Author : Atikpiece

Cast :

  • Lee Chaerin
  • Lee Seunghyun / Seungri
  • Kwon Jiyong

Sub Cast :

  • Parkbom
  • Choi Seunghyun

Genre : Romance, AU, Friendship, Family, dll

Rating : G

Length : Chaptered / Series

 

Please DON’T COPY THIS FANFICTION because it is pure from my imagination

Let’s Enjoy !

…………………………………………………………………..

 -PROLOG-

Ku buka mataku selebar mungkin dan mengambil udara sejuk lewat celah buah bibirku.Sejauh mataku memandang, sepertinya ribuan orang yang tengah melewati pohon besar ini sudah tidak sabar menunggu datangnya hari itu.Ku dongakkan kepalaku melihat ranting-ranting pohonnya.Ada salah satu dari mereka yang sudah menampakkan kuncup bunganya.Kuncupnya masih sangat kecil, jadi butuh waktu lama untuk melihat dia berkembang.

Saat ini musim dingin telah tiba.Aku ingin sekali melihat bunga-bunga itu bermekaran saat menjelang musim semi nanti.Walaupun aku belum cukup tahu bagaimana letak dan suasana negara ini, tapi aku senang melihat senyuman ramah dan sopan-santun mereka pada pendatang baru seperti aku.Ya, sebenarnya aku bukan orang Jepang.Tapi, aku adalah orang Korea Selatan.

Sejak kecil, aku mempunyai sebuah mimpi untuk melihat bunga Sakura.Appa-ku sering cerita padaku kalau bunga-bunga itu sudah mekar, siapapun yang melihatnya pasti akan merasa sangat bahagia.

Meskipun butuh waktu yang sangat lama, tapi aku akan selalu setia menunggunya.Entah jika aku masih sendirian, atau aku sudah memiliki seorang pendamping hidup.Yang terpenting sekarang adalah, mimpiku sedikit demi sedikit akan segera terwujud.Semoga dikala itu juga, aku sedang dalam keadaan baik…

*****

 

~WHEN THE SAKURA FLOWERS ARE BLOOMING~ 

-Apartement in Tokyo at 07.00-

Seperti hari-hari di saat ia masih di negara kelahirannya, ketika alarm sudah berbunyi dan mengundang kebisingan di dalam ruangannya, ia tetap tidak mau bangun dari tidurnya.Paling tidak, ia sedikit membuka matanya sampai tangannya meraih alarm dan mematikannya.Sesaat ia melanjutkan mimpinya yang sempat terputus.Tapi, sudah tidak bisa lagi.Akhirnya dia memaksakan diri untuk bangun.

Perjalanan dari Korea Selatan menuju Jepang memang cukup melelahkan.Tenggorokannya sedikit kering, dia sama sekali belum meneguk sedikitpun air saat di pesawat.Kapan terakhir kali ia minum ? Entahlah, dia lupa.Sepertinya, ia tengah melupakan sesuatu yang sangat penting.Kepalanya sedikit pusing, jadi dia membutuhkan sedikit waktu untuk memikirkannya.

Suara decitan kakinya terdengar mendekati dapur.Dia mengambil botol air mineral yang ada di kulkas dan meneguknya sebanyak 3 kali.Rasanya cukup melegakan dan sedikit membantu.Disaat itulah dia ingat kalau ia harus menghubungi orangtuanya yang ada di apartemen sebelah kalau dia sudah bangun.Sungguh, untuk sekarang dia benar-benar malas melakukannya.Karena dia masih setengah sadar, juga setengah mengantuk.

Suasananya begitu tenang dan sunyi.Tidak seperti apartemennya yang ada di Korea, penuh dengan hiruk pikuk orang-orang yang berlalu lalang dari kamar satu ke kamar lain serta suara langkah kaki naik turun tangga apartemen yang mengganggu ketenangannya.Tapi, syukurlah, urusan bisnis orang tuanya dipindahkan ke Jepang.Jadi, dia bisa menikmati hidupnya sekaligus menemukan sesuatu yang berbeda.Dan disinilah ia akan mewujudkan semua mimpinya.

Oh iya, sejak kemarin, dia belum sempat memperkenalkan diri pada penduduk apartemennya karena saking lelahnya ia melakukan penerbangan jauh.Tapi, tidak terdengar suara apapun dari luar.Sepi sekali.Apa mereka semua pergi ? Tidak mungkin.Ini masih jam 7 pagi.Siapa yang mau keluar di tengah cuaca dingin seperti ini.Meski ada orangtua yang keluar untuk pergi bekerja, tapi tentu saja ada salah satu dari mereka yang seumuran dengannya.Oh, selain itu, mungkin saat ini orangtuanya juga sudah pergi bekerja.

Sedikit demi sedikit kakinya melangkah mendekati pintu.Diputarnya kenop pintu sampai kepalanya menyembul dan menoleh kesana kemari, melihat jajaran pintu kamar yang bernomor antara 11-20.Dia menduduki kamar nomor 15.Sedikit terkejut karena ia baru sadar kalau kamarnya bernomor 15.Berarti, sewaktu ia sudah sampai ke apartemen, dia mengabaikan nomor kamarnya.

Kepalanya berputar melihat sekeliling, bangunan apartemen ini ternyata hampir mirip seperti bangunan tua.Ukurannya pun sangat kecil dan berada di sudut kota Tokyo.Letaknya sangat terpencil.Jadi, sudah pasti tidak banyak orang-orang yang dapat menemukan apartemen seperti ini.

Tapi, walaupun begitu, fasilitas apartemen ini sama sekali tidak buruk dan cukup memadahi.Kemungkinan besar ia akan benar-benar betah untuk tinggal disini.

…..

“Seunghyun-ah, sebaiknya kau berhati-hati membawanya.”

“Iya, aku tahu..”

“Ingat ! Jangan sampai jatuh…”

”Iya. Kau tidak lihat kalau aku sedang berusaha menggantikan popoknya.”

Sayup-sayup terdengar suara seorang laki-laki dan perempuan dari kamar nomor 16.Dan anehnya, mereka tidak berbicara dalam bahasa Jepang.Tapi, mereka berbicara menggunakan bahasa Korea.Apakah mereka juga pendatang baru seperti dia ? Dan lagi, ia baru saja mendengar kata ’popok’.Mungkin saja kedua orang itu sudah menikah dan sudah mempunyai anak.Tapi….

Ah, lupakan saja.Sebentar lagi hari makin siang.Sudah saatnya ia melakukan perjalanan berkeliling kota Tokyo.Dia juga sudah berencana untuk melihat pohon itu lagi.Untungnya ia sudah mengumpulkan banyak uang jika ia ingin berbelanja sesuatu yang menurutnya penting dan menarik perhatiannya.Ah, tampaknya kota Tokyo itu sangat menyenangkan.

*****

-Seungri’s Apartement in Seoul at 12.00 KST-

Seorang lelaki masuk kedalam apartemen dengan terburu-buru.Ia tidak menghiraukan seberapa banyak orang yang menyapanya.Kedua kakinya tidak mau berhenti melangkah menjajaki deretan kamar hingga ia berhenti di depan kamar nomor 20 yang letaknya berada di lantai dua.Sejenak ia mengatur napasnya yang terengah sebelum ia memutar kenop pintu dan melihat ke sekeliling kamar.

Sesaat hening.Tidak ada suara apapun sampai terdengar suara seseorang yang sedang menyalakan televisi di ruang tamu.Orang itu tengah bersandar di sofa dengan santainya.Dasar orang aneh, selalu saja seperti ini.Melarikan diri dari kesibukannya.

“Apa ?” sahut orang itu dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

“Kau bolos lagi, huh ?”

“Aku malas mendengarkan ceramahnya.Kau tahu kalau itu sangat membosankan ? ”

Laki-laki itu—Kwon Jiyong memasuki ruang tamu dan duduk di sebelah temannya, Seungri.Kepalanya bersandar di kepala sofa dan menghirup udara kamar yang sedikit pengap.Jadi, dia benar-benar orang semacam itu ? Pergi tanpa meninggalkan jejak padahal sudah banyak orang yang mengkhawatirkannya.Termasuk dia.Kalau orang bermata panda itu terus seperti ini, apa yang bisa ia lakukan dimasa depannya ?

Seungri sama sekali tidak mau memandang Jiyong.Merasa sakit hati atau apa, entahlah.Dia tidak suka mendengar ocehan dari Jiyong yang berhubungan dengan masa depan juga nasehatnya yang selalu sama seperti hari-hari sebelumnya.Padahal Jiyong ingin memberikan yang terbaik untuknya.Tapi, justru dia yang merasa bodoh.

Jiyong menghela napas ketika Seungri mengganti channel televisinya.Ia melihat siaran langsung dari para idola masa kini yang sedang menyanyi di tengah-tengah para penonton.Senyum tipis Seungri mengembang.Sepertinya dia sedikit menikmatinya.Menikmati alunan musik sekaligus suara-suara mereka.

”….Kalau boleh tahu, apa mimpimu ?” tanya Jiyong tiba-tiba.

”Mimpiku ?”

Jiyong mengangguk.Raut wajah ragu-ragu sedikit terbesit di dalam benaknya.Baru kali ini ia menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan mimpi.Jangan harap kalau Seungri akan menjawab dengan sesuka hatinya.

”Aku hanya ingin bebas.” Jawabannya singkat.Tapi, tentu saja kalimatnya mempunyai banyak makna.Bebas dalam arti melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak hatinya atau membebaskan diri di masa-masa kuliahnya, atau…

”Aku tidak ingin mereka mengekangku untuk melanjutkan pendidikanku.Aku ingin melakukan sesuatu asalkan itu berguna di masa depanku nanti.”

”Kau gegabah.Kurasa kau tidak bisa menjamin hal itu.”

”Terus terang, tidak masalah jika aku bodoh.Aku tidak perlu belajar ini, itu, karena mereka semua tidak sesuai dengan mimpiku.”

”Hah, dasar keras kepala.” lelaki itu berdecak.Mungkin ia cukup mengerti bagaimana sifat Seungri.Tapi, jujur, lelaki bermata panda itu memang sangat konsisten.Tidak peduli dengan orang-orang yang berusaha membuatnya luluh dan menyerah atas segala usahanya.Dia tetap kuat memegang semua prinsipnya.

Sejenak mereka berdua terdiam, sibuk dengan aktivitas masing-masing.Percuma Jiyong berbicara pada orang yang berada di sebelahnya.

Yang berada di dalam otak Jiyong, sebentar lagi ia akan memasuki masa kerja.Tapi, melihat keadaan Seungri sekarang, ia jadi merasa canggung untuk mengatakan sesuatu padanya.Apakah lebih baik Seungri ikut bersamanya untuk bekerja ? Hanya sekedar menjadi asisten atau penerjemahnya, begitu.

Jiyong mendesah, ia rasa mungkin itulah yang terbaik. ”Baiklah, aku tidak bisa berbuat banyak.” Dia beranjak dari sofa membelakangi Seungri.Kepalanya menoleh menatap orang yang terlalu lama hinggap memelototi layar kacanya.Senyumnya tersungging.Sejak jauh hari, ia sudah menyusun rencana untuk pergi meninggalkan Seoul.Ia harus pergi untuk memulai karirnya sebagai produser.Ini pengalaman pertamanya.

”Malam ini, kau mau ikut bersamaku ?”

Seungri mengangkat kedua alisnya.

”Ke tempat yang dulu pernah kau duduki selama 1 tahun.”

Tempat yang pernah aku duduki ? Bukankah itu di…. Jepang ?

”Ya, aku akan ke Jepang untuk bekerja.Kurasa aku membutuhkanmu karena aku tidak lancar dalam berbahasa Jepang.Lagipula, untuk apa kau terus berdiam diri disini ? Siapa tahu, disanalah tempat yang cocok untuk mewujudkan semua mimpimu.”

Seungri kembali memandang televisinya.Di dalam wajahnya memancar aura serius.Kelihatannya dia masih berpikir keras.Benarkan ? Ayolah, ini sangat berguna untuk menghibur dirinya yang tampak sangat kesepian.Tidakkah itu berarti dia kabur dari pengawasan Appa dan Eomma nya ? Tidak juga.Dia hanya butuh hiburan sekaligus perwujudan mimpi, itu saja.

“Kalau kau mau, nanti malam aku akan menunggumu di tempat biasa.Arraseo ?”

*****

-Tokyo at 16.00-

Ini sudah kesekian kalinya Chaerin memutar-mutar sendok di atas piring sambil bertopang dagu.Apakah perjalanannya mengelilingi kota Tokyo cukup membosankan ? Tidak, masalahnya bukan seperti itu.Sepertinya ia merasa kelelahan karena sudah berkeliling selama 6 jam.Ia membutuhkan banyak waktu untuk mengistirahatkan kedua kakinya.Dia juga sudah berbelanja banyak accessories menarik.Sambil menyesap kopinya, ia memandang keluar jendela.

Ia merasa beruntung karena letak Cafetaria yang ia kunjungi itu berdekatan dengan pohon bunga Sakura yang dia lihat waktu itu.Sekarang, di ranting-ranting pohonnya sudah banyak bunga Sakura yang masih berbentuk kuncup kecil.Berapa lama lagi mereka akan tumbuh ? Yang pasti, mereka akan tumbuh saat musim semi telah datang.Padahal Chaerin ingin sekali melihat mereka bermekaran saat ini juga.

”Yang bisa aku lakukan sekarang adalah…. menunggu dan menunggu…”

…….

Suasana di Cafetaria itu memang sedang ramai karena banyak sekali pengunjung yang berkisar antara usia anak-anak sampai usia remaja.Seperti biasa, menjelang liburan musim dingin, tempat itu sudah dipenuhi dengan hiruk pikuk anak-anak remaja juga suara anak kecil berteriak minta di belikan permen oleh Ibunya atau semacamnya.

Jadi, tidak heran kalau ada sepasang kekasih yang tidak kebagian tempat duduk.Padahal mereka ingin menghabiskan malam kencan mereka di tempat itu.Di tambah lagi, mereka juga membawa bayi laki-laki.

”Aah.. gawat.Kita harus bagaimana ?”

”Nan molla..”

Mereka melirik kesana kemari melihat sekeliling Cafetaria karena siapa tahu, masih ada tempat duduk yang kosong.Mereka menghabiskan waktu 5 menit untuk mencarinya, sampai sang wanita menemukan dua kursi yang kosong.Namun, di depannya, sudah di tempati oleh seorang gadis berambut panjang lurus warna coklat kekuningan.Dia sedang memperhatikan pohon Sakura sambil tersenyum tipis.

Wanita itu menarik lengan kemeja sang pria sembari menunjuk dua kursi itu dengan mimik muka sedikit cemberut.Pria itu memperhatikan dengan seksama arah yang ditunjuk sang wanita sampai ia benar-benar melihat kedua kursi itu.

”Hanya ada dua tempat itu yang kosong…”

”Tapi, apa kita harus duduk berhadapan dengan gadis itu ? Padahal aku ingin melakukan banyak hal romantis bersamamu..”

”Yak, mana bisa kita melakukannya.Kau ingat ? Kita sedang membawa Chulyoung..” wanita itu menunjuk bayi laki-laki yang tengah di gendong sang pria.Bayi itu memukul-mukul bahu pria itu sekaligus menggigit-gigit terlunjuknya sambil tertawa riang, dia tampak sangat lucu dan menggemaskan.

Pria itu mendesah.Sedikit kecewa karena mungkin kencan kali ini adalah kencan yang paling buruk dari sebelumnya.Tapi, sudah tidak ada pilihan lain. ”Aah.. baiklah, baiklah.. kajja kita kesana !”

Wanita itu tersenyum seraya menyeret pria itu dan duduk berhadapan dengan gadis yang sedari tadi belum sadar dari lamunannya.Memang, ia sedang memandangi pohon Sakura, tapi sepertinya bukan itu yang ia lakukan sekarang.Jadi, dia sedang melamun, atau melihati pohon ?

Tapi, untungnya gadis itu cepat tersadar sebelum wanita itu menepuk meja untuk mengembalikan kesadarannya ke dalam kehidupan nyata.

Dia sedikit terkejut mendapati dua orang beserta bayi mereka sudah duduk di hadapannya.Hanya senyum simpul yang dapat ia perlihatkan.Dan, tentu saja dia juga merasa gugup.Karena ini baru pertama kalinya ia berhadapan langsung dengan orang Jepang, yang hanya berjarak 30 cm dari pandangannya.Padahal ia belum cukup mahir berbahasa Jepang tapi, tidak ada salahnya kalau ia mencoba sedikit demi sedikit.

“Hai.. a.. apa kabar ?”

Kedua orang itu hanya diam.Entah apa yang mereka pikirkan sekarang.Apa mereka bingung dengan bahasa Jepang gadis itu ? Gadis itu merasa kalau bahasa Jepangnya memang sudah benar.Tapi, dia belum mahir mengucapkannya.Di saat itulah gadis itu merasa semakin gugup.Takut kalau pengucapannya itu kedengaran tidak jelas.

Wanita itu sedikit memiringkan kepalanya menatap sang gadis dengan kedua alisnya yang mengernyit. “Kau bukan orang Jepang..?”

Gadis itu nampak kaget, karena wanita itu tidak berbicara dalam bahasa Jepang.Tapi, wanita itu berbicara menggunakan bahasa Korea.Memang, wajah-wajah mereka hampir tidak mirip seperti orang Jepang walaupun mereka sama-sama berkulit putih.

“Bu.. bukan..Aku orang Korea Selatan.” jawab gadis itu menggunakan bahasa Koreanya.

“Aah.. ternyata benar..Awalnya aku tidak yakin kalau kau orang Jepang karena bentuk wajahmu yang memang kelihatan tidak seperti orang Jepang.” Wanita itu tertawa pelan disusul dengan ringisan sang gadis yang terlihat kikuk sekaligus merasa bodoh.Dia jadi salah tingkah.Kalaupun akhirnya begini, mungkin sebaiknya sejak awal ia tidak perlu susah-susah menggunakan bahasa Jepangnya yang terdengar sangat tidak fasih itu.

“Parkbom imnida.Dan ini Choi Seunghyun.” Wanita itu memperkenalkan diri beserta kekasihnya seraya menundukkan kepalanya bersama pria yang berada di sebelahnya.Gadis itu menyambutnya dengan menundukkan kepalanya juga, memperlihatkan norma kesopanannya pada sesama pendatang dari Korea Selatan seperti dirinya.

“Lee Chaerin imnida, bangapseumnida..”

“…Kami berdua tinggal di Jepang karena aku mengikuti jejak Seunghyun yang sudah menjadi aktor terkenal selama 2 tahun disini.”

“Oh, benarkah ? Berarti Seunghyun-ssi benar-benar mahir dalam berbahasa Jepang, ya ?” pertanyaan Chaerin barusan sejenak membuat Seunghyun bungkam.Padahal kenyataannya tidak seperti itu.Telapak tangan kanannya berada di sebelah kiri bibirnya dan berlagak seperti seseorang yang tengah membisikkan sesuatu pada orang yang berada di depannya.

“Walaupun sudah lama tinggal di Jepang, tapi bahasa Jepangku terdengar sangat aneh.”
Parkbom tertawa pelan.Begitu juga dengan Chaerin.Ternyata di balik wajah Seunghyun yang kelihatan serius dan menakutkan, sifat orang itu tidak seperti yang ia bayangkan.Seunghyun sangat lucu, juga mudah bergaul.Sama halnya dengan Parkbom dengan parasnya yang cantik seperti boneka barbie.

Chaerin cukup senang karena ia sudah mendapatkan teman sesama orang Korea.Selain itu, dia tidak perlu bersusah payah mengucapkan bahasa yang bukan bahasa Appa dan Eomma-nya.Dia baru mempelajarinya sedikit, jadi dia membutuhkan waktu lama untuk menambah kosakatanya.

…..

Tiba-tiba, Chaerin mendengar suara teriakan kecil yang tidak jauh dari tempatnya duduk.Ya, siapa lagi kalau bukan seorang bayi laki-laki yang duduk di pangkuan Seunghyun.Bayi itu tengah berusaha meraih meja sambil menggigit jempolnya yang mungil, kemudian ia mencoba berdiri di kedua paha Seunghyun dan tertawa riang begitu melihat Chaerin yang sedang tersenyum memandangnya.

“Waah.. anak kalian lucu sekali… siapa namanya ?”

Kedua orang itu terdiam seperti sebelumnya.Mereka saling berpandangan dengan sebelah alis mereka yang terangkat.Sepertinya Chaerin sudah salah paham.

”Sebenarnya, ini bukan anak kami… kami belum menikah…” jawab Parkbom malu-malu sambil mengelus puncak kepalanya.Gadis itu menatap keduanya dengan tatapan melongo.Padahal, mereka tampak sangat serasi, seperti Appa dan Eomma dari bayi mungil itu.Masa’, mereka benar-benar belum menikah ?

”Ka..kalau begitu, dia anak siapa ?”

”Dia anak saudara jauhku, Kang Chulyoung.”

”..Oh…” Jawab Chaerin singkat diikuti dengan senyum kikuknya yang ia perlihatkan untuk kedua kalinya.Sudah berapa kali ia melakukan kesalahan ? Entahlah.Tidak perlu dipikirkan.Toh, itu hanya masalah kecil.

Lalu, ia kembali menatap pohon Sakura itu lagi sampai hari menjelang petang.

*****

Next Day…

-Apartement in Tokyo at 09.00-

Chaerin berjalan keluar kamar dengan kedua tangan menempel di antara kedua pipinya.Ia mencoba mengusap-usap wajahnya untuk menghilangkan rasa kantuk yang teramat sangat.Padahal ia sudah beberapa kali mencuci mukanya di kamar mandi.Tapi, rasa kantuknya tak kunjung menghilang.Maka dari itu dia pergi keluar karena siapa tahu, ada pemandangan baru yang bisa membuat kedua matanya benar-benar terbuka.

Gadis itu menguap selebar-lebarnya sambil merentangkan kedua tangannya ke samping hingga hampir mengenai wajah seorang wanita yang berada di sebelahnya.Wanita itu sedikit terperangah melihat penampilan Chaerin yang tampak sangat berantakan.

”Kau baru bangun ?”

Chaerin memutar kepalanya menatap wanita berambut merah manyala itu sambil tersenyum simpul.Kemudian ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.Sembari berpikir kalau dia benar-benar Parkbom.Ya, wanita itulah yang tinggal di kamar bernomor 16 bersama Seunghyun.Gadis itu di beritahu saat mereka pulang bersama kemarin malam.

Walaupun Parkbom dan Seunghyun tinggal bersama, tapi khusus untuk kamar nomor 16 terdapat dua buah ranjang yang terpisah.Jadi, mereka tidak tidur bersama layaknya suami istri.Meski mereka sudah menjalani hubungan selama 3 tahun, namun tidak tahu kenapa, mereka belum ada rencana untuk meneruskan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

”Oh iya, kau sudah tahu dua orang yang menempati kamar nomor 14 ?” tanya Parkbom disusul punggungnya yang bersandar di daun pintu dan kedua tangannya ia masukkan kedalam kantung celananya yang pendek.

Chaerin menggeleng. ”Siapa ?”

”Mollayo, mereka seorang namja dan mereka datang tengah malam kemarin.Kelihatannya mereka juga bukan orang Jepang seperti kita.”

Gadis itu mengangguk-angguk pelan.Memang sejak awal, kamar nomor 14 itu masih kosong.Dan menurut cerita penduduk apartemennya, sebelum Chaerin menempati kamarnya, kamar nomor 14 dan 15 itu ditempati oleh seorang laki-laki dan perempuan yang berasal dari Prancis.Mereka tinggal selama 2 bulan dan dikenal sangat akrab dengan penduduk apartemen.Mereka pindah ke Jepang karena urusan pekerjaan.

Tapi, karena pekerjaan mereka di pindahkan lagi ke Inggris, akhirnya mereka langsung meninggalkan Jepang dan pindah ke Inggris sampai kemudian kamar nomor 15 di tempati oleh Chaerin.Dan akhirnya kamar nomor 14 juga sudah di tempati oleh kedua namja itu.

Lalu, siapa dua orang itu ?

-TO BE CONTINUE-

Haauuh….mianhae kalo banyak typo dan banyak kata-kata gaje.Mian juga kalo alurnya galau abis -___- , hehehe
Terus…. mungkin FF ini bakal tamat sampai part 5, ato lebih ??:/ .Itu pun kalo saya masih punya banyak waktu luang + FF ini banyak yang komentar :p *eh ??*ngarep banget kalo FF ini bakalan banyak yg komen, ngimpi lu thor ! -__-*
Hehe.. tapi banyak enggaknya wateper lah yao :3, yang penting sekarang… leave your comment,ok !! kritik dan saran juga akan saya terima dengan senang hatiiii ^o^/