Title :  Especially Her [Part 1: Feeling]

Author : Dignara

Main Cast :

  • Choi Seung Hyun
  • Song Hye Rin (author’s imagination)
  • Kwon Ji Yong —di part ini mungkin belum banyak keliatan

Support Cast :

  • Bigbang
  • Main Cast’s Family

Genre : Romance, Hurt, Complicated ?

Length : Capter (Insyaallah)

Disclaimer : Sebagian dari karakter cast saya ambil dari original properties of Bigbang’s Fact dll yang didapat dari mbah Google, sebagian lagi dari imagine otak saya. Sure, this story is result of my mind. No plagiarism…

 

Maaf jika banyak kesalahan dalam membuat ff berikut. Authornya amatir ^^V

Enjoy!!

Admin note: Maaf lama saia publishnya dan posternya tidak ada .
 

POV : Author

 

——–FEELING——

SONG HYE RIN

 

“Kwon Ji Yong! Dong Young Bae! Choi Seung Hyun! Kang Daesung! Lee Seung Hyun! V.I.P ! Sa.rang.meon.ji !!!”

Gemuruh penonton yang hampir-hampir melebihi kerasnya alunan musik menggema keseluruh penjuru lapangan indoor Inkigayo Seoul. Bagaimana tidak, tiga idola mereka naik keatas panggung beserta beberapa penari latar lainnya menari mengikuti alunan lagu yang mereka nyanyikan. Penggemar mereka —yang disebut V.I.P— serentak menyuarakan Fan Chant yang sengaja mereka buat untuk menyambut nyanyian idola mereka.

“…Oneuri jinamyeon neon sarajil meonji, sarangi mwonji? Na seulpeo boindamyeon nae nunmureun yeongi chumchuneun yeongi”, suara`Taeyang yang jernih terdengar indah di bagian reff lagu.

Lalu Daesung mengambil alih perhatian, “cheoreom naeirimyeon tto amureochi anke”

Disusul Seungri,“Haruga sijakdwae neol itgosalgetjyo

Hati Hye Rin berdebar, setelah ini pasti Choi Seung Hyun, atau lebih singkatnya T.O.P akan ikut berdiri di atas panggung, menari dan bernyanyi bersama tiga vokalis boyband kesayangannya ini.

Hoksi gieokhani urideul cheoeum mannan nal sunsuhan miso gadeukhi Sauvignon Blanc…

Hye Rin senang sekali, laki-laki yang sebentar lagi berumur 25 tahun itu masih tampak cool seperti biasanya. Tampak berkarisma. Jika keadaannya terlanjur seperti ini Hye Rin pasti lupa dengan beberapa sifat konyol orang yang sedang nge-rep di atas panggung berkilauan itu. Tidak peduli, yang jelas Hye Rin sekarang serasa di surga, menikmati pemandangan yang harganya mahal sekali.

Tunggu, tunggu. Hye Rin mengedutkan dahi. Ada yang aneh dengan Rapper idola satu ini.

Sedari T.O.P naik keatas panggung, samar-samar tiga vokalis dan satu rapper lainnya, G-Dragon selalu menengok kepada T.O.P hampir setiap semenit sekali. Ada apa?

Yellow Crown bertuliskan B alias Bigbang yang dibagikan di loket tadi serentak terjatuh dari tangannya. Hye Rin berhenti bersorak. samar-samar menyadari, raut muka tampan T.O.P yang dihias dengan lensa kontak hijau tampak pucat.

Bagaimana ini? Apa penonton lain tidak menyadarinya?

Oh, Tidak! Ia berhenti menari! Tubuhnya melemas!

Ia akan pingsan!

BRUK

Seisi panggung tiba-tiba berhenti bergerak begitu saja.

“GYAAAAAA!!!!!!!!!”

Jantung ini berdentum hebat. Ia melihati sekelilingnya, ternyata ia baru saja terbangun dari atas tempat tidurnya. Degupan jantung hampir membuatnya sesak sendiri. Apa itu tadi? Cuma mimpi ya? Hye Rin segera turun dari tempat tidurnya, masih dalam kondisi bertanya-tanya tentang mimpinya.

Lagipula kenapa juga Hye Rin harus memimpikan rapper Bingu seperti dia? Hye Rin merasa tak pernah mengidolakan seorang pabo sepertinya. Di berbagai Live Talkshow TV, dia adalah member yang konyol dalam menjawab pertanyaan. Menurut Hye Rin, T.O.P itu juga dancer paling payah dalam Bigbang. Tidak mungkin jika ia menggemari seorang entertainer aneh seperti dia.

Jika di suruh memilih, Hye Rin akan lebih memilih Kwon Ji Yeong, atau yang biasa disebut G-Dragon. Selain hebat dalam rapping, Kwon Ji Yong adalah leader yang multitalent. Sebelum jadi rapper di Bigbang, ia sudah diakui sebagai seorang entertainer oleh YG Entertainment sejak umur 12 tahun! Kemampuan dancing-nya juga oke, gayanya selalu modis dan jadi tren setter di kalangan artis. Penulis lagu professional, mulai dari composing music sampai lirik lagu. Walau diakui member lain bahwa G-Dragon yang paling individualis, itu bukan masalah besar bagi Hye Rin. Pada kenyataannya dirinya sendiri juga cenderung egois dalam berbagai hal, dan dia bangga memiliki kecocokan dengan G-Dragon walau dalam sisi negatif sekalipun. Jadi tidak ada lagi alasan untuk Hye Rin mengidolakan bintang lainnya.

Srak

Hye Rin bergidik ngeri, melihat selembar kertas yang hampir kusut terselip di bawah bantal tidurnya.

‘BIGBANG ALIVE TOUR ticket VIP Class at Inkigayo Stadium…’

Hampir saja ia tak mengakui bahwa selembar tiket itu telah dibelinya di Lotte Grand Mall dengan tabungan sisa hasil tahun awalnya bekerja di rumah sakit sebagai perawat. Sebenarnya ia juga tau bahwa membeli tiket super mahal ini hanya akan membuang-buang uangnya, tetapi Bigbang, boyband gandrungan sepanjang masa-nya ini tak akan menggelar dua kali konser Mini Album Kelima mereka.

*

“Waaw! Waaw!”

“Kyaaaa! Kyaaaa!”

Kuping Hye Rin hampir saja jebol. Selama tiga jam lebih menunggu di bawah panggung, yang ia dengar hanyalah teriakan-teriakan dari para VIP lain. Apa orang-orang ini bodoh? Belum juga idola mereka tampil, mereka sudah berteriak-teriak tidak jelas

Oh, bukan. Ralat. Mereka bukan bodoh. Mereka hanya Fanatic Fans dari Bigbang, pikir Hye Rin.

Sorot lampu bergerak dengan gesitnya menuju satu pusat. Ada seseorang yang keluar dari balik panggung, disusul oleh empat orang lain. Frekuensi teriakan di sekitar Hye Rin meningkat hingga 4x lipat. Hei, apa mereka bercanda? Mereka merelakan suara mereka habis hanya untuk meneriaki lima orang yang tak akan pernah menoleh pada mereka? Jangan bercanda.

Ketika musik mulai mengalun, penonton menghening, lalu mengikuti Fan Chant yang mereka buat bersama dengan serentak. Tanpa sadar, Hye Rin mengikuti teriakan Fan Chant mereka. Serasa lebih baik daripada teriakan tak berguna selama lebih dari tiga jam.

“Wow! Fantastic Baby!”

Kelima bintang idolanya berpose unik menurut karakter mereka masing-masing, kecuali T.O.P. Hye Rin heran, apa orang itu tidak memiliki selera sebagai seorang entertainer? Lihat saja pakaiannya. Ketika seluruh member menggunakan pakaian ala hip hop yang tak berlengan, dia malah menutupi tubuhnya erat-erat dengan jaket bercorak warna-warni seperti biasa. Apa dia tidak pernah meneladani gaya leadernya? Lihat, G-Dragon sekarang sudah menari dengan lihainya diatas panggung dengan busana yang amat nyentrik. Hye Rin menyukai itu.

Dua jam berlalu dengan cepat. Bigbang sudah melantunkan sebagian besar lagu dari album Alive mereka, kecuali Sarangmeonji atau yang lebih dikenal dengan Love Dust. Salah satu dari sekian banyak lagu favorit Hye Rin karena liriknya yang begitu lembut dan berkesan.

Fan Chant terdengar lagi dari mulut para VIP. Kali ini lebih panjang daripada Fan Chant sebelumnya yang hanya mengekor pada sebagian lirik lagu itu sendiri.

Seusai reff lagu, muncul G-Dragon, dan tentunya T.O.P. Mereka melantunkan Rapp dari lagu tersebut. Tentu saja. Tetapi ada yang aneh…

Raut wajah Choi Seung Hyun berubah, terlihat lebih pucat. Mirip sekali dengan mimpi tidur Hye Rin sebelumnya. Tampaknya disana Taeyang dan Ji Yong sudah menyadari keadaan Seung Hyun, mereka menengok cemas kearahnya sekali dua kali tanpa disadari penonton lain.

Ah, apa aku sedang deja vu? Ini tidak mungkin. Ini terlalu mirip dengan mimpiku.

Hye Rin memilih untuk tetap menunggu sampai musik benar-benar berhenti mengalun. Tak ada yang terjadi. Padahal pada mimpi Hye Rin tadi malam Choi Seung Hyun langsung ambruk diatas panggung yang megah itu. Tapi apa? Semuanya terlihat baik-baik saja.

Hye Rin merasa bodoh. Kenapa dia bisa hampir yakin dengan mimpinya? Mungkin karena pada awalnya begitu mirip, sampai-sampai dada Hye Rin ikut berguncang. Lagipula bagaimana hal se-tidakmungkin itu bisa terjadi di acara yang sudah dirancang sematang ini? Pasti akan menjadi berita yang memalukan jika saja seorang rapper dari grup terkenal korea, Bigbang, harus pingsan diatas panggung. Bisa-bisa penggemar mengira pihak manajemen tidak memelihara kesehatan artisnya dengan baik.

Acara berakhir. Kelima member sudah turun dari panggung sedari tadi. Cukup puas, walau Hye Rin tak seutuhnya menikmati konser yang rencananya juga akan digelar di berbagai belahan Asia ini.

Hye Rin melangkah dari arena penonton, memasuki pintu keluar dan berencana untuk segera pulang kerumah. Entah mengapa, dia sedikit kecewa dengan mimpi semalam yang ‘berbohong’ padanya. Jika saja Tabi benar-benar pingsan diatas panggung dan hanya dia yang menyadari, dia akan segera bertindak dan menolongnya. Tetapi itu hanyalah mimpi konyol yang dialami oleh seorang anti-fan terhadap bintang yang ia rasa tak diidolakannya. Hye Rin rasa.

*

CHOI SEUNG HYUN

 

Ia tak mengira tubuhnya akan selemah ini. Sebelum konser, ia memaksa Appa YG untuk mengijinkannya naik keatas panggung yang sudah ia tunggu-tunggu sejak awal pembuatan album. Semua orang tau, sekalipun Appa YG melarang, yang bernama Choi Seung Hyun pasti akan berontak dan tetap berpegang teguh pada keinginannya. Pribadi yang keras kepala.

Selang infus ia lepas dengan paksa. Ia tidak akan menggunakan benda itu selama di panggung. Sudah beberapa hari dirinya harus diinfus karena kelelahan menepati segala jadwal yang ada setelah rilisnya album kelima Bigbang.

Sekarang otot-otot kakinya sudah melemas. Nafasnya tak terkendali. Tubuhnya serasa berat. Tangannya berpegang pada dinding berlapis marmer, berusaha keras untuk tetap berdiri.

Taeyang dan Daesung melihat keadaan Seung Hyun langsung mendekat dan mencoba menyangga tubuhnya yang benar-benar sudah tak berdaya.

“Hyeong! Hyeong! Gwaenchanhayo?” Tanya Daesung sambil menahan berat tubuh Seung Hyun dari samping.

Seung Hyun sudah tak bisa menjawab lagi. Para staff manajemen sudah berhamburan. Sebagian memanggil ambulans dan sebagian lagi sibuk mengusap keringatnya yang terus meleleh deras.

Rintihan kecil terdengar berat, kesadarannya pun kira-kira sudah tak lebih dari 3 Watt. Miris sekali melihat Choi Seung Hyun yang seperti ini. Terakhir kali Daesung melihat keadaan Hyeong-nya seperti ini adalah saat seluruh member termasuk dirinya harus dibawa ke rumah sakit karena kelelahan setelah rilisnya album Always, yang membuat mereka lebih terkenal seperti sekarang ini.

Choi Seung Hyun harus dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Setibanya di rumah sakit, dokter mengatakan bahwa Seung Hyun menderita typus akibat kelelahan. Empat member Bigbang lain baru menengoknya setelah sesi konser benar-benar selesai. Jarang sekali Hyeong mereka bisa jatuh sakit seperti ini. Kwon Ji Yong sebagai pemimpin menjadi serba salah. Harusnya ialah yang bisa mengendalikan kondisi dan kesiapan panggung dari member-membernya. Tetapi pengecualian untuk Seung Hyun. Karena ia rasa sulit sekali berbicara dengan Hyeong yang keras kepala sepertinya.

Selain itu Ji Yong sendiri bisa merasakan, bagaimana perasaan menyesal yang akan di derita Seung Hyun nantinya andai saja ia tak bisa naik keatas panggung hanya karena kondisi fisiknya.

*

SONG HYE RIN

 

Sehari setelah konser Alive Tour Bigbang. Ia jadi menyesal, kenapa saat berada di bangku paling depan dalam konser yang dibeli dengan harga mahal itu ia tidak memotret sama sekali? Walau hanya dengan kamera handphone, paling tidak uang sebanyak itu tidak menghilang tanpa sisa kenangan. Saat itu ia malah sibuk memikirkan tentang mimpinya dan kenyataan yang dialami rapper bersuara berat Bigbang. Ahh… What the hell! Hye Rin tak peduli lagi dengan perilaku anehnya saat itu.

Setelah mandi pagi, ia segera menyalakan televisi. Tentu ada gunanya. Ia tidak akan pernah meninggalkan infotainment di pagi hari.

Alangkah terkejutnya Hye Rin ketika mendengar nama Choi Seung Hyun Bigbang disebut oleh reporter Infotainment itu. Yang ia dengar sejauh ini adalah Choi Seung Hyun harus dibawa ke rumah sakit tepat setelah konser Alive Tour Seoul berakhir. Pihak manajemen hanya menjelaskan bahwa T.O.P harus menjalani rawat inap di rumah sakit karena kondisinya yang menurun drastis sejak beberapa hari terakhir akibat jadwal baik rekaman, syuting, latihan, dan CF yang padat.

Hah? Jadi, apa itu membuktikan bahwa mimpiku itu benar-benar terjadi walau dengan cara yang berbeda?

By the way, semalam tadi Hye Rin mengulang mimpi buruknya tentang T.O.P. Hanya saja versi ceritanya berbeda, yaitu rapper TOP masuk sebuah rumah sakit yang Hye Rin rasa familiar dengan dirinya. Disana juga ada seorang perempuan yang Hye Rin pikir sangat mirip dengan TOP, dan seorang gadis lagi. Jadi totalnya ada dua gadis disekitar Choi Seung Hyun.

Hye Rin memutar bola matanya. So? And then? Memang kenapa jika ada dua orang perempuan yang terlihat sangat akrab dengan rapper T.O.P? Apa itu masalah?

Kakinya melangkah menuju kamar mandi. Menata pakaian seragam serba putih dan memasukkannya kedalam tas bersama peralatan sehari-harinya. Pagi ini bekerja, masih banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Tidak ada cuti untuk seorang paramedis.

Tidak mau ambil pusing (lagi) dengan mimpi-mimpinya. Toh itu hanya bunga tidur.

*

CHOI SEUNG HYUN

 

“Eomma, tidak lelah?”

“Uh, Seung Hyun. Kau terbangun? Ani. Bagaimana denganmu? Gwaenchanhayo?” Tanya Eomma Seung Hyun dengan nada yang sangat lembut.

“Nan gwaechanha,” Jawab Hyun lemas. Sudah dua hari ia terbaring di ranjang pasien VVIP ini. Appa YG takut, kalau saja beberapa wartawan yang memburu berita tentangnya akan mengganggu hari-hari istirahatnya.

“Kau tidak menjaga kesehatanmu dengan benar” ucap Eomma dari balik dinding sambil mengaduk sepanci kecil sup krim untuk Seung Hyun. “Kau sudah 25 tahun, masih saja seperti bocah kecil” lanjutnya, sembari terkikik kecil.

Seung Hyun mengalihkan perhatian. “Aissh, Eommaa, aku lapaar…” katanya dengan nada manja. Sejujurnya Seung Hyun senang sekali bisa melihat eomma tersayangnya disini setelah hampir setengah tahun ia tak pernah —atau lebih tepatnya tak sempat— menengok keadaan eomma dan eonnie-nya di rumah.

“Tunggu sebentar,” Eomma sudah menyajikan semangkuk sup hangat diatas nampan lalu disuapkannya pada Seung Hyun. Seung Hyun menyukai ini, sup krim dan yanggeng buatan eomma yang begitu manis dilidahnya.

“Eomma”

“hm?”

“Noumu noumu noumu bogoshiptaeyo~” Kata Hyun lagi-lagi bernada manja, kali ini dengan memonyong-monyongkan mulut yang mau tak mau membuat eomma-nya terkikik geli

“Ah, kau ini… makanya, carilah seorang gadis, Hyun” Ucap Eomma tiba-tiba, menghancurkan suasana hangat yang barusan dibangun oleh Seung Hyun.

Seung Hyun tak menjawab. Eomma sendiri pasti tau alasannya.

Seung Hyun tak suka membicarakan gadis, apalagi pacaran bahkan pernikahan. Dulu waktu masih remaja Seung Hyun memang tergila-gila sekali dengan gadisnya, tapi setelah berpisah, Seung Hyun seperti tak tertarik lagi dengan gadis manapun.

“Dia akan menemani bagaimanapun kesibukanmu” jelas Eomma sambil menyendokkan supnya ke mulut Seung Hyun yang sudah membuka lebar, “Ji Yong saja sudah punya kekasih”

“Tetapi Ji Yong Yeojachigu itu juga sama entertainer sepertinya, di 2NE1. Eomma tau kan? Sandara Park. Merekapun juga sudah lama berpisah”

Eomma tidak bisa mengelak. Masih terdiam, terlihat berpikir keras dalam upaya membujuk anak laki-lakinya satu ini.

Grek

Pintu kamar terbuka. Keduanya kaget, mengira ada wartawan infotainment atau semacamnya yang telah menguping pembicaraan mereka. Ternyata bukan. Hanya seorang suster dengan beberapa kantung infus, komplit dengan ekspresi kaget terperangah melihat seorang member boyband idola korea yang sedang naik daun terbaring bersama wanita tua berkulit putih.

“Emm, Annyeonghaseo” Ucapnya gugup.

Eomma sudah tersenyum lembut “Silahkan,”

Suster itu segera mengganti perlengkapan rumah sakit Seung Hyun. Suasana menghening untuk beberapa saat sampai seorang gadis masuk tanpa permisi ke dalam ruangan mereka.

“SEUNG HYUN!!” teriaknya tiba-tiba membuat Eomma dan suster tadi terlonjak kaget.

Seung Hyun tak banyak bereaksi. Ia hanya tersenyum simpul menatap gadis manis yang sudah berlari tergesa kearahnya.

“Ommo, gwaenchanhayo? Kau sakit? Kau yang seperti ini tampak lucu sekali, Hyun! Hihi” oceh si gadis gemas sambil mengacak-acak rambut Seung Hyun yang tak lagi berwarna hijau seperti di panggung. Kelakuannya membuat suster tadi diam-diam melongos.

“Yaa! Yoon-ssi, hentikan!” Seung Hyun berusaha menangkis tangan jahil gadis itu, walau tampaknya ia senang jika dibegitukan (?)

“Aishh, wajahmu memerah tau…” goda gadis itu dengan tatapan penuh sindir.

“benarkah?” tanya Seung Hyun dengan ekspresi polos.

“Bogoshipo, Hyun-a!” Ia malah mencubit-cubit pipi Seung Hyun yang padahal sama sekali tidak cute #plak

“Hei, hentikan! Aku ini pasien rumah sakit! Aku sedang sakit!” gerutu Seung Hyun melontarkan ekspresi kesal sok cute —jurus andalannya.

“Really? Uh, so sorry” Kata si gadis masih dengan ekspresi gemas layaknya menonton bayi kecil bertingkah lucu (??)

“Uh, permisi” Sela suster tadi yang tanpa sadar masih saja berdiri diantara kehangatan —atau dimata suster tadi lebih disebut ‘keromantisan’— dari ketiga orang itu. Eomma yang sedari tadi asik menonton juga baru menyadari keadaan suster.

“Ne. Gamsahamnida…”

*

SONG HYE RIN

 

Apa? Benar-benar, ini bukan mimpi kan?

Hampir saja Hye Rin mengira dirinya belum bangun dari tidurnya. Tetapi setelah ia mencubit pipinya sendiri, ia percaya bahwa ini bukan mimpi.

Banyak pertanyaan bermunculan di otaknya, berkat berbagai kenyataan mengejutkan yang ia peroleh dalam kurun waktu kurang dari satu jam terakhir.

Pertama, Rapper Bigbang bersuara berat yang tempo hari ia lihat performennya di konser Alive sekarang berada di sini, di rumah sakit ini, terbaring tepat di depan mata Hye Rin beberapa menit yang lalu.

Kedua, T.O.P yang ia tau tidak akan pernah nyaman dengan makhluk yang disebut ‘perempuan’ itu bisa akrab sekali dengan dua orang perempuan di sekitarnya.

Ketiga, Hye Rin tau bahwa wanita keriput yang duduk disebelah T.O.P tadi pasti adalah ibunya. Tetapi yang satunya? Yang datang tanpa permisi dengan sifat yang membuatnya risih sendiri itu. Kenapa rapper TOP tampak sangat akrab dengannya? Yoon-ssi? Siapa dia? Hye Rin belum pernah melihat dia sebelumnya di dunia entertainment.

Keempat, tentang mimpi Hye Rin. Sungguh, mimpi tidur Hye Rin seperti meramalkan apa saja yang akan terjadi esok hari. Sejak kapan ia memiliki kemampuan menerawang masa depan orang —apalagi artis ? Sulit dipercaya.

Boleh saja Hye Rin tidak mempercayai mimpinya tentang TOP beberapa hari yang lalu. Tetapi kali ini? Kali kedua ia bermimpi tentang TOP Bigbang dan sama seperti sebelumnya, dimana inti cerita benar-benar mirip dengan apa yang akan terjadi keesokan harinya. Bagaimana Hye Rin harus mengategorikan hal ini? Apakah musibah? Atau anugerah?

Kira-kira apa lagi yang akan terjadi besok?

*

CHOI SEUNG HYUN

 

Cuaca sedang tidak cerah, Seung Hyun memandang langit dari kaca. Suntuk juga jika tiga hari harus berdiam diri di kamar. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar, walau sekedar untuk membeli air mineral.

Lift yang ditumpanginya sedang kosong, hanya ada dirinya, sampai seorang suster dengan tas ransel masuk tanpa menekan tombol lantai tujuan. Tampak aneh, sayangnya Seung Hyun tak mau memandangnya. Suster tersebut tampak gugup, menyadari seorang bintang sedang berdiri di sampingnya.

Grek Grek… Grek

Ruang lift serasa bergoncang. Seung Hyun berpegang pada dinding. Cepat-cepat dia menekan tombol pembuka pintu, tetapi lift tersebut tak kunjung membuka. Mau tak mau akhirnya ia menengok pada suster yang berada di sampingnya. Sama seperti suster yang waktu itu datang ke kamarnya bersamaan dengan datangnya Yoon Eonnie.

Sudah lebih dari sepuluh menit mereka terjebak disana. Ketika Seung Hyun menengok pada suster tadi untuk kesekian kalinya, si suster hanya balas menatapnya takut.

Mata Hyun terbelalak tidak karuan, melihat seragam putih mini yang dikenakan suster disampingnya. “Eh, Eh! Tidak! aku jamin hal buruk tak akan terjadi diantara kita! Aku bisa jamin itu!” Sangkal Seung Hyun sebelum gadis itu berpikiran buruk tentangnya(?!) Bagaimana tidak, mereka sekarang terjebak di dalam lift yang entah kapan akan terbuka. Hanya berdua!

Suster itu selalu diam. Kadang menunduk, mungkin karena canggung. Sementara Seung Hyun sendiri sudah berusaha menendang-nendang pintu lift —yang pastinya tak akan berpengaruh apapun pada takdirnya.

Ponsel! Seung Hyun langsung merogoh kantong-kantong saku yang menempel pada pakaiannya. Tetapi nihil. Ia lupa meletakkan ponselnya tadi di laci kamar pasien.

“Hm, permisi, noona. Boleh aku meminjam ponselmu? untuk mengelaurkan kita dari sini” tanyanya sambil menekan-nekan tombol emergency yang tak berfungsi.

Ponsel flip keluar. Sialnya, tak sebatangpun sinyal tertera di layarnya.

“Jweisonghamnida. Tidak ada sinyal disini. Oh, dan juga, nae ga ‘nuna’ rago malhajima, umur saya tidak lebih tua dari anda”

“Memang berapa umurmu?” tanya Seung Hyun, tidak lagi menggunakan bahasa formal.

“22 tahun.”

Hening untuk beberapa saat. Keduanya merasa bodoh. Seung Hyun berpikir mengapa dirinya tadi memanggil gadis itu dengan ‘nuna’, padahal jelas-jelas dia tampak lebih muda darinya. Sementara suster itu juga menyesal kenapa mau-maunya dia menjawab pertanyaan bodoh di situasi seperti ini?

Menutupi rasa malu, Choi Seung Hyun kembali menendang-nendang pintu lift sekuat tenaganya, sampai dia merasa lelah.

“Sudahlah! Kau hanya akan menghabiskan tenagamu” tandas suster itu.

Sepertinya ada masalah dengan sambungan listrik. Kamera CCTV dan tombol Emergency tidak berfungsi. Lampu ruang lift tiba-tiba juga padam, membuat keadaan diantara mereka semakin menegangkan saja.

Tubuh Seung Hyun terkapar diujung dinding. Lemas, kepayahan. Sementara oksigen diruang sempit ini semakin menipis. Dengan penerangan ponsel, suster tadi mengeluarkan beberapa peralatan yang sempat ia masukkan kedalam ransel.

“Hei, kau” panggil Seung Hyun tiba-tiba “kau ini stalker ya?…”

“Apa? Ti..tidak! a…aku—”

“Apa rencanamu? Bahkan kau sudah mempersiapkan ini sebelumnya. Menjebakku, lalu berusaha menjadi penolongku?” Tuduh Seung Hyun seenaknya sambil memandangi penerangan yang mengarah pada sebotol air mineral dan kaleng oksigen.

“Terserah sajalah. Yang jelas aku bukan stalker mu! A.. aku hanya perawat biasa yang kebetulan saja membawa peralatan medis”

“Siapa namamu?” tanya Hyun terengah-engah karena kehabisan nafas.

“…Rin, mm, Song Hye Rin” jawab suster itu terbata-bata.

Hye Rin memberinya sebotol air mineral dan bantuan oksigen dari kaleng. Walau sebenarnya dirinya sendiri juga merasakan sesak, tetapi musisi ini adalah seorang pasien. Hye Rin harus mendahulukan pasien.

“pakailah,” kata Choi Seung Hyun beberapa menit kemudian sambil memberikan kaleng oksigen. Dengan segera Hye Rin memakainya.

Ketika Seung Hyun menatap ponsel Hye Rin dan tertera sebatang kecil sinyal di layarnya, Hyun langsung menelepon sembarang nomor, “tolong, kami terjebak di lift. Segera kirimkan bantuan…”

Mendengar suara lemas itu Hye Rin langsung melepas oksigennya dan memberikannya pada Seung Hyun.

*

POV : SONG HYE RIN

 

Akhirnya kami benar-benar keluar dari lift yang terjebak diantara lantai dua dan tiga. Lift berhenti karena kota Seoul dilanda gempa ringan untuk beberapa saat yang lalu. Sambungan listrik juga terputus. Jika sudah begitu sinyal ponsel pasti nol.

Kasihan juga melihat Choi Seung Hyun yang seperti itu. Terakhir kali aku melihat wajahnya begitu pucat, kekurangan cairan dan oksigen karena kami sudah terjebak di lift itu selama 5 jam.

Sesungguhnya aku sudah tau dengan apa yang akan terjadi hari ini. Lagi-lagi berkat mimpi tidurku. Jika saja aku tidak bangun kesiangan tadi, aku akan menghalau Choi Seung Hyun supaya tidak pernah menaiki lift itu. Sayang sekali, aku terlambat. Kulihat dia sudah tepat berada di dalam lift. Aku tak bisa berpikir lagi. Ada perasaan kuat dalam diriku untuk masuk, menyelamatkannya.

Walau sebenarnya aku ingin mengatakan tentang apa saja yang kutau padanya —agar ia tak berpikir bahwa aku ini seorang stalker, penguntit, atau sebangsanya yang sengaja ingin membahayakan nyawa hanyak untuk bisa berdiri di dekatnya— Tetapi tidak bisa, tidak mungkin. Aku akan terlihat bodoh. Hal ini terlalu konyol dan sulit untuk dimasukkan kedalam logika.

Apa aku akan berkata ‘aku kemari karena aku dapat mengetahui keadaanmu disini berkat mimpi tidurku tentangmu’ ? Sungguh gila!

Saking gilanya aku, sampai-sampai aku berhalusinasi. G-Dragon Bigbang sedang berjalan, melintas tepat di depan mataku. Tidak hanya G-Dragon, aku juga membayangkan Taeyang, SeungRi, dan Daesung Bigbang berjalan cepat menuju kamar VVIP 034

VVIP 034, kamar Choi Seung Hyun. Ah! Aku tidak sedang berhalusinasi! G-Dragon memang sedang berada di sini! Di tempatku berdiri sekarang ini!

POV SONG HYE RIN – END

*

To be Continued

 

Maaf, ceritanya aneh ya? Hehe #malusendiri

Jika sudah membaca ceritanya dari awal sampai akhir, Please leave a comment