi bersama mu , Han Jewoo..”

“Kya ! Daesung memang namja paling baik yang pernah kukenal !” seru Jewoo memeluk ku.

Deg ! Deg ! Deg !

Detak jantung ku semakin cepat , dan tidak bisa terkendalikan . Oh ~ god ! Please help me now !

1 , 2 , 3 ,

Jantung ku belum meledak ‘kan ? Bagaimana wajah ku sekarang ? apa terlihat seperti kepiting rebus ?

Hanya Jewoo lah gadis yang berhasil membuat jantung seorang Kang Daesung seperti terpompa kembali , mengalirkan seluruh darah segar di setiap bagian tubuhku , dan merasakan bagaimana rasanya sesuatu yang disebut sebagai “Cinta” .

Jewoo melepas pelukan nya dan segera menarikku dari bangku taman , mengikutinya berlari .

_____

Jam tangan bermerk Levi’s yang melingkar di pergelangan tangan ku , sudah menunjukkan jarum jam nya berada di pukul sebelas malam . Tapi Jewoo masih belum berniat mengajak ku untuk pulang dari acara jalan-jalan nya , apa dia tidak lelah atau merasa capek sama sekali ?

“Je-yaa..!” aku menyahut Jewoo yang sudah jalan mendahului ku .

Badan Jewoo berbalik dan berdiri tanpa gerak sedikit pun begitu aku juga sudah tepat berada didepannya. “Kenapa Daesung-ah ?”

“Kau tidak lelah ? Ini sudah jam setengah dua belas malam , aku takut nanti orang tua mu mencari mu Jewoo-ah..”

Jewoo tampak sedang berpikir , ditundukkan kepalanya sebentar lalu tiba-tiba menatapku . “Iya , orang tua ku pasti mencari ku sekarang . Ng.. apa kau mau mengantar ku pulang ?”

Dia menawariku mengantarnya pulang ? Ah~ kenapa hari ini begitu indah , tuhan..

“Ne , aku akan mengantar mu pulang Je-yaa..”

Rasanya , aku ingin sekali menyatakan perasaan ku pada Jewoo . Ya , setelah banyak kejadian di hari ini yang sudah aku alami bersama Jewoo , keberanian ku jadi sedikit terkumpul. Aku sudah lama menyukai Jewoo , sejak kami sama-sama disatukan dalam kelompok belajar disitu lah aku mulai menyukai Jewoo. Gadis ramah tapi cerewet , dan suka sekali mengganggu ku kalau rasa bosan nya sedang datang.

“Ini hari yang spesial ‘kan Daesung ?”

“Iya , bahkan lebih dari spesial. Tapi kenapa kau memaksa ku untuk pergi dengan mu ke taman bermain ?” Jewoo seperti tidak mendengar pertanyaan ku barusan , padahal jarak kami saling berdekatan.

Dia masih tetap berjalan lalu memberhentikan langkah kaki pendeknya dan berbalik kearah ku. “Kita sudah sampai ?” tanya ku sekali lagi , dan lagi-lagi gadis ini tidak menjawab dia masih tetap diam sambil memainkan kedua ujung flat shoes nya .

Aku jadi sedikit panik dengan Jewoo , kenapa gadis ini tidak mau memberi ku sedikit respon ? “Nan gwenchana , Han Je Woo ?” tangan ku memberanikan dirinya untuk menggenggam sesuatu yang selama ini ingin  aku pegang dan rasakan , tangan nya.

Bibir nya sudah berubah sedikit pucat , Jewoo membuat kedua manik mata kami yang berbeda warna ini saling bertemu , mata paling indah yang pernah bertatapan secara intens dengan ku.

Sedikit demi sedikit bibir Jewoo tergerak mengucapkan sesuatu , “Alasan ku menghabiskan hari ini bersama mu , tidak lain karena aku ingin memberi mu hadiah , “ ribuan pertanyaan hampir saja terlontar , sebelum dia melanjutkan perkataan nya . “…Saenggil Chukkahamnida Daesung-ah ! ..er.. Saranghae !” Kecupan kilat aku rasakan pada pipi sebelah kiri , setelah itu Jewoo memilih untuk berlari menuju salah satu rumah di distrik ini.

Tidak sampai sedetik setelah Jewoo meninggalkan ku , jantung ini terus memompa cepat dan tidak mau berhenti , aku sempat berfikir kalau jantung ku sudah mati akibat ulah Han Jewoo –yang sengaja membuat nya terhenti meski semenit.

Ucapan ulang tahun ? Sebuah pernyataan cinta ?

Apa karena aku suka mendengar lagu dengan headphone , sekarang pendengaran ku mulai menyalah ? Tanggal berapa ini ? Sampai dia bisa memberi ku ucapan selamat ?

Dua puluh … Dua puluh … Du ––– Ya Ampun ! Bagaimana aku bisa melupakan hari lahirku sendiri ? Sekarang sudah tanggal Dua puluh enam April , dan Jewoo mengucapkan nya tepat pada saat pergantian hari ini.

Pantas saja Jewoo menahan ku untuk tidak mengajak dia pulang hingga selarut ini , jadi ini tujuan Han Jewoo –ingin mengucapkan selamat atas aku  pernah lahir kedunia ini , pada tanggal 26 ini. Lalu bagaimana dengan kata “Saranghae” yang di katakan Jewoo sebelum dia membuat jantung ku mati seketika . Benarkah Jewoo punya perasaan yang sama dengan ku ?

Hhh..

Biar hari esok menjawab semua yang terjadi hari ini.

_____

Kedua sisi bibir ku tertarik membentuk senyum tipis . Cukup menyenangkan  mengingat kejutan kecil pertama dari Jewoo untuk ku. Dia tidak pernah lupa akan hari ulang tahun ku , sedangkan aku malah sebaliknya.

Entah karena kesibukan sebagai seorang mahasiswa atau diriku yang selalu pelupa dan malas untuk mengingat momen-momen penting apa yang terjadi di tanggal tersebut , yang jelas Jewoo sudah mengingatkan nya lagi dengan kejutan kecil dan tak pernah terduga.

_____

-26 April 2010-

“Sudah lama menunggu ?”

Pertanyaan bodoh terucap begitu saja dari mulutku . Tentu saja sudah lama dia menunggu mu disini sendirian , Kang Daesung !

Aku merasa sedikit geram pada diriku , membiarkan Jewoo menunggu satu setengah jam  di depan pintu masuk bioskop , dan sekarang aku bertanya seperti itu pada Jewoo . Jewoo tidak lagi menyandarkan punggung , dia bangkit sambil menengadahkan kepala untuk melihat ku dan tanpa ekspresi. Tangan ku mengenggam erat segelas cola besar , yang sengaja kubawa untuk jadi menemani kami saat nanti menonton film . “..Mianhae , Jewoo-ah.. A-aku sudah mengusahakan agar tidak terlambat , aku ini memang pacar yang bodoh , Han Jewoo..  aku..”

Telunjuk Jewoo mengunci semua perkataan yang hendak keluar dari mulutku , dia hanya tersenyum kecil , lalu mengamit tangan ku , membawa nya untuk masuk kedalam bioskop –tempat dimana kau bisa bermesraan dengan sang pacar.

Tidak dapat berkutik sedikit pun , sekujur tubuhku sudah mulai menegang . Jewoo memilih untuk menonton salah satu film buatan luar , dan bergenre horor . Bahkan , popcorn dan segelas besar cola yang tadi nya sudah kurencanakan untuk dihabiskan , kini.. masih utuh. Aku benar-benar tidak berani menggerakkan tanganku , meski hanya sekedar membuat tenggorokan kering ini jadi sedikit basah. Sesekali aku melirik pacar ku disamping , dia hanya duduk santai seperti layak nya menonton film bergenre komedi , karena dia kadang tertawa padahal menurutku tidak ada part yang lucu di film horor ini .

Jujur , aku sangat anti dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia lain atau semacam nya. Dan sekarang , Jewoo malah mengajak ku untuk menonton film bergenre seperti ini , dia tidak sedang memberi hukuman kepada ku ‘kan ?

Ketika adegan film mulai jadi semakin horor , aku jadi sangat ketakutan dan memilih untuk melihat Jewoo yang berada disampingku . Dia masih terlihat santai menikmati film ini , berbeda sekali dengan gadis lain nya yang biasanya akan berteriak kecil , lalu memegang tangan pacar mereka seerat mungkin , dan sipacar pun akan mulai mencari “kesempatan” .

Benar-benar keadaan yang berbanding terbalik , aku lah yang memegang tanga Jewoo dan bersembunyi dibalik punggung nya .

Jewoo cuma terkekeh melihat tingkah ku , “Tidak perlu takut , Han Jewoo kan ada disamping mu..”

_____

Finally… Film itu selesai .

Mungkin wajah ku masih pucat pasi , karena mengingat banyak sekali adegan mengerikan di film itu , mulai dari pembunuhan , darah , dan… hantu wanita berambut…

“AAAAA !!”

Oh tidak ! Hantunya ada disampingku sekarang !! Eomma , appa , noona , tolong aku sekarang !!  Daesung masih belum mau mati muda !

Sama sekali aku tidak berani membuka kedua mataku , aku tidak ingin hantu itu membunuhku , lalu membawaku jadi salah satu dari mereka.

“Hahahaha !! Uri Daesunggie.. penakut ternyata .. hahaha !!”

Mendengar suara tawa Jewoo , aku jadi membuka pelan mataku dan melihat Jewoo beserta beberapa penonton yang masih ada di bioskop ini menertawakan ku .

Gotcha !

Jewoo berhasil mengerjaiku rupanya. Dia sengaja menutupi wajahnya dengan rambut agar terlihat seperti hantu perempuan yang barusan ada di film. “Haha..haha..hahaha !! Ekspresinya , ekspresinya … hahaha !!” tawa Jewoo yang semakin tidak terkendalikan , membuat aku jadi malu , sepertinya Jewoo senang sekali melihat aku ketakutan.

Segelas cola besar itu terus aku minum , aku marah dengan Jewoo sekarang . Tapi Jewoo malah tidak perduli aku marah atau tidak , sekarang saja dia menyuruhku untuk menunggunya disamping toilet wanita . Yah , tidak mungkin karena hanya kejadian tadi lantas aku langsung meninggalkan Jewoo. Meskipun aku kesal , aku masih berstatus sebagai pacar Han Jewoo , dan aku bukan tipe laki-laki yang akan meninggalkan pacar karena masalah sepele.

15 menit kemudian , Jewoo pun keluar dari toilet .

Dia tersenyum manis dihadapan ku , entah apa maksudnya , “..Wae?” aku bicara sedikit sinis pada Jewoo dan tidak mau melepas sedotan cola dari mulutku.

“Ck , jangan sinis begitu .. Aku tadi hanya bercanda , salah sendiri takut pada hantu . Aku kan jadi ingin mengerjai mu .. hehe..” katanya sambil berusaha untuk menahan tawa .

“Hah ! Jadi kau sengaja memilih film itu ? Padahal kau tahu aku itu takut dengan hantu ‘kan ?”

“Itu berarti rencana untuk mengerjaimu berhasil !”

“Kau sudah merencanakan nya ?!”

Kepala Jewoo mengangguk kecil , “Tidak ingat ini hari apa ?”

Aku mulai menggaruk kepalaku yang tidak gatal , gadis ini memang pandai sekali membuatku menebak-nebak.

“Pabo .. Ini hari ulang tahun mu dan hari anniversarry kita ! Saenggil Chukkahamnida !”

Bibir kami saling bertemu satu sama lain , mata ku yang sipit jadi sedikit membuka , karena Jewoo secara tiba-tiba merebut cola yang dari tadi sedang ku minum dan langsung mencium ku.

My First kiss..was gone..with her..

_____  

-26 April 2012-

Han Jewoo , gadis penuh kejutan , dan selalu berhasil membuatku masuk dalam kejutan nya. Kali ini , di hari ulang tahun sekaligus perayaan hari jadi kami yang ke lima , aku lah yang ingin memberinya kejutan . Akan kuberikan sesuatu yang spesial hari untuk Jewoo hari ini.

Dering handphone ku berbunyi , aku sekilas tersenyum begitu meihat nama si penelpon , Han Jewoo. Segera kuangkat telepon darinya .

“Yoboseyo..chagiya..” sapaku pada Jewoo. Sedang dimana dia ? Kenapa kedengaran sangat berisik ?

“Benar ini saudara , Kang Daesung ?” Eh ? Ini buka suara Jewoo , ini seperti suara berat khas pria yang kuperkirakan usianya setengah baya.

“Ne , dengan saya sendiri. Memang ada apa?”

“Han Jewoo , dalam keadaan kritis dikarenakan kecelakaan yang dialami nya. Sekarang , dia sudah dibawa ke rumah sakit ..”

Kaki ku melemas , paru-paru ku terasa sesak .

Je-Jewoo ? Kecelakaan ? Kritis ? Tidak mungkin !!

Buru-buru aku berlari sambil sesekali masih mengusap air mata yang mengalir keluar . Dia pasti masih baik-baik saja , aku yakin itu. Alamat rumah sakit Jewoo sudah kuterima , aku pun segera memanggil taksi dan menuju kesana.

_____

Nafasku tersenggal begitu aku sampai di rumah sakit. Aku langsung mencari ruang UGD (aku gak tau apa namanya kalo di Korea :|) , saat aku membuka pintu nya , banyak sekali pemandangan yang membuatku bergidik ngeri . Tapi aku tdak perduli dengan semua itu sekarang , karena yang ada dipikranku hanya Jewoo. Kulihat satu-persatu pasien yang ada disana , sampai akhirnya aku terhenti pada satu pasien yang sudah ditutupi kain putih . Tulisan nama Han Jewoo ada di depan tempat tidur itu .

Oh.. Tuhan… Tolong katakan aku sedang bermimpi sekarang.

Air mata ini tak dapat ku bendung lagi , aku biarkan membasahi wajahku .

Aku tidak perduli jika ada orang lain yang menganggapku sebagai laki-laki yang cengeng . Aku tidak sanggup melihat kenyataan ini , lebih baik aku keluar dari ruangan ini , daripada harus melihat mayat kekasihku yang sudah terbujur kaku.

_____

Telapak tangan ku berulang kali terus menyeka air mata yang keluar .

Kenapa kejadian ini harus terjadi ? Kenapa Jewoo cepat sekali meninggalkan ku ? Aku masih belum siap menerima semua kenyataan ini , aku ingin Jewoo ku kembali , aku ingin gadis yang selalu memberi ku kejutan disetiap hari ulang tahun ku disini … sekarang..

“Daesung-yaa..”

Panggilan itu tidak asing di telinga ku , seperti panggilan saat Jewoo membangunkan ku di pagi hari . Tapi mana mungkin aku mendengar panggilan itu lagi , dia sudah pergi , Jewoo sudah tidak ada didunia ini lagi..

“Kang Daesung…”

Memang sulit sekali untuk melupakan Jewoo secepat ini , bahkan aku sampai membayangkan kalau Jewoo sedang memanggil nama lengkap ku .
Hhh… Han Jewoo , sulit bagiku untuk melupakan mu…

“Daemon penakut !!”

Kali ini aku tersentak , ku balikkan badan ku ke asal suara itu , dan benar saja … panggilan itu dari Jewoo.

Tunggu !

Ini pasti halusinasi ku saja , tidak mungkin itu Jewoo , jangan-jangan itu adalah arwah Jewoo yang sengaja ingin menemui ku sebelum dia pergi surga. Kulihat dengan seksama gadis yang ada didepanku sekarang , aku ingin memastikan kalau dia hanya halusinasi ku.

“Helooo~~ , kenapa memandangi ku seperti itu ?”

Tangan Jewoo melambai-lambai di depan wajahku .“Jangan mendekat ! Kumohon pergilah dengan tenang , aku tahu ini memang berat .. tapi… aku sudah merelakan mu Han Jewoo..”

“Huh ?”

Aku tertunduk , tidak berani untuk melihat Jewoo , dan… kakinya menapak ?

Apa ada hantu yang kakinya bisa menapak  di tanah ? Saat menyadari kaki Jewoo bisa berdiri ditanah , bukannya melayang . Aku langsung melihat Jewoo secara keseluruhan , memegang kedua bahunya , lalu menyentuh pipi chubby milik Jewoo.

Dia hidup ? Jewoo masih hidup ?

“Ada apa denganmu ? Kau tidak sakit kan , chagiya ?”

“Ini benar-benar kau ? Kau tidak..”

Alis Jewoo sedikit menaut satu sama lain , dia kebingungan.

“Ah ! Syukurlah , aku pikir kau yang terlibat kecelakaan itu . Ternyata kau selamat chagiya..” sahutku sambil memeluk badan Jewoo se erat-erat nya . Aku tidak mau kehilangan dia , walau hanya sebentar.

Jewoo mendorong ku , “..Ng.. jadi kau fikir aku yang meninggal disana ?”
Kuanggukan kepalaku sekali , “Iya , dan nama pasien yang meninggal itu juga Han Jewoo..”

Senyum Jewoo mulai keluar lagi , “Hahaha… Itu semua ada kesalah pahaman , mereka semua pikir aku yang terkena kecelakaan , karena aku yang menawarkan untuk membawa pasien itu kerumah sakit , dan suster mengira nama korban itu adalah Han Jewoo..”

“Astaga , jadi itu semua.. salah paham ?”

“Iya..”

“Aku pikir pasien yang ada didalam itu dirimu , aku sampai menangis karena tidak percaya kau akan meninggalkan ku secepat ini..”

Jewoo kembali tersenyum , dia langsung memelukku . “Aku tidak akan meninggalkan mu , Daesung.. Apalagi meninggalkan mu disaat kau merayakan hari spesial ini , aku tidak ingin kau merayakan nya sendirian.. Saenggil Chukkahamnida , Chagiyaa..”

Mungkin kali ini , aku gagal lagi membuat kejutan untuk Jewoo . Karena Jewoo sudah membuat kejutan itu duluan.

-End-

 

Kyaaa !! Yeobo… happy birthday.. semoga matanya gak makin sipit.. haha #digeplak ..

FF ini kupersembahkan untuk nae yeobo , chagiya ,hubby, and blablabla .. KANG DAESUNG.. haha #gaje

Kalo ff ini telat dari tanggal ultah nya.. ya maaf.. toh aku juga baru sempet bikin.. haha😀..

Komen , kritik , saran , penting ya.. hehe..😉