TITTLE: LA LUNA

AUTHOR: ZULAIPATNAM

GENDRE: ROMANCE, LIFE

RATED: G / General | Semua Umur  [PG 13]

LEGHT: DRABBLE

CAST:

  • Choi Seung Hyun | T.O.P BIG BANG
  • Han She Kyung  (Original Female Character)

DISCLAIMER: La Luna dari dorama Arcana Famiglia adalah cartu yang membuat seseorang memiliki kekuatan untuk membangkitkan paksa kenangan suram seseorang dimasa lalu. Jadi saya pakai judul ini cos didalam cerita nanti Tabi menguak kembali masa lalu gadisnya. (tidak ada magis)

“Bukan dia, tapi aku.”

>>> STORY <<<

Didalam ruang kantorku, aku menelan luda ketika dia dengan serius membaca lembaran yang kuberikan beserta beberapa foto padanya, hingga gerakan lambatnya menjatuhkan kertas dan foto-foto itu dilantai, dia menatapku lurus. Han She Kyung, aku masih berharap bukanlah kau pembunuh itu.

“jika kukatakan aku yang telah membunuh appamu kau mau apa, menamparku, atau bahkan membunuhku?.”

Aku menggeleng tidak percaya, bukan ini yang sebenarnya kuharapkan!. Bukan kejujuran yang melemparkanku pada kekecewaan teramat dalam akan dirinya.

“apa kau menginginkan aku melakukan hal itu?.”

Tanyaku dingin, dia mengatupkan mulut rapat.

“aku tidak akan pernah menyakitimu meski kau telah melakukan hal terburuk dalam hidupku, aku tidak sanggup melakukan itu semua padamu. kau terlalu berharga untuk kusakiti dan disakiti siapapun di bumi ini.”

Terangku pada akhirnya, dia semakin mengatupkan mulutnya, membuatku ingin sekali menarik tubuh ringkihnya itu kedalam pelukanku, aku ingin dia tahu kebenaran keingin tahuanku.

“bertahun-tahun aku mencari siapa pembunuh mendiang appaku. Aku mencarinya seperti orang gila, tiada henti siang dan malam, tujuanku hanya ingin mengetahui kesalahan apa yang diperbuat appa sehingga pembunuh itu tega menghabisi nyawanya. Sekarang!.”

“sekarang kau sudah tahu siapa yang membunuh appamu, bukan?. Sekarang pembunuh itu berada dihadapanmu!.”

Tegas sekali kalimat itu menohok ulu hatiku, dia merontak agar aku melepaskan tubuhnya dari diriku. Tidak kuizinkan dia lepas dariku, aku tidak bisa melampiaskan kemarahan didalam diriku selama bertahun-tahun ini padanya, dia begitu ringkih dan sangat ingin kulindungi. Aku tidak bisa melampiaskan kemarahanku padanya, tidak bisa!.

“apa kesalahan appaku sehingga kau membunuhnya?.”

Serak, aku berusaha keras untuk mengucapkan kalimat yang telah kurancang bertahun-tahun tersebut. Penuh dengan keberatan yang menarik ulur lidahku agar mengucapkan kalimat barusan. Dia melemas, kepalanya tertunduk dan bersandar pada pundakku, kuelus kepalanya dengan lembut.

“katakan apa salah appaku, padamu?.”

Pintaku lagi, dia terasa berguncang akibat menangis.

“kau menangis?.”

Tanyaku memalingkan pertanyaan awal, dia mengangguk kecil.

“maafkan aku?. Tidak bermaksud aku membunuh appamu, Tabi.”

Aku mengangguk menanggapi, sungguh aneh sekali, sebelum menemukan siapa pembunuh appa aku selalu menggebu-gebu dan ingin sekali mencabik-cabik sipembunuh, namun kini saat dia berada didepan mata, aku hanya dapat berfikir positif akan kemungkinan yang terjadi dahulu antara appa dan dia.

“memangnya ada yang berniat untuk membunuh seseorang didunia ini?.”

Tanyaku tepat di telinganya, dia semakin menenggelamkan kepalanya pada pundakku, membuatku merasakan berat tubuhnya yang bertumpu total pada tubuhku.

“aku dipenuhi oleh dosa, Tabi-ah…”

Suaranya sungguh memilukan, menjadikanku semakin tidak dapat meluapkan segala macam emosi yang sudah kurekam dalam otak.

“aku tidak memperdulikan itu, maafkan aku telah mengungkit masa lalu ini.”

Dia tersenyum getir, tubuhnya yang terlihat sangat shock mencoba ia tegakkan untuk dapat beradu pandangan denganku.

appamu adalah seorang bangsat!. Aku sungguh tidak percaya orang seperti itu memiliki putra sebaik dirimu, Tabi-ah….”

Hening, aku tidak sanggup berkata-kata, dia menyebutkan jika appaku adalah seorang bangsat, bagaimana bisa dia tega mengatakan hal seperti itu.

“She Kyung-ah…”

Suaraku pelan melantunkan namanya, dia mengangkat alisnya kuat.

“dia pria yang bejat, dengan beraninya membunuh appaku hanya untuk meniduri ommaku, dia sangat biadab Tabi-ah…”

Kembali terdengar olehku, isakan memilukan yang menyayat, mungkin dia tidak kuasa untuk menguak masa lalunya ini.  appa dimataku adalah lain dengan dimata She Kyung, kami memiliki 2 pendapat berbeda.

“kau bukan diakan?.”

Aku terhenyak.

Aku adalah putra semata wayang appa, kuidolakan appa sebagai pandangan hidup didunia ini, segala yang kuinginkan adalah segala yang pernah appa miliki.

“tentu aku bukanlah appa. Jangan menganggapku seperti appa!, sekarang yang ada dihadapanmu adalah aku, bukan dia!.”

Dia mengangguk mantap.

“Tabi-ah….”

Suara parau itu memanggil namaku.

“nde?.”

“lepaskan aku!.”

“apa?.”

“lepaskan aku!.”

Dia menggerakkan tubuhnya risih dalam dekapanku, kulepaskan dia. Langkahnya mundur beberapa sebelum akhirnya dengan cepat bersujud dihadapanku tanpa bisa kucegah.

“ada apa ini, She Kyung?.”

Tanyaku mencoba membuatnya berdiri.

“7 thn aku tidak dapat hidup dengan tenang, selalu terbayang akan jerit tuntutan dari dosa yang menghantuiku, aku tidak bisa hidup dibayangi oleh dosa, aku tidak bisa. Maka dari itu…”

She Kyung menelan ludahnya.

“maka dari apa?.”

Tanyaku menuntut.

“maka dari itu bunuhlah aku!. Nyawa dibalas dengan nyawa, Tabi-ah.”

Ucapnya begitu mantap, aku menggeleng kuat. Gadis ini sudah gila.

“Berdirilah!. Kau jangan terlihat bodoh seperti ini?. membunuh untuk membalas pembunuhan hanya tindakan orang bodoh!.”

Sentakku menariknya berdiri dengan kuat, dia terpaksa menuruti kemauanku.

“kau, Han She Kyung!. Pembunuh appaku. Meski kau telah membunuhnya, kau tetaplah She Kyung yang kukenal sebelum hari ini, aku tidak akan pernah mengungkit masalah ini asalkan kau bersedia untuk tetap berada di sampingku.”

She Kyung menatapku berkaca.

“kau tidak membenciku sama sekali?, apa kau berniat menghancurkanku saat berada disisimu?.”

Aku hanya tersenyum simpul.

“cinta datang tanpa kita ketahui dimana, siapa, kenapa, dengan apa, dan bagaimana?.”

“lantas?.”

“meski kau membunuh appaku!. Namun jika hatiku telah berkata kaulah yang kuinginkan, aku hanya manusia biasa yang tidak dapat menolak perkataan hati yang suci ini, She Kyung-ah.”

>>> TAMAT <<<