poster by : mbah gugel

Author : chanyb

Title : GG

Cast(s) : Kwon Jiyong and ***

Genre : humor, friendship

Rating : G

Length : Ficlet

Disclaimer : Plot dan ide cerita milik saya ^^

=====>>


Entah kenapa menunggui seorang Kwon Jiyong di depan pintu kamar mandi merupakan hal yang paling kunantikan. Karena…mungkin aroma segar yang menguar dari tubuh pria berperawakan…hmmm, agak kurus. Kubilang agak, yah, karena kini dia telah berisi meski belum memiliki 6 cetakan coklat di perutnya.

Belakangan, dia sering pulang larut atau bahkan tak pulang samasekali. Sangat menyebalkan saat membuka mata tapi, tak mendapati dirinya di sebelahku. Haaah… seandainya dia mengerti ucapanku. Seperti aku mengerti ucapannya. Kau tahu, aku sering meneriakkan kata-kata rindu. Tentu saja dengan caraku dan secara ajaib ia bakalan menanggapi teriakanku juga dengan caranya, “apa kau lapar?” Aish, Apa dia pikir duniaku hanya berputar mengitari makanan? Sial!

Tuhan. Semoga malam ini dia menyapaku. Ah, tidak. Cukup tersenyum. Ya, cukup begitu saja agar aku tahu bahwa ia masih menganggap kehadiranku. Apakah permintaanku terlalu berlebihan dan membebani-Mu? Tidak, kan? Aku berjanji tidak akan meminta apapun lagi hari ini.

Pintu bewarna putih di belakangku mendadak terpentang lebar, disusul sosok Jiyong–hanya handuk kecil saja yang melingkar di pinggangnya. Apakah aku suka melihat pemandangan ini? Tidak juga. Aku lebih suka melihat si pria sok sibuk itu tertidur pulas. Dia terlihat seperti bocah dan lagipula cuma disaat ia terlelap aku bisa leluasa menjilati wajahnya.

Jangan menatapku seakan-akan aku ini sinting. Percayalah, aku masih waras saat melakukannya. Ini memang kebiasaanku, Jiyong pun tahu. Bukankah cara mengekspresikan rasa cinta itu berbeda-beda? Aku juga menantikan hari dimana kami makan bersama kemudian tertidur di pangkuannya sambil mendengar ia berceloteh ; bersenandung kecil atau hanya sekadar memperhatikan ia mencorat-coret kertas kosong. Tetapi sekarang, Jiyong mulai sibuk dalam dunia hiburan. Di malam ulangtahun pun dia masih bekerja dan barangkali mengadakan pesta bersama sahabatnya. Sedangkan aku? Yah, aku yang dengan bodohnya menunggui ia pulang dan saat dia pulang aku malah disambut bau alkohol. Bukan pelukan hangat. Aku benci ini! Dan seorang Kwon Jiyong tahu pasti mengenai hal itu.

Seraya memasukkan kaos longgar melewati kepalanya Jiyong berjalan mendekati ranjang. Lalu mengempaskan tubuhnya tanpa memedulikanku. Aku bersumpah tak akan mendekati dia terlebih dahulu. Aku kesal dan cemburu! Hei, jangan pikir aku tak tahu apapun. Aku sudah melihat fotonya bersama yang lain–sangat mesra. Kau pun bakalan cemburu kalau berada di posisiku.

AKU MARAH… AKU JUGA TIDAK MAU MAKAN… TIDAK MAU MANDI… TIDAK MAU BERMAIN LAGI BERSAMAMU Lalu… Hei, lihat aku! Aku menumpahkan segala amarah, berteriak tidak jelas di hadapannya.

Mendengar ocehan absurdku, Jiyong lantas bangkit. sementara aku mendengus sambil membuang muka.

“Kau kenapa? Kau lapar, ya?” Ia berbicara dalam suara serak.

Ck, harus berapa kali kukatakan : aku mau pertanyaan yang bervariasi. Apa dia tak mengerti? Ah, dia memang tak akan mengerti. Betapa perbedaan itu sangat menyakitkan.

“Kau marah, ya? Apa kau tidak merindukanku, huh?” Aku menoleh malas-malasan seolah tak berminat.

“Hei, apa kau tidak merindukan pria tampan ini, huh?… Gaho?” Apakah dia menyebut namaku? Aku tidak salah dengar, kan? Terserah, aku salah dengar atau tidak. Yang jelas aku menyalak penuh gairah. Sebagai jawaban atas pertanyaan Jiyong. Kemudian tanpa pikir panjang aku menghambur ke pelukannya. Walau aku peliharaannya tapi, banyak gadis yang menginginkan posisiku. Jangan berbohong kau salah seorang dari mereka, kan? Baiklah, maaf saja nona-nona, kalian tidak bisa.

.
.
.
.
.
.
-Udahan Dulu Yaw –
Selamat ulangtahun INDONESIA Selamat Ulangtahun Kwon Leadeh & Selamat hari Raya Idul Fitri \(^o^)/

Betapa mesranya :3