The Stalker and The Hairdresser

Author : Uty  a.k.a “tukang_bacaFF” (@YM_yuliamukti)
Casts   : *Kwon Ji yong
*Park Chan Gi (OC)
*and others………
Length : Oneshot
Genre  : Romance, friendship
A/N     : FF ini asli bikinan aku, no bashing!
Oya, numpang promosi blog baru nih : ourbigbangfanfiction.blogspot.com
Tulung dibaca terus difollow ya /(_ _)\. Maaf kalo isinya baru sedikit sama masih jelek. Maklum baru pertama kali bikin FF sama belum tau caranya ngehias blog #BOW.

*Happy Reading*


Tap……tap…tap.
Aku melangkah pelan menuju sebuah ruangan besar dan penuh oleh kanvas, cat, balok kayu, dan banyak lagi. Kulihat ada seseorang sedang mencorat coret kertas dihadapannya. Wajahnya tampak serius namun sesaat kemudian senyum cerah terukir diwajahnya.
“Nah, sudah selesai!” senyumnya semakin lebar.
Saking terpananya, aku tidak menyadari kalau aku menggeser pintu ruangan itu. SREET.
“Nugu seyo?” tanyanya kaget. Aku langsung berlari menjauhi ruangan itu.
Tanpa yeoja sadari, namja yang di stalknya tadi tersenyum sambil bergumam, pasti dia lagi.

Hhhh…………. selepas insiden kecil tadi, aku langsung kabur keluar sekolah.
Ketika aku melewati sebuah kubangan air, aku menghela napas..
“Seperti bumi dan langit” gumamku lalu melangkah lagi.
Seperti bumi dan langit. Begitulah komentar orang-orang mengenai aku dan Kwon ji Yong. Namja mungil yang tampan, stylish, dan mempunyai banyak teman. Tidak seperti aku. Yeoja kecil-kurus yang jelek, berkacamata, dan kuper. Sebenarnya aku menyukainya. Dia adalah orang yang pertama kali kukenal ketika masuk Academy ini. dia yang mengajak berkenalan duluan.
“Kwon Ji Yong,WS Junior High School” katanya sambil mengulurkan tangannya.
Belum sempat aku membalas tangannya, dia sudah ditarik oleh dua yeoja centil yang entah darimana rimbanya.

Kau sudah baca flashback-ku tadi, kan? Iya! Para yeoja centil itulah yang membuatku minder, mereka selalu mengataiku “Unpretty Girl”,”Stalker”,dan  sebagainya.
Ne……aku memang tidak cantik. Aku saja sadar diri, kok u.u. Lagi pula, mana mungkin namja semacam Ji Yong akan menyukai yeoja sepertiku-nggak harus suka, sih. Cukup akrab saja :p.

Hari ini, seperti biasa. Aku berangkat sekolah sendirian. Sampai di sekolah, aku langsung naik ke kelasku. Di kelas, masih sepi. Baru dua orang yang datang, aku dan……………………omo! Ji Yong! Tapi, sebelum aku memasuki kelas. Aku mengintip dia sedang memotong rambut barbie sambil bersenandung.
“Kau membawa barbie?!” pekikku kelepasan. Ji Yong langsung menoleh kearahku dengan tatapan kaget lalu menyembunyikan barbienya.
“A…apa kamu sudah melihatnya?” tanyanya gugup.
“Sudah, hampir semuanya” jawabku sambil mendekati bangkunya.
“Jangan dilihat!” elaknya. Tapi terlambat, aku sudah menarik boneka itu. Barbie itu cantik sekali walau hanya mengenakan baby doll putih, rambutnya pendek berwarna navy blue dan ungu. Di sisi samping rambutnya dikepang kecil lalu dihiasi bunga besar.
“Aigoo~~~, cantik sekali!” kataku sambil membelai rambut barbie itu.
“Kau suka?”
“Sebenarnya aku tidak terlalu suka barbie, sih. Tapi ini cantik sekali! Memangnya kamu ingin jadi hair stylist?” tanyaku.
“Iya! Kalau kau mau, aku bisa mendandani rambutmu” tawarnya sambil tersenyum.
“Aish! Untuk apa? Aku begini saja sudah jelek, apalagi rambutku di utak-atik!”
“Percayalah kau pasti cantik jika mendapat secercah masterpice dariku” jawabnya usil. Sambil memutar-mutar gunting. Tak lama kemudian, murid-murid yang lain berdatangaan-termasuk yeoja-yeoja rese itu-_-.
“Aku tidak percaya apa yang kulihat!” seru Kim Eun Sae, salah satu anggota yeoja rese.
“Kyaaaaaaaaa! Ji Yong oppa, apa kau baik-baik saja? Aduh! Hei, Stalker! Kau apakan Ji Yong oppa kami?!” pekik Park Eun Ni, yeoja berambut ikal (hasil salon seharga puluhan ribu won) lalu menatap sebal kepadaku. Aku diam saja meski dalam hati ingin saja kulawan mereka.
“Ahni, Park Chan Gi tidak melakukan apa-apa. Dan kenapa kalian histeris begitu?” tanya ji Yong kalem. Semua terdiam lalu duduk di bangku masing-masing. Duo yeoja rese itu duduk sambil ngedumel. Yes! Aku menang!.
Tiba-tiba secarik kertas menubruk kepalaku. PLUK!. Aku segera membuka kertas itu. Ada tulisan:

Tunggu aku sepulang sekolah. Kita bertemu di gerbang depan

See Ya! ^^V

Ji Yong

Aku tersenyum membacanya. Aku membalas suratnya lalu berusaha melempar kearahnya.Tapi…………………
“Seonsaengnim, Park Chan Gi melempariku dengan kertas~~” kata Kim Eun Sae manja sambil melirik licik ke arahku. Anak itu…..URGGH! @##$%&&%%*!!!!

Sepulang sekolah, aku menunggunya di depan gerbang. 1 menit….2 menit…..hingga berlalu 5 menit. Akhirnya dia datang juga sambil berlari.
“Mianhae, tadi aku dikejar-kejar oleh mereka lalu…lalu….lalu….hahh…hahh…hahh…” dia bernapas cepat. Kusodorkan minumku, dia langsung menyambarnya dan meminumnya. Tunggu dulu! Minum satu botol…………..(>/////<;)
“Gomawo, minumannya. Ayo cepat!” tariknya menuju bukit belakang sekolah (kok malah kaya doraemon ya? O.o).

Aku baru pertama kali kesini. Disini indah sekali. Aku bisa melihat seluruh kota S dari sini. Aku berteriak.
“Aigoo~~, bagusnya!!!!”. Ji Yong tersenyum lalu mengambil beberapa benda dari tasnya. Ada gunting, sisir, cermin,dan sebuah gulungan kertas yang misterius.
“e-ri wa” kata Ji Yong sambil melambaikan tangannya. Aku segera kesana.
“Duduk disini” katanya.
“A…apa yang akan kamu lakukan?” tanyaku.
“Tentu saja merubah style mu!” serunya sambil mengacungkan gunting.
“Sudah diam saja. Aku yakin hasilnya pasti bagus” katanya sambil menggunting rambutku sedikit demi sedikit. Aku hanya bisa diam. Malu? Senang? Dua perasaan itu menjadi satu sekarang.
tak terasa setengah jam habis untuk memangkas rambutku yang entah hasilnya akan seperti apa.
“Sudah selesai” katanya sambil menyerahkan cermin.
Omo! Ini aku? Beda sekali!
“Cantik……” gumam seseorang di belakangku
“Hm? Apa kau bilang tadi?” tanyaku kaget.
“Eh!..e….Ahni! aku tadi bilang……………Bagus! Ya! Bagus, kan hasil tanganku?” sanggahnya sambill tersenyum garing.
“Oh, ne~ gomawo….” jawabku pelan. Aku kira dia memuji. Ternyata………………-_-“
“Ah! Aku harus pergi sekarang! E……eum….eommaku pasti sedang menungguku sekarang! D…..d….ddo manayo!” teriaknya sambil berlari.
“Ddo manayo…..”

Esok paginya, kelasku sudah ramai. Semua berkerumun di depan papan tulis.
“Lihat! Itu pacar baru Ji Yong!” seru salah satu namja.
“Tidak tahu malu! Beraninya dia mendekati Ji Yong!” teriak Park Eun Ni sambil mengacungkan sebuah foto. Omo! Itu yang kemarin!
“Iya! Merasa dia seperti Sandara 2NE1 saja!” sambung  Kim eun Sae. Semua menyoraki ku sambil mengatakan sesuatu yang tidak jelas aku dengar.
“Iya, kemarin aku melihat mereka bermesraan di bukit belakang sekolah!” teriak salah satu namja teman Ji Yong.
“Ji Yong dan Chan Gii~ Di bawah pohooon~”
PLAAK! Namja yang menyorakiku terjatuh dan di depannya ada sesosok berwajah merah. Entah marah atau malu.
“Apa-apaan kalian ini! Aku dan Chan Gi hanya berteman!” teriak Ji Yong.
“Tapi aku melihatmu berduaan dengan Chan Gi kemarin!” semuanya mengangguk.
“A….aku…aku hanya memotong rambutnya! Apa itu salah?” elak Ji Yong.
“Jadi………rambut itu hasil karya Ji Yong?” kata Kim Eun Sae sambil menjambak rambutku.
“Hen……..hen…..ti…kan……..” bisikku sambil kesakitan.
“Aku tidak peduli. Hei, kamu! Ambilkan gunting!” teriak Kim Eun Sae sambil menunjuk seorang yeoja. Ketika guntingnya menyentuh rambutku, aku berteriak.
“HENTIKAN, PABO! MENJAUH DARIKU!” sambil menyambar gunting itu. Rambutku terpotong sedikit.Kim Eun Sae terjatuh, dia meringis kesakitan. Aku berlari keluar kelas. Aku menangis, hanya ini satu-satunya ikatanku dengan Ji Yong. Dan rusak karena seorang yeoja bergunting dan sok!.

Aku masih menangis sesegukan di pinggir lapangan. Aku mendengar seseorang memanggilku.
“Chan Gi! Park Chan Gi!” teriak orang itu, Ji Yong. Aku memalingkan muka dan tetap menangis.
“Hei, kenapa kau menangis?” tanyanya sambil mengelus kepalaku.
“Mianhae…”
“Hm? Mianhae?”
“Mianhae……………karena aku, model rambut buatanmu jadi rusak karena aku…… ” isakku
“Gwaenchana, boleh aku liat?” katanya sambil memagang rambutku.pelan.
“Oh…ini tidak apa-apa. Aku masih bisa betulkan untukmu” katanya sambil tersenyum. Omo! Jangan liat senyumnya Chan Gi…..(>.<)
“Oh ya. Aku punya sesuatu untukmu” katanya sambil merogoh tasnya. Lalu memberikannya padaku.
“Huh? Gulungan kertas?” tanyaku heran.
“Buka dan lihatnlah” katanya. Aku membuka gulungan itu. Seorang yeoja sedang tertawa. Model rambutnya sama sepertiku. Tunggu, i…itu AKU!. Aku menoleh ke Ji Yong. Tiba-tiba Ji Yong memelukku.
“aku tidak peduli rambutmu panjang atau botak, bagus atau jelek. Saranghae Chan Gi-ah.  Saranghae…………” katanya berbisik.
“Na do saranghae, Ji Yong oppa” jawabku

“Sekarang bagaimana?” tanyaku bingung.
“Bagaimana apa?, ya sekarang kamu ini yeojachingu-ku” jawabnya sambil tertawa.
“Bukan itu, maksudku bagaimana kita masuk kelas? Aku malu sudah teriak sekeras tadi” kataku sambil malu-malu.
“Ya masuk saja. Kita bisa beritahu semua orang tentang hubungan baru kita” katanya nakal.
“Aish, kau ini!” kataku gemas sambil memukul pundaknya pelan. Dia terkekeh.
“Hehehehe, kalau begitu bagaimana kalau kita ke bukit lagi? ” katanya jahil sambil mencium pipiku. Aku membulatkan mata lalu berlari menyusul Ji Yong.
“Dasar Ji Yoooooooooong!!!”

-Fin-