TITTLE : GIRL WITH BLACK VIEL

AUTHOR : ZULAIPATNAM

GENDRE : ROMANCE

LEGHT : ONE SHOOT

RATING :  [PG 13] / G (General | Semua Umur)

CREADIT SONG : ST 12 (BIARKAN AKU JATUH CINTA)

CAST :

  • KANG DAESUNG | BIG BANG
  • LEE SEUNG HYUN | BIG BANG
  • OFC (Original Female Character / Han Soo Woo)
  • And Other

DISCLAIMER

A/N: oh iya, jikalau ada bahasa inggris yang salah, dimaklumi yah. Soalnya saya jawa medok gag begitu mahir bahasa inggris. Itu aja pakek translater. Heheheh, need your koment dan mohon di kasih tahu jika ada yang gag cocok dalam ff ini. makasih. Ini ff pure dari imagi saya, tapi jika ada kemiripan didalamnya saya minta maaf, mungkin saja saya lupa jika pernah membaca cerita seperti itu dan saya tuangkan dalam ff ini. Dan FF ini juga pernah saya post di page FB ‘Exo Fanfiction’ dengan cast member Exo, namun di FF ini sedikit saya rombak sana-sini. Trimakasih perhatiannya. Mumpung masih hawa-hawa idhul qurban, saya bikin ff-nya agak islami. Ciey…

>>> STORY <<<

~ First Sighn ~

Mata Dae Sung tertuju pada titik kecil di hadapannya, tangan bebalut deker putih yang mengacung-acungkan papan nama kecil bertuliskan ‘we love BIG BANG’ tersebut terus mengusiknya. Membuatnya berkali-kali kehilangan konsentrasi Karena harus mengintai keberadaan gadis tadi, entah mengapa dia merasa begitu tertarik terhadap gadis tersebut. Dae Sung bahkan sempat mengalami suara sumbang hanya karena hal tersebut. Hingga konser tersebut berakhir, Dae Sung ternyata masih terbayang-bayang pada gadis tadi. gadis yang sangat menarik baginya, diantara kerumunan fans, hanya gadis itu mungkin yang mengenakan jilbab berwarna hitam. Barang yang jarang ia temui dan lihat dikehidupannya sehari-hari.

“manager ingin bertemu denganmu.”

Suara Ji Young membuyarkan lamunannya akan gadis tadi.

“ada apa?.”

Dae Sung mencoba mencari keterangan. Ji Young mengedikkan bahu.

“cepatlah kesana. Manager kelihatannya sedang tidak baik.”

Dae Sung bergegas, dia menanggalkan jaket konsernya yang berwarna hitam mengkilat dan berjalan cepat.

“kenapa kau tidak konsen tadi?.”

Pertanyaan itu menampar Dae Sung seketika saat bertatap muka dengan sang manager.

“mianhae.”

“kata maaf tidak cukup, Dae Sung. Kau tahu akibat ulahmu itu, semua situs hiburan dan blog-blog pribadi dipenuhi kritikan akan tindakanmu tersebut.”

Dae Sung terlihat tidak percaya. Bagaimana bisa brita seperti itu beredar begitu cepat. Melihat ketidak percayaan anak buahnya, sang manager menyodorkan ipad yang sedari tadi ia pegang pada Dae Sung.

‘aku tahu kalau boy band tidak berkualitas pasti akan menunjukkan ketidak mampuannya’

‘penampilan apa itu, suara sumbang dan tampang yang buruk, depak saja Dae Sung dari Big Bang’

Dan banyak kalimat tidak menyenangkan yang tercantum disana.

“mereka pasti anti fans Big Bang.”

Tanggap sang manager ketika melihat air muka Dae Sung yang sangat keruh.

“ini adalah pelajaran bagimu, Dae Sung, kau tahu banyak fansmu diluar sana, tapi kau juga harus tahu jika antifansmu tidak kalah banyaknya. Kesalahan kecil seperti yang kau perbuat seperti tadi bisa mengakibatkan fatal seperti ini didunia hiburan. Maka dari itu lebih berhati-hati dan berkonsentrasilah.”

tidak merespon, dia masih menunduk mengecek kalimat demi kalimat yang menghina dirinya. Tidak pernah terfikiri olehnya jika kurang konsentrasi di panggung dapat membawa dampak begitu besar seperti saat ini. Apa lagi jika hal seperti ini disebabkan oleh seorang gadis yang bahkan tidak ia ketahui asal usulnya.

“aku tidak akan menyalahkanmu. Tapi aku akan mengingatkanmu Dae Sung. Jika kau punya masalah katakan saja padaku.”

Tepuk manager pada pundak Dae Sung sembari melenggang pergi.

++++++

~ Thinking Her ~

“We Love BIG BANG.”

Itulah yang diingat Dae Sung, semalaman dia memikirkan gadis tersebut. Gadis berjilbab hitam dengan papan kecil ‘we love BIG BANG” itu ternyata sangat menghantuinya. Bahkan mampu meramaikan dunia hiburan.

Seung Ri yang teman sekamar Dae Sung waktu itu menghampiri. Dia melempar bantal terlebih dahulu untuk menarik perhatian temannya itu.

“jangan melamun hyung.”

Ucap Seung Ri cekikikan. Dae Sung menghela nafas berat, meraih bantal yang sudah dilemparkan dongsaengnya kemudian memeluk bantal tersebut.

“aku tidak melamun.”

Elak Dae Sung begitu datar.

“kalau kau tidak melamun lalu sedang apa?. Berimajinasi?. Huh?.”

Goda Seung Ri, maknae satu ini memang terkadang sangat mengesalkan.

“aku memikirkan gadis di konser tadi.”

Mata Seung Ri membulat. Dia merangsek semakin mendekat ketika mendengar kalimat barusan.

“gadis apa?.”

Selorot Seung Ri begitu penasaran. Dae Sung memukul bibirnya sendiri, merasa bodoh karena penyakit blak-blakannya kumat.

“ayolah…, jujur padaku, hyung!.”

Tuntut Seung Ri.

+++++

~ Impact From Girls With Black Viel ~

“buat sebuah cover mash untuk menarik perhatian fans dan public!.”

Tekan manager, Dae Sung merasa jika itu sangatlah tidak masuk akal.

“aku member dari grup idola papan atas di negeri ini, manager. Mana mungkin mengeluarkan sebuah cover mash.”

Tolak Dae Sung mentah-mentah.

“kau bisa menyanyikan lagu dari Big Bang sendiri, nyanyikan bagian yang kau sukai dan unggah di akun youtube mu.”

Dae Sung menghela nafas. Sebegitukah dampak dari suara sumbangnya di atas panggung beberapa hari yang lalu. Dia kini mulai merasa jika fans korea Selatan terlalu berlebihan.

“Dae Sung…”

Sebuah panggilan lirih menyergap Dae Sung, ia mendongakkan wajahnya menatap sang manager yang memanggutkan kedua jarinya di dagu.

“kau merasa malu?.”

Pertanyaan itu menohok hati Dae Sung, apa ekspresi itu terpampang jelas diwajahnya?.

Perlahan Dae Sung mengangguk, dia tidak membuka mulut karena takut mengatakan kalimat yang salah.

“tapikan itu semua kesalahanmu?. Kenapa kau malu?.”

Kembali pertanyaan managernya menohok hati.

“aku hanya berusara sumbang, ini baru pertama kali manager!.”

Sedikit Dae Sung mencoba membela diri, terbukti memang ini kali pertama Dae Sung bersuara sumbang. Dia tidak terima jika disudutkan. Sang manager mengangkat alisnya, senyum kecut terpampang jelas. Meremehkan.

“lantas jika ini pertama kali aku tidak boleh memarahimu?. Begitu?.”

Ini pertanyaan jebakan.

“bagaimana jika suara sumbangmu itu terus-terusan muncul setelah kejadian ini?, dengan cara apa kita meredam komentar netizen di internet. Kau sudah membaca komentar mereka bukan?, lalu setelah aku melihat semua komentar itu dan kau merasa tidak mau disalahkan aku harus apa?. Mengatasi segala masalah sepeleh ini hingga mati!.

Aku tidak akan melakukannya Dae Sung, oleh Karena itu, kau sekarang disudutkan untuk membenahi kesalahanmu tersebut. Suaramu itu bagus, sangat bagus malahan, jika fans mengetahui kau bersuara sumbang mereka akan mulai sedikit demi sedikit berfikir jika kau selalu lypsing. Kau mau dicap menjadi artis lypsing?.”

Dae Sung menggeleng seperti anak anjing bodoh. Dia sedikit menyadari kesalahannya.

“Maka dari itu, sekarang ini. sebelum masalahnya mengembang dan kau dikecam para anti fasn Big Bang, lebih baik jika kau mulai menarik perhatian para fans dan public dengan mengeluarkan cover mash yang ciamik.”

Selesai sudah celotehan manager, Dae Sung tercengang dengan pemikiran jauh kedepan managernya. Tidak terbesit sama sekali didalam otak Dae Sung jika suara sumbangnya akan membawa dampak begitu jauh. Suara sumbang karena gadis berjilbab hitam.

++++++

~ Clue ~

2 hari kemudian.

Masih berkonstrasi dengan lagu apa yang harus ia nyanyikan, Dae Sung memutar segala mp3 dari semua lagu faforitnya. Ia merasa jika ini bukanlah hal yang buruk, menyanyi cover mash bisa ia lakukan dengan baik, bahkan jika lagu yang ia pilih bagus. Itu akan memberi nilai plus pada diri dan grupnya. Dari lagu barat hingga mandarin Dae Sung coba perdengarkan. mencari yang pas dan pas hingga ia menguap karena mengantuk.

PING

Dentingan kecil dari layar monitornya menandakan jika sebuah email masuk.

“siapa yang mengirim email malam-malam begini.”

Fikir Dae Sung garuk-garuk kepala.

>HanSW@xxxx.com<

Sekali klik Dae Sung telah membuka pesan elektrik tersebut.

This beautiful eye too see your

This feel soaking up your love

This soul jar your soul

This heat men break your heart

And let i on you

keep a million my expectations on you

This feel honest to you, won’t stop

until i am dead even

 

let I fall in love

 

my charm on view while we meet

 

let I to try

not care you says to want or not

ST 12 – Let I Fall In Love.

‘Saya dengar kamu akan membuat sebuah cover mash, hanya rekomendasi jika kamu bersedia menyanyikan lagu ini. We Love BIG BANG.’

Satu kalimat terakhir. Membuat Dae Sung tertegun di depan monitornya, sempat dia berfikir jika kalimat itu adalah umum adanya, mana mungkin hanya satu orang yang menggunakan kalimat ‘we love BIG BANG’ untuk mengekspresikan.

“ah. Pasti bukan dia.”

Tegas Dae Sung pada dirinya sendiri.

++++++

~ Second Sighn ~

“aku akan menyanyikan St-12 dengan Let I Fall In Lovenya, kurasa.”

Ungkap Dae Sung tidak yakin, dia mengedikkan bahu diakhir kalimatnya. Merasa jika lagu itu bukanlah yang terbaik namun sungguh memikatnya, dia begitu ingin men-cover mash lagu tersebut. Bukan karena segi nada, lirik, atau teknik didalam lagu tersebut. Melainkan rasa penasaran yang timbul dari si pengirim email.

“kenapa kau memilih lagu tersebut?. Aku bahkan tidak pernah mendengar nama penyanyinya.”

Heran sang manager mengecek lembaran kertas berisi lirik yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa inggris beserta not-not lagunya.

“lagu itu berasal dari penyanyi Indonesia. Nama grub bandnya St 12, mereka band papan atas disana. Liriknya bagus dan cara bernyanyi penyanyinya serta nada melayu yang kental sangatlah jarang didengarkan oleh orang Korea. kurasa dengan ini semua kita bisa merenggut perhatian para fans.”

Tegas Dae Sung, namun meski nadanya sangat yakin ada secuil ketidak yakinan dalam hatinya. Dia ingin menyanyikan lagu ini hanya karena ebel-ebel ‘We Love BIG BANG’ tersebut. Tidak lebih sebenarnya.

“ehm…, bagus juga pendapatmu. Tapi sekali lagi aku bertanya, apa kau yakin dengan lagu ini ?”

Tekan manager begitu terasa. Dae Sung mengedikkan bahu, dia menarik lembaran kertas berisikan lirik lagu tersebut dari meja manager, mencengkram kertas tadi dan beranjak dari kursi.

“aku harus memikirkannya lagi.”

Terang Dae Sung begitu dingin, dia bahkan tidak memberikan salam ketika meninggalkan sang manager yang masih terdiam. dia kembali merasa bimbang, perasaan itu kini mendominasi. Sungguh gila jika Dae Sung terjerat dalam masalah ini hanya karena gadis berjilbab hitam yang ia pandang sekali di konsernya beberapa waktu lalu. Dan kini dia memilih sebuah lagu untuk menentukan cover mash hanya karena sebuah kalimat kecil yang sangat umum di kalangan VIP. Dae Sung merasa dirinya sangatlah bodoh dan begitu muda terlena. Dia mencengkram lembaran lirik lagu tersebut, berjalan gontai menuju lift, dia berencana keluar gedung untuk mencari udara segar.

Kali ini Dae Sung duduk sendirian di bawah temaran lampu neon taman, dia memandang kelangit, mencoba menghitung bintang dia tak sampai, mendung menghantui diatas kepala. Hingga pada akhirnya suara khasnya melantun tanpa diminta. Bait demi bati dari St 12 terdengar begitu rapi dan indah, dibeberapa bagian Dae Sung coba mengganti nada untuk menyamakan suaranya.

Lagu yang menggambarkan keterlenaan seorang anak manusia pada jiwa yang sangat ia kagumi. Hingga dirinya tidak lagi memperdulikan apa jiwa yang membuatnya terlena itu bersedia menerimanya, dia menjadi egois hanya untuk membiarkan dirinya jatuh cinta.

Begitulah kira-kira inti dari lagu yang Dae Sung nyanyikan. Usai menyanyikan lagu, kembali Dae Sung berkonsentrasi pada langit. Dia mengelu karena bintang tidak menampakkan dirinya.

Tik

Tik

Tik

Setetes dan tetes selanjutnya, menyentuh tanah meninggalkan noda yang cepat hilang. Dae Sung mendesis kesal, dia bangkit dari bangku taman, menyembunyikan kertas-kertas liriknya kedalam baju dan berlari kencang.

“butuh tumpangan?.”

Tawaran itu menghentikan langkah lari Dae Sung, dia memandang kesumber arah.

“anda butuh tumpangan?.”

Tawar si gadis kembali, kali ini dia mendekati Dae Sung yang melongo terdiam, melindungi pria itu dari rintikan hujan yang mulai intens.

Dengan tampang bodoh, Dae Sung mengangguk.

“rumahmu dimana?.”

Tanya gadis itu membuka percakapan, kini Dae Sung yang memegang payung, keduanya berjalan begitu santai dibawah hujan malam kota Seoul, melewati pertokoan dan jalan raya menuju kawasan dorm BIG BANG.

“aku tinggal di XXX.”

“kalau begitu tempat tinggal kita tidak jauh.”

Ungkap gadis tadi girang.

“memangnya tempat tinggalmu dimana?.”

“ aku tinggal di asrama universitas XXX.”

Serasa mendapatkan durian runtuh, kembali Dae Sung melihat gadis pembawa papan ‘We Love BIG BANG’. Gadis yang tanpa ia minta menawarinya payung dan mengantar pulang.

+++++

~ It’s Song For You ~

“terimakasih tumpangannya.”

Dae Sung melambaikan tangan pada gadis tadi, dia merasa sangat bahagia bukan kepalang hari ini.

“kau mau mampir?.”

Tawaran itu keluar dari mulut Dae Sung beberapa menit kemudian. Si gadis hanya menggeleng lembut.

“kau mau kuantar pulang?. Tunggu disini sebentar, kuambil motorku.”

Titahan Dae Sung yang sangat cepat diikuti lari kecil menuju kedalam apartemen membuat si gadis melenggang pergi tidak memperdulikan.

“dari mana saja kau ini?.”

Sungut manager mengacak pinggang. Dae Sung tergagap ditempat, dia memutar-mutar tubuhnya mencoba mencari alasan.

Mata tajam sang manager menangkap aneh pada balik baju Dae Sung.

“apa itu?.”

Tunjuk manager. Dae Sung kebingungan, dia mengikuti arah tunjuk sang manager dan menemukan secarik kertas yang menyembul dari balik bajunya.

“ah…., ini lirik dari St-12 tadi, manager. Saya keluar untuk menghafal liriknya dan mencari nada yang pas.”

Dae Sung kini terlihat begitu gugup, dia berjingkat untuk segera masuk kedalam dorm dan mengambil kunci motornya. Namun sang manager terlihat tidak menangkap sinyal kegusaran dari Dae Sung, dia malah dengan tak acuhnya mengajak Dae Sung untuk menuju apartemennya dilantai atas.

“tap  tapi…., manager…”

“sudahlah!. Ini untuk meredam artikel-artikelmu.”

Pasrah, Dae Sung menurut, sudah cukup masalah yang ia timbulkan akibat suara sumbang.

“aku sudah memikirkannya.”

Putus sang manager dengan tangan di tumpuan.

“memikirkan apa?.”

Alis Dae Sung terangkat.

“kau akan menggunakan lagu tersebut sebagai cover mash. Dan, … Seung Ri mahir menggunakan piano bukan?.”

Dae Sung mengangguk.

“kalau begitu cover lagunya dengan instrument piano dari Seun Ri. bukankah itu akan menambah nilai plus bagimu dan BIG BANG. Fans akan mengatakan BIG BANG di penuhi oleh penyanyi yang multi talent .”

++++++

Youtube hari ini ramai, baru beberapa menit di lempar sudah hampir 1 ribu viewer yang menyaksikan cover mash St-12 ‘Let I Fall In Love’. Mereka semua terpukau dengan suara Dae Sung yang begitu alami, ditambah lagi kecepatan dan kemahiran jemari Seung Ri dalam menekan-nekan tuls piano.

“this is song for you. Girl with Black’s Viel.”

Kalimat itu segera memunculkan berbagai spekulasi di dunia maya. Kalimat penutup dari cover mash Dae Sung sungguh menggetarkan hati para VIP, mereka segera berkomentar dan mulai mencari informasi. Begitu cepatnya pergerakan fans korea untuk menemukan segala tentang idola mereka.

++++++

~ Girl With Black’s Viel ~

“kau harus melihat cover mash dari Dae Sung, Soo Woo-ah!.”

Seorang gadis menyodorkan hp tabletnya kearah Soo Woo –nama koreanya- dengan brutal, memaksa gadis itu untuk menyaksikan video dari seorang pria berambut putih platinum dengan temannya yang hampir gundul. Soo Woo mendesah bosan, dia memalingkan wajah kepada temannya dan menggeleng.

“aku harus belajar, Ga In-ah.”

Komentar Soo Woo malas. dia mengembalikan Hp temannya Ga In, konsentrasi gadis itu kembali tertuju pada buku tebal yang ia pangku.

“kau ini sangat menyebalkan. Bukankah kita sudah pernah melihat konser Boy Band ini, tapi kenapa kau sama sekali tidak tertarik.”

Kesal Ga In frustasi. Soo Woo menghela nafas.

“aku kesini untuk belajar dan mendapatkan gelar S1-ku, Ga In. aku pergi ke korea bukan untuk bersenang-senang dan menikmati artis yang dimiliki negara kalian. Aku kesini untuk B-E-L-A-J-A-R.”

Ga In tercengang mendengar penuturan Soo Woo.

“Azzahra Bin Syafi’i.”

Ga In memekikkan suara tinggi,  memanggil nama asli dari Soo Woo. Gadis asal Aceh-Indonesia itu mendelik menanggapi hal tersebut.

“dia menyanyikan lagu dari St-12. Lagu yang kau sarankan di emailnya, setidaknya lihatlah dulu video ini.”

Mata Soo Woo semakin mendelik, dia tidak menyangka dengan kejadian ini.

“jadi emailku dibaca oleh artis itu?.”

Dengan bodohnya Soo Woo bertanya pada Ga In.

++++++

~ if I love you, will you love me ~

Seung Ri bergegas mendekati Dae Sung yang merebahkan tubuhnya diatas ranjang.

“kau harus melihat ini!.”

Pekik Seung Ri.

“apa?.”

Pertanyaan malas yang terlontar dari bibir Dae Sung.

“kau mencari pengirim email itu bukan?. Aku menemukannya.”

Tegas Seung Ri bersemangat, dia menunjuk-nunjuk laptopnya yang memampangkan seorang gadis berkerudung tengah tersenyum denga gaya jari ‘v’.

“bagaimana bisa?.”

Celetuk Dae Sung bersemangat, dia beranjak cepat dari ranjangnya. Merangsek mendekati layar laptop.

“benar!. Dia gadis berkerudung hitam itu.”

Selorot Dae Sung begitu girang, dia sangat senang bukan kepalang. Bahkan segera Dae Sung melihat kumpulan foto dari gadis tersebut di akun Twitternya.

“bagaimana bisa kau mendapatkan info mengenai gadis ini?.”

Tanya Dae Sung masih dengan mata berbinar-binar menyaksikan kumpulan foto disana.

“tentu saja dari alamat email. Kau itu yang sangat gaptek, hyung. Makannya tidak bisa melakukan apa-apa kecuali bernyanyi. Cih.”

Sungguh hinaan yang teramat keji, namun kali ini Dae Sung membiarkan dengan alasan balas budi.

“hey, kita bisa mengundang gadis itu untuk datang di acara jumpa fans kita nanti. Bagaimana?.”

Ide dari Seung Ri sungguh membuat hati Dae Sung berjingkat, dia dapat bertemu kembali dengan si kerudung hitam. Jemari lincah Seung Ri segera mengetikkan beberapa kalimat yang berisi undangan pada si gadis untuk datang lewat mention di tweeter dengan tanda. Dae Sung . Seung Ri melepaskan jemarinya dari keyboard, dia merasa telah berjasa untuk membantu hubungan hyungnya.

“kau sungguh menyukainya?.”

Lirih pertanyaan itu keluar dari mulut Seung Ri akhirnya, dia begitu terusik untuk tidak menanyakan hal tersebut. Dae Sung mengangguk cepat.

“apa alasannya?.”

“tidak ada alasan. Aku mencintainya tanpa syarat, hanya itu.”

“memangnya dia mau menerima cintamu?.”

“….”

++++++

~ Meet And Greet BIG BANG ~

Berjubel dan berteriak, itulah gambaran singkat jumpa fans saat ini. beribu fans yang menyebut diri mereka VIP saling berjubel menginginkan dirinya dahulu yang mendapatkan bagian bumbuhan tanda tangan atau jika beruntung mendapat kesempatan foto bersama.

“jika beruntung, dia akan berada di kerumunan fans kita.”

Bisik Seung Ri memberi semangat pada hyungnya, menyadari dukungan dari dongsaengnya, Dae Sung mengangguk mantap.

“fighting.”

Serunya pada Seung Ri.

Mereka duduk berjejer, melayani beribu fans dengan berusaha memamerkan senyum dan keramah tamahan meski itu berat. Hingga kerumunan sudah mulai menipis, Dae Sung melirik pada Seung Ri.

“belum menemukannya?.”

Dae Sung menggeleng.

silyehamnida. Can I take picture with you?.”

Pertanyaan itu membangkitkan semangat Dae Sung, dia mengangguk dan berdiri dari duduknya. Bergaya sebagus mungkin dan….. klik. Satu foto digital telah tersimpan.

“kau sungguh hebat Dae Sung, oppa. Aku tahu suaramu sangatlah bagus, suka suka suka suka. Kalau boleh tahu siapa gadis berjilbab hitam itu?. aku akan mendukungmu oppa.”

Komentar dari fans yang sangat membangun bagi Dae Sung, dengan telaten Dae Sung menanggapi satu demi satu pertanyaan dan komentar dari fasn-fasnya. Hingga akhirnya Seung Ri menangkap gambaran yang mereka cari sedari tadi.

Hyung…! Hyung…! Hyung…!”

Pekik Seung Ri mencoba menyadarkan Dae Sung pada sebuah titik. Dae Sung yang masih melayani fans tidak mengidahkan.

“HYUNG!”

Kembali Seung Ri tidak putus asa.

“wae?.”

Sungut Dae Sung akhirnya.

“itu!.”

Telunjuk Seung Ri menunjuk pada seorang gadis yang tengah bertukar senyum dengan Ji Young. Gadis berbusana rapi warna kuning dan jilbab pashmina berwarna senada yang ia model sedemikian rupa.

“itu satu-satunya gadis yang berkerudung di acara jumpa fans ini.”

Celetuk Seung Ri mencoba menyadarkan Seung Ri. Gadis itu masih menunduk untuk bercakap-capak singkat bersama Ji Young. Hingga saat dia mengangkat kepalanya, membenarkan jilbab yang ia pakai, Dae Sung kembali merasakan sensasi Dingin dan ringan di tubuhnya. Lagi.

+++++++

~ Love You Girl with Black Viel ~

Giliran gadis tadi mendekatinya, Dae Sung menyiapkan selembar kertas kecil untuk diberikan pada si gadis.

“hello…”

Sapa Dae Sung ramah, gadis tadi tersenyum simpul.

“hello, Kang Dae Sung.”

Gadis itu memicingkan mata untuk membaca kartu nama yang terpampang di belakang kursi Dae Sung.

“oh. Jadi anda yang bernama Dae Sung.”

Ucap gadis tadi begitu bersemangat, Dae Sung merasa dirinya terhina. Bagaimana bisa gadis dihadapannya sama sekali tidak mengenali dirinya, sementara dia harus bersusah paya menghadapi masalah hanya karena kesalahan suara sumbang karena terus-terusan memperhatikan dirinya saat konser waktu itu.

“ya.”

Jawaban Dae Sung sungguh terdengar kecewa.

“saya suka video anda saat menyanyikan lagu St-12.”

Puji si gadis sungguh bagaikan suntikan tenaga bagi Dae Sung, dia membusungkan dada dan memamerkan tampang sombong.

“tentu saja, karena lagu itu untukmu. Gadis dengan jilbab hitam.”

“ya. Saya tahu itu, anda menyebutkannya di akhir penampilan. Sangat bagus.”

“lagu itu untukmu, gadis dengan jilbab hitam.”

Kembali Dae Sung mengulang kalimatnya. Si gadis kini tersenyum bingung.

“ulurkan tanganmu!”

Pinta Dae Sung tiba-tiba. Seung Ri yang mengetahuinya hanya diam memperhatikan. Si gadis hanya menurut. Dae Sung memberikan lipatan kecil kertas yang telah ia siapkan, meletakkannya diatas telapak tangan si gadis.

“jangan di buka saat kau berada dihadapanku!.”

Pinta Dae Sung lembut.

oke. Whathever, boleh saya mengambil foto dengan anda?.”

Dae Sung mengangguk, dia berdiri dan memosisikan dirinya agar dapat terlihat di kamera.

thank you.”

Ungkap si gadis senang. Dia kini melangkah menuju tempat Seung Ri dan seterusnya. Hingga barisan beakhir dan gadis itu mulai teringat akan kertas dari Dae Sung. Ia membuka lipatan tersebut dan mendapati kumpulan kata yang membentuk kalimat. “Let I Fall In Love. Girl With Black Viel.”

Segera gadis itu membalikkan tubuhnya, menatap tidak percaya pada Dae Sung yang ternyata masih memperhatikannya. Dengan tampang tidak percaya gadis itu menatap Dae Sung lekat.

“WE LOVE BIG BANG.”

Dae Sung mempraktekan kegiatan gadis itu saat konser, berteriak-teriak ‘We Love BIG BANG’ sambil mengayun-ayunkan papan kecil. gadis itu membulatkan matanya, mencoba mengorek kenangan dan dia terkejut. “lagu itu untukmu, gadis dengan jilbab hitam.” Lagu itu benar-benar untuknya, bukan hanya sebuah kalimat.

Mata beribu fans dan kamera tertuju pada tingkah bodoh Dae Sung yang terliha seperti tengah begoyang dengan kedua tangan diatas beserta bibir yang bekomat-kamit. ‘WE LOVE BIG BANG.’ Hal itu segera membuat kamera menyorot kegiatan Dae Sung, tak luput kemana tatapan mata Dae Sung mengarah dan gadis itu terkena imbasnya.

“apa dia gadis berkerudung hitam itu?.”

Gemuruh bagai dengungan lebah segera memenuhi area jumpa fans.

Tidak memperdulikan keramaian itu, Dae Sung masih saja tidak melepaskan kontak matanya pada sang gadis. Gadis berkerudung hitam yang telah memanggut hatinya tanpa syarat apapun.

>>> TAMAT <<<