Title                : 기도

Author            : Shirae Mizuka

Length           : Drabble (312 words)

Genre              : Angst, Romance

Rating             : G

Cast                   :

-Aku,

-Kwon Jiyong as Ji

-TOP as Seunghyun

Disclaimer      : Aku berhak atas cerita dan plotnya. Tidak dibenarkan segala bentuk plagiat.

P.S. Haloooo…. it’s such a loooooooong time I didn’t post anything here. Pardon me.#deep bow

Asal kau tahu, doaku tingginya melebihi harapan…

-기도-

Kala air mata tak lagi terbendung oleh kerasnya hati, saat itulah aku merasa duniaku tidak akan lagi berputar pada esok hari.

“Kalian yakin kalian hanya bersahabat?”

Aku masih mengingat saat dulu —dulu sekali— Seunghyun bertanya kepada kita. Aku… ah, kita maksudku, sama sekali tidak mempersalahkan nada menyelidik yang tergema dalam suaranya. Karena cara kita berbagi tawa, cara kita saling menggenggam tangan dan cara kita saling mengerti akan membuat siapapun menggonggongi kita dengan nada mencurigai yang sama.

Aku pernah mendengar bahwa tidak akan pernah benar-benar ada persahabatan yang murni antara perempuan dan lelaki.

Aku tidak bisa untuk tidak menyetujui hal itu.

Karena tahukah kau, di dada ini, ada debar yang mengalahkan debur ombak yang menghempas karang saat jemari kita terkait.

Karena tahukah kau rona merah yang nyaris mati aku sembunyikan kala senyumanmu tertuju kepadaku.

Karena tahukah kau, masih ada banyak hal yang tersimpan di hati wanita ini yang tidak pernah sekalipun kau tahu.

Tapi agaknya kita berbeda persepsi. Jalan hatiku berada pada lintas berbeda dengan jalan pikirmu.

“Tentu saja. Aku dan gadis ini adalah sahabat selamanya.” katamu.

Hatiku merana seketika itu. Tapi kali lain hatiku justru berdarah saat gadis itu datang di antara kita. Dan semakin berdarah saat aku tahu ia lebih dari sekadar sahabat untukmu.

Aku berharap kau akan bahagia bersamanya, Ji…

Aku mau kau bahagia meski aku tak bahagia sama sekali.

Namun hatiku diam-diam memanjatkan doa, suatu hari kau akan mengakhiri semua hal yang ada di antara kalian dan kembali kepadaku.

Dan asal kau tahu…

Doaku…

Doaku tingginya melebihi harapan.

Aku kira duniaku berhenti berputar esok hari.

Tapi aku salah. Semua hal—kecuali aku, mungkin—tetap baik-baik saja.

Hanya aku saja yang masih di sini dengan luka yang nyaris membusuk. Dan luka itu terus menungguku untuk segera kebal akan rasa sakitnya.

Doaku, kelak aku akan mati rasa.

Dan doaku tingginya melebihi harapan…

-FIN-