The Last Hug

Title                  : The Last Hug
Author              : Uty (@YM_yuliamukti)
Length             : Drabble
Genre              : Angst, Romance
Rating              : G
Cast(s)             :

  • Aku/OC
  • Choi Seunghyun

Disclaimer       : Ide dan alur hanya milik author, sementara casts nya boleh dibagi-bagi deh #eh?
P/S                   : Ini drabble pertamaku, jadi mian kalo jelek (_ _) #BOW

At Atsuyuki’s Cafe, 10:30 AM

Aku menghirup napas dalam-dalam, lalu menikmati suasana kafe yang hangat.Kafe milik pria nippon setengah abad ini telah mengukir sejarah yang amat panjang. Sejarahku bersama namja yang kucintai sepenuh hati. Aku sangat menyayanginya. Namun, semua itu hancur dalam sekejap begitu saja disini. Waktu itu ia meninggalkan secarik kertas berwarna biru beraroma cemara. Aroma namja itu .lalu irama langkahnya ditelan kegaduhan kafe.

Aku rasa hubungan kita berakhir disini saja. Terimakasih atas segalanya.

Mianhaeyo
Choi Seunghyun

Aku tahu mengapa dia minta putus. Selama kami pacaran. Kami tak pernah bersama. Apalagi kencan. Bahkan dia tak pernah memelukku. Aku bertengkar dengannya di kafe ini. Di meja ini pula dia meninggalkanku secarik kertas itu.

“Sudah menentukan pesanan?” tanya seorang waitress disebelahku menyadarkanku.
“Ah, Ne…Errr….. duo chocolate tartlets dan milky mint…. errr…take out” kataku sambil memeriksa kedua mataku apakah mengeluarkan airmata. Dia tersenyum sambil berlalu ke dapur.

Setelah waitress tadi pergi, aku menerawang jendela luar. Kulihat seorang namja berambut hitam berpayung hitam diantara kerumunan orang berlalu-lalang. Bukankah ia Seunghyun Oppa? Aku langsung berlari mengejar namja tadi. Seruan waitress yang membawakan takeout tak kuhiraukan. Aku ingin memastikan bahwa kejadian tempo hari itu hanya bercanda. Aku terus mengejar,mengejar,dan mengejarnya.
Di perempatan, aku berteriak“Oppa! Chakkaman, Oppa!” teriakku. Akhirnya ia menoleh. Aku langsung menghampirinya.

Harapanku, usahaku, dan perasaanku. Semuanya sia-sia. Namja tadi bukanlahSeunghyun Oppa. Namja itu menatapku penuh kebingungan lalu pergi menjauh. Lama-lama kurasakan diriku melemas, lalu aku mendengar suara decitan yang memekakkan. Diriku terhempas. Terhempas ke lapisan aspal dingin kota Seoul. Diriku terguyur oleh rintikan hujan. Yang terakhir kulihat adalah beberapa kepala  mengitariku. Lalu seseorang menangis sambil memelukku. Aku masih bisa merasakan aroma orang ini. Wangi kayu cemara yang menenangkanku, Choi Seunghyun
Setelah itu, semua gelap. Ini adalah penghujung hidupku.Dengan iringan pelangi dan cahaya langit, aku melangkah menuju dunia baru. Perasaan dipeluk akan kuingat selamanya.

Terimakasih, Oppa. Sudah memelukku untuk terakhir kalinya……sekali lagi. Terimakasih.