Deoksugung doldam-gil

Deoksugung doldam-gil

Author                   : Han Yoo Ra (@talithagnswr)

Casts                     :

–          Choi Seung Hyun (TOP BigBang)

–          Lee Ji Hee (OC)

Genre                   : Sad Romance

Rating                   : G

Lengh                   : One Shoot, Drabble

Disclaimer           : ini kisah pribadi yang digubah, plot 100% milik saya tapi cast boleh deh dipinjem #eh

A/N                        : ini bukan FF pertama yang saya buat, tapi ini FF pertama yang berani saya post ke ycwb ^^ saya readers setia yang selalu ngecheck blog ini dan sekarang mencoba mengirim FF! Maaf kalau aneh, saya buat FF ini dengan singkat namun menyentuh (semoga berhasil) ohya, judul dan tempat di FF ini terinspirasi saat nonton B1A4’s Hello Baby, kalian pasti tau kalau nonton xD oke selamat membaca!

NB                          : Kalau ada kejanggalan mohon dimaklumi! Soalnya agak saya paksakan agar cocok dengan cerita asli :$

Flashback One, 16 Februari 2007

Choi SeungHyun tiba-tiba berdiri tepat didepanku dan berdehem, membuat seisi kelas terdiam. Saat ini sedang istirahat kedua disekolahku, beberapa anak kelasku memilih makan di kantin dan beberapa memilih tetap dikelas. Semua mata tertuju pada apa yang akan dilakukan SeungHyun padaku yang sedang terduduk dikursiku. “Lee Ji Hee, would you be my girl?” ucap SeungHyun lantang lalu berlutut didepanku, menyodorkan sebuah origami merah berbentuk hati. Nafasku tertahan, semua teman dikelas memekik dan bersorak, aku merasakan freeze saat mataku dan mata SeungHyun bertatapan. “Jawab! Jawab! Jawab!” sorak semua penghuni kelas 1-3 ini, terutama Gong Hyo Sun, Kang Hyun Ra, dan Kim Soo Ae teman dekatku –sayang sekali Dong Chan Mi sedang ke kantin- yang sudah tau perasaanku pada SeungHyun daridulu. “Kalau iya, ambil ini” SeungHyun menunduk sambil menyodorkan origami itu, tidak merasakan aku bereaksi, dia menengadahkan kepala sambil menatapku memelas, “Ayolaaah”, aku terkekeh kecil lalu mengambil origami itu pelan. “Yeeeey!! Horeee!! Selamaaaat!!” teman-temanku bersorak semakin riuh saat melihat jawabanku, SeungHyun berdiri. “Ah! Jinjja?? Kamu menerimaku??” ucapnya seperti tidak percaya, aku mengangguk, SeungHyun menggumamkan kata yes. Kami terlihat canggung diantara keramaian teman-teman.

Flashback One end

 

Flashback Two, 16 Februari 2010

Oppa, bisakah kita bertemu?, aku mengetik pesan untuk SeungHyun lalu memasuki gedung megah YGent. Sambil menimang-nimang ponsel putihku, aku duduk dengan gusar di ruang tunggu. Beberapa menit berlalu, beberapa orang berlalu-lalang didepanku, beberapa orang yang mengenalku membungkukkan badan dan kubalas dengan menundukkan kepala sambil tersenyum manis. Oppa, aku menunggumu diruang tunggu, tidak bisakah kita bertemu untuk sebentar saja? Bogoshippo, aku mengirim pesan lagi untuk namjachinguku itu. Waktu terus berlalu, aku semakin resah. “Wae Oppa? Kenapa kamu tidak menemuiku atau sekedar membalas pesanku?” gumamku. Oppa, jeongmal! Aku ingin bertemu untuk sebentar saja! Apa kamu tidak ingat tanggal berapa ini? Jebal, temui aku sebentar saja!, aku mengetik lagi pesan untuk SeungHyun. “Ah! Ji Hee?” seseorang menegurku, “Oh! Seven Oppa!” aku berdiri dan membungkukkan badan didepan senior tampan ini. “Sedang apa?”,

“Err, menunggu SeungHyun Oppa, apakah dia hari ini dikantor?,

“Aish, setauku BigBang sedang ada kegiatan diluar hari ini! Apakah SeungHyun tidak memberitahumu?”,

“Ah aniya Oppa”,

“Tapi mungkin saja mereka akan cepat kembali, bersabarlah”,

Seven Oppa tersenyum lalu berjalan meninggalkanku, “Gomawo Oppa” aku membungkukkan badan lalu kembali duduk. aku mencoba menelpon ponsel SeungHyun dan tidak mendapat jawaban, aku menghela nafas. “Annyeong Ji Hee-ya! Wae?” Bom unnie tiba-tiba datang dan duduk disampingku, “Ah Unnie! Nae gwenchana, hanya saja aku tidakbisa menghubungi SeungHyun Oppa” kataku lemah, “Heum? Aneh sekali dia? Tidak biasanya kan?” Bom unnie mengerutkan dahi, “Nee” jawabku,

“Unnie, apakah aku harus menunggu sampai mereka kembali? Aku masih ada urusan dengan teater”,

“Memangnya kenapa kamu ingin menemui SeungHyun Ji Hee-ya?”,

“Ini tahun ketiga hubungan kami unnie”,

“Omo! Jinjja? Aiiiih, chukae Ji Hee-ya!”,

“Nee gomawo unnie, jadi menurut unnie aku harus bagaimana?”,

“Kalau memang kamu ada keperluan lain, pergilah, aku rasa BigBang akan kembali lama”,

“Hmmm, kalau begitu bolehkah aku menitipkan sesuatu padamu unnie?”,

“Mwo?”,

“Coklat ini, tolong berikan pada SeungHyun Oppa kalau dia kembali unnie” aku menyerahkan sebatang coklat pada Bom unnie,

“Arraseo, pergilah, jangan khawatir” Bom unnie tersenyum, “Nee, annyeong” akupun berdiri lalu membungkuk sedikit dan segera pergi dari gedung itu.

Malamnya…

Aku sudah menerima coklatnya, gomawo! Aku sedang memakannya sekarang, begitu isi pesan SeungHyun padaku.

Ah iya, happy 3rd anniversary chagi-ya! Saranghae! J makan coklat tidak akan mengganggu suaramu kan?

 

 Nae gwenchana! Asal buatanmu sepertinya tidak akan apa-apa!

 

Yaa! Tapi jangan sering-sering makan makanan manis, suaramu terlalu indah untuk dihancurkan! Arrachi?

 

Nee nee, arraseo J

 

Hehe, saranghae…

 

Sudah tiga tahun, tapi aku belum bisa membahagiakanmu, mianhae Ji Hee-ya, jeongmal mianhae L

 

Yaa, kenapa kamu berkata seperti itu Oppa? Bersamamu adalah hal membahagiakan untukku! Jeongmal!

 

Nee, gomawo J lekaslah tidur, jaljayo, saranghae…

Flashback Two end

 

Flashback Three, 19 Juli 2012

Sudah dua tahun aku tidak berkomunikasi dengan SeungHyun, entah apa yang terjadi pada kita. Sejak semakin sibuk dengan BigBang kami jadi jarang betemu bahkan mengirim pesanpun jarang. Aku yang selalu memborbardirnya dengan pesan-pesan makin lama merasa kelakuanku hanya menganggu kesibukannya saja. Sebenarnya aku tau, dengan keadaan seperti ini cepat atau lambat kami pasti berpisah, walaupun aku sangat tidak menginginkannya. Tapi entah kenapa aku terlalu egois untuk mengutarakan perasaanku yang sebenarnya. “SeungHyun sampai sekarang sama sekali tidak mengabarimu?” tanya Hyo Sun, aku menggeleng, “Aneh, kenapa dia berubah seperti itu?” gumam Soo Ae, “Eobseo” jawabku lemah, saat ini kami sedang jalan-jalan bersama setelah pulang dari kampus masing-masing. “Yaa Ji Hee-ya! Optimislah! Mungkin dia sedang sibuk dan tidak sempat mengabarimu!” Chan Mi menepuk pundakku, aku tersenyum enggan. “Walaupun SeungHyun menghilang, kamu masih mempunyai kami Ji Hee-ya!” Hyun Ra menggodaku, “Nee aku tau, kalian itu selalu mengikutiku, sepertinya kalian ngefans padaku” godaku balik, “Mwo?? Enak saja! Itu kan kamu!” Hyo Sun mencubit pipiku, kami tertawa kecil. “Neon useul ttae jel yeppeo Ji Hee-ya” Soo Ae mengacak poniku, “Gomawo” aku tersenyum tulus kali ini. Tiba-tiba ponselku berbunyi tanda ada pesan masuk.

Aku ingin bertemu sekarang. Pesan dari SeungHyun, setelah sekian lama pesan-pesan keluhanku tidak dia tanggapi.

 

Mwo? Sekarang? Ani, aku sedang bersama teman-teman! Bisakah besok saja?

 

Kamu ingin tau kenapa aku seperti ini kan? Kalau kamu tidak ingin bertemu kamu tidak akan tau.

 

Mwo? Wae?

 

Pilihlah, aku utarakan lewat pesan atau secara langsung?

 

Tentu saja aku pilih langsung tapi aku tidakbisa sekarang, jebal!

 

Aku akan menjemputmu besok jam 8.

Flashback Three end

 

Now, 20 Juli 2012

Jam 8 lewat 15 menit, SeungHyun baru muncul didepan rumahku. Setelah berpamitan pada Eomma dan Appa aku masuk ke mobilnya. “Kita akan kemana?” tanyaku, “Nanti kamu akan tau” jawabnya dingin. Selama diperjalanan kami tidak berbicara satu sama lain. Aku bingung harus memulai darimana, sungguh kami tidak pernah seperti ini sebelumnya. Setelah sampai dan SeungHyun memarkirkan mobilnya, kami berjalan bersisian sepanjang jalan setapak dengan tembok tinggi disampingnya tanpa saling menggandeng seperti seharusnya. “Ini tempat apa?” tanyaku memecah keheningan, “Deoksugung doldam-gil” SeungHyun duduk disalah satu kursi semen dipinggir jalan,“Eh?” aku yang tidak tau apa-apa mengikuti duduk disebelahnya,

“Mianhae, selama dua tahun ini aku menghilang, tidak mengabarimu seperti seharusnya”

“Nee, wae?”

“Sejujurnya, entah kenapa dua tahun ini aku menganggapmu tidak lebih dari sekedar teman”

“Mwo??” suaraku tercekat,

“Aku tidak tau kenapa tapi itu yang aku rasakan, mianhae”

“Jadi?” aku mencoba menahan airmata,

“Bagaimana denganmu?”

“Sejujurnya, nae jeongmal saranghae, aku selalu menunggumu, aku selalu mencoba berpikir positif tentangmu, tapi, kalau kamu seperti itu, nae ottoke?”

“Mianhae Ji Hee-ya, kita pasti tetap berteman kan? So, let’s break up”

“Gomawo untuk semuanya Oppa, mianhae”

“Mianhae Ji Hee-ya, aku harus pergi, baik-baiklah”

SeungHyun membalikkan badannya kembali ke mobilnya, sedangkan aku terduduk diam di kursi semen itu, menggigit bibir. Setelah melihat mobil SeungHyun menghilang dari pandanganku, airmataku mulai menetes, segera kututup wajahku dengan kedua telapak tanganku dan menangis sepuasnya.

Apa kamu tau tentang rumor itu?

Rumor apa?

Pasangan yang datang ke Deoksugung doldam-gil pasti akan berpisah!

Mwo? Benarkah? Kalau begitu aku dan kekasihku tidak akan pernah kesana!

 

~end~