Tittle : Rain Memory
Author : Shafi Rades (@SHAFImagINATIon)
Cast :
– 2NE1 Park Bom
– Big Bang T.O.P a.k.a Choi Seunghyun
Genre : Romance
A/N : Fanfic ini banyak flashback-nya. Diharap readers sekalian nggak bingung pas baca. Enjoy! Gomawo ^^

=============================================

Bom POV 
Sore itu aku terduduk di dekat jendela kamarku. Menatap awan-awan kelabu yang mulai menitihkan bebannya. Aku jadi teringat, saat pertama kami bertemu.

-Flashback-
Rintih-rintih hujan runtuh dari langit. Memang tidak deras, tapi cukup dingin untuk membuat seorang yeoja perawat taman bunga sepertiku ini masuk angin. Aku yang merawat bunga-bunga di taman ini. Aku menyukai bunga. Indah dan melambangkan cinta.

Aku berteduh di bawah sebuah pohon, namun percuma. Air-air hujan tetap menembus rindangnya pohon itu. Akupun hanya bisa diam membiarkan tubuhku terbasahi air-air hujan.

Sampai tiba-tiba, tak ada lagi air hujan yang mengenai tubuhku. Aku kira hujan sudah reda, namun rupanya masih deras. Akupun menengok ke belakang. Pandanganku terhenti pada seorang namja jangkung yang berdiri memegangi payung untukku. Aku memasang wajah bingung. Namun Ia tersenyum padaku.

“ka..kamsahabnida..” ujarku kikuk sambil menunduk. Aku jadi tidak enak padanya. Namja itu tampan. Aku ingin tahu namanya. Aku ingin kenal dengannya.

“cheonmaneyo.. Seunghyun-imnida..”
-flashback End-

***

Itu saat-saat yang tak pernah kulupakan. Aku mengenalnya, dan Ia mengenalku. Meski setelah itu, kami tak pernah lagi bertemu. Jujur, aku menyukainya saat pertama bertemu. Itu adalah love at first sight. Dan aku senang, Saat Tuhan mengijinkan kami bertemu kembali.

-flashback-
Aku berdiri di pinggir jalan. Pikiranku kosong. Tanpa sadar, kakiku melangkah untuk menyebrang. Tak kusadari, sebuah mobil melaju dengan kencang.

TIIIN
Aku menengok. Mataku terpana, menatap bahaya yang datang padaku. Tubuhku kaku, tak bisa melakukan apapun.

“awas!!!” Tiba-tiba, seseorang mendorongku kepinggir jalan, hingga jatuh ke tanah. Akupun selamat. Lalu orang itu menatapku. Nafasnya terengah-engah.

“noona? Gwaechannayo?”

“kau.. Seunghyun? Ne.. Aku tidak apa-apa.. Terima kasih..”
-flashback End-

***

Setelah itupun, kami saling bertemu kembali. Aku terus menyimpan rasa padanya, meski tak kuat untuk kusampaikan. Tapi aku tahu satu hal. Yang aku inginkan pasti terwujud.

-flashback-
Pagi itu, langit kembali menampakkan kelabunya. Rintihan hujan juga mulai turun membasahi rumput-rumput di taman tempatku berada sekarang. Akupun berniat untuk pulang. Tapi di depan gerbang taman itu, kulihat sosok namja yang selalu kurindukan. Seunghyun. Dia lalu berjalan kearahku, dan lansung menarikku kebawah sebuah pohon rindang.

Mata kami saling bertemu. Tangannya mendekap tanganku. Lalu bibir tipisnya mulai bergerak, dan membuat kata-kata.

“noona.. Aku ingin kau tahu satu hal..” aku tak menjawab. Tidak mungkin aku sanggup menjawab, sementara dadaku berdegup tak karuan. penasaran apa yang akan Ia katakan.“aku selalu memerhatikanmu selama kau di taman. Aku takjub dengan apa yang kau lakukan pada bunga-bunga ini. Dan aku takjub… Pada kecantikanmu.. Noona, Saranghaeyo..”

Degup jantungku bertambah kencang. Tiba-tiba Ia memelukku. Tak ada yang bisa kulakukan, selain membalas pelukkannya.
“nado saranghae..”
-flashback End-

***

Aku mengambil mantelku dan payung, lalu berjalan keluar rumah. Aku tahu di luar sedang hujan dan sangat dingin. Tapi hanya bunga-bunga di taman itu yang bisa menemaniku disaat seperti ini. Di saat aku merindukannya.

***

Di taman, jaringan otakku memutar kembali kenangan-kenangan saat aku bersamanya. Entah itu kenangan indah, lucu, ataupun menyedihkan. Semua itu terlintas di otakku, seperti film tanpa suara.

Sampai satu kejadian yang menyedihkan muncul diingatanku. Saat kami tak dapat bertemu lagi. Saat yang membuatku sangat, sangat, sangat merindukannya.

-flashback-
“Seunghyun-ah.. Kita mau kemana?” tanyaku padanya saat dia sedang menyetir. Dia menjemputku, dan kami akan pergi ke suatu tempat, yang aku tidak tahu dimana, dan apa yang akan dia lakukan.

“itu rahasia. Yang pasti, aku punya sesuatu untukmu..”

“ya! Kau jangan membuatku marah!”

“biar saja.. Noona lebih cantik kalau sedang marah, kok..”

“itu tidak lucu, Seunghyun-ah! Cepat kau katakan!” dia tetap tidak menjawab. Akupun kesal, dan mulai menggelitikinya.

“haha!! Noona, hentikan!! Ahaha!”

“ayo katakan.. Atau aku akan terus melakukannya..”

“noona!! Sudah, henti-“ Dia berhenti tertawa, dan berteriak. Akupun menengok ke depan. Sebuah truk besar tiba-tiba muncul di perempatan.

“KYAAA!!”

***

Aku membuka mata. Masih di tempat tadi. Tempat kejadian itu berlangsung. Tetes-tetes air hujan membasahi tubuhku yang kini berlumur darah. Banyak orang mengerumuniku.

“Nona? Kau tidak apa-apa?!” tanya seorang polisi muda. Aku menengok keseluruh arah. Mencari sosok yang baru saja ada di sampingku, namun kini menghilang.

“Dimana Seunghyun? Dimana dia?! Dimana namja yang baru saja ada disampingku?!!” teriakku. lalu aku berdiri dan keluar dari kerumunan. Kulihat kerumunan lain. Akupun menembus kerumunan itu. Perasaanku tidak enak. Aku takut terjadi sesuatu padanya.

“Seunghyun??” kutatap tubuh namja yang tergeletak tak bernyawa di depan mataku kini. Aku tak menyangka dia akan pergi meninggalkanku. Mataku mengeluarkan air mata, yang langsung bercampur dengan air hujan yang juga membasahi wajahku.
“Seunghyun.. Bangunlah!! Chagi!!! Kumohon, bangun!! Ini tidak lucu!! Chagiya!!” teriakku kembali. Tak ada reaksi apapun darinya. Aku kembali menangis. Lalu seorang polisi mendatangiku.

“Maaf, nona.. Kami menemukan ini di kantung korban..” kurebut kotak kecil yang dipegang polisi itu, lalu membukanya. Dua buah cincin. Dengan ukiran nama kami di masing-masing cincin itu. aku kembali menatapnya. Sekarang aku tahu apa yang akan Ia lakukan..apabila ini semua tidak terjadi.
“SEUNGHYUUUN!!!!!”
-Flashback End-

***

Itu terakhir kali aku melihatnya. Saat-saat kepergiannya. Dan itu semua salahku. Seandainya aku tidak berpikir bodoh untuk menggelitikinya, ini semua tidak akan terjadi. Dan cincin itu, akan kami pakai bersama untuk selamanya.

Aku merindukannya. Aku ingin bertemu lagi dengannya. Ingin tertawa, bertengkar, dan menangis bersamanya. Aku ingin dia ada disini saat ini.

Aku menghela nafas, menatap bunga-bunga yang ada dihadapanku kini. Kini tubuhku basah terguyur air hujan yang makin deras. Payungku kujatuhkan begitu saja. Aku ingin merasakan hujan seperti bunga-bunga ini. Yang tidak pernah terpayungi, namun tetap indah.

Tiba-tiba, tubuhku terpayungi entah oleh siapa. Akupun menengok ke belakang. Aku terkejut, dan langsung berdiri. Sosok itu tersenyum padaku, dengan cahaya yang menyinari seluruh tubuhnya. Putih bersih, bagai malaikat tak bersayap. Malaikat yang aku rindukan.

“Seunghyun-ah? Kenapa kau ada disini?” tanyaku dengan air mata yang tak hentinya keluar dari mataku.

“Di saat seperti inilah pertama kali kita bertemu, disaat hujan. Dan terakhir kali kita bertemupun, hujanlah yang muncul. Itu artinya, hujan mengawali dan mengakhiri cinta kita.. Tapi itu tidak berarti cinta kita selesai sampai disana. Karena setiap hujan, aku akan selalu bersama disampingmu, noona..” bibir tipisnya mengatakan kalimat yang membuatku tambah menangis. Akupun memeluk tubuh jangkungnya.

“Neomu bogo shipeo, Seunghyun-ah.. Saranghaeyo..”
“Nado saranghae, noona..”

***

Terima kasih, Tuhan.. Kau menurunkan rintihan hujan ini. Hingga aku bisa merasa selalu bersamanya. Bersama orang yang aku cintai..

The End………….
==============================================

Annyeong.. Gimana? Gaje, ya?? Heheh.. ide fanfic ini, author dapet waktu lagi hujan-hujan yang bikin author jadi flu -__-..
awalnya mau castnya Daesung-Minzy. Tapi inget-inget, fanfic Daesung ku udah merajalela.. Ya udah, TOPBOM aja.. Ehehe^^

Nah, COMMENT or LIKE please ^^
don’t be silent reader, okay???