Revenge

Author                  : Lia

Cast(s)                  : G-Dragon, TOP, (find it by yourself)

Genre                   : Crime, Romance, Series

Disclaimer           : FF ini adalah asli hasil karya saya sendiri, terilhami dari berbagai macam film yang sudah saya tonton ^^v.

Twitter                  : @eejahnieh

A/N                        : Hi, ini FF pertama aku, hmm, ga tau akan berkesan atau tidak, tapi tolong jangan di cela ya😀.

Chapter 1 -Detektif Junior-

*Author POV*

Pagi hari di rumah keluarga kecil itu sudah gaduh dengan percekcokan antara seorang wanita paruh baya dengan anak semata wayangnya sendiri. Park Min Ha sedang adu mulut dengan ibunya sendiri, dan ini bukan kali pertama mereka beradu argumen. Lebih tepatnya sudah puluhan atau bahkan ratusan kali mereka ribut sejak Park Min Ha memutuskan untuk mengambil Jurusan Kriminologi pada saat ia kuliah dulu.

Ya, Park Min Ha memang tidak sama dengan gadis kebanyakan yang bercita-cita menjadi seorang artis atau anggota girl band yang memang sedang popular sekarang ini. Dengan dianugrahi kecantikan sejak lahir, tanpa harus melakukan operasi dan tambal sana sini seperti yang dilakukan kebanyakan perempuan Korea yang tidak PD dengan kondisi fisiknya, pasti Min Ha dapat dengan mudah diterima oleh agensi manapun.  Namun ia justru bercita-cita sebagai seorang detektif yang setiap hari bersinggungan dengan bahaya, senjata, perbuatan kriminal atau bahkan kematian. Karena itu setiap pagi, siang, sore, malam pasti terjadi adu mulut antara ibu dan anak yang tidak sepaham ini.

“Sudahlah ibu, aku sudah bosan dengar kata-kata ibu yang itu-itu saja setiap hari, aku kan sudah bilang tidak ingin menjadi publik figur, aku ingin menjadi detektif, dan ibu juga sudah tau alasan aku menjadi detektif kan?”

“Alasan apa? Untuk mencari anak lelaki yang telah hangus terbakar 15 tahun yang lalu? Kamu jangan bermimpi!”

“Si Naga Kecil belum mati, koran itu menulis tidak ada satupun korban pada saat kebakaran itu ibu, dia pasti masih ada di suatu tempat”

Ya, Park Min Ha memang mempunyai alasan sendiri mengama ia ingin menjadi seorang detektif. Dia ingin mencari teman masa kecilnya yang telah hilang entah kemana. Walaupun tampaknya tidak mungkin untuk menemukan orang yang sudah 15 tahun tidak bertemu. Apa orang tersebut masih hidup, atau sudah mati, masihkah dia ada di Korea, atau pindah kenegara lain, Min Ha juga tidak tahu.

*Park Min Ha POV*

Hari ini adalah hari pertamaku menjadi detektif junior di salah satu kantor polisi di Seoul. Tentu saja aku bersemangat, ini yang aku impikan dari kecil. Ibuku mungkin menganggap cita-citaku untuk menjadi seorang detektif terdengar konyol, apalagi cita-citaku untuk menemukan teman kecilku yang sudah menghilang 15 tahun lamanya. Tapi apa mau dikata, aku memang suka dengan teka teki dan memecahkannya. Intinya cita-citaku ini sekarang telah tercapai, walaupun masih detektif junior. Naga kecil, tunggu saja, aku akan menemukanmu dan kita bisa berteman kembali seperti 15 tahu yang lalu.

-FLASH BACK-

Min Ha kecil        : “Hei Naga kecil, kamu sedang apa?”

Naga Kecil           :”Menggambar Naga, ini kamu dan ini aku”

Min Ha Kecil       :”Aku kan perempuan, kenapa aku punya kumis?”

Naga Kecil           :”Kamu bodoh ya, Naga memang punya kumis walaupun itu perempuan”

Min Ha Kecil       :”Kamu yang bodoh, Min Ha ga mau punya kumis” (memukul kepala Naga Kecil)

Naga Keci            : (Menangis)

-FLASH BACK END-

@Kantor Polisi Seoul

“Selamat siang, bisa saya lihat identitas Anda”

Sampai juga aku di kantor, dan dengan bangga aku menunjukan kartu identitasku. Di sana tertera Park Min Ha, Detektif Junior. Aku masih tidak percaya sekarang aku sudah menjadi seorang detektif, ya sungguh-sungguh detektif.

“Min Ha Ssi, silahkan masuk ke ruangan anda yang ada di ujung lorong ini, disana Partner anda sudah menunggu.”

Setelah mengarahkan aku harus pergi kemana, resepsionis itupun berdiri dan mendekatkan mulurnya ke telingaku seraya berbisik.

“Kamu beruntung sekali anak baru, jangan sesekali berani macam-macam dengan partnermu itu ya”

Perkataannya terdengar sangat mengancam. Apa yan dia maksud dengan beruntung dan apa yang dia maksud dengan macam-macam. Tanpa menghiraukan ancaman dari resepsionis itu aku segera berjalan menuju ujung lorong tempat dimana ruangan aku berada.

Aku membuka ruangan itu secara perlahan, ruangannya cukup besar dan cukup berantakan. Akupun menghela nafas melihat file-file yang berantakan di atas meja. Aku memang sering melihat di film-film detektif saat mereka sedang memecahkan kasus, banyak file yang bertebaran dimana-mana namun melihatnya di depan mata membuat tanganku gatal ingin segera merapihkannya.

Bukannya akan lebih mudah di baca kalau semua ini rapi ya batinku.

Akhirnya tanpa basa-basi aku memungut semua file yang berserakan di lantai dan tiba-tiba saja

“BRUK”

“AW!”

Aku jatuh terguling, dibelakangku yang sekarang berada di depanku berdiri seorang lelaki jangkung dan berparas tampan. Dia lelaki yang menabrakku sehingga aku berhasil dengan sukses melakukan roll depan, untung hari ini aku memakai celana, bukan rok mini.

“Ooops, Sory! Iya sayang, kamu hati-hati ya di sana, Take care, I’m gonna miss you, see u when u come back from USA, muaaach”

Lelaki itu menutup teleponnya dan mengalihkan pandangannya kepadaku yang kembali sibuk memungut berkas-berkas yang kembali berserakan karena aku terjatuh.

T.O.P     : “Park Min Ha , detektif junior right?”

Min Ha  :“Yeah, I am”

T.O.P     :“Kamu terlalu cantik untuk menjadi dektif junior, bagaimana kalau kamu menjadi pacarku saja?”

Ya, sudah terdengar dari nada suaranya bahwa dia memang sorang buaya darat. Baru saja menutup telepon dari pacarnya, tiba-tiba saya dia meminta aku menjadi pacarnya. Seorang maniak begini mengapa bisa menjadi detektif senior ? Seharusnya dia menjadi artis film dewasa saja, wajah mesumnya sudah cocok sekali.

Min Ha  :“Thank’s but i’m not interested with your offer”

T.O.P     :”Bahasa Inggris kamu bagus juga, panggil saya T.O.P. kamu tidak penasaran kenapa saya dipanggil T.O.P? karena saya memang selalu top dalam berbagai hal”

Min Ha  :”Berbagai hal termasuk membohongi semua wanita? Hah, whatever”

Jadi ini maksud resepsionis tadi, mungkin dia pikir aku akan tertarik untuk menggoda bos mata keranjangnya ini. Bosnya memang tampan, tapi perilakunya minus sekali. Tunggu sebentar, aku baru teringat bahwa aku sudah bertemu dengan detektif mesum ini sebelum aku datang kesini. Ya aku yakin benar bahwa itu dia, detektif mesum.

-FLASH BACK-

Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati segelas kopi hangat. Yap, mungkin itulah yang ada di benakku dan di benak beberapa orang lain sehingga antrian di coffee shop pagi ini cukup membuat aku mengurut dada. Bagaimanapun aku sudah menjadi pecandu kopi sejak aku duduk di bangku kuliah. Setidaknya itu lebih baik daripada menjadi pecandu alkohol ataupun obat-obatan terlarang.

“Permisi” tiba-tiba seseorang lelaki bersama seorang wanita membuyarkan lamunanku, namun mereka ternyata tidak berbicara denganku.

“Ajuma, bisa tolong saya? Istri saya sedang hamil muda, dan dia ingin sekali minum Green Tea Latte, aku sudah menyuruhnya sabar menunggu, tapi dya mengancam kalau anak yang dilahirkannya akan jelek dan selalu mengeluarkan air liur kalau keinginannya tidak dikabulkan, jadi, bisakah saya bertukar antrian dengan anda?”

Melihat wajah ajuma yang tampaknya sangat termakan omongan lelaki jangkung dan tampan itu, hatiku merasa iba. “Kasihan sekali ibu ini harus terkena tipuan orang yang tidak mau sabar mengantri sehingga ibu ini harus ke barisan belakang, ya sekitar 6 orang di belakang aku”. Ditambah lagi dengan adegan selanjutnya yang jujur saja membuat saya mual. Kedua muda mudi itupun saling mengecup bibir satu sama lain tanpa malu di depan umum, atau lebih tepatnya di depan mata saya.

-FLASH BACK END-

“Holly Shit!”

Kata-kata itu begitu saja keluar dari mulut saya saat menyadari orang yang akan menjadi partner saya ini adalah lelaki mesum tidak tahu di untung nan tidak tahu malu yang telah berhasil melakukan adegan yang seharusnya di sensor di sebuah film berlabel R (Remaja).

T.O.P     :“Tadi kamu bilang apa? Tidak seharusnya seorang wanita cantik seperti kamu terbiasa mengucapkan sumpah serapah seperti itu bukan?”

Min Ha  :”Mungkin, tapi mungkin saja kata itu adalah kata yang harus diucapkan oleh wanita cantik yang memegang ban hitam judo plus sangat piawai menembak apabila sedang berada di hadapan prima mesum yang tidak punya malu”

Mendengar aku bicara seperti itu, T.O.P bukannya malu justru malah menyunggingkan senyum simpul. Apa dia pikir senyum simpulnya tiu akan menaklukan ku? Maaf T.O.P aku sudah mempunyai Naga Kecil ku, aku yakin dia masih hidup dan dia juga sedang mencari ku.

Sudah dulu ya chapter 1 nya, masih bingung mau ngapain di chapter 2nya😀 jadi dimohon sabar menanti..