Author : Atikpiece

Cast :

  • Lee Chanyoung (OC)
  • Dong Youngbae

Genre : AU, Dark, Fluff, Family, dll

Rating : General

Length : Drabble or Ficlet, I don’t know ._.

Desclainer : The story and plot is mine.It’s pure from my imagination. While all the characters belong to the God ^^

“Saya tahu, Fanfic saya masih jauh dari sempurna.Jadi, jika ada salah kata, mohon dimaklumi *bow.”

…….

Lee Chanyoung’s side

Ditengah hujan yang kini tengah melanda kotaku, aku memasuki bangunan tua yang sudah lama ku tinggalkan.Aku mencium bau tanah yang menyeruak di sekitarku akibat suara gemerciknya air di luar sana.Aku meraba-raba setiap jengkal benda apapun yang masih bisa ku jangkau.Kusingkirkan segalanya, tidak peduli benda semacam apa yang menghalangiku.Karena semuanya tampak gelap.Aku hanya memanfaatkan tongkat juga instingku sebagai penunjuk jalan.Latar belakang suara hujan menambah suasana mencekam di dalam benakku.

Aku ingin menemukan sesuatu yang sangat berharga bagiku disini.Aku juga sudah lama tidak memainkannya.Aku merindukannya.Aku merindukan sebuah alat musik penyemangat hidupku.Dulu, aku pernah bermimpi untuk memainkannya di depan banyak orang karena ku tahu, meski aku memiliki banyak kekurangan, tapi aku ingin mereka melihat bahwa aku masih bisa berkarya dalam menciptakan sebuah melodi indah.

Namun, aku sudah terlalu sering mendengar mereka menghinaku karena keadaanku yang seperti ini.Mereka bilang aku hanya beruntung.Aku, seorang gadis kecil yang tidak mengerti apapun dan hanya mengandalkan kemampuannya dalam bermusik.Padahal, jika dibandingkan denganku, mereka justru lebih beruntung daripada aku.Mereka memiliki organ tubuh yang sempurna.Juga penglihatan mereka yang jauh lebih baik.Sedangkan aku….

 

…..

 

Hembusan angin malam mulai menusuk tulangku.Bibirku bergetar tiada henti.Aku menggigil meski aku tengah memakai jaket setebal apapun.Napasku memburu, dan kurasakan uap putih yang keluar dari buah bibirku.Aku tetap tidak ingin berhenti melangkahkan kakiku mencari sebuah benda yang sangat berarti.Ku ayunkan tongkatku kesana kemari sampai membentur benda keras di hadapanku.

Sepertinya aku sudah tahu benda apa itu tapi aku masih belum yakin.Aku mengandalkan rasa juga kepekaanku saat mendengar suara kayu yang menghantam tongkatku.Kedengarannya sangat mirip sewaktu aku memukulnya disaat usiaku masih sangat belia.Kupikir itu sebuah kursi kayu dengan batang penyangganya yang sudah lapuk.

Aku buang tongkatku sampai suaranya menggema di dalam ruangan ini.Tanpa merubah posisi kepalaku, kuraba-raba lagi benda yang ku yakini bahwa itu adalah sebuah kursi kayu.Tangan kiriku terasa tegang ketika aku mencapainya sedangkan tanganku yang lain meraba-raba sisi yang berlawanan.Kurasakan jemari tanganku menyentuh benda yang berjajar rapi di sampingku.Secara tidak sengaja aku menekannya hingga menimbulkan suara dentaman yang keras.Ini adalah sebuah tuts piano.Suaranya masih sama seperti dulu.Aku tersenyum kecil, akhirnya aku menemukanmu.

Perlahan-lahan aku menduduki kursi itu.Kurentangkan kedua tanganku menyentuh benda-benda itu.Aku mengandalkan setiap kelebihanku untuk menemukan sebuah nada.Instingku terlihat sangat baik.Juga keseimbangan otakku yang begitu menonjol.Jadi, aku memang mudah menggunakan imajinasiku, untuk sebuah lagu.

 

 

”When I can’t found it be myself..”

 

 

“This feeling…”

 

 

“For the reason…”

 

 

“Everybody know I can’t be perfect….”

 

 

“…It’s hurt..”

 

 

“Now I say goodbye…like this.”

 

 

“With my dream, you must smile for me, and for yourself…”

 

 

…..

TAP…. TAP…. TAP…

“… ?”

 

 

Napasku tercekat seiring dengan jemari tanganku yang berhenti melantunkan musikku bersamaan dengan imajinasiku yang tak lagi menjelajahi alamnya.Aku mendengar langkah kaki mendekat ke arahku.Suara hentakannya semakin jelas terdengar sampai ia berhenti di sampingku.Samar-samar aku bisa mendengar dia menghembuskan napas panjang.Rasa takut dan tegang menyelimuti diriku.Tubuhku berubah menjadi kaku karena kupikir dia adalah orang jahat.Sebab usiaku yang masih 13 tahun, jadi aku harus berhati-hati.

“Maaf kalau aku mengganggumu..”

 

Suaranya yang pelan terdengar begitu lembut.Aku sama sekali tidak merasakan segelintir aura jahat di dalam diri orang itu.Jika itu benar, sebaiknya aku merubah sikapku untuk lebih leluasa.

“Bisakah aku duduk di sampingmu ?”

Aku mengangguk pelan, mengiyakan.Walaupun aku tidak mengerti siapa dia, kucoba tuk menggeser tubuhku sedikit ke kanan untuk memberi jarak agar ia dapat duduk di sampingku.Sedikitpun aku tidak berani menggerakkan kepalaku.Aku hanya menundukkannya sampai rambut hitamku mengikuti arahku menunduk.Kurasakan sedikit goncangan ketika orang itu mencoba duduk di sebelahku.

“Si.. siapa kau ?”

“….aku… Youngbae..”

Youngbae ? … Nama yang bagus, pikirku.Ingin sekali rasanya aku melihat parasnya yang tidak ku ketahui.Tapi, sayang sekali karena sejak lahir,Tuhan sudah menakdirkanku untuk tidak bisa melihat siapapun orang yang ku kenal.Apa wajahnya sangat tampan seperti seorang pangeran yang ada di dalam buku cerita dongeng ? Sepertinya aku dan dia mempunyai selisih usia yang sangat jauh.Ini juga bukan suatu hal yang buruk bagiku.

“…Sebenarnya kau tidak perlu tahu ini tapi…. dia meninggalkanku dan pergi bersama orang lain.”

 

Dia mendesah dan berdecak.Pasti yang ia maksud adalah kekasih, atau semacamnya.Aku juga tidak bisa apa-apa selain mendengarkan.Karena kutahu, pasti sakit sekali rasanya sewaktu orang yang benar-benar kita cintai itu meninggalkan kita, berpaling hati mengikuti jejak orang lain.Ini bisa disebut ”pengkhianatan cinta.”

Mungkin, dia juga merasa kecewa pada dirinya sendiri.Padahal, cinta itu tidak boleh main-main.Tidak seperti boneka yang dapat di mainkan sesuka hati mereka.Menemukan cinta sejati itu memang sulit.Meski aku masih anak-anak tapi aku sedikit belajar betapa besarnya arti cinta itu.

Kurasakan hawa dingin kembali menusukku, membuat tubuhku menggigil.Aku rasa, saat ini dia sedang melihatku.Kemudian aku mendengar suara berisik sampai akhirnya dia memakaikan sesuatu padaku.Mungkin dia menyelimutiku menggunakan jaket, atau mantelnya.Senyum simpul menghiasi wajahku.Baik sekali orang ini….

 

”Maaf …. bolehkah aku memainkannya sebentar ?“

 

“Oh, tidak apa-apa.. pakai saja…“

 

“…Jadi, siapa namamu, gadis kecil ?“

 

“A..aku Lee Chanyoung..“

 

Sejenak kami berdua hanyut dalam keheningan.Dia pasti mengerti bagaimana keadaanku sekarang.Namun, walau bagaimanapun, aku merasakan suatu kehangatan saat aku berada di sampingnya, juga di saat orang itu mulai memainkan musiknya.Di kala jemari tangannya bermain pada alat musik milikku, aku tahu ini adalah sebuah bentuk pelampiasan.Ku biarkan dia bermain sesuka hatinya.Meski aku baru mengenalnya,tapi aku akan setia mendengarkannya.

 

…..

 

“Baby… jebal geuui soneul japjima..“

 

 

“Cause you should be my Lady..“

 

 

“Oraen sigan gidaryeo on nal.. dorabwajwo..“

…..

……

 

 

 

 

-END-

 

#kyaaa !! FF macam apa ini >o< *pow ! alur kagak jelas kayak begono -_-

Oke, saya pikir ini emang gaje sama kecepetan  -..- So, mian kalo banyak typo plus ini FF jeleknya minta di tampol ^^ Tapi, untuk sekarang, terserah readers mau komeng (?) apa nggak yaoo, saya juga nggak maksa XP hahaha…