Title : The Miracle of My Neighbour
Cast : Kwon Ji Yong, Park Hyo Jin (ulzzang)
Gendre : Sad Romance
Author : @RezaNrfadillah
Rating : Semua umur😉
Length : Oneshoot
DISCLAIMER : jangan copas tanpa izin ya, hargai penulis🙂 (kalau ada yang mau-,-)
A/N : Sebelumnya minta maaf ini ff ancur banget, bukan ff pertama yang dibikin sih tapi ini ff pertama yang aku kirim.
maaf kalau banyak kekurangan.😀 makasih buat admin yang mau ngepost ff ini🙂
Happy Reading !!
Dia datang memberikan sebuah kehidupan didunia ku, dunia yang selama ini membosankan, sepi, kelam tapi semenjak ada dia semuanya berubah.Dia mengajarkan aku bagaimana caranya tertawa yang selama ini tak pernah aku tunjukan, dia mengajarkan aku bagaimana rasanya menjadi orang yang menyenangkan. Awalnya aku tidak peduli dengan kehadiran dia, menurut ku dia sama saja dengan orang kebanyakan, yang munafik menunjukan sebuah tawa tapi hatinya menderita. Cih !aku sangat membenci orang-orang seperti itu.
3 Januari 2009
Suara tawa seseorang membuatku kesal karena tidak bisa berkonsentrasi mengerjakan tugas kuliahku yang menumpuk setinggi gunung.Aku membuka jendela kamarku perlahan, melihat siapa orang yang berani mengganggu ku disaat genting seperti ini.
Dia seorang namja entah siapa karena aku baru melihatnya sekali ini, sepertinya dia adalah tetangga baru didepan rumah ku, karena kemarin eomma bilang ada seorang namja menyenangkan yang mengisi rumah kosong itu.
 
“Yak berisik!kau bisa diam tidak hah ?!” teriak ku dari jendela dikamar ku. Dia dan beberapa orang tetanggaku yang masih anak-anak menatapku sambil mengerutkan keningnya bingung.Memangnya aku adalah mahluk tanpa wujud mereka seperti hanya mendengar suara ku saja.Menyebalkan.
Dia berjalan perlahan dan berdiri sambil mendongakan kepalanya menatapku yang berada beberapa meter diatasnya, karena kamarku memang terletak dilantai dua.
 
“Yak !kenapa kau malah menatap ku seperti itu ? memangnya aku hantu hah ?!” kata ku lagi sambil melemparkan penghapus kecil yang ada ditanganku ke arahnya tapi sayang, lemparanku tidak tepat sasaran.
 
“Neomu yeppeo! (sangat cantik)”teriaknya, yang membuatku membelalakan mata ku. Dasar namja babo !
 
“Kau gila !” kata ku singkat lalu pergi meninggalkannya. Berbicara dengan namja babo seperti itu membuat waktu ku untuk mengerjakan tugas terbuang sia-sia.
 
“Yak jangan pergi! kau manis sekali. siapa namamu hah?” teriaknya, aku menutup telingaku rapat-rapat mencoba berkonsentrasi lagi pada tugas ku yang harus aku kumpulkan besok lusa.
 
“Park Hyo Jin buka pintunya ada orang yang ingin bertemu dengan mu” kata eomma ku dari balik pintu kamar.
 
“Aish eomma aku sedang mengerjakan tugas, bilang saja aku tidak ada” jawab ku kesal.
 
“Bagaimana mungkin eomma bilang kau tidak ada, sedangkan barusan kau malah bertengkar dengannya”kata eomma lagi sambil mengetuk-ngetuk pintu kamarku, membuat aku bertambah kesal.
 
“Aku tidak mau bertemu dengan namja babo seperti itu, dia menyebalkan eomma”kata ku sambil membuka pintu kamar, tapi bukan wajah eomma yang aku lihat, melainkan namja babo tadi, namja yang tertawa terbahak-bahak membuat konsentrasiku buyar, dan membuat aku kesal. Dengan cepat aku menutup pintu kamarku, tapi dia tak kalah cepat menahannya.aish !

“Kau mau apa sebenarnya ? aku sedang mengerjakan tugasku, dan aku paling tidak suka diganggu !” kata ku kesal, dia menyungingkan bibirnya membentuk sebuah senyuman sinis, tapi tak bisa menghilangkan kesan manisnya, bahkan sangat manis. Aish berpikir apa aku ini !dia hanya namja babo.
 
“Park Hyo Jin kau itu cantik sekali, tapi sayang sikap mu itu membosankan.Kata eomma mu, kau kerjaannya hanya marah-marah dan hanya berteman dengan tugas-tugas kuliah mu. Kau akan cepat tua kalau begitu terus-menerus” katanya santai, tapi langsung membuat isi kepalaku panas seketika, menahan marah .
 
“Siapa kau hah ? berani mencampuri hidup ku !” kata ku sinis sambil menyentil jidatnya.
 
“Hai aku Kwon Ji Yong, senang berkenalan dengan mu nona Park” katanya sambil mendekatkan wajahnya pada wajah ku dan menunjukan senyum manisnya lagi. aku mundur selangkah, mencoba menyembunyikan kegugupan yang baru saja melintas dengan tidak sopan di otak ku.
“Aku tidak peduli. Sekarang kau pergi !” usir ku. Tapi dia malah berhambur masuk kedalam kamar ku lalu duduk di sofa dan mengambil kertas-kertas soal yang berantakan diatas meja.
 
“Soal-soal seperti ini akan membuat otak mu semakin bodoh. Lebih baik kita mencari udara segar diluar, berhubung aku baru disini, jadi kau harus menemaniku jalan-jalan” aku menggeleng-gelengkan kepalaku perlahan sambil menyimpan kedua tanganku dipinggang dan menunjukan wajah menyeramkan ku padanya, tapi dia tak berkutik sedikitpun, membuat aku menarik nafasku menyerah menghadapi namja babo itu.
Aku duduk disebelahnya, sambil menatapnya kesal, membuat dia terkekeh entah karena apa.tapi aku tidak peduli.
 
“Asal kau tau saja aku tak berniat sedikitpun untuk berurusan dengan kau. Jadi lebih baik sekarang kau pergi.”
Dia mengetuk-ngetukan jari telunjuknya pada meja lalu menganggukkan kepalanya tidak jelas. Dasar namja aneh, babo, menyebalkan.
 
“Sepertinya aku tau kenapa aku sangat tertarik dengan rumah yang aku tempati sekarang” katanya datar, namun aku tak mengerti arti dari ucapannya.
 
“Mwo?”tanya ku tanpa sadar. Dia tersenyum.
 
“Karena Tuhan akan mempertemukan ku dengan gadis yang menarik dan membosankan. Yaitu kau” jawabnya santai.aku terdiam merasa terhipnotis dengan kata-katanya yang tidak masuk akal menurut ku.
 
“Yak !kenapa kau malah melamun hah ? wajahmu itu jelek sekali saat sedang melamun, kau tau?” aish. Dasar namja sialan.
****
“Kau tau aku merasa aneh waktu itu, bertemu dengan mu namja babo dan menyebalkan merecoki kehidupanku dengan tingkah laku mu yang aneh. Tapi aku bersyukur karena berkat mu aku bisa membuka kehidupan baruku menjadi berwarna.Walaupun pada akhirnya kaulah yang membuat kehidupanku gelap lagi.dan sekarang kau tau kan alasan ku kenapa aku tak pernah suka pada orang yang selalu tersenyum atau tertawa didepan ku, karena aku tau di dalam hatinya dia merasa sedih, tersakiti dengan masalah yang menjadi beban.” Aku menghapus air mataku perlahan, kemudian menggenggam tangannya yang terasa sangat dingin, tidak sehangat saat dia menggenggam tangan ku dulu
5 Januari 2009
“Heh namja babo kenapa kau terus mengikuti ku hah ? sudah aku bilang kan kemarin, bahwa aku tidak suka dengan kehadiran orang asing seperti mu” kata ku pada namja yang mengaku bernama Kwon Ji Yong itu.
 
“Tugas mu sudah selesai ? mau aku bantu mengerjakannya ? bukankah hari ini hari terakhir untuk mengumpulkannya? “ tanyanya beruntun, aku tak menanggapinya. Cih seperti dia orang paling pintar saja ingin membantuku mengerjakan tugas-tugas yang susahnya mencekik leher itu.
 
“Aku akan membantumu. Agar kau tidak merasa kesulitan.Aku akan membuatmu bersemangat kembali saat kau akan menyerah”katanya sambil menggenggam tangan ku, aku menundukan kepala ku menatap tangan besarnya yang terasa sangat hangat.
 
“Aku bisa sendiri” kata ku singkat sambil melepaskan tanganku dari genggamannya.
 
“Bukankah berdua lebih baik dari pada sendirian ?”tanyanya lagi, sambil memaksa ku untuk menatap mata coklatnya yang sangat tajam.
 
“Selama ini aku bisa mengerjakan semuanya sendiri, tidak pernah membutuhkan bantuan orang lain. Dan aku merasa bangga akan hal itu”kata ku.Dia tersenyum lalu menatapku semakin tajam, membuat jantungku bekerja diatas normal.
 
“Kau yakin akan selamanya seperti itu ? tidak membutuhkan bantuan orang lain ?lalu saat kau mati nanti siapa yang akan menguburkan peti matimu ?”tanyanya santai, tapi sukses membuat tubuhku menegang seketika. Sebelumnya aku tidak pernah memikirkan hal konyol seperti itu.Bahkan berpikir untuk mati pun tidak pernah. Ah namja ini benar-benar membuat perasaan ku tak karuan.
 
“Tapi kalau aku masih hidup aku mau menguburkan peti matimu, walaupun sikapmu masih menyebalkan, asalkan kau menjadikan ku satu-satunya namja yang boleh menjagamu, dan membuat mu tersenyum selamanya. Aku bersedia”katanya lagi, dan itu malah menambah frekuensi detak jantungku bertambah cepat.
 
“Tau tau, selama ini aku tidak pernah merasa begitu hidup. Tapi saat memarahimu pertama kalinya aku merasakannya, padahal selama ini aku selalu marah pada orang yang selalu menggangguku tapi tidak sehidup saat memarahi mu. Kau tau ?kau itu sangat menyebalkan”dia terkekeh kemudian mengacak rambut ku perlahan. Aku putuskan mulai hari ini dia adalah satu-satunya namja yang boleh mencampuri urusanku selain ayahku.
****
“Kau membohongi ku, kau tau rasanya dibohongi seperti apa ? itu sangat menyakitkan seolah semua tulang-tulang ku hancur berkeping-keping. Dan saat itu adalah kedua kalinya aku menangis setelah kematian appa, kau mengerti kan ternyata kau begitu penting untuk ku sampai-sampai aku bersedia mengeluarkan air mataku untuk mu. Aku seperti gadis bodoh menangis ditengah derasnya hujan, berteriak seolah-olah aku meminta pertolongan orang untuk menyelamatkan ku dari hantaman mobil yang akan menabrak ku. Aku sangat membencimu waktu itu, karena untuk pertama kalinya aku jatuh cinta dan kau dengan santainya mengenalkan ku pada tunangan palsu mu itu. Kau benar-benar menyebalkan bukan ?sadarlah kau orang yang sangat aku benci sekaligus orang yang aku sayang dan aku tidak ingin kau pergi meninggalkan ku. Kau masih berhutang kata maaf pada ku.Arraseo ?
9 desember 2009
“Kau mau membawaku kemana Ji Yong-a ? aku harus mengerjakan tugas ku” teriak ku padanya saat dia terus mengemudikan mobilnya tanpa mempedulikan pertanyaan ku yang sedari tadi terlontar dari bibirku.
 
“Kau ini benar-benar menyebalkan, namja babo” kata ku lagi, dan memilih untuk diam setelah itu. 15 menit kemudian dia menghentikan mobilnya disebuah kafe dipinggir jalan.
 
“Turun, aku akan mengenalkan mu pada seseorang” katanya santai, tapi nada memerintahnya sangat jelas terdengar. Aish namja ini selalu seenaknya saja pada ku, walaupun aku sudah memberinya izin untuk menjadi satu-satunya namja yang boleh mencampuri urusan ku tapi bukan berarti dia berhak menyuruh-nyuruh ku seperti itu.Cih !
Aku berjalan mengikutinya, lalu berhenti saat sampai dimeja yang ditempati seorang gadis cantik.
 
“Mianhae chagi-ya aku terlambat, yeoja babo itu lama sekali” aku terdiam, tubuh ku menegang. Chagi-ya dia bilang ?chagi-ya ? sungguh-sungguh chagi-ya ? aku tidak salah dengar kan ? aku yakin aku sudah membersihkan telinga ku dan tidak mungkin masih dihinggapi kotoran yang membuat pendengaranku kurang peka kan?
 
“Tidak apa-apa Oppa” jawab yeoja itu sambil tersenyum. Manis !Ji Yong mengacak rambutnya perlahan, lalu duduk sebelahnya.
 
“Hyo Jin-a duduklah aku akan mengenalkan mu pada tunangan ku” katanya sambil menarik ku untuk duduk didepannya.Lutut ku lemas seketika, untung saja aku sudah duduk di kursi kalau tidak aku yakin lutut ku sudah mencium lantai dengan mulus.
 
“Ah ne, annyeonghaseyo choneun Park Hyo Jin imnida” kata ku sedikit bergetar, bukan karena gugup, tapi karena dengan sekuat tenaga aku menahan untuk tidak menangis disini. Mau disimpan dimana muka ku kalau sampai aku menitikan air mata sekarang.Di depan namja babo itu. aish
 
“Im Yoona imnida” balas gadis itu sambil memberikan senyum manisnya lagi.hatiku mencelos, kenapa selama ini aku tidak pernah berpikir bahwa namja babo itu sudah mempunyai tunangan. Untuk bertanya pun aku tidak pernah padahal dijari manisnya memang terpasang cincin.
 
“Mianhae Yoona-ssi aku harus pergi, banyak sekali tugas kuliah, dan harus aku kumpulkan besok, jadi aku tidak bisa lama disini, mianhae, jeongmal mianhae” kata ku berpura-pura menyesal. Padahal bisa aku pastikan aku tak ingin disini lebih lama lagi karena aku sudah tidak kuat menahan air mata ku.
 
“Heh namja babo aku duluan” kata ku kemudian berlari pergi meninggalkan Ji Yong dan tunangannya itu.
Aku duduk dibangku taman dekat rumah ku, mencoba menenangkan perasaanku yang sudah hancur tak berbentuk. Aku menangis sambil berteriak sekencang-kencangnya dibawah guyuran hujan yang sangat deras, aku tidak peduli yang penting sekarang aku ingin perasaan ku tenang dan aku bisa melupakan semuanya dalam waktu cepat !ya harus !
****
“Hyo Jin-a kemarin kau kemana hah ?kau bilang akan mengerjakan tugas, tapi saat aku ke rumah mu kau tidak ada” teriak Ji Yong, saat aku keluar dari rumah ku untuk berangkat ke kampus.
 
“Memangnya kau siapa hah ? aku memang mengizinkan mu untuk mencampuri urusan ku, tapi bukan berarti aku akan memberitahu mu semua urusan ku. kau jangan bermimpi !” kata ku lalu berbalik, tapi dengan cepat dia mencekal tangan ku, membuat aku meringis menahan sakit karena cekalan tangannya sangat keras.
 
“Kau kenapa ? apa aku berbuat salah ?” tanyanya lembut, mambuat emosiku hilang seketika. Aku menundukan kepalaku, kemudian mengangkatnya lagi dan tersenyum padanya.
“Aku hanya lelah dengan tugas-tugas ku. mianhae” jawab ku pelan. Dan inilah yang paling aku tidak suka dari sikap manusia, semuanya munafik.Dan sekarang namja didepan ku itu sukses membuat ku bersikap seperti itu.Tersenyum padahal dalam hati terluka.
 
“Aku pernah bilang kan kalau berdua lebih baik dari pada sendiri. Kenapa kau tidak meminta bantuan ku ?”
 
“Aku hanya tidak ingin terus-menerus merepotkan mu. Aku tidak enak dengan tunangan mu.Jadi lebih baik mulai sekarang kita jangan terlalu dekat, aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman” kata ku.jujur bukan salahpaham dengan tunangannya tapi salahpaham dengan sikapnya. Aku tak ingin dengan sikap baiknya padaku aku menganggap bahwa dia menyukai ku, dan akan membalas perasaan ku. cih pemikiran yang konyol bukan ? itu menyakitkan sekali. sebuah harapan tapi ternyata Ji Yong tak pernah berharap sedikit pun.
****
“Kalau Yoona tidak memberitahuku yang sebenarnya apa kau akan terus membohongi ku ? dan meninggalkan aku tanpa pamit ? pergi jauh sampai aku tidak bisa menggapai mu lagi ? kau itu namja paling babo yang pernah aku temui. kau tau ! aku bersumpah kalau kau tidak bangun lagi aku akan membencimu seumur hidup ku.” aku menghapus air mata ku lagi. entah sudah berapa kali aku menangis untuk namja menyebalkan ini yang pasti tak akan pernah lelah menangis karenanya, dan aku tidak akan pernah menyesal karena telah menyia-nyiakan air mata ku yang sangat berarti.
“Kwon Ji Yong, kalau kau bangun aku berjanji tidak akan meneriaki mu lagi, tidak akan kasar padamu lagi. aku mohon bukalah mata mu”
****
 
5 Februari 2010
“Aku hanya tidak ingin terus-menerus merepotkan mu. Aku tidak enak dengan tunangan mu. Jadi lebih baik mulai sekarang kita jangan terlalu dekat, aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman”
Semanjak aku mengucapkan kalimat itu, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi, dia menghilang begitu saja tanpa memberi aku kabar.
Aku memang menyuruhnya untuk menjauh, tapi bukan berarti dia harus meninggalkan aku begitu saja kan? perkenalan saja butuh proses untuk bisa dekat kenapa meninggalkan harus segampang itu ? pergi begitu saja tanpa menyisakan sebuah kenangan sedikitpun.
Ini sudah 2 bulan aku tak bertemu dengannya dan jujur aku sangat merindukannya, rindu akan kelakuan konyolnya, rindu dengan suaranya, rindu dengan tatapan tajamnya, rindu dengan semua yang pernah dia lakukan untuk ku.
 
“Hyo Jin-ssi” panggil seseorang membuat aku tersadar dari lamunan ku.aku menatap orang itu kemudian tersenyum saat melihat wajahnya. Walaupun hanya satu kali bertemu tapi itu tak membuat ku lupa akan wajah cantiknya.
 
“Yoona-ssi” balas ku.
“Kau sedang apa di rumah sakit ? apa terjadi sesuatu?” tanyanya khawatir. Aku menggeleng kemudian tersenyum lagi.
 
“Ani, aku hanya menjenguk teman ku yang sedang sakit.” Jawab ku.tiba-tiba dia menggenggam tangan ku.
 
“Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu Hyo Jin-ssi, tapi aku harap kau bisa memaafkannya” katanya.  Aku mengerutkan kening ku, bingung dengan ucapannya.Memaafkan? maksudnya memaafkan siapa ?
 
“Ini tentang Ji Yong” katanya lagi. seketika tubuhku menegang, aku tak tau sejak kapan tubuh ku mulai sensitif saat mendengar nama namja babo itu.
 
“Wae?” tanya ku pelan, tapi aku bisa pastikan Yoona bisa mendengarnya dengan jelas.
 
“Ji Yong sakit, jantungnya tidak bisa berfungsi normal seperti kebanyakan orang.Ini sudah terjadi sejak 7 tahun yang lalu, tapi aku menjadi dokternya sejak 4 tahun yang lalu.Aku mengenalnya dengan sangat baik, tapi hanya sebatas dokter dengan pasiennya tidak lebih dari itu karena aku sudah punya tunangan”Yoona menarik nafasnya perlahan.
 
“Ji Yong merahasiakan penyakitnya ini, sehingga hanya aku dan dia saja yang tau.Ji Yong sudah putus asa, dia hanya menunggu sesuatu yang sangat ditakutkannya.Tapi semenjak dia bertemu dengan mu dia mendapatkan semangatnya lagi, dia bilang bahwa dia ingin terus hidup demi kau yang menjadikan Ji Yong sebagai satu-satunya namja yang boleh mencampuri urusan mu.Aku bahagia saat mendengar kalimat itu, dia benar-benar rutin ke rumah sakit.Tapi 2 bulan yang lalu dia mengeluh bahwa jantungnya semakin sulit untuk dia kendalikan, dia benar-benar sedih saat itu, dia tidak ingin meninggalkan mu tapi dia tak tau sampai kapan dia akan hidup.”
 
“Aku bilang bahwa kalau dia mencintaimu berarti dia harus bisa jujur padamu, dan membiarkan mu tahu semuanya. Tapi dia tidak mau, katanya dia tidak ingin melihat kau menangis saat dia pergi jadi lebih baik dia meninggalkan mu supaya kau membencinya. Jadi dia memaksa ku untuk menjadi tunangan pura-puranya agar kau menjauhi Ji Yong, dan Ji Yong merasa tenang karena tidak akan melihat mu menangis. Tapi beberapa kemudian Ji Yong semakin kritis, dan kehilangan semangat hidupnya lagi.aku sudah menyuruhnya untuk menghubungi mu tapi dia tidak mau”
 
“Dimana dia sekarang ?” tanya ku sambil menangis.
 
“Dia ada di rumah sakit ini. biar aku antar ke kamarnya” jawab Yoona sambil meletak kan tangannya pada bahuku mencoba memberikan kekuatan agar aku bisa berjalan.
Aku menatap tubuh namja babo itu dengan seksama, mencoba mengamati bentuk wajahnya yang tampak berbeda dari 2 bulan yang lalu.Dia semakin kurus. Ya Tuhan…
 
“Ji Yong koma dari 1 minggu yang lalu, aku sudah mengusahakan yang terbaik untuknya, tapi aku tidak bisa berbuat lebih.Keadaannya sudah sangat kritis”kata Yoona sambil menatap Ji Yong. Aku memejamkan mata ku mengeluarkan air mata yang sudah berdesakan meminta dikeluarkan.
 
“Ji Yong-a kau membohongi ku. kau menyiksa batin ku, kau membuat hidup ku kembali gelap gulita ! kau tau aku sangat merindukan mu. Aku mohon sadarlah”
****
“Sampai kapan kau akan tertidur namja babo ? kau tidak kasian padaku yang setiap hari menangis karena mu hah ? kau ini tega sekali ! ini sudah 2 minggu kau tidak bangun, kau mau menjadi pangeran tidur ? apa aku harus mencium mu agar kau terbangun hah ? sebenarnya kau memimpikan apa ? bidadari yang cantik-cantik sehingga kau ingin terus berada di dunia mimpi mu ? sadar lah berapa banyak pun bidadari itu hanya aku yang mencintaimu dengan tulus, yang rela menangis untuk mu seharian, yang selalu mendoakan mu. Cepat bangunlah babo aku merindukan mu” aku membiarkan air mata ku mengalir, aku tak peduli lagi walaupun air mata ku habis hanya untuk menangisinya.
Aku merasakan tangan Ji Yong bergerak perlahan, membuat ku tersenyum senang.
“Namja babo akhirnya kau bangun juga, cepat buka mata mu! Aku sangat merindukan mu” kata ku lagi.
Ji Yong membuka matanya perlahan mencoba beradaptasi dengan cahaya.
“Hyo Jin-a” panggilnya perlahan, air mata ku mengalir lagi namun kali ini karena bahagia, bukan karena kesedihan.
“Aku merindukan mu Ji Yong-a kau tega sekali padaku” kata ku sambil tersenyum. Dia mengusap pipi ku kemudian tersenyum .
“Aku juga sangat merindukan mu. Mianhae Hyo jin-a”
****
“Hyo Jin-a kau berjanji akan memaafkan ku kan ?”
“Ne, aku berjanji akan memaafkan mu asalkan kau sembuh” jawab ku sambil menggenggam tangannya, seolah-olah tidak ingin melepaskannya.
“Gomawo” katanya sambil tersenyum, aku membalas senyumannya.
“Aku lelah, boleh aku tidur ?” tanyanya. Aku terdiam sejanak. Aku selalu takut saat dia meminta izin untuk tidur, aku takut dia tidak akan bangun lagi dan meninggalkan ku selamanya. Ji Yong memejamkan matanya perlahan, membuat aku cemas dengan memikirkan sesuatu yang aku takut kan.
“Ji Yong-a irona” kata ku pelan, Ji Yong membuka matanya kemudian tersenyum.
“Wae ?kau takut aku meninggalkan mu sekarang ?” tanyanya setengah bergetar, seperti menahan sakit di dadanya. Aku menggeleng perlahan dan menggenggam tangannya semakin erat.
“Hyo Jin-a saranghae” katanya perlahan kemudian menutup matanya.Tangannya di genggaman ku semakin lemah, aku mencoba menahan tangis ku. Aku sudah berjanji kalau dia meninggalkan ku, aku tidak akan menangis.
“Nado saranghae Ji Yong-a.” kata ku lirih semudian mencium keningnya.
“Selamat tinggal.”
-End