Title: I Feel You
Author: SeungRa
Cast:
  • G-Dragon / Kwon Jiyong
  • Kiko Mizuhara
  • TOP / Tabi
  • Daesung
  • Taeyang / Young Bae
  • Seungri
  • And other ~
Genre: Roman
A/N: oke, sebelumnya mungkin karena super sangat jarang (atau malah ga ada) yang bikin FF GD-Kiko, maka aku bikin duluan. mungkin ada tapi dengan Kiko bukan sebagai tokoh utama. nah disini aku bikin Kiko jadi salah satu tokoh utama. anyway please jangan bash aku karena aku pake cast Kiko ya -_-v karena aku suka Kiko walaupun banyak yang ga suka dia u_u btw enjoy ya ceritanyaa :3
twitter: @sarah4june

Gelap.. semua tampak gelap. Seperti berada dalam ruangan tak berdinding. Aku menyusuri ruangan itu. Namun aku tak menemukan dinding untuk menyandarkan tubuhku. Kemudian aku melihat sebuah titik kecil terang di depan sana. Ku ikuti titik itu. Dan ternyata titik cahaya itu berubah menjadi besar dan muncul sebuah pintu raksasa. Terbuka. Jelas saja karena rasa penasaran yang sangat besar, aku masuk ke dalamnya. Ah salah, ini lebih seperti keluar dari ruang gelap melalui pintu besar itu. Ada taman yang indah. Rumput hijau dan bunga bunga. Ini terlalu indah untuk Seoul. Dan oh- ternyata aku tidak sendiri. Gadis manis dengan gaun terusan manis berwarna putih sedang duduk diatas bukit di dekat tempatku berdiri.
Gadis itu, aku tak pernah melihatnya sebelumnya. Namun aku merasa seperti pernah mengenalnya. Rambutnya pendek, bob. Matanya bulat, jernih. Bibirnya tebal dan penuh.  Ku akui, gadis itu memiliki wajah yang sensual dan aura kharismatik yang berbeda dari wanita-wanita cantik yang pernah ku lihat sebelumnya.
Aku berjalan perlahan menuju ke arahnya. Entah kenapa semakin aku mendekatinya, senyuman di bibirku semakin lebar seakan tak bisa ku kendalikan. Ada rasa bahagia yang terbesit di hatiku. Tiba-tiba gadis itu menoleh, mungkin dia akhirnya menyadari keberadaanku.
“Jiyong-san?”
Badanku terguncang. Perlahan kesadaranku berkumpul. Mataku pun terbuka.
“Ya! Jiyong Hyung! Bangun!”
Cuma mimpi?
“Aiiish hyung! Mau sampai kapan kau tidur? Setelah ini kau kan harus memikirkan tentang album solomu tahun depan! Kau sudah ada konsep albumnya?” Aku mendongak ke arah Seungri yang cerewet itu. Kemudian mataku menyusuri seluruh ruangan. Oh aku tertidur di ruang rekaman..
“Dimana Teddy hyung?” Tanyaku. Seungri kemudian melompat duduk di sofa tempatku tertidur.
“Molla, tadi aku melihatnya di lift. Aku tidak menanyakan tujuannya. Sepertinya kau kurang istirahat hyung” Seungri memperhatikan wajahku dengan mata pandanya itu. Ku balas tatapannya dengan tatapan cuekku. Seungri mengerjapkan matanya, semacam salah tingkah mungkin.
“Jangan melihatku seperti itu”
“Ha? Eh? Wae? Harusnya aku yang bilan gitu padamu, hyung!” Aku terkekeh. Kemudian beranjak dan pergi meninggalkan si magnae yang makin kebingungan.
Eh tadi aku sepertinya bermimpi sesuatu ya? Hmm.. coba ku ingat-ingat lagi mimpinya… Ruangan gelap.. pintu besar.. dan gadis berambut pendek yang sepertinya pernah ku kenal.. namun aku tidak pernah melihatnya sebelumnya.. siapa gadis itu?
Ah sudahlah, toh itu cuma mimpi. Kembali ke dunia nyataku yang sibuk dan melelahkan.
**
Aku membuka mataku perlahan. Langit biru yang luas dan gumpalan awan besar yang terlihat dimataku. Oh, aku sedang berbaring. Dimana aku sekarang ? Seingatku, aku sedang berbaring di ruang rekaman seperti biasanya.
“Ah, kau sudah bangun Jiyong-san?” Aku langsung beranjak duduk ketika melihat gadis berambut pendek yang pernah aku lihat sebelumnya telah duduk manis disampingku sambil memeluk lututnya dan tersenyum kearahku.
“Ah, Kiko-chan ne?” Kataku. Entah darimana aku bisa tau namanya. Hanya hal yang terlintas kemudian terucap tanpa ku pikirkan. Tapi sepertinya aku tidak salah. Gadis itu tersenyum manis padaku dan mengangguk kecil seperti anak kecil.
“KIko-chan, kita sedang berada dimana sekarang?” Tanyaku sambil melihat ke arah kiko yang menatap kedepan sambil menikmati sepoian angin yang menghempas lembut wajah dan rambutnya.  Walau sudah mendengarkan pertanyaanku, Kiko tidak langsung menjawabnya. Ia tetap menatap lurus kedepan.
“Sayang sekali kau melupakan tempat ini, onii-san.. dulu kita sering sekali kesini..” Jawab kiko tanpa menoleh ke arahku. Ada sedikit kesedihan dari raut wajahnya.
“Ah lihat! Awan itu mirip Cicyo!” Raut wajah Kiko berubah menjadi sangat antusias. Jarinya menunjuk ke awan besar yang bentuknya seperti kucing. Aku tertawa kecil.
“Kau tidak berubah, Kiko-chan. Masih menjadi catwoman..” Kataku seakan-akan telah mengenalnya sejak lama. Kiko tersenyum-senyum sambil masih memperhatikan awan itu. Aku menggeser badanku agar bisa duduk lebih dekat dengannya. Kemudian Kiko menyandungkan sebuah lagu. Aku tak mengenal lagu itu. Iramanya sangat indah. Sayangnya tak berlirik.
“Itu lagu siapa, Kiko-can?” Tanyaku tertarik. Kali ini Kiko menoleh ke arahku sambil tersenyum kecil. Aku merasa seperti ada sesuatu yang akan meledak keluar. Perasaan yang seperti itu yang selalu kurasakan jika melihat senyumnya dikembangkan.
“Jadikan irama lagu itu menjadi sebuah lagu yang indah ya!”
Belum sempat aku mencerna apa yang ia katakan, aku merasa badanku seperti ditarik keluar dari tempatku duduk sekarang. Kemudian mataku terbuka. Dan sekali lagi aku menyadari kalau tadi itu hanyalah mimpi. Namun kenapa senyata itu?
Aku beranjak duduk. Dan benar saja. Aku tertidur di ruang rekaman seperti biasa. Namun tidak ada yang membangunkanku sekarang. Dahiku berkeringat. Sedikit pusing.
“Jiyong-ssi, kau sudah menemukan konsep untuk album barumu?” Suara Tabi Hyung sedikit mengagetkanku. Ia masuk dan duduk di sampingku.
“Molla hyung. Mungkin tentang kerinduan.. Atau perpisahan.. ” Jawabku asal. Tabi Hyung kemudian beranjak dari duduk dan berjalan menuju ke lemari besar yang diatasnya terdapat figure figure tokoh kartun milik Daesung.
“Bukankah itu konsep yang sudah biasa di pasaran?” Kata Tabi hyung sambil menggapai figure gundam. Kemudian meniupnya pelan, sehingga debu-debu berterbangan membuat Tabi Hyung sendiri batuk batuk kecil. Aku terkekeh melihat kebodohannya.
“Ya itu memang konsep pasaran, tapi mungkin aku akan membuat music yang unik sehingga tidak terlihat pasaran walaupun konsepnya sudah umum..” Jelasku. Tabi Hyung mendengarkan tanpa mengalihkan perhatiannya pada figure gundam berdebu itu. Ia mengambil sapu tangan di sakunya, kemudian membersihkan sela sela kecil di figure tersebut.
“Baiklah selamat berjuang!” Tabi Hyung berjalan riang sambil keluar dari ruangan rekaman. Kemudian terdengar suara jeritan-jeritan kecil Tabi Hyung dari luar ruangan memanggil Daesung dengan suara beratnya. Nah pasti mereka berdua akan berbuat onar setelah ini.
Aku terkekeh pelan. Ya duniaku benar-benar rusuh. Ah iya tadi aku memimpikan gadis itu lagi. Aku seperti banyak mengenalnya. Kalau tidak salah namanya kiko-chan. Terdengar seperti tokoh anime dan manga. Aku seperti mulai mengenalnya. Jadi gadis ini menyukai kucing. Dan ah iya, dia gadis jepang sepertinya. Dia memanggilku “onii-san”. Mimpiku makin tidak bisa dimengerti. Apa aku akan bermimpi tentangnya lagi jika aku tertidur? Aku harap begitu.
**
“Jiyong hyung! Kau melamun?” Lamunanku buyar ketika Seungri menepuk bahuku. Tabi hyung, Young Bae dan Daesung yang sedang duduk di depanku ikut bertanya Tanya dan menatapku heran. Aku hanya menatap mereka sebentar, kemudian kembali melahap ramen instanku.
“Jiyong, kau tidak apa-apa?” Tanya Young Bae padaku. Aku hanya mengangguk sambil menghabiskan  ramenku.
“Kau tidak mau memakannya?” Tanyaku sambil menunjuk ramen Tabi Hyung danYoung Bae.
“Haaiissh jangan rakus!” Tabi hyung dan Young Bae akhirnya meneruskan makan ramennya sambil tersenyum. Daesung menuangkan teh dingin untuk dirinya sendiri dan Seungri.
“Aaah hyung, kenyaaang” Kata Seungri setelah minum segelas teh miliknya.
“Aku masih lapar..” Keluh Daesung.
“Buat saja ramen instan lagi..” Sahutku.
“Jangan! Ramen instan tinggal satu bungkus untukku!” Jawab Tabi Hyung.
“Ya! Hyung, itu mi instan bagianku!” Kata Seungri.
“Apa kau bilang? Itu milikku! Kau kan sudah menghabiskan bagianmu tadi!”
“Aiiish itu milikku hyung!” Dan kemudian terjadi perebutan hebat sebungkus mi ramen instan antara Tabi Hyung dan Seungri. Bae, aku dan Daesung hanya bisa terkekeh melihat perdebatan tidak penting itu.
Aku melihat ke arah Young Bae yang sedang membuang sampah bungkus mi ramennya. Kemudian terlintas dikepalaku untuk menceritakan mimpiku kepadanya.
“Young Bae, apa kau pernah bermimpi tentang satu orang yang sama di tempat yang sama berturut-turut?” Tanyaku. Young Bae yang tadinya sedang berdiri kemudian duduk dihadapanku sambil meminum segelas teh dingin.
“Sepertinya tidak pernah.. Aku selalu melupakan mimpi-mimpiku..” Jawabnya. Aku menghela napas.
“Kau bermimpi sesuatu?” Tanyanya. Aku terdiam dan bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut. Entah kenapa aku ragu untuk menanyakannya. Seperti ingin menyimpannya sendiri.
“Ah sebentar, ada telpon. Yang jelas mi ramen terakhir itu milikku!” Kata Tabi hyung lantang sambil meninggalkan perdebatan kepemilikkan mi ramen instan murah itu dengan seungri. Seungri cemberut, kemudian Daesung malah menggodanya.
Tabi Hyung menuju keluar ruangan dan lalu mengangkat telponnya.
“Yeoboseyo? Ah! Apa kabar? Tehehe. Ya, aku baik baik saja. Ah dia? Tenang! dia baik baik saja.” Entah kenapa aku tertarik menguping pembicaraan Tabi Hyung dengan seseorang di telponnya.
“Iya, kalau ada kegiatan lagi di jepang, aku usahakan akan betemu denganmu lagi. Hehe. Hem? Ah, Molla..” Aku mendengar volume biacara Tabi hyung di pelankan. Kemudian seperti berbiacara serius dengan logat bahasa jepangnya yang aneh itu. Aku mengalihkan pandanganku dari Tabi hyung. Kemudian menatap Young Bae yang serius memperhatikan figure gundam milik Daesung yang ditinggalkan Tabi Hyung diatas meja.
“Apa aku pernah mempunyai kenalan bernama Kiko?” Tanyaku pada Young Bae tanpa basa basi. Aku sudah tidak tahan lagi karena penasaran dengan wanita itu. Wanita yang terus berkelut dalam mimpiku. Young Bae langsung mendongakkan wajahnya dan terkejut. Ekspresi wajahnya benar-benar seperti heran dan…aku tidak bisa menggambarkannya. Kulihat Seungri dan Daesung yang sama-sama terkejutnya.
“Ada apa dengan Kiko?” Jawab Young Bae berusaha tenang sedikit. Namun nada terkejutnya masih bisa terdengar. Seungri dan Daesung melihatku dengan penuh arti. Aku terus tak mengerti.
“Aku hanya ingin tau Kiko itu siapa..” Aku beranjak dari tempat dudukku dan kemudian meloncat ke arah sofa besar di depan TV. Aku tak mendengar jawaban dari pertanyaanku oleh siapapun.
“Aku tidak tau..” Jawab Young Bae pelan. Kemudian ia beranjak pergi keluar dan meninggalkanku, seungri dan daesung.
Seungri dan Daesung masih menatapku seakan-akan tak percaya aku akan menanyakan hal itu. Aku tak mengerti. Kenapa semua menatapku heran ketika aku menanyakan siapa itu kiko?
“Hyung.. Kau mengingatnya?” Tanya Seungri. Daesung langsung mncubit paha Seungri dan memberi tanda Seungri untuk berhenti berbicara.
“Apa? Kalian menyembunyikan sesuatu padaku?” Tanyaku penasaran. Seungri dan Daesung langsung pergi meninggalkanku dengan tergesa-gesa. Kabur begitu saja. Nah, hal ini benar-benar makin membuatku bingung. Ada apa sebenarnya? Siapa itu Kiko? Apa aku benar-benar pernah terlibat sesuatu dengannya? Tapi aku benar-benar yakin aku tidak pernah bertemu dengan Kiko sebelumnya.
Kiko-chan, siapa kau sebenarnya?
**
Hari demi hari, aku terus memimpikan Kiko. Dan semakin dekat. Hyung Tabi dan teman-temanku yang lain makin heran dengan kegiatanku yang makin sering dihabiskan untuk tidur. Di setiap kesempatan untuk beristirahat, aku memilih untuk tidur. Karena setiap tidur aku selalu memimpikannya. Dan setiap ku terbangung, aku selalu merindukannya. Aku benci jika ada yang membangunkanku. Namun aku sadar, semuanya hanya mimpi indah. Mimpi memang harus berakhir seindah apapun mimpi itu.
Semuanya hanyalah mimpi.
**
“Kau penasaran siapa aku sebenarnya?” Kata Kiko sambil melangkah perlahan melewati batu batu besar yang tersusun seperti jembatan. Aku mengikutinya. Sungai mengalir deras membuat batu batu besar ini sedikit tergoncang. Kiko cepat-cepat melompat ketepian sungai. Begitu juga denganku.
“Semua seperti menyembunyikan sesuatu jika aku bertanya siapa dirimu” Kataku sambil menggenggam tangan Kiko yang nyaris terpeleset lumpur di dekat hutan jamur merah raksasa seperti di negri dongeng.
Kiko tersenyum, kemudian melangkah ke arahku dan memelukku. Entah kenapa jantungku berdebar kencang.
“Aku merindukanmu yang dulu, Jiyong-san..”
Aku tak mengerti kata-kata Kiko. Aku yang dulu seperti apa?
Refleks tanganku membelai rambut Kiko. Merasakan halusnya helai demi helai rambut pendek lebat hitamnya. Kiko menenggelamkan wajahnya di leherku.
“I love you, onii-san” Ucap Kiko. Aku memeluk Kiko erat. Harum Kiko yang khas dan lembut membuatku tenggelam didalamnya.
“I love you too, Kiko-chan”
**
Entah mengapa sejak mimpiku yang terakhir itu, aku tak pernah memimpikan Kiko lagi. Setiap aku tidur, hanya kegelapan saja yang muncul dalam mimpiku. Tak ada lagi tawa riangnya. Tak ada lagi senyum lebarnya. Tak ada lagi harum badannya yang seperti kayu manis itu. Aku merindukannya, tapi aku tidak tau harus kemana untuk dapat menemuinya.
“Kiko-chan..” Gumamku.
Ku ambil selembar kertas dan sebuah pensil. Ku coba mengingat irama yang disenandungkan oleh Kiko-chan dulu, di hari ke-2 aku memimpikannya.
Yeah (maybe i’m missing you)
I meet ordinary ppl and talk to them
Laugh w/ them, just like usual, w/o any thoughts.
Tv is my only friend at night
I finally go to sleep when the sun rises in the morning
I’m too shabby, i might have liked you a lot.
After you left, the blue sky seems like it’s just yellow
Where are you feeling hurt, i’m here
Or maybe you’re in love w/ someone else
Some other love, i miss you my baby
My heart feels this sad but i have no one to talk to
I wanna smile broadly sometime but have no one beside me
Maybe i’m missing you
Back then, we were like that
Between you and me it was all clear and pure
First it was all about love, just like everyone says
Why did we do that though we all know
(But) as time goes, like the glass breaking
Like the ring in hands losing its light
Like getting a cut by a sharp knife
Like strangling my neck w/ the chain of restriction
The memories that i have w/ you
Which i thought they’re gonna be always good
Though i hate it, only the wounds and unsolved misunderstandings are left.
I needed to hold back till the end
The words of “i’m breaking up w/ you”
(Yet) the time we fight and argue
It was better than now.
My heart feels this sad but i have no one to talk to
I wanna smile broadly sometime but have no one beside me
Maybe i’m missing you
I still feel like you’re next to me everyday when i open my eyes
Can’t we turn the times back that we’ve been together ah- ah-
My heart feels this sad but i have no one to talk to
I wanna smile broadly sometime but have no one beside me
Maybe i’m missing you
                Aku berhenti menulis ketika menyadari Tabi Hyung sudah berada disampingku dan membaca lirik lagu yang telah kubuat. Tabi Hyung tersenyum.
“Kau sedang merindukan seseorang?” Aku hanya tersenyum simpul menjawab pertanyaan Tabi Hyung.
Tabi hung diam memperhatikanku. Kemudian melihat ke arah dahiku. Aku menyerngit.
“Ada apa di dahiku?” Tanyaku.
“Bekas lukamu sudah hilang..” Kata Tabi Hyung. Aku terdiam sebentar menyadari sesuatu. Hal yang terlupakan. Ah, luka dikepala itu..
“Aku dengar dari Seungri kau bertanya tentang Kiko..”
Jantungku berdebar kencang mendengar nama gadis dalam mimpiku itu disebut.
“Kau mengenalnya kan hyung?” Tanyaku. Entah kenapa aku yakin Tabi Hyung mengenalnya.
“Kau punya waktu luang sekarang?”
**
                Aku membeku ketika melihat sosok itu secara nyata dihadapanku. Gadis itu. Gadis yang mengisi relung hatiku. Walau dalam mimpi, namun aku sangat mengenalnya. Aku sangat mengenalnya.
“Jiyong-san!” Kiko berlari ke arahku. Memelukku dan menenggelamkan kepalanya dalam dadaku. Tangisannya membasahi bajuku. Tapi perlahan air mataku menetes juga.
Mimpi? Aku sudah tidak membutuhkan mimpi itu lagi. Aku sudah menemukannya di dunia nyata. Aku merasakannya di dunia mimpi. Dan sekarang aku merasakannya di dunia nyata. Apa yang kurasakan di dunia mimpi, halus rambutnya, harum badannya, ternyata semua sama. Semua adalah bayangan yang memang pernah kurasakan dan berputar kembali di dalam mimpiku.
“Jiyong, ini Kiko Mizuhara. Mantan kekasihmu.”
 
 
5 Desember 20XX
 
G-Dragon BIGBANG berpacaran dengan Kiko Mizuhara? Berita ini dengan cepat menyebar di media massa Jepang dan Korea. Berita ini belum dipastikan kebenarannya karena 
tidak ada konfirmasi dari pihak G-Dragon dan Kiko Mizuhara.
 
“Sampai kapan kau ingin menyembunyikan hubungan kita, Jiyong-san?”
Sampai YG merestui kita..”
 
“Kau pikir aku akan merestuimu? Putuskan saja hubunganmu dengannya! Kau tidak pantas menjalin hubungan dengan Kiko Mizuhara”
 
“Oppaaa! Kau berpacaran dengan Kiko Mizuhara? Bagaimana bisa?! Aku benci Kiko Mizuhara!”
 
“VIP banyak menjadi haters Kiko Mizuhara dalam sekejap?”
 
 
“Jiyong-san, sudahlah. Lupakan aku. Tidak ada yang merestui hubungan kita.”
“Kau memutuskanku?”
“Menurutmu?”
“Aku tidak bisa berpisah denganmu! Aku mencintaimu, Kiko”
“Sudahlah, Jiyong-san. Kau hanya akan tersiksa dengan semua ini”
“Kiko….”
 
10 Maret 20XX
                G-Dragon BIGBANG di isukan mengalami kecelakaan mobil karena mengendarai mobilnya dengan keadaan mabuk. Namun pihak YGent menyangkal berita tersebut “G-Dragon tidak mengalami apa-apa. Dia baik-baik saja di dorm bersama member BIGBANG lainnya”
 
“Hyung mengidap leukemia?! Sejak kapan? Kenapa kita baru mengetahuinya?!”
“Kalau tidak ada kecelakaan ini, pasti tidak akan ada yang tau”
“Apa yang harus kita lakukan?! “
 
“sepertinya Jiyong harus mengalami operasi transplantasi sum sum tulang belakang karena mengidap leukimia”
“Operasinya berhasil. Tapi hyung sama sekali tidak menyebut nama kiko. Dan ketika melihat pemberitaan tentang kiko, dia sama sekali tidak peduli. Apakah menurutmu dia sengaja, hyung?”
“Dokter, apa yang terjadi dengan Jiyong?”
 
“Tuan Kwon kemungkinan mengalami amnesia parsial, yaitu ketidakmampuan mengingat beberapa orang dalam jangka waktu 3 tahun bahkan selamanya, kejadian ini biasanya disebabkan oleh seseorang tersebut mengalami operasi transplantasi sum-sum tulang belakang.”
 
“Apa menurutmu orang yang dilupakan itu adalah Kiko?”
“Jangan ingatkan apa-apa tentang Kiko Mizuhara pada Kwon Jiyong. Aku tidak merestuinya”
“Tapi kenapa YG ahjussii..?!”
“Cinta mereka hanya akan menyusakan semuanya.
               
Tabi hyung menenggak cokelat panasnya setelah menceritakan secara singkat segala hal yang telah aku lupakan. Dan segalanya seperti membuka buku lama yang berdebu. Membuka ingatanku yang telah hilang. Aku ingat semuanya.
“Aku telah mengingat segalanya, hyung..” Kataku pada Tabi Hyung. Aku masih mendekap Kiko yang maih terisak melihatku. Bibirnya bergetar. Hidungnya memerah. Aku tersenyum melihat Kiko.
“Aku memimpikanmu akhir-akhir ini. Ku kira kau cuma tokoh dalam negri khayalanku. Ternyata kau benar-benar ada.” Aku menggenggam tangan Kiko yang dingin. Kiko terdiam. Ia membenahi rambutnya dan menegakkan duduknya.
“Kiko-chan, ayo kita mulai semuanya dari awal..”
-end-